Tampilkan postingan dengan label Mind Map. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mind Map. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 November 2010

Mencari Solusi yang Sederhana

Ini bagus, memang kadang-kadang kita disekolahkan tinggi-tinggi malah bikin kita jadi mikir yang susah-susah, padahal penyelesaiannya bisa jadi sangat mudah, naif, dan terkadang agak tolol. Heheheh...

Efisiensi adalah suatu hal yang penting di dalam dunia manajemen. Sebagai seorang anggota tim yang baik, kita memiliki tanggung jawab bukan hanya dalam membawa tim kita mencapai tujuan bersama, tetapi juga tanggung jawab dalam mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yang terjadi. Tetapi seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Mari kita coba lihat dalam tiga kasus di bawah ini:

1. Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong. Dengan ! segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut.

Jumat, 22 Oktober 2010

Agar Anak Bisa Selalu Konsentrasi Dalam Belajar, Gimana Ya?

Prestasi seorang anak, sangat ditentukan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah kemampuan berkonsentrasi. Kecerdasan seorang anak, terutama yang masih di bawah 12 tahun, tidak akan memberikan banyak manfaat bila sang anak memiliki kekurangan dalam hal kemampuan berkonsentrasi. Hmmm… Gawat juga ya? Jadi anda juga jangan langsung berpikir bahwa buah hati anda memiliki tingkat kecerdasan yang rendah bila buah hati anda jarang mendapat nilai yang baik. Siapa tahu buah hati anda termasuk anak yang cerdas, hanya saja susah berkonsentrasi saat mengikuti pelajaran di sekolah.

Lalu bagaimana untuk mengatasi hal ini? Saya akan memberikan beberapa pengalaman saya, tentang bagaimana cara yang baik, agar anda bisa menjadi orang tua yang lebih positif dan kreatif. Dalam kasus ini adalah cara memgajarkan kepada sang buah hati supaya memiliki kemampuan konsentrasi yang yang baik.

1. Melatih anak untuk hidup mandiri.

Kemandirian berhubungan erat dengan aktivitas tubuh. Seperti sebuah komputer yang tidak pernah digunakan. Maka akan ada kemungkinan terjadi kerusakan-kerusakan pada beberapa komponennya, salah satu sebabnya .... karena karatan. Apalagi kalau bagian komponen yang diserang ada di dalam CPU, maka computer bisa matot (mati total). Seperti halnya dengan tubuh kita. Bila tubuh kita terlalu dimanja atau terlalu banyak dibiarkan menganggur, maka aktivitas otak kita pun akan menurun. Bila otak jarang beraktivitas, maka fungsi dan kemampuan beberapa bagian otak pun akan menurun. Hal ini bisa menyebabkan sulitnya berkonsentrasi, karena pikiran terlalu sering dibiarkan kosong dan tidak berfungsi. Bila anda terlalu memanjakan anak dan tidak membiasakan buah hati anda untuk hidup mandiri, serta lebih sering meminta si mbak untuk membantu buah hati anda, sebaiknya mulai sekarang latihlah buah hati anda untuk belajar hidup mandiri.

Senin, 18 Oktober 2010

10 macam perusak otak

Kadang kita tidak menyadari hal-hal sepele, seperti kebiasaan-kebiasaan kita setiap saat ataupun setiap hari, ternyata dapat membahayakan organ tubuh kita. Otak, misalnya, yang merupakan bagian vital dari organ tubuh manusia, bisa saja mengalami gangguan karena kebiasan tersebut. Sekedar sharing tentang sepuluh kebiasaan yang dapat merusak otak manusia menurut seorang pakar kesehatan otak.

1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan
menurun.

Senin, 04 Oktober 2010

Musik, Tari dan Drama Membantu Perkembangan Otak Anak

Jakarta. Selama ini orangtua hanya terpaku pada pendidikan formal seperti sekolah untuk kemampuan baca, tulis dan hitung (calistung) anak. Padahal pendidikan seni seperti menari, musik dan drama juga baik untuk perkembangan otak.

Ahli pendidikan menyarankan orangtua untuk mulai melibatkan anaknya dalam kegiatan seni sejak dini. Peneliti menuturkan ada alasan yang bisa dipercaya bahwa musik dapat merangsang otak bayi, tari membantu mengembangkan keterampilan motorik anak dan drama mengajarkan tentang emosi dan pemecahan masalah.

Dalam laporan Departemen Pendidikan AS tahun 1998 diketahui bahwa anak-anak prasekolah yang diberikan pelajaran bermain keyboard memiliki nilai lebih tinggi dalam tes untuk mengukur penalaran spasial.

"Seni adalah alat berpikir, cara anak-anak untuk berkomunikasi mengenai pemahaman dan kesalahpahaman. Tujuan dari seni tidak hanya sebatas pada kreativitas dan imajinasi," ujar Margie Carter, seorang spesialis pendidikan anak usia dini, seperti dikutip dari Parentmap, Rabu (29/9/2010).

Minggu, 03 Oktober 2010

Kecanduan Pornografi Lebih Merusak Otak Daripada Narkoba

Jakarta. Kecanduan pornografi belakangan menjadi isu besar di Indonesia. Kecanduan ini sering terabaikan, padahal dampak yang ditimbulkan kecanduan pornografi lebih besar ketimbang kecanduan narkoba.

Kecanduan pornografi merupakan tren baru masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak luas dan dalam waktu singkat dapat merusak tatanan psikososial masyarakat.

Kecanduan pornografi adalah perilaku berulang untuk melihat hal-hal yang merangsang nafsu seksual, dapat merusak kesehatan otak dan kehidupan seseorang, serta pecandu pornografi tidak sanggup menghentikannya.

"Banyak orang yang mengabaikan dampak pornografi, padahal efek negatifnya lebih besar daripada narkoba dalam hal merusak otak. Tak hanya itu, pecandu pornografi juga lebih sulit dideteksi ketimbang pacandu narkoba,"
ujar Dr Mark B. Kastlemaan, pakar adiksi pornografi dari USA, dalam acara 'Seminar Eksekutif Penanggulangan Adiksi Pornografi' di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Senin (27/9/2010).

8 Waktu Terbaik Bagi Otak

Jakarta. Banyak yang menduga hanya energi atau berat badan yang dapat berfluktuasi selama satu hari. Padahal otak manusia juga memiliki irama tersendiri dan ada waktu-waktu terbaiknya. Kapan saja waktu brilian untuk melakukan aktivitas tertentu?

Seperti dikutip dari Health.MSN, Senin (4/10/2010) ada 8 waktu tertentu yang mana seseorang bisa menjadi brilian dalam melakukan tugas-tugasnya, yaitu:

Jam 7-9 pagi: Saat terbaik untuk meningkatkan semangat dan gairah
"Waktu tersebut merupakan saat yang sempurna untuk meningkatkan ikatan dengan pasangan ketika baru bangun tidur," ujar Ilia Karatsoreos, PhD, ahli saraf dari Rockefeller University.

Hal ini karena kadar hormon oksitosin (hormon cinta) berada di level tertinggi setelah bangun tidur. Waktu ini merupakan saat yang tepat untuk memperkuat hubungan dengan orang-orang yang paling penting dalam hidup. Peneliti Inggris menuturkan bahwa kadar oksitosin pada laki-laki akan berangsur-angsur menurun seiring berjalannya waktu.

Senin, 27 September 2010

Anak Berbakat Belum Tentu Sukses, Kok Bisa?

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON. Anak-anak dengan bakat luar biasa ternyata sama besar kemungkinannya untuk gagal maupun sukses pada masa dewasa. Dalam salah satu penelitian ter luas yang pernah diadakan, ditemukan bahwa dari 210 anak berbakat, hanya tiga persen yang akhirnya "jadi orang".

Professor Joan Freeman mengatakan dari 210 anak-anak yang dia teliti, hanya setengah lusin yang bisa dikatakan meraih 'kesuksesan konvensional'. "Pada usia enam atau tujuh tahun anak berbakat memiliki potensi yang mencengangkan, tetapi banyak dari mereka terjebak dalam situasi potensi yang terpasung," kata Freeman seperti yang dikutip Daily Mail, Senin.

Professor Freeman melacak anak-anak yang berbakat di bidang matematika, seni, dan musik sejak tahun 1974 hingga sekarang. Kebanyakan dari mereka tidak sukses pada masa dewasa karena perlakuan yang mereka alami dan dalam beberapa kasus direngut dari masa kanak-kanak.

Selasa, 21 September 2010

Tips Agar Anak Berani Berpendapat

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan oleh orang tua, agar putra-putrinya berani untuk berpendapat, yaitu:

1. Memberikan perhatian serius dan kontak mata ketika anak menyampaikan pendapat atau perasaannya.

2. Mendengarkan dengan sabar tentang apa yang coba diutarakannya. Kemampuan anak dalam memilih kosa kata lebih lambat daripada orang dewasa.

3. Mendengarkan tanpa memotong pembicaraan. Jangan menyela sebelum ia selesai berbicara. Sulit memang untuk menyimak dan menangkap isi pembicaraannya, tapi hargai hak mereka untuk berbicara dan memberi pendapat.

Kamis, 26 Agustus 2010

Bisakah Mengaktifkan Otak Tengah Bikin Anak Jenius?

Jakarta, Detik Health. Einstein memiliki imajinasi 3 dimensi yang tinggi. Dengan duduk melamun ia bisa menciptakan sebuah teori relativitas yang luar biasa. Apa yang membuat Einstein bisa jenius? Benarkah dengan mengaktifkan otak tengah membuat anak bisa jenius?

Dokter spesialis saraf dr Andreas Harry, SpS(K) mengakui kini banyak orangtua yang mengikutkan anaknya untuk pelatihan otak tengah atau aktivasi otak tengah.

Tapi menurutnya, jika yang menjadi tujuan adalah anak menjadi jenius sebenarnya bagian otak yang sangat berperan adalah otak besar bagian luar di wilayah korteks parietal.

Seperti halnya Einstein, ia memiliki korteks parietal yang 1 cm lebih besar dibandingkan dengan orang normal dan memiliki ukuran yang sama besar antara kiri dan kanan. Sedangkan pada orang normal umumnya bagian korteks parietal kiri lebih besar dari kanan.

Hal inilah yang membuat Einstein memiliki imajinasi 3 dimensi yang tinggi. Penemuan ini baru diketahui tahun 1999 seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Selasa, 24 Agustus 2010

LANDASAN-LANDASAN PENDIDIKAN

Apabila kita membangun sebuah bangunan katakanlah rumah, yang diperhatikan pertama-tama adalah fondasinya. Apabila fondasinya kuat dan bagus maka akan sangat berpengaruh sekali terhadap kualitas rumah tadi. Begitu juga sebaliknya apabila fondasinya kurang bahkan tidak kuat bisa kita tebak bagaimana jadinya? Dalam perjalanan dunia pendidikan pun demikian, walaupun benda mati dapat dijadikan iktibar atau gambaran dalam pendidikan. Pendidikan dapat berjalan dengan bagus apabila ditegakkan dengan beberapa landasan:

1. Pendidikan tunduk pada kaidah-kaidah pertumbuhan dan perkembangan anak

Dalam mendidik anak perlu diperhatikan taraf-taraf perkembangan, bakat-bakat serta kecenderungannya. Suatu pendidikan tak kan bisa berhasil tanpa memperhatikan proses perkembangan tersebut, bahkan malah mungkin akan membawa mudharat.

Para ahli pendidikan telah mengungkapkan fase-fase perkembangan anak. Pada fase permulaan, yaitu sejak bayi lahir sampai kurang lebih enam tahun. Dalam fase ini perilaku anak senantiasa didasarkan pada enak dan tidak enak. Bila suatu pengalaman dirasakan enak, maka akan diulanginya, tetapi apabila dirasakan tidak enak, ia akan menghindarinya. Oleh karena itu, anak yang berusia di bawah enam tahun selalu ingin tahu segala sesuatu dengan jalan meraba atau memasukkannya ke dalam mulut dll.

Guruku Baru Berusia Dua Tahun

Tadi pagi ketika saya sedang bersiap-siap akan berangkat ke tempat kerja, tiba-tiba teringat kalau pagi itu saya juga harus mengirim naskah ke sebuah penerbit di Bandung. Keadaan ini sempat saya kelabakan. Bagaimana tidak. Pagi itu waktu sudah menunjukkan pukul 05. 15 dan saya sudah harus tiba di tempat kerja selambat-lambatnya pukul 06. 30. Sementara saya juga harus segera mencetak naskah yang masih tertumpuk dalam hardisk.

Mau tidak mau akhirnya saya putuskan untuk mencetak naskah lebih dulu meski dengan sangat terburu-buru. Kunyalakan printer dan saya siap mencetak naskah itu. Tapi datang lagi masalah baru. Printer tiba-tiba ngambek dan tak mau bergerak. Ketika saya cek ternyata di layar monitor tertera tulisan ‘Printer ink is empty’. “Lho. Kenapa kosong? Padahal semalam baru saja di isi ulang”.

Saya mulai panik. Saya tambah ingin segera meledakkan amarah ketika anak saya yang paling kecil (usia 2 tahun) ikut memencet-mencet tombol keyboard dan menari-narik kertas di laci printer. Si kecil juga menarik tutup yang di dalamnya terdapat cartridge. Saya sempat membentak si kecil, “Jangan ditarik, adik!”. Tapi setelah penutup itu saya rapatkan, tida-tiba printer me-restart diri. Selanjutnya ia tampak sedang memproses pengeprinan. Setelah saya tengok, ternyata yang keluar adalah naskah yang memang saya mau cetak.

Selasa, 17 Agustus 2010

Asyiknya Berhitung Mapel Fisika...

Kegemarannya dalam berhitung serta kecintaan terhadap mata pelajaran (mapel) Fisika membuatnya bisa berkeliling Indonesia. Selain itu, mampu mengantongi berbagai macam prestasi pada kompetisi-kompetisi pelajaran eksata khususnya Matematika dan Fisika.

Dia adalah Gautama Wicaksono (16), siswa kelas XI IPA SMA Regina Pacis Surakarta. Pada tanggal 1-7 Agustus lalu, remaja dari empat bersaudara ini mengikuti lomba mata pelajaran Fisika hingga mampu menyabet gelar juara serta berhasil meraih medali perak ke-7 dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Medan, Sumatra Utara.

Sebelumnya, Gautama juga pernah meraih juara I nasional lomba Fisika yang bertajuk Best Experiment Top Challenge of Physics di UGM, Yogyakarta.

Kamis, 12 Agustus 2010

Otak manusia mampu hasilkan lebih banyak electrical impulses

Solo (Espos). Brain gym atau senam otak dinilai efektif untuk mempersiapkan anak memperoleh ketrampilan koordinasi dan berpikir yang spesifik dalam kegiatan belajar mengajar.

Salah satu anggota Tim P3IK Kementerian Kesehatan Dr. Adre Mayza SpS menjelaskan otak manusia mampu menghasilkan lebih banyak electrical impulses dibandingkan semua telepon di dunia. Hal ini karena energi yang digunakan oleh otak diibaratkan cukup untuk menyalakan bola lampu 25 watt.

“Otak kira-kira 2% dari total berat badan manusia, tapi menggunakan 20% dari energi tubuh yang ada,”
jelas Adre dalam seminar nasional Pendidikan Kesehatan dengan tema “Meningkatkan Kecerdasan Anak Melalui Praktek Ketrampilan Mengelola Otak”, Kamis (5/8) di Hotel Sahid Jaya.

Selasa, 10 Agustus 2010

Dominasi Media terhadap Anak

Peringatan Hari Anak Nasional memang telah lewat 23 Juli lalu. Demikian pula peringatan Hari Tanpa Televisi telah lewat dua hari setelahnya. Namun pembicaraan yang menyangkut anak dan terpaan media, seakan tiada habisnya.

Masa anak-anak (6-14 tahun) adalah masa di mana terjadi perkembangan secara cepat. Mulai dari pertumbuhan badan dan yang paling penting adalah perkembangan otak. Di masa inilah para orangtua memberikan nutrisi terbaik bagi buah hatinya. Anak-anak menjadi selalu ingin tahu segala sesuatunya, jadi peran orangtua sangat dibutuhkan. Para orangtua hendaklah mengawasi dan menjaga buah hatinya saat belajar mengenal suatu hal.

Pada era globalisasi sekarang ini, dampak yang diakibatkan tidak hanya pada masyarakat luas, tetapi sudah menjangkau anak-anak. Sebagai salah satu contoh era globalisasi adalah terjadi peningkatan teknologi informasi secara pesat. Teknologi informasi bisa bermacam-macam mulai dari radio, televisi, handphone, dan internet. Perkembangan teknologi tidak selalu menguntungkan dan tidak pula selalu merugikan.

Rabu, 14 Juli 2010

Guru harus kaya metode belajar

Solo (Espos). Tenaga pendidik dituntut untuk mampu menguasai beragam metode penyampaian belajar sehingga penyelenggaraan kegiatan pendidikan dapat dikemas secara menarik dan sanggup menumbuhkan daya kreatif siswa.

Hal tersebut diungkapkan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prof Dr Furqon Hidayatullah. Dia mengatakan, tuntutan kebutuhan pendidikan di lingkungan masyarakat demikian beragam sehingga hal tersebut mempengaruhi perubahan gaya belajar siswa. Menurutnya, siswa dituntut untuk aktif melakukan kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakatnya, dalam hal ini seorang tenaga pendidik bersifat sebagai fasilitator. Artinya guru hanya berperan untuk mengarahkan kegiatan positif yang dilakukan oleh siswa.

“Pembelajaran secara aktif sudah mulai dikembangkan di sejumlah sekolah sehingga peran siswa dalam kegiatan belajar jauh lebih dominan,” jelas dia ketika dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (7/7).

Kurikulum Pendidikan Dasar Kita

Tahun ini merupakan tahun ke empat saya dibuat terkaget-kaget dengan isi buku pelajaran anak saya. Pada saat memberi sampul plastik buku PKN kelas 4 Sekolah Dasar itu, saya dibuat takjub dengan materi yang diberikan. Murid kelas 4 SD sudah harus belajar sistim pemerintahan mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan/ Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, ditambah lagi lembaga Negara sampai Mahkamah Agung, Komisi Yudisial dll, bukan main….!

Belum hilang rasa kaget saya dengan materi pelajaran itu, tadi malam saya dibuat bingung lagi dengan anak saya itu. Baru hari ke dua masuk sekolah, dia minta ijin untuk bolos esok hari, dengan memelas, pliissss ma…, hanya satu hari untuk semester ini, bujuknya sambil mulai nangis. Selidik punya selidik, ternyata dapat PR Sains menggambar seluruh rangka manusia, mulai dari tengkorak dan anggota gerak, lengkap dengan namanya dan dihafalkan pula!

Karena penasaran akhirnya saya membuka web site diknas, mencoba mencari kurikulum sekolah dasar, tapi sayang tidak bisa dibuka, isinya hanya mata pelajaran yang wajib diajarkan untuk pendidikan dasar dan menengah, tidak ada GBPP atau semacamnya. Saya jadi mikir sendiri, apa memang kurikulumnya seperti itu, atau hanya akal-akalan dari penerbit saja.

Senin, 12 Juli 2010

Jangan Izinkan Anak Anda Facebookan!

INILAH.COM, Jakarta. Penculikan anak lewat Facebook belakangan ini makin marak. Dari sisi kejiwaan psikolog menilai anak-anak tak perlu Facebookan karena lebih banyak sisi negatifnya.

Psikolog Dadang Hawari menilai Facebook bukan untuk anak-anak karena bisa mendorong perilaku-perilaku yang tidak seharusnya dilakukan pada usia tertentu. “Kalo menurut saya Facebook itu tidak boleh, untuk apa membuka Facebook,” kata Dadang di Jakarta, kemarin.

Ia mencontohkan beberapa waktu lalu ada kasus anak yang lari dari rumah hanya untuk bertemu dengan teman Facebooknya. Padahal sebelumnya sama sekali belum kenal. “Peristiwa itu tidak menutup kemungkinan akan merembet ke kasus-kasus baru lainnya,” katanya.

Penggiat anak Muhammad Jonny mengatakan Facebook seperti pedang bermata dua. Di satu sisi bisa sangat berguna bagi orang banyak. Tapi bila tidak digunakan secara bijak akan menimbulkan masalah. “Rule orang tua sebagai protector anak-anaknya seharusnya lebih ditingkatkan lagi dengan bersikap edukatif,” paparnya.

Konsep Penerimaan Siswa Baru, Sebuah Paradigma Yang Manusiawi

Betapa banyak kekecewaan, kesal bahkan marah dari banyak orangtua yang putra putrinya gagal memasuki sekolah pada tahun ajaran baru ini. Baik sekolah yang dituju adalah sekolah negeri atau swasta. Pada sisi lain, terjadi pembentukan kaki-kaki negatif pada ‘self image’ anak atau konsep diri anak. Perasaan ‘bodoh’, ‘lemah’, ‘kalah bersaing’, ‘lebih baik anak lain daripada aku’, dan jutaan lagi perasaan negatif yang terjadi pada diri anak-anak kita. Bayangkan kalau peruntuhan kepercayaan diri ini terjadi setiap tahun di negeri ini.

Berikut ini beberapa pernyataan yang menimbulkan gema kekecewaan tersebut:
“Maaf anak ibu/bapak belum dapat di terima di SD ini, sebab dari hasil tes kematangannya, dia belum matang”.

“Maaf anak ibu/bapak belum dapat bergabung di SD ini, sebab masih belum bisa membaca dengan cepat, kami kuatir nanti anak ini tertinggal dengan anak yang lain”.

“Maaf anak ibu/bapak belum dapat diterima di SD ini, sebab belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik”.

“Maaf anak ibu/bapak tidak diterima masuk ke SMP/SMA ini, sebab nilai NEM nya kurang, sayang sekali hanya kurang 0.5”.

“Maaf anak ibu/bapak belum bisa menjadi siswa SMP/SMA ini, sebab dari hasil psikotes kami, kemampuan anak ini di bawah rata-rata”.

“Maaf anak ibu/bapak belum dapat diterima di SMP/SMA ini, sebab tes kemampuan kognitif anak ibu hanya 7.4. Sekolah ini menerima siswa yang hasil tesnya 7.5 ke atas”.

“Maaf, kami tidak menerima anak-anak yang berkebutuhan khusus, mungkin bisa di sekolah lain saja”.

Minggu, 11 Juli 2010

7 Cara Meningkatkan Kemampuan Baca Anak

Jakarta. Waktunya masuk sekolah adalah waktunya anak-anak kembali belajar. Anak-anak yang baru masuk sekolah biasanya belum begitu lancar membaca. Karena itu tak ada salahnya untuk melatih keterampilan ini sejak anak belum masuk sekolah dasar.

Membaca adalah salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh anak, untuk mengasah kemampuannya dibutuhkan latihan. Karena itu ketahui trik-trik apa saja yang harus dilakukan orangtua untuk meningkatkan kemampuan membaca anak?

Dikutip dari Livestrong, Senin (12/7/2010) ada beberapa tips yang bisa dilakukan orangtua untuk meningkatkan keterampilan membaca anak, yaitu:

Menyelami Keajaiban Power of Listening

Suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab berdiri di mimbar seraya berkata, "Wahai manusia, dengarkan dan taatilah apa yang aku katakan." Tiba-tiba Salman al-Farisi, salah seorang sahabat yang berasal dari Persia, berdiri dan berbicara dengan lantang, "Tidak ada lagi kewajiban bagi kami untuk mendengar dan taat kepada Anda."

Mendengar pernyataan itu, Umar bin Khattab, seorang pemimpin yang terkenal dengan ketegasannya, menerima protes keras dari Salman al-Farisi yang mantan budak. Umar tidak merasa bahwa kritikan yang disampaikan Salman akan membuatnya terhina. Karena itu, ia menerimanya dengan lapang dada dan mencari akar masalah yang membuat perintahnya tidak ditaati.

"Wahai Salman, apa yang membuatmu tak mau mendengar dan tak mau taat?" Salman pun menjawab, "Kami tak akan mendengar dan tak akan taat, sehingga Engkau menjelaskan bagaimana Engkau mendapatkan bagian dua potong kain, sementara kami semua masing-masing hanya mendapatkan satu potong saja?!"