Selasa, 16 Juni 2009

Hasil UN bermasalah akan diperiksa ulang


Semarang (Espos). Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap para siswa yang merasa ketidaklulusannya dalam ujian nasional (UN) tahun ini bermasalah.

Ketua Panitia Ujian Nasional Dinas Pendidikan Jawa Tengah Nur Hadi menyatakan, bagi para siswa yang merasa ada masalah dengan ketidaklulusannya dipersilakan untuk melaporkan ke Dinas Pendidikan Jawa Tengah. ”Karena kelulusan menyangkut masa depan maka kita akan periksa ulang bagi siswa yang merasa ketidaklulusannya ada masalah,” kata Nur Hadi seperti dilansir dari Tempointeraktif.com, Senin (15/6).

Nur Hadi mencontohkan, Senin (15/6), ada beberapa guru dari Jepara yang datang ke Kantor Dinas Pendidikan Jawa Tengah untuk mempertanyakan ketidaklulusan para siswanya. Puluhan siswa di Jepara dinyatakan tidak lulus akibat masih adanya kolom nilai yang masih kosong. Para siswa yang tidak lulus itu sebagian besar adalah siswa yang mengulang ujian karena tidak lulus ujian pada tahun 2007/2008 lalu.

Nur Hadi menyatakan, persoalan di SMK Muhammadiyah Keling, Jepara, itu karena para siswa tidak memasukan nomor ujian baik nomor ujian tahun ini maupun nomor ujian tahun lalu. Akibatnya, ada kolom nilai yang tidak muncul. Padahal, sebenarnya jika para siswa itu mematuhi perintah memasukan data diri sesuai aturan maka dalam setiap kolom akan muncul nilai hasil ujiannya. ”Yang dipakai adalah hasil nilai yang tertinggi,” kata Nur Hadi.

Karena sejak awal sudah tidak mematuhi mekanisme maka saat ini Dinas Pendidikan Jawa Tengah akan memeriksa ulang satu per satu siswa SMK yang dinyatakan tidak lulus itu.
Dari pengecekan itulah akan diketahui berapa nilai ujian nasional para siswa baik nilai tahun lalu maupun nilai tahun ini. Setelah itu akan diketahui apakah siswa tersebut benar-benar tidak lulus karena memang nilainya jelek ataukah ketidaklulusannya karena kesalahan memasukan data. Nur Hadi menegaskan, Dinas Pendidikan tidak akan gegabah untuk meluluskan seseorang. ”Makanya kita akan cek ulang satu per satu,” katanya.


Sumber: www.solopos.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar