Tampilkan postingan dengan label Perekrutan Siswa Baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perekrutan Siswa Baru. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Juli 2010

Konsep Penerimaan Siswa Baru, Sebuah Paradigma Yang Manusiawi

Betapa banyak kekecewaan, kesal bahkan marah dari banyak orangtua yang putra putrinya gagal memasuki sekolah pada tahun ajaran baru ini. Baik sekolah yang dituju adalah sekolah negeri atau swasta. Pada sisi lain, terjadi pembentukan kaki-kaki negatif pada ‘self image’ anak atau konsep diri anak. Perasaan ‘bodoh’, ‘lemah’, ‘kalah bersaing’, ‘lebih baik anak lain daripada aku’, dan jutaan lagi perasaan negatif yang terjadi pada diri anak-anak kita. Bayangkan kalau peruntuhan kepercayaan diri ini terjadi setiap tahun di negeri ini.

Berikut ini beberapa pernyataan yang menimbulkan gema kekecewaan tersebut:
“Maaf anak ibu/bapak belum dapat di terima di SD ini, sebab dari hasil tes kematangannya, dia belum matang”.

“Maaf anak ibu/bapak belum dapat bergabung di SD ini, sebab masih belum bisa membaca dengan cepat, kami kuatir nanti anak ini tertinggal dengan anak yang lain”.

“Maaf anak ibu/bapak belum dapat diterima di SD ini, sebab belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik”.

“Maaf anak ibu/bapak tidak diterima masuk ke SMP/SMA ini, sebab nilai NEM nya kurang, sayang sekali hanya kurang 0.5”.

“Maaf anak ibu/bapak belum bisa menjadi siswa SMP/SMA ini, sebab dari hasil psikotes kami, kemampuan anak ini di bawah rata-rata”.

“Maaf anak ibu/bapak belum dapat diterima di SMP/SMA ini, sebab tes kemampuan kognitif anak ibu hanya 7.4. Sekolah ini menerima siswa yang hasil tesnya 7.5 ke atas”.

“Maaf, kami tidak menerima anak-anak yang berkebutuhan khusus, mungkin bisa di sekolah lain saja”.

Jumat, 09 Juli 2010

Khawatir Tak Dapat Murid

Masa-masa penerimaan siswa baru bukan hanya membuat khawatir para orangtua siswa karena anaknya tidak bisa diterima di sekolah yang sangat diharapkan. Masa-masa PSB juga menyisakan kekhawatiran bagi sekolah-sekolah tertentu yang kadang tidak diminati oleh anak didik lantaran dianggap tak bisa menyajikan pendidikan yang berkualitas.

Kekhawatiran sekolah semacam ini biasanya dialami oleh sekolah-sekolah swasta ang secara rangking kualitas tidak masuk dalam urutan sekolah unggulan. Dan jumlah sekolah semacam ini cukup banyak. Mereka khawatir, pada penerimaan siswa baru ini tidak akan mendapatkan murid yang sesuai dengan kapasitas sekolah.

Sebenarnya kekhawatiran para pengelola sekolah untuk tidak mendapatkan siswa sesuai dengan kapasitas yang telah direncanakan bukan hanya monopoli sekolah-sekolah swasta non unggulan. Masih banyak pula sekolah-sekolah negeri yang juga merasa khawatir setiap penerimaan siswa baru akan mengalami defisit siswa. Justru, di sekolah-sekolah negeri yang dianggap bukan unggulan, kekurangan siswa lebih berat lantaran semakin banyak sekolah-sekolah swasta bermunculan.

Minggu, 04 Juli 2010

12 SMP pinggiran kekurangan siswa

Sukoharjo (Espos). Sebanyak 12 sekolah menengah pertama negeri (SMPN) pinggiran masih kekurangan siswa hingga hari terakhir pendaftaran siswa baru (PSB).

Kepala Bidang (Kabid) SMP, SMA/SMK Disdik, Dwi Atmojo Heri menjelaskan, untuk SMPN saat ini memang masih ada yang kekurangan murid. “Dari total 41 SMPN di Sukoharjo, memang masih ada yang kekurangan siswa. Totalnya berdasarkan rekapitulasi kami siang ini, ada 12 SMPN,” jelasnya ketika dijumpai wartawan, Jumat (2/7).

Ia menambahkan, ke-12 SMPN yang masih kekurangan siswa tersebut kebanyakan memang lokasinya tidak bagus alias masuk pinggiran. Dengan kondisi sekolah yang relatif lebih sulit dijangkau, banyak orangtua yang kurang berminat menyekolahkan anak mereka ke sekolah itu. Faktor lain, lanjutnya, lantaran banyak orangtua yang terlalu berorientasi kepada sekolah favorit.

Senin, 28 Juni 2010

2.515 Siswa tak akan tertampung SMA/SMK

Sukoharjo (Espos). Sebanyak 2.515 orang siswa lulusan SMP dan sederajat pada tahun ini diperkirakan tidak akan tertampung di SMA maupun SMK negeri dan swasta di Sukoharjo. Pasalnya, daya tampung SMA maupun SMK hanya 8.610 siswa sementara lulusan SMP/MTs sebanyak 11.125 siswa.

Dengan demikian ada sisa siswa sebanyak 2.515 orang yang tidak tertampung. Kepala Bidang (Kabid) SMP/SMA/SMK Dinas Pendidikan (Disdik), Dwi Atmojo Heri menjelaskan, jumlah siswa lulusan SMP dan sederajat pada tahun ini memang tergolong besar. “Jumlah mereka mencapai 11.125 orang. Jumlah itu memang lebih banyak dibanding daya tampung SMA/SMK yang hanya 8.610 orang siswa,” jelasnya ketika dijumpai wartawan, Jumat (25/6).

Ia menambahkan mengenai 2.515 orang siswa yang terancam tidak tertampung di SMA/SMK negeri maupun swasta, Heri menjelaskan, tidak menjadi masalah. “Tidak semua siswa SMP Sukoharjo itu kan orang Sukoharjo. Jadi ada kemungkinan mereka akan bersekolah di luar Sukoharjo,” ujarnya.

PSB di Tiga SMKN Perlu Ditinjau

SUKOHARJO. Komisi IV DPRD Sukoharjo meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo agar menghentikan aktivitas penerimaan siswa baru (PSB) di SMKN tahun ajaran tahun 2010/2011.

Pasalnya, gedung SMKN 4, 5 dan 6 Sukoharjo belum sepenuhnya jadi, sehingga jika dilakukan perekrutan siswa baru akan menyalahi aturan pendidikan. Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo, Wardoyo Wijaya memaparkan, Disdik yang punya rencana pembangunan tiga SMKN dinilai menyalahi aturan dalam segi anggaran.

Menurut Wardoyo, anggaran untuk pendirian SMKN belum ada, tapi secara fisik tiga sekolah sudah dibangun. “Dikhawatirkan ini bisa membebani APBD. Apalagi, Disdik menginginkan pengajuan perubahan anggaran hanya untuk biaya tiga sekolah tersebut di tahun 2010 ini,” ujarnya.