Senin, 10 Mei 2010

10 SMP Sukoharjo Lulus 100%

SUKOHARJO. Sebanyak 10 dari 78 SMP/MTs baik negeri maupun swasta di Sukoharjo, berhasil meluluskan siswanya 100 persen dalam Ujian Nasional (UN) 2010 ini. Dari jumlah 10 sekolah tersebut terdiri dari delapan SMP dan dua MTs.

Kepala Bidang SMP/SMA/ SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo, Dwi Atmojo Heri mengatakan, untuk tingkat persentase kelulusan terendah SMP negeri mencapai 75 persen, sedangkan angka kelulusannya mencapai 25 persen.

“Persentase kelulusan siswa terendah ada di SMP terbuka, yang beralamat di Kecamatan Bulu. Sebab, dari 12 siswa, yang lulus hanya tiga orang saja,” kata Hari, Jumat (7/5).

Senin, 03 Mei 2010

Banyak Siswa Bunuh Diri, UN Jalan Terus

Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menyatakan, nilai kelulusan Ujian Nasional (UN) SMA/MA 2010 mengalami kenaikan dari 7,25 pada tahun 2009 menjadi 7,29 persen. Dari total peserta UN SMA/MA sebanyak 1.522.162 siswa, terdapat 154.079 (10,12 persen) siswa yang mengulang. Sementara jumlah siswa yang tidak mengulang 1.368.083 (89,88%) siswa. Mendiknas mengatakan, berdasarkan analisis internal yang dilakukan, salah satu faktor penyebab turunnya kelulusan adalah karena pengawasan yang lebih ketat.

Banyaknya siswa yang tak lulus UN, membuat sejumlah siswa memilih melakukan tindakan nekat. Mulai dari mencoba bunuh diri, merusak sekolah, hingga mengadukan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Siswi SMA Pancasila 1, Wonogiri Virginia Endah, salah satu contohnya. Dia bahkan nekat menenggak cairan pengharum ruangan, meski hasil UN belum diumumkan secara resmi.

Virginia nekat menenggak cairan pengharum ruangan. Beruntung, neneknya segera tahu, sehingga korban masih sempat dilarikan ke rumah sakit, Senin, 26 April lalu.

TV pendidikan, kado istimewa Hardiknas

Jakarta. Mulai pekan depan, daerah-daerah pelosok di Nusantara akan dapat menikmati layanan TV pendidikan hasil kerja sama Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dengan Media Nusantara Citra (MNC Group). Program televisi berbasis pendidikan itu bernama TV Citra Indonesia Terampil.
“Televisi ini lahir sebagai akibat dari kondisi geografis, sosial, ekonomi, dan kultur yang berbeda-beda di Indonesia sehingga ada beberapa daerah yang tidak terjangkau akses pendidikan. Oleh karena itu, dengan kehadiran TV ini, diharapkan dapat mengatasi persoalan pendidikan di daerah pelosok. Anggap saja ini kado Hardiknas,” ucap Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh saat meresmikan peluncuran televisi tersebut di Jakarta, Minggu (2/5).

TV Citra Indonesia Terampil ini akan mengudara melalui televisi berlangganan Indovision di channel 845. Pemilihan channel 845 tersebut juga memiliki makna filosofis, yakni merujuk pada angka bulan dan tahun hari kemerdekaan RI.

Mereka yang Tumbuh dengan Cinta

Apakah sekarang ini anda adalah orang tua yang sedang membesarkan seorang atau beberapa orang anak? Apakah anda sekarang ini merupakan orang yang sehari-hari bekerja secara dekat dengan anak-anak, semisal guru, pelatih dll?.

Bila anda menjawab YA, pertanyaan selanjutnya adalah pada saat berinteraksi dengan mereka pernahkah anda menggunakan hukuman badan untuk mendisiplinkan mereka? Pernahkah anda menggunakan kata-kata kasar semacam celaan dan cacian untuk tujuan seperti itu?.

Bila anda menjawab YA, apakah tindakan anda itu sesuatu yang anda sesali dan seharusnya tidak pernah terjadi atau sesuatu yang anda sengaja dan anda yakin anda benar telah melakukannya dan akan melakukannya lagi bila dibutuhkan?.

Pendidikan Keteladanan

Semoga di saat anda membaca tulisan saya ini, anda semua dalam keadaan sehat.

Saya pun berharap wajah-wajah keceriaan mengiringi hari-hari indah anda bersama keluarga. Keluarga sakinah mawaddah warahmah. Keluarga yang di dalamnya ada figur keteladanan dari ayah dan ibu. Mampu Memimpin keluarga kecil bahagia sejahtera dengan penuh kasih sayang, karena didalamnya telah ditanamkan pendidikan keteladanan.
Pendidikan keteladanan di mulai dari keluarga dan diajarkan pula di sekolah. Anak sudah harus diarahkan untuk mengikuti hal-hal baik yang dilakukan oleh para orang dewasa agar mereka mendapatkan contoh konkrit dari apa yang dilihatnya.

Pendidikan keteladanan sebenarnya ada dalam rumah-rumah kita.Dia bersemayam dalam hati kita masing-masing, karena pada hakekatnya keteladanan muncul dari dalam diri.

Hilangnya Jati Diri Pendidikan

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei, merupakan sebuah simbol penghargaan bangsa ini terhadap pendidikan. Cuma sayangnya, sampai saat ini pendidikan belum berhasil membentuk manusia Indonesia yang seutuhnya. Buktinya, praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), kekerasan, dan konflik SARA belum hengkang dari pergumulan bangsa ini. Bahkan konon, praktik korupsi itu telah merasuk dalam institusi yang menamakan dirinya sebagai pendidik. Menjadi wajar akhirnya ketika sebagian pihak menilai pendidikan seakan telah kehilangan jati dirinya. Tanpa menafikan nada sumbang itu, sudah waktunya memang bagi dunia pendidikan untuk melakukan klarifikasi sekaligus rekonstruksi.

Caranya dengan mulai mengupayakan terbentuknya falsafah pendidikan yang ideal serta strategi (metodologi) sosiologis yang efektif dalam mencapai visi memanusiakan manusia Indonesia. Yaitu, membentuk sebuah masyarakat beradab, yang cerdas dan dewasa dalam segala aspeknya. Dunia pendidikan tidak usah menutup mata, bahkan merasa rendah diri (inferior) dengan permasalahan yang menyangkut “sakitnya” manusia Indonesia akhir-akhir ini, dari tingkat elite hingga rakyat.

Sepatutnya, dunia pendidikan semakin termotivasi untuk memperbaiki kondisi ini melalui sarana pendidikan, yang di dalamnya didesain untuk melaksanakan misi penyadaran secara masif. Tidak berlebihan akhirnya untuk mengatakan bahwa sektor pendidikan merupakan simpul sekaligus agen perubahan (agent of change) bagi dekadensi moral, serta kekisruhan ekonomi yang terjadi akhir-akhir ini.

Olahraga Bagi Anak-Anak Memperkuat Jantung

Orang tua harus terus-menerus membantu anak-anak berolahraga.Latihan yang dilakukan rutin dan terus-menerus memperkuat jantung dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk memberikan oksigen ke semua sel. Orang tua agar membantu anak-anak berolahraga.

Berikut ini beberapa jenis olahraga yang dapat membantu anak-anak memiliki daya tahan tubuh, kuat, dan lentur, sebagaimana disarankan oleh Asosiasi Jantung Amerika dan Aliansi untuk Generasi Sehat Amerika adalah sebagai berikut:

1. Bersepeda, dan pastikan mereka memakai helm dan pelindung lain.
2. Ajarkan anak-anak berjalan sesering mungkin, misalnya ke rumah teman, ke toko, di sekitar mal.
3. Pasang musik dan menarilah, ini tidak harus formal, bisa dilakukan untuk bersenang-senang.
4. Olahraga permainan seperti sepak bola atau tenis.
5. Ajari anak-anak permainan bersama-sama teman-temannya seperti petak umpet, melompat tali, layang-layang dll