Minggu, 20 Desember 2009

Jangan Berhenti Mengembangkan Diri

Rita adalah seorang guru yang sebenarnya pintar menulis. Jika ia menulis suatu artikel atau makalah, dengan cepat ia mampu menyelesaikannya dengan baik. Hampir semua orang tahu kemampuan yang dimilikinya, karena tulisannya sering muncul di penerbitan sekolah.


Tahun demi tahun berjalan, semakin lama ternyata tulisan-tulisan Rita sudah mulai jarang muncul. Produktivitasnya semakin menurun dalam menulis, walaupun sebenarnya keterampilan menulis yang dimilikinya tidak pernah hilang. Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada Rita?
Usut punya usut, Rita ternyata lupa dengan satu hal penting yang harus dijaga dalam keterampilan tulis menulis, yaitu membaca. Membaca merupakan aktivitas yang tidak bisa terpisahkan dengan tulis menulis. Keterampilan menulis akan jauh lebih berkembang jika diiringi dengan aktivitas membaca yang tinggi.

Rita melupakan satu hal penting dalam pengembangan kreativitas, yaitu apa yang disebut sebagai mengasah keterampilan. Tanyakan kepada ibu-ibu di dapur, berapa kali dalam sebulan mereka harus mengasah pisau agar tetap tajam. Kita menggunakan pisau tersebut setiap hari untuk memotong sayuran, daging, dan juga mengupas buah-buahan. Jika pisau tersebut tidak diasah, maka lama kelamaan pisau tersebut akan tumpul dan sulit dipakai lagi untuk memotong.

Perumpamaan pisau sama dengan keterampilan yang kita miliki. Kita menggunakan keterampilan tersebut setiap hari, jangan lupa untuk terus mengasah keterampilan tersebut. Keterampilan tidak bisa sekedar dikhayalkan ataupun dipikirkan. Tetapi keterampilan adalah sesuatu yang secara terus menerus harus dipraktekkan. Mengasah keterampilan adalah melakukan berbagai cara agar keterampilan tersebut semakin bertambah setiap hari dan tidak hilang.

Seperti anak-anak yang belajar naik sepeda. Saat ia bisa naik sepeda, mungkin pertama kali sering terjatuh atau menabrak sesuatu. Tetapi jika ia sudah lancar dan setiap hari mempraktekkan bermain sepeda, maka keterampilan tersebut akan semakin lancar. Ia bisa bersepada secara kencang, ngebut, kejar-kejaran dengan temannya, dan menghindari berbagai bahaya.


Coba lihatlah ke dalam diri kita keterampilan apa yang menjadi keunggulan dan keunikan kita. Asah keterampilan tersebut terus menerus, dan belajarlah berbagai keterampilan pendukungnya. Dengan demikian, keterampilan utama kita akan semakin terus berkembang.

Mengembangkan diri juga bisa dilakukan dengan selalu berusaha menjadi kreatif dan inovatif. Bapak Irfan, sebut saja begitu, seorang guru Matematika, setiap hari berpikir keras bagaimana membuat alat peraga pendidikan dari bahan-bahan yang ada di sekitarnya.

Minggu ini, ia menggunakan balok-balok kecil untuk bercerita tentang bentuk, minggu depannya ia menggunakan jari untuk menghitung, minggu selanjutnya ia menggunakan buah untuk menghitung pecahan, dan begitu seterusnya ia berusaha menggunakan berbagai alat peraga pendidikan dari bahan-bahan yang ada di sekitarnya.

Kreativitas dan inovasi semacam ini terkadang tidak kita pikirkan. Tetapi faktanya, bukan sekedar proses belajar mengajar yang menjadi lebih menyenangkan, dengan kita selalu berpikir kreatif melatih diri kita untuk tidak berpuas diri dengan apa yang sudah ada, dan terus meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam berbagai kehidupan kita sehari-hari.

Di tengah-tengah persaingan yang begitu ketat sekarang ini, kreativitas dan inovasi mutlak diperlukan. Tanpa adanya inovasi dan ide-ide kreatif yang kita timbulkan, lambat laun kita akan tergilas oleh orang-orang yang datang kemudian dengan ide-ide baru yang mungkin saja lebih baik dari apa yang sudah kita lakukan.

Jika dirasa sudah merasa tidak lagi bisa berkembang, saatnya untuk melakukan pengisian ulang (recharge) energi dan pengetahuan kita. Jalur pendidikan dan pelatihan merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengembangkan diri, karena biasanya sebuah jenjang pendidikan dan pelatihan sudah dirancang dengan baik agar peserta didik bisa mendapatkan pengetahuan yang dibutuhkan dalam kurun waktu tertentu.

Selain mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai dari sebuah pendidikan dan pelatihan, kita juga akan mendapatkan ijazah ataupun sertifikat formal dari pendidikan dan pelatihan tersebut. Buat saya, walaupun formalitas dalam ijazah dan sertifikat ini bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kesuksesan kita, tetapi keberadannya memudahkan kita untuk mendapatkan kredibilitas sebagai pengajar, ataupun untuk keperluan formal dalam kenaikan jenjang karir dan pangkat.

Berbagai ijazah dan sertifikat yang kita dapatkan bisa menjadi semacam “jalur cepat” untuk kita bisa mencapai apa yang kita inginkan. Mudah saja, jika kita mempunyai gelar sarjana misalnya, tentu akan lebih mudah dalam bergerak dibandingkan jika kita belum mendapatkan gelar sarjana. Walaupun tentu saja kesuksesan seseorang sama sekali tidak ditentukan apakah ia mempunyai ijazah dan sertifikat formal atau tidak.

Selain melalui jalur pendidikan dan pelatihan, baik formal maupun informal, menambah pengetahuan juga bisa dilakukan secara otodidak dengan membaca sendiri berbagai literatur yang ada, baik dalam bentuk buku maupun artikel-artikel yang tersebar secara luas di internet.

Mungkin kita tidak menyadari, bahwa mesin pencari semacam Google merupakan salah satu sumber ilmu yang sangat luas dan hampir tidak terbatas. Namun demikian, karena banyaknya informasi yang tersedia di Google, butuh kemampuan ekstra dari kita untuk memilih dan memilah mana informasi yang bermanfaat dan mana informasi yang bersifat sampah. Karena jika kita tidak mampu memilih dan memilah dengan baik, banyak informasi yang menjadi mubazir dan tidak berguna. Berikut ini beberapa tips untuk mencari artikel ataupun materi presentasi di Google secara efektif.

A. Mencari Artikel

Jika ingin mencari artikel, orang biasanya langsung mengetikkan sesuatu kata kunci untuk dimasukkan ke dalam search engine. Search engine kemudian akan memberikan daftar informasi yang ada dalam databasenya secara keseluruhan. Akibatnya, ada ribuan pilihan yang harus dilihat, sementara terkadang waktu yang dimiliki terbatas.

Untuk memudahkan proses pencarian artikel, biasanya sebuah artikel ditulis dalam bentuk Microsoft Word ataupun PDF yang digunakan sebagai standar industri. File extension yang digunakan adalah .doc ataupun .pdf, misalnya artikel berjudul “manajemen lembaga pendidikan.doc”, berarti artikel tersebut berformat Microsoft Word, atau “manajemen lembaga pendidikan.pdf”, berarti artikel tersebut berformat PDF.

Karena itu, jika ingin mencari artikel, jangan lupa untuk ditambahkan kata-kata “filetype” di belakang artikel tersebut. Jika ingin mencari artikel tentang manajemen lembaga pendidikan misalnya, yang dimasukkan di search engine tidak sekedar kata-kata “manajemen lembaga pendidikan”, tetapi harus ditambahkan kata “filetype” tersebut. Sehingga yang dimasukkan adalah: “manajemen lembaga pendidikan filetype:pdf” jika kita menginginkan artikel-artikel dalam bentuk PDF atau “manajemen lembaga pendidikan filetype:doc” jika kita menginginkan artikel-artikel dalam bentuk Microsoft Word.

Dengan demikian, secara langsung akan tersaring bahwa informasi yang disajikan adalah hanya yang berformat Microsoft Word ataupun PDF. Dan seperti dikatakan di atas, dua format inilah yang menjadi standar penulisan artikel sehingga yang dikeluarkan oleh search engine terbatas hanya artikel, dan bukan informasi umum yang sangat luas.

B. Mencari Materi Presentasi

Sama halnya dengan mencari artikel, mencari materi presentasi juga berdasarkan filetype. Tipe materi presentasi yang menjadi standar industri adalah Microsoft Power Point, dengan file extension ppt. Karena itu, jangan lupa untuk menambahkan kata “filetype:ppt” pada semua kata-kata yang akan dicari.

Pada contoh di atas, adalah mencari materi presentasi yang bertema “manajemen lembaga pendidikan”. Maka yang perlu dimasukkan ke search engine adalah “manajemen lembaga pendidikan filetype:ppt”. Dengan demikian, yang akan keluar adalah semua informasi yang mengandung kata-kata manajemen, atau lembaga pendidikan dan berformat Microsoft Power Point. Format ini akan memudahkan kita menyortir, dan tinggal memilih materi presentasi mana yang sesuai dan materi mana yang tidak.

Hal-hal di atas mungkin selama ini belum kita mengerti, tetapi dengan satu pengetahuan dan pemahaman yang lebih efektif bagaimana menggunakan Google, hampir membuka semua pintu-pintu pengetahuan yang kita inginkan. Tinggal masalahnya kembali kepada kita semua, mau terus belajar dan berkembang atau tidak.


Oleh: Akbar Zainudin
Sumber: edukasi.kompasiana.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar