Tampilkan postingan dengan label Info Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juni 2011

Psikolog: Keluarga tentukan perkembangan kepribadian remaja

Keluarga sangat menentukan prestasi dan perkembangan kepribadian anak di usia remaja.

Demikian disampaikan psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kwartarini Wahyu Yuniarti, Sabtu (18/6/2011)

“Interaksi anggota keluarga yang satu dengan yang lainnya menyebabkan seorang anak lebih mengetahui perannya sebagai individu dan makhluk sosial,”
kata Yuni.

Menurut dia, hal itu berbeda dengan konsep psikologi Barat yang menitikberatkan perkembangan kepribadian remaja berdasarkan lingkungan teman sekitarnya.

Empat Mahasiswa UNY Ciptakan Kamus Digital Fisika

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Empat mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil membuat kamus digital fisika yang praktis dan mudah dipahami siswa sekolah menengah pertama.

"Keempat mahasiswa itu adalah Elisabeth Pratidhina Founda Noviani, Ruth Evrilia Oka Mahastri, Atut Reni Septiana, dan Lourensius Dwi Ardi Ranedyo," kata Humas Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Witono di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, karya mereka itu berhasil meraih dana Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2011 dalam bidang teknologi.

Selasa, 14 Juni 2011

Manajemen Waktu: How to Become a More Productive Person


Setiap hari, roda waktu terus bergerak selama 24 jam, tidak lebih tidak kurang. Bagi sebagian orang, waktu sepanjang itu acap dirasa tidak cukup. Itulah kenapa kerapkali kita melihat lampu-lampu di berbagai gedung perkantoran masih terus terang menyala meski jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.

Kita juga sering merasa betapa waktu terasa begitu cepat berlalu. Time flies. Rasanya baru kemarin kita merayakan tahun baru, lho kok sekarang tau-tau sudah bulan November. Sementara tugas di kantor masih saja terus menumpuk, dan rasanya tak kunjung usai.

Dalam konteks itulah barangkali tepat jika kita mencoba berbincang tentang ketrampilan time management. Tak pelak kecakapan kita dalam mengolah waktu bisa sangat menentukan apakah kita akan menjadi a productive person atau tidak. Sebab di zaman sekarang, waktu bukan lagi berarti uang (time is money, begitu dulu orang berucap). Sekarang, time is more valuable than money.

Games Komputer Bisa Bantu Cerdaskan Anak dalam Hitungan Minggu....Oh Ya?


REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Asal diawasi, bermain games tak selamanya buruk. Situs Daily Mail baru-baru ini memberitakan, games komputer bisa membantu meningkatkan ketrampilan otak, dan pada gilirannya mendoongkrak prestasinya di sekolah.

Sebuah studi menunjukkan, games komputer dirancang untuk latihan penalaran 'memori kerja' dapat mendorong seorang anak dalam pemecahan masalah hanya dalam hitungan minggu. Temuan ini menghapuskan teori sebelumnya yang menyebut lebih banyak mudharat bermain games komputer ketimbang manfaatnya.

Baru-baru ini, perusahaan games berbasis komputer Nintendo mempromosikan game sebagai cara menstimulasi otak dan meningkatkan IQ. Namun, beberapa studi mementahkannya dan mempertanyakan apakah games ada gunanya.

Senin, 13 Juni 2011

Mengenal dan Menarik Optimal dari Gaya Belajar Anak


Setiap anak adalah unik. Mengapa unik..? Hal ini dikarenakan setiap anak memiliki cara tersendiri yang memudahkan dirinya dalam melakukan kegiatan berpikir, memproses dan mengerti suatu informasi yang biasa disebut dengan belajar.

Seseorang yang belajar dengan menggunakan gaya belajar yang sesuai dengan dirinya akan mencapai nilai jauh lebih baik dibandingkan dengan anak yang belajar dengan gaya atau cara belajar yang tidak sesuai dengan dirinya. Oleh karena itu, sebaiknya setiap anak diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi gaya belajarnya masing masing agar dapat mempelajari sesuatu dengan maksimal.

Tiga macam gaya belajar yang perlu dikenal orang tua dan jgua anak adalah sebagai berikut :

Gaya belajar Visual :

Dalam gaya belajar ini biasanya seorang anak menyerap informasi dengan cara membaca, melihat gambar gambar, diagram grafik maupun video.

Ny Siami, Si Jujur yang Malah Ajur

Ny Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat, Kecamatan Tandes, Surabaya itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada teman-temannya saat Unas pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah ajur!

Teriakan “Usir, usir…tak punya hati nurani” terus menggema di Balai RW 02 Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya, Kamis (9/6) siang. Ratusan orang menuntut Ny Siami meninggalkan kampung. Sementara wanita berkerudung biru di depan kerumunan warga itu hanya bisa menangis pilu. Suara permintaan maaf Siami yang diucapkan dengan bantuan pengeras suara nyaris tak terdengar di tengah gemuruh suara massa yang melontarkan hujatan dan caci maki.

Keluarga Siami dituding telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampung. Setidaknya empat kali, warga menggelar aksi unjuk rasa, menghujat tindakan Siami. Puncaknya terjadi pada Kamis siang kemarin. Lebih dari 100 warga Kampung Gadel Sari dan wali murid SDN Gadel 2 meminta keluarga penjahit itu enyah dari kampungnya.

Padahal, agenda pertemuan tersebut sebenarnya mediasi antara warga dan wali murid dengan Siami. Namun, rembukan yang difasilitasi Muspika (Musyarah Pimpinan Kecamatan Tandes) itu malah berbuah pengusiran. Mediasi itu sendiri digelar untuk menuruti tuntutan warga agar keluarga Siami minta maaf di hadapan warga dan wali murid.

Sekolah Jangan Pungut Uang Les!

Sekolah diminta tidak memungut uang les kepada siswa, karena sekolah bukanlah lembaga kursus. Jika sekolah memberikan pelajaran tambahan, dana bisa diambil dari Biaya Operasional Sekolah (BOS).

Demikian ditegaskan Ketua Dewan Pendidikan Kota Surakarta (DPKS), Ichwan Dardiri saat dihubungi Joglosemar, Rabu (8/6).

“Jadi tidak dengan cara meminta uang les, karena sekolah bukan lembaga kursus,” tandasnya.

Pernyataan itu menanggapi keluhan murid dan walimurid di SMPN 7 Solo yang menyatakan, siswa kelas VII dan kelas VIII dipungut biaya les Rp 40.000 per bulan. Bahkan ketika tidak ada pelajaran tambahan pun, biaya les tetap dipungut. Jika siswa tak membayar, maka dilarang ikut Ujian Kenaikan Kelas (UKK) (Joglosemar, Rabu (8/6).

Minggu, 22 Mei 2011

Guru Berwibawa vs Guru Idola

Keberadaan dan kehadiran Guru masih begitu sentral dalam proses pembelajaran di sekolah walalupun hakikatnya proses pembelajaran sekarang ini tidak lagi terfokus pada hanya seorang guru dimana guru hanya berperan sebagai seorang fasilitator saja dan para peserta didik dituntut untuk lebih kreatif dan lebih cerdas dalam menguasai kompetensi-kompetensi yang dipelajarinya.

Sosok sentral inilah menjadikan sosok seorang guru dituntut benar-benar menguasai materi-materi yang diampunya dan peserta didikpun sering kali bisa memberikan penilaian atas kinerja dan kemampuan guru yang bersangkutan, jangan salah banyak peserta didik walalupun selama mereka berada dalam kelas duduk rapi, tidak ribut, selalu mengerjakan tugas namun kenyataannya mereka selalu membicarakan guru yang bersangkutan karena ketidakmampuannya dalam menyampaikan materinya, interaksi dengan peserta didik kurang, komunikasi yang berjalan searah, monoton dan tidak variatif, membosankan dan banyak lagi hal-hal yang harus diperbaiki guru yang terkadang tidak disadarinya.

Matematika Masih Jadi Momok

Evaluasi hasil ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) Maret lalu menunjukkan, mata pelajaran matematika dan bahasa Indonesia masih menjadi momok siswa.

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menjelaskan, hal tersebut terlihat dari persentase siswa yang meraih nilai di bawah 5,5 pada kedua mata pelajaran itu.

“Pada mata pelajaran matematika, 51,44 persen atau 2.391 siswa tidak lulus. Sementara 38,44 persen atau 1.786 siswa tidak lulus pada mata pelajaran bahasa Indonesia,” kata Mendiknas, Jumat (20/5).

Waspada.. Orang Kurang Berpendidikan itu Cepat Tua Lho!

Orang yang kurang berpendidikan itu cenderung menua lebih cepat. Demikian menurut sebuah penelitian di Inggris yang mencakup 400 wanita dan pria.
Bukti DNA memperlihatkan sel penuaan lebih sempurna di orang dewasa yang tidak punya kualifikasi pendidikan dibandingkan dengan mereka yang punya gelar sarjana. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal kesehatan Brain, Behaviour and Immunity.

Para peneliti berpikir pendidikan akan membuat orang hidup lebih sehat. Yayasan Jantung Inggris mengatakan penelitian yang dilakukan di London ini memperkuat perlunya usaha untuk mengatasi masalah kesenjangan sosial. Hubungan antara kesehatan dan status ekonomi sosial itu muncul dengan jelas lewat hasil penelitian ini.

Memanfaatkan Keping Cakram (CD/DVD) Bekas

Percaya nggak kalau CD/DVD bisa menjadi barang yang bermanfaat bahkan menguntungkan? Bahkan CD/DVD bisa menjadi kerajinan yang berpeluang ekspor.
Coba bayangkan jika masing-masing orang di dunia ini memiliki 5 CD/DVD yang sudah tidak terpakai lagi. Tentu dunia ini akan dipenuhi CD/DVD bekas. Dari pada dibuang sayang, lebih baik kita mengkreasikannya menjadi barang yang menguntungkan. Peluang bisnis dari CD/DVD bekas ini sangat besar.

Kerajinan dari CD/DVD bekas ini patut Anda coba karena pasanya masih luas. Kerajinan ini memiliki keunikan tersendiri. Banyak kreasi yang bisa dihasilkan dari CD/DVD bekas ini. Seperti tempat tisu, bingkai foto, lampu, hiasan dinding, dan masih banyak lagi.

Bisnis ini dapat dilakukan oleh para pelajar atau orang tua. Artinya bisnis ini bisa dilakukan oleh semua kalangan.

National Geographic Challenge!

National Geographic Challenge adalah permainan yang sangat menghibur cocok bagi seluruh keluarga, dan juga ideal untuk teman-teman yang ingin bermain sambil belajar yang akan membawa pemain untuk sebuah petualangan fantastis penemuan dunia. Tujuan dari setiap permainan adalah menaklukkan sebanyak mungkin wilayah mungkin, mengalahkan lawan Anda dengan memberikan jawaban yang benar untuk menuju dominasi dunia!.

Permainan menggabungkan format kuis dengan arsip National Geographic yang sarat dengan gambar dan materi pengetahuan yang menghasilkan sebuah videogame yang unik dan menyenangkan! Tidak perlu menjadi ahli dalam rangka menghadapi setiap tantangan, yang diperlukan adalah kecepatan, keterampilan visual dan banyak ..... intuisi!

National Geographic Challenge memungkinkan para pemain untuk mengeksplorasi planet kita melalui sejarah dan geografi, memulai sebuah perjalanan melalui dunia yang berbeda dan semua benua yang luas dan menyaksikan umat manusia. Karya-karya Michelangelo, rahasia kaisar Nero, petualangan Kaisar besar, misteri tentang sejarah Charlemagne, keanehan kehidupan hewan dan keingintahuan geografis paling aneh yang terkandung dalam "National Geographic Challenge!" akan memuaskan dahaga Anda untuk pengetahuan!

Rabu, 18 Mei 2011

Bangkitkan Indonesia dengan Pendidikan

Berdirinya budi utomo pada 20 mei 1908 adalah langkah awal bangkitnya rasa nasionalisme bagi bangsa Indonesia, maka dari itu hari lahirnya budi utomo ini diperingati sebagai hari kebangkitan nasional Indonesia.

Namun, semangat kebangsaan itu tidak statis, tetapi harus terus dipelihara dan diperkuat dari waktu ke waktu mengingat suatu saat nanti generasi penerus indonesia akan menghadapi zaman, iklim dan perjuangan yang sama sekali berbeda dengan hal hal yang yang telah kita dan pendahulu kita lakukan untuk memajukan negeri ini.

Walaupun untuk mengubah negeri untuk lebih maju itu tidak semuadah membalikan telapak tangan Salah satu alternatif bagi kita untuk memajukan bangsa ini adalah dengan memajukan dunia pendidikan di Indonesia dan hal ini juga menjadi pr penting bagi pemerintah. Oleh karena itu sistem pendidikan yang baik dan sarana penunjangnya harus dijadikan batu loncatan bagi kebangkitan nasional kedua.

Siswa main PS saat jam sekolah, guru harus tanggung jawab

Orangtua sebaiknya meletakkan komputer di ruang tamu, ruang kerja orangtua atau ruang tamu. Tempat-tempat tersebut merupakan tempat ideal meletakkan komputer sebagai salah satu upaya mengatasi dampak buruk penggunaan komputer dan Internet.

Pendapat itu disampaikan staf pengajar di Jurusan Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Didiek S Wiyono, saat menjadi pembicara Seminar Nasional bertema Wujudkan Generasi Teknologi, Generasi Islami dan Generasi Berbudi di aula kampus PGSD UNS, Solo, Selasa (17/5). Seminar tersebut diselenggarakan oleh Sentra Kegiatan Islam PGSD UNS.

Tempat tidak ideal untuk meletakkan komputer, katanya, adalah kamar tidur, ruang bermain anak atau ruang yang jarang mendapat perhatian lainnya. Selain meletakkan komputer pada tempat ideal, ungkapnya, pengaruh buruk teknologi juga bisa diatasi dengan menemani dan membimbing anak saat mengakses Internet, membuat jadwal penggunaan komputer, membuat kesepakatan apa yang boleh dilakukan anak dan apa yang tidak boleh dilakukan anak, memilihkan program aplikasi yang tepat bagi anak, mengembangkan kemampuan anak dalam menggunakan komputer dan Internet.

Selasa, 10 Mei 2011

Masa SMA, Masa Sulit bagi AnakSM

Masa duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), merupakan masa sulit dalam perkembangan anak. Sebab, pada usia tersebut anak sedang kuat-kuatnya mencari jatidiri.

Demikian dikatakan Paula Santi Rudati salah seorang pembicara dari Politeknik Negeri Bandung dalam seminar tentang perkembangan anak. Seminar itu digelar dalam rangkaian acara Reuni Intan (60 Tahun) SMA Pangudi Luhur St Yosef Solo, di aula setempat Selasa (10/5).

“Karena itu perlu adanya kemandirian agar mereka mendapatkan apa yang mereka cita-citakan,” ujar Paula dalam seminar yang diikuti siswa dan orangtua siswa itu.

Lagi, Tim Olimpiade Fisika Indonesia Meraih Medali Emas

Terdengar dari Tel Aviv (Israel), Evan Laksono, siswa perwakilan SMAK Ipeka Tomang Jakarta untuk Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TIFO), akhirnya berhasil mendapatkan 1 medali emas (1). Rekannya yang lain, Erwin Handoko Tanin (SMA Sutomo 1 Medan) dan Limiardi Eka Sancerio (SMAK Penabur Gading Serpong Tengerang), masing-masing memperoleh 2 Honorable Mention (HM). HM adalah satu penghargaan saja yang diberikan di bawah peringkat perunggu.

Ajang kompetisi Asian Physic Olympiad (APhO) ke-12 ini terselenggara dari tanggal 1 sampai 9 Mei 2011, dan diikuti 16 negara peserta. Beberapa negara yang menjadi pesaing terberat adalah China, Taiwan, Rusia, dan Israel. China sendiri memperoleh 8 medali emas dan menjadi negara terbanyak yang mendapatkan medali itu (2).

Sangat disayangkan, kita hanya mengirim 5 siswa. Tetapi tradisi emas tetap dapat dipertahankan. Total pencapaian prestasi di APhO dari sejak tahun 2005 adalah 23 medali emas, 15 perak, 27 perunggu dan 35 HM. Sedangkan di ajang International Physics Olympiad (IPhO), sejak 2002, siswa kita telah meraih 20 medali emas, 18 perak, 25 perunggu dan 15 HM. Setuju, ini memang benar-benar tradisi prestasi emas yang terukir dengan konsisten.

Nak, Kamu Sekolah untuk jadi Apa?

Kisah 1

Ayah : "Nak, kamu sekolah untuk jadi apa?"
Anak : "Mau jadi seperti Ayah"

Kisah 2

Ayah : "Nak, kamu sekolah untuk jadi apa?"
Anak : "Terserah, mau jadi apa emang saya pikirin"

Kisah 3

Ayah : "Nak, kamu sekolah untuk jadi apa?"
Anak : "Justru saya mau nanya, untuk apa Ayah sekolahkan saya!"

Mencermati Potensi Gifted pada Anak

Apakah anak anda sering ngeyel, sulit diatur, keras kepala, humoris bahkan senang meledek, kritis, eksploratif alias senang mencoba berbagai hal dan kreatif atau banyak ide? Kalau ya, jangan buru-buru mencap sang anak dengan label buruk seperti ‘nakal’ atau ‘kurang ajar’ lalu kita menghukumnya dengan pukulan, caci maki dan sanksi lainnya. Percayalah….sesungguhnya anda tengah mendapat amanah dari Tuhan YME untuk mengasuh seorang Anak Gifted atau Anak Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa (CI+BI) yaitu anak penyandang ‘gen jenius’ yang memiliki potensi unggul.

Sayangnya ilmu tentang Anak Gifted di Indonesia begitu lambat berkembang karena kurangnya sosialisasi pada masyarakat hingga banyak orang tua bahkan para pendidik sekalipun tidak mengetahui hal ini. Kesalah pahaman seringkali terjadi hingga Anak Gifted kerap diabaikan, diperlakukan dengan semena-mena dan bahkan sering mendapatkan salah diagnosa yaitu ADD-ADHD, Autis, Asperger, pengidap gangguan jiwa dan lainnya. Tak heran bila mereka lebih banyak berada di jalanan, rumah sakit jiwa atau di penjara ketimbang meraih prestasi akademis yang tinggi serta berbagai medali penghargaan.

SEJARAH

Di abad ke-4 SM Plato sesungguhnya telah mempelajari tentang keberbakatan pada individu unggul yang lalu diklasifikasikan menjadi 3 kategori terdiri dari tipe Emas, Perak dan Perunggu. Diantara ketiganya, tipe Emas dianggap sebagai individu paling unggul karena banyak memiliki kelebihan dibandingkan lainnya sehingga memerlukan pendidikan khusus karena sangat diperlukan Negara untuk menduduki posisi penting dalam pemerintahan.

Matinya Pendidikan di Indonesia

Pendidikan adalah salah satu instrumen utama dalam pembentukan kepribadian masyarakat. Masyarakat yang berkepribadian baik adalah mereka yang dihasilkan dari sistem pendidikan yang baik. Sebaliknya, sistem pendidikan yang buruk turut serta berperan dalam pembentukan karakter buruk masyarakat. Pola pendidikan di Indonesia saat ini tak ubahnya dengan pola pendidikan kolonial yang hanya menghendaki kaum ningrat saja yang bersekolah.

Hal ini dikarenakan pendidikan Indonesia telah dirasuki oleh kapitalisme dan neo-liberalisme, dimana kualitas pendidikan rakyat ditentukan oleh kekuatan modal. Mereka yang kaya dapat memasuki sekolah unggulan dan mendapat kualitas pendidikan yang optimal, sementara untuk mereka yang tidak memiliki biaya jangan harap mereka mendapat kualitas pendidikan yang sama dengan mereka yang punya uang. Ini berarti pemerintah telah melanggar UU. No. 20 Tahun 2003 pasal 5 yang berbunyi: “Negara menjamin setiap warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu“.

Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah. Namun, bukan berarti segala beban itu diberikan kepada rakyat. Masih menjadi kewajiban bagi pemerintah dalam menjamin pendidikan bagi rakyatnya, baik yang kaya ataupun yang miskin. Negara juga tidak boleh hanya menjadi sebatas regulator saja seperti yang dilakukan oleh pemerintah saat ini.

Senin, 09 Mei 2011

Ajari Anak dengan Pendidikan Keteladanan

Semoga di saat anda membaca tulisan saya ini, anda semua dalam keadaan sehat wal’afiat. Semoga pula kesuksesan hidup dalam aktivitas sehari-hari senantiasa mengiringi hidup anda.

Saya pun berharap wajah-wajah keceriaan mengiringi hari-hari indah anda bersama keluarga. Keluarga sakinah mawaddah warahmah. Keluarga yang di dalamnya ada figur keteladanan dari ayah dan ibu. Mampu memimpin keluarga kecil bahagia sejahtera dengan penuh kasih sayang, karena didalamnya telah ditanamkan pendidikan keteladanan.
Pendidikan keteladanan di mulai dari keluarga dan diajarkan pula di sekolah. Anak sudah harus diarahkan untuk mengikuti hal-hal baik yang dilakukan oleh para orang dewasa agar mereka mendapatkan contoh konkrit dari apa yang dilihatnya.

Seorang anak adalah mesin foto copy yang canggih, apapun yang diperbuat oleh bapak dan ibunya maupun lingkungan keluarga akan dicontoh oleh si anak,. Tinggal sekarang kemana si anak akan diarahkan? Oleh karena itu bijaklah dalam berbicara maupun bertindak. Ingatlah dalam keluarga ada yang sedang menjiplak anda.