<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142</id><updated>2012-02-16T01:43:37.446-08:00</updated><category term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category term='Info UN Sukoharjo'/><category term='Seputar Teknologi'/><category term='seputar otak'/><category term='Try Out'/><category term='Manjemen Waktu'/><category term='Info SMA'/><category term='Info Book Fair'/><category term='Gaya Belajar'/><category term='UN 2010'/><category term='Renungan'/><category term='SBI/RSBI'/><category term='Kebangkitan Nasional Pendidikan'/><category term='Seputar Orang Tua'/><category term='Homeschooling'/><category term='Referensi Buku'/><category term='Kolom Motivasi'/><category term='Game Edukatif'/><category term='Google Books'/><category term='standar nasional pendidikan (SNP)'/><category term='Info Beasiswa'/><category term='Info UN'/><category term='Idul Fitri 1431 H'/><category term='Mahalnya Biaya Pendidikan'/><category term='UN 2011'/><category term='kolom opini'/><category term='CBSA'/><category term='Anak Gifted'/><category term='Pendidikan Karakter'/><category term='Mendiknas'/><category term='Optimalisasi Intelligencia Anak'/><category term='Info SIP'/><category term='Ramadhan 1431 H'/><category term='Keluarga'/><category term='TV Citra Indonesia Terampil'/><category term='Contek Massal'/><category term='Tips &apos;n Triks'/><category term='i2m3'/><category term='Internet Sehat'/><category term='TBM (at) Mall'/><category term='Java Kids Expo'/><category term='un'/><category term='Pembelajaran Terpadu'/><category term='Tokoh Menjawab'/><category term='Matematika'/><category term='Info lomba'/><category term='Dinas Pendidikan Sukoharjo'/><category term='Facebook'/><category term='D3CH'/><category term='Media Pendidikan Alternatif'/><category term='Tes Otak'/><category term='Seputar Mendidik Anak'/><category term='Stop Rokok'/><category term='Sekolah Bukan Bimbel'/><category term='Internet'/><category term='UNICEF'/><category term='Anggaran Pendidikan 20%'/><category term='Game Online'/><category term='Info Inspiratif'/><category term='Info Global'/><category term='UN/UASBN'/><category term='Materi Anti korupsi'/><category term='Kreatif dan Inovatif'/><category term='Mind Map'/><category term='KulWit (Kuliah Twitter)'/><category term='Menjadi Guru Ideal'/><category term='Keteladanan Orang Tua'/><category term='Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)'/><category term='TIK'/><category term='Prestasi'/><category term='standar pelayanan minimum (SPM)'/><category term='Ucapan Lebaran'/><category term='Pembelajaran Efektif'/><category term='Orang Miskin Dilarang Sekolah'/><category term='Perekrutan Siswa Baru'/><category term='Info Pendidikan Kota Solo'/><category term='Info Pendidikan'/><category term='Seputar Pembelajaran'/><category term='TV harus Edukatif'/><category term='Peluang Usaha'/><category term='Standar Kelulusan UN'/><category term='Sarjana Pengangguran'/><category term='Bantuan Operasional Sekolah (BOS)'/><category term='PAIKEM'/><category term='Info Buku'/><category term='Pengembangan Diri'/><category term='Info SNMPTN'/><category term='Sumpah Pemuda'/><category term='Stop Pornografi dan Pornoaksi'/><category term='No Smoking Area'/><category term='Materi Training Motivasi Belajar'/><category term='PPDB Online'/><title type='text'>STUDY INTENSIVE PLUS</title><subtitle type='html'>"Be The Best With Us"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>447</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-4077651790045385029</id><published>2011-06-20T22:51:00.000-07:00</published><updated>2011-06-20T22:51:04.317-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contek Massal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN/UASBN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Standar Kelulusan UN'/><title type='text'>Menyontek bukan sekadar tak jujur</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5a/Cheating.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5a/Cheating.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam sebuah wawancara di sebuah stasiun televisi swasta nasional, Sabtu (18/6), Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh memberikan penjelasan panjang lebar tentang kasus di seputar pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Kasus yang dibahas terutama terkait dengan fenomena menyontek massal yang terjadi di beberapa wilayah di Tanah Air belakangan ini.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ini sebuah peristiwa cukup memalukan yang terjadi di ranah pendidikan. Mendiknas menanggapi masalah ini secara serius dengan mengingatkan &lt;i&gt;“kejujuran yes, prestasi yes”&lt;/i&gt;. Bagi kita, ungkapan tersebut tentu saja secara gamblang memberikan penjelasan bahwa telah terjadi pelanggaran ketidakjujuran yang dilakukan secara massal demi sebuah prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang sangat ironis, karena ketidakjujuran secara pribadi saja tidak dibenarkan, apalagi dilakukan secara massal. Lebih ironis lagi hal itu terjadi di ranah pendidikan. Mau dibawa ke mana pendidikan kita? Kebiasaan menyontek secara kolektif yang terkuak sebenarnya laksana puncak gunung es. Menyontek adalah perilaku yang bertentangan dengan hati nurani, sehingga menyontek walaupun banyak dilakukan orang pasti tak mungkin nyaman dilakukan secara terbuka.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ryan Sugiarto (2009) memaparkan menyontek sebagai salah satu dari 55 kebiasaan kecil yang menghancurkan bangsa. Ia menemukan tidak kurang dari 50 buah karya sineas muda merupakan karya jiplakan. Puluhan lagu-lagu yang hit di Tanah Air ternyata juga hanya merupakan sontekan lagu-lagu Korea dan India. Benarkah menyontek sudah merupakan tradisi atau kultur di masyarakat kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebuah pertanyaan besar yang sebenarnya tidak gampang dijawab, walau kita mampu menghadirkan banyak fakta tentang kebiasaan menyontek di masyarakat. Menyontek ada di ranah film, musik, perdagangan, industri, akademik, bahkan di panggung politik. Menyontek memang pada awalnya berangkat dari sebuah ketidakjujuran, tetapi menyontek konon dikondisikan oleh sesuatu yang bersifat multipel yang turut mendesain suburnya kebiasaan menyontek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyontek berkembang sangat dramatis oleh berbagai kepentingan sifat buruk yang jauh dari nilai-nilai kreativitas dan produktivitas yang berkarakter. Menyontek yang awalnya pelanggaran ketidakjujuran, ternyata berpotensi untuk mengembangkan perilaku kriminal. Setidak-tidaknya ada empat hal mendasar yang berkaitan dengan terbangunnya tren menyontek di masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menyontek itu perwujudan dari ketidakmampuan individu dan kelompok untuk menghasilkan karya orisinal. Orisinalitas dalam berkarya memang merupakan sesuatu yang sangat mahal. Hal tersebut diperparah dengan kecenderungan menguatnya kultur konsumerisme. Masyarakat kita menjadi masyarakat yang tidak saja penikmat atas karya orang lain, tetapi juga penikmat dengan cara meniru karya orang lain. Masyarakat kita sangat jago dalam membuat plesetan atau parodi sebagai kreativitas yang populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menyontek merupakan refleksi dari rasa “takut berbeda” dari orang lain. Hal ini sangat bertentangan dengan orientasi jargon pemikiran modern yang mengarah pada “harus berani berbeda”. Berkembangnya tradisi menyontek dibangun juga oleh dorongan untuk selalu sama dan seragam dengan orang-orang lain. Menyontek karena takut berbeda dari orang lain merupakan ekses dari terbelenggunya fungsi kreatif dalam berpikir secara sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menyontek dilakukan karena manifestasi perilaku yang suka menerabas, suka jalan pintas dan lemahnya semangat kerja keras. Kemajuan teknologi penyimpanan arsip dalam bentuk soft file, yang seharusnya untuk keperluan efektivitas dan efisinsi, bagi jiwa yang malas dan suka menerabas akan dijadikan sumber perilaku copy paste atau cut and glue. Jangan heran jika sering ditemukan berbagai plagiarisme dalam karya akademik, seperti skripsi, tesis, disertasi, bahkan karya guru besar. Forum Rektor beberapa bulan yang lalu pun telah mengampanyekan gerakan setop plagiarisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, menyontek sangat berpotensi mengembangkan perilaku kriminal, hasutan dan fitnah. Sontekan acapkali dijadikan bahan untuk memfitnah. Misalnya, foto seronok sensasional yang diunggah di internet seriang didasari si pelaku hanya menyontek apa yang sudah ada. Pelaku berpikir itu sebuah kreativitas, padahal itu hanya sebuah rekayasa jiplakan untuk kepentingan memuaskan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini memiliki sejarah yang cukup banyak tentang fitnah dan kriminal yang dibangun dengan cara menyontek. Abad ke-13, pada zaman Kerajaan Singasari, hukuman mati atas Kebo Ijo ternyata sebenarnya hanya fitnah yang dilakukan oleh Ken Arok. Jauh sebelum Empu Gandring terbunuh, Kebo Ijo ke mana-mana membawa keris. Keris itulah yang tertancap di tubuh Empu Gandring, padahal bukan Kebo Ijo pelakunya. Konon, Ken Arok menyontek citra kepemilikan keris itu dan Kebo Ijo yang kemudian menjadi tertuduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pendidikan karakter&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan besar yang perlu dijawab tentunya adalah: Mengapa tradisi menyontek itu tumbuh subur di mana-mana? Jawabannya dapat bervariasi, tetapi setidaknya ada beberapa kondisi riil yang menjadi penjelasan mengapa perilaku menyontek tumbuh subur di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, masyarakat kita merupakan masyarakat yang masih suka menerabas dan berpikiran instan untuk banyak hal. Kedua, masyarakat kita belum terbiasa dan belum siap dengan iklim kompetitif dalam pengertian ber-fastabiqul khairat berdasarkan daya saing pribadi dan kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, masyarakat sangat bertoleransi dan bersikap permisif, apalagi hal-hal yang terkait dengan sesuatu yang memang “gampang diatur”, sehingga lebih senang merem walau tahu itu sebuah penyelewengan. Keempat, lemahnya fungsi pengawasan. Kelima, lemahnya sanksi hukum, moral, dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan orientasi pendidikan sekarang? Publik kini dihadapkan dengan new wave paket kebijakan pendidikan karakter. Kesadaran pemerintah untuk menggulirkan paket pendidikan karakter ini barangkali dilandasi oleh permasalahan mentalitas kebangsaan yang semakin memrihatinkan. Menyontek secara kolektif yang merajalela bukan sekadar ketidakjujuran yang sistematis, tetapi berpotensi untuk merusak perilaku kolektif berbangsa dan bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan bermaksud pesimistis atas usaha pengembangan pendidikan karakter, konon, masalah karakter itu merupakan kompetensi khusus yang tidak dapat diajarkan. Karakter hanya dapat “ditularkan”. Jika sekadar pengetahuan tentang suatu karakter, sangat mudah untuk diajarkan. Itu yang sekarang terjadi. Akan tetapi hakikat perilaku berkarakter hanya dapat dibenahi dan dikembangkan melalui keteladanan, habituasi dan intervensi. Tantangan terbesar adalah bahwa kita belum berhasil keluar dari krisis keteladanan. Masyarakat kita kurang kondusif bagi upaya habituasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, harapan memperbaiki karakter bangsa, terutama menekan hobi menyontek melalui pendidikan, tidak akan pernah berhasil manakala tidak didukung oleh gerakan kolektif untuk meningkatkan fungsi keteladanan, kondusivitas masyarakat, serta kontrol atas penayangan media massa yang tidak mendidik. Ironis, masyarakat kadang lebih suka bertoleransi pada hal yang tidak mendidik, asalkan menghibur. Tapi kita tidak boleh berhenti untuk berkampanye: &lt;i&gt;&lt;b&gt;Say No to Nyontek…&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;b&gt;Agus Kristiyanto&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;Anggota Tim Pengembang Desain Induk Karakter Bangsa Kemendiknas 2010&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/kolom/menyontek-bukan-sekadar-tak-jujur-103594"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-4077651790045385029?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/4077651790045385029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/06/menyontek-bukan-sekadar-tak-jujur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4077651790045385029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4077651790045385029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/06/menyontek-bukan-sekadar-tak-jujur.html' title='Menyontek bukan sekadar tak jujur'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-6326678242722169327</id><published>2011-06-20T22:45:00.000-07:00</published><updated>2011-06-20T22:45:23.597-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN Sukoharjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinas Pendidikan Sukoharjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN/UASBN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Standar Kelulusan UN'/><title type='text'>Siswa SD Lulus 100 Persen</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_MHSxWcR7VWU/S71AwEaZ2HI/AAAAAAAAACM/SPasI3DoeC0/s400/lulusan.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="190" src="http://1.bp.blogspot.com/_MHSxWcR7VWU/S71AwEaZ2HI/AAAAAAAAACM/SPasI3DoeC0/s200/lulusan.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) SD, MI, SLBSD di Sukoharjo dalam Ujian Nasional (UN) SD 2010/2011 mencapai 100 persen. Hal tersebut berdasarkan pengumuman yang disampaikan Dinas Pendidikan Provinsi secara serentak, Senin (20/6).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bidang TK, SD  Dinas Pendidikan, Joko Untoro mengatakan sempat mengalami penundaan beberapa kali hasil UN tingkat SD akhirnya diumumkan serentak pada tanggal 20 Juni. Dari hasil ujian tersebut tingkat kelulusan mencapai 100 persen. &lt;i&gt;“Angka kelulusan UN SD di Sukoharjo mencapai 100 persen,”&lt;/i&gt; ujar Joko saat dihubungi melalui ponselnya, Senin (20/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Joko, pengumuman UN dilakukan di sekolah masing-masing dan wali murid untuk mengambil hasil pengumuman kelulusan. &lt;i&gt;“Untuk ijazah dimungkinkan sudah bisa diambil satu minggu pengumuman hasil UN,”&lt;/i&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Joko, jumlah peserta UN SD mencapai 1.233 siswa yang berasal dari SD, MI dan SLB. Kemudian untuk jumlah sekolah di Sukoharjo mencapai 554 sekolah. &lt;i&gt;“Kelulusan 100 persen merupakan bentuk prestasi baik untuk pendidikan di Sukoharjo,”&lt;/i&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dari Wonogiri tingkat kelulusan UN SD juga mencapai 100 persen. Kepala Dinas Pendidikan Suparno melalui Kepala Bidang TK/SD Supriyanto menyatakan sebanyak 14.850 peserta UN SD sederajat lulus semua. &lt;i&gt;“Kami tadi sudah meminta tiap UPT untuk melaporkan hasil pengumuman. Dan semua dinyatakan lulus,”&lt;/i&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, untuk nilai raihan peserta ujian belum bisa disampaikan. Berapa yang meraih nilai 10 dan dari mata pelajaran apa saja. Karena hasilnya baru bisa selesai dalam dua atau tiga hari ini. &lt;i&gt;“Tiap sekolah sudah diminta untuk melakukan rekapitulasi berapa nilai 10 yang ada. Hasilnya mungkin baru dua tiga hari ada,” &lt;/i&gt;lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://harianjoglosemar.com/berita/siswa-sd-lulus-100-persen-46826.html"&gt;Joglosemar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-6326678242722169327?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/6326678242722169327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/06/siswa-sd-lulus-100-persen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6326678242722169327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6326678242722169327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/06/siswa-sd-lulus-100-persen.html' title='Siswa SD Lulus 100 Persen'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MHSxWcR7VWU/S71AwEaZ2HI/AAAAAAAAACM/SPasI3DoeC0/s72-c/lulusan.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-148356700288602489</id><published>2011-06-19T23:17:00.000-07:00</published><updated>2011-06-19T23:17:11.900-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Efektif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prestasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Terpadu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Karakter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Psikolog: Keluarga tentukan perkembangan kepribadian remaja</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/dokumen/2011/06/18kepribadian.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="197" src="http://www.solopos.com/dokumen/2011/06/18kepribadian.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Keluarga sangat menentukan prestasi dan perkembangan kepribadian anak di usia remaja.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kwartarini Wahyu Yuniarti, Sabtu (18/6/2011)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Interaksi anggota keluarga yang satu dengan yang lainnya menyebabkan seorang anak lebih mengetahui perannya sebagai individu dan makhluk sosial,”&lt;/i&gt; kata Yuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, hal itu berbeda dengan konsep psikologi Barat yang menitikberatkan perkembangan kepribadian remaja berdasarkan lingkungan teman sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Berbeda dengan psikologi Barat, di Indonesia perkembangan kepribadian dan prestasi seorang remaja ditentukan oleh keluarga. Bukan hanya remaja, tetapi juga dari masa anak, remaja hingga memasuki masa awal dewasa,”&lt;/i&gt; jelas Yuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengemukakan tidak semua konsep psikologi Barat dapat diaplikasikan di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan pengembangan psikologi yang sesuai dengan kondisi masyarakat lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Hasil penelitian yang dilakukan Fakultas Psikologi UGM terhadap 3.000 remaja di berbagai kota di Indonesia menunjukkan bahwa seorang remaja akan menemukan dan merasakan kebahagiaan dalam dirinya setelah berkumpul dengan seluruh anggota keluarga, terutama kehadiran ayah dan ibu,”&lt;/i&gt; paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, penelitian itu juga menunjukkan bahwa keberadaan orang tua mampu meredam dan mengendalikan emosi seorang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pengawasan orang tua juga sangat penting dalam menyeleksi sumber informasi yang diperoleh anak karena saat ini informasi lebih mudah didapatkan, di antaranya melalui situs jaringan sosial dan media teknologi informasi.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Sebaiknya orang tua mengetahui informasi yang baik dan dibutuhkan oleh sang anak, karena semakin banyak informasi yang masuk ke anak menyebabkan otak mereka kelelahan,”&lt;/i&gt; imbuh Yuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/pendidikan/psikolog-keluarga-tentukan-perkembangan-kepribadian-remaja-103414"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-148356700288602489?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/148356700288602489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/06/psikolog-keluarga-tentukan-perkembangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/148356700288602489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/148356700288602489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/06/psikolog-keluarga-tentukan-perkembangan.html' title='Psikolog: Keluarga tentukan perkembangan kepribadian remaja'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-7939723202025866482</id><published>2011-06-19T23:14:00.000-07:00</published><updated>2011-06-19T23:22:44.820-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prestasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebangkitan Nasional Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Karakter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Optimalisasi Intelligencia Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Pendidikan'/><title type='text'>Empat Mahasiswa UNY Ciptakan Kamus Digital Fisika</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-U1cqlb3lay8/TXOOyqTHuRI/AAAAAAAAAKA/eu4nrQvQoVU/s200/physics_formula_shirt_white_large-01.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-U1cqlb3lay8/TXOOyqTHuRI/AAAAAAAAAKA/eu4nrQvQoVU/s200/physics_formula_shirt_white_large-01.jpg" width="173" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA&lt;/b&gt;--Empat mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil membuat kamus digital fisika yang praktis dan mudah dipahami siswa sekolah menengah pertama.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Keempat mahasiswa itu adalah Elisabeth Pratidhina Founda Noviani, Ruth Evrilia Oka Mahastri, Atut Reni Septiana, dan Lourensius Dwi Ardi Ranedyo,"&lt;/i&gt; kata Humas Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Witono di Yogyakarta, Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, karya mereka itu berhasil meraih dana Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2011 dalam bidang teknologi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Elisabeth mengatakan pelajaran fisika mulai dikenalkan saat siswa menginjak jenjang sekolah menengah pertama (SMP), meskipun di sekolah dasar para siswa juga sudah dikenalkan dengan prinsip-prinsip fisika pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, banyak siswa yang tidak tertarik pada mata pelajaran fisika, karena umumnya mereka menganggap fisika itu sulit dan membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penyebabnya adalah mereka sudah dihadapkan dengan berbagai istilah fisika yang kurang dapat mereka pahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Melihat fenomena itu kami berinisiatif membuat kamus fisika yang praktis dan mudah dipahami siswa SMP yang disebut kamus digital fisika,"&lt;/i&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, gagasan membuat kamus itu adalah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Saat ini di setiap sekolah sudah ada mata pelajaran TIK, sehingga program tersebut akan semakin menunjang perkembangan TIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, hal yang "berbau" TIK ternyata lebih menarik bagi siswa SMP. Mereka lebih menyukai penjelasan yang disertai dengan gambar atau animasi yang menarik. &lt;i&gt;"Oleh karena itu, kami membuat sebuah program kamus fisika yang disertai dengan gambar atau animasi agar siswa lebih tertarik pada fisika,"&lt;/i&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan perangkat lunak yang digunakan untuk membuat aplikasi kamus itu adalah microsoft visual basic (MVB) dan didukung oleh beberapa aplikasi lain seperti microsoft acces, corel draw, dan adobe flash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kami telah mengujikan kamus tersebut di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 4 Klaten, Jawa Tengah. Siswa cukup tertarik dan mengapresiasi dengan baik adanya kamus digital itu,"&lt;/i&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/trendtek/elektronika/11/06/20/ln2a56-empat-mahasiswa-uny-ciptakan-kamus-digital-fisika"&gt;Republika&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-7939723202025866482?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/7939723202025866482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/06/empat-mahasiswa-uny-ciptakan-kamus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/7939723202025866482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/7939723202025866482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/06/empat-mahasiswa-uny-ciptakan-kamus.html' title='Empat Mahasiswa UNY Ciptakan Kamus Digital Fisika'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-U1cqlb3lay8/TXOOyqTHuRI/AAAAAAAAAKA/eu4nrQvQoVU/s72-c/physics_formula_shirt_white_large-01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-3944061745897145000</id><published>2011-06-14T19:16:00.000-07:00</published><updated>2011-06-14T19:16:02.659-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manjemen Waktu'/><title type='text'>Manajemen Waktu: How to Become a More Productive Person</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/253710_198058493573147_108894549156209_466977_7621846_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/253710_198058493573147_108894549156209_466977_7621846_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setiap hari, roda waktu terus bergerak selama 24 jam, tidak lebih tidak kurang. Bagi sebagian orang, waktu sepanjang itu acap dirasa tidak cukup. Itulah kenapa kerapkali kita melihat lampu-lampu di berbagai gedung perkantoran masih terus terang menyala meski jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kita juga sering merasa betapa waktu terasa begitu cepat berlalu. Time flies. Rasanya baru kemarin kita merayakan tahun baru, lho kok sekarang tau-tau sudah bulan November. Sementara tugas di kantor masih saja terus menumpuk, dan rasanya tak kunjung usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks itulah barangkali tepat jika kita mencoba berbincang tentang ketrampilan time management. Tak pelak kecakapan kita dalam mengolah waktu bisa sangat menentukan apakah kita akan menjadi a productive person atau tidak. Sebab di zaman sekarang, waktu bukan lagi berarti uang (&lt;i&gt;time is money&lt;/i&gt;, begitu dulu orang berucap). Sekarang, &lt;i&gt;time is more valuable than money&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam perbincangan tentang time management, ada satu hal yang amat penting untuk diingat, yakni : tentang &lt;i&gt;how to prioritize our tasks productively&lt;/i&gt;. Tak pelak penggunaan dan alokasi waktu menjadi lebih mudah dikelola kalau saja kita tahu tentang prioritas tugas kita dengan pas. Disini kita lalu dikenalkan dengan prinsip prioritas empat kuadran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kuadran prioritas yang pertama adalah : &lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;important and urgent&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Inilah deretan tugas yang kita anggap memang PENTING dan sekaligus URGEN. Contohnya : proses penyusunan program kerja tahun 2011 beserta dengan budget-nya. Sekarang sudah bulan November, ini artinya tugas itu harus segera selesai (&lt;i&gt;urgen&lt;/i&gt;). Dan kita sadar tugas perumusan program &lt;i&gt;planning&lt;/i&gt; itu bersifat penting (&lt;i&gt;important&lt;/i&gt;) lantaran akan menentukan apakah strategi serta target kinerja kita bisa tercapai atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kuadran prioritas yang kedua adalah : &lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;important but not urgent&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Ada banyak tugas dan pekerjaan yang kita anggap penting bagi organisasi, namun tidak bersifat mendesak. Misalnya saja tugas tentang pemetaan kompetensi karyawan; atau tugas melakukan riset pengembangan produk baru; atau mungkin tugas dan proses pengembangan SDM secara berkelanjutan. Semua tugas ini amat penting; namun dapat dikerjakan secara bertahap – artinya tidak harus segera selesai di bulan ini, atau bahkan minggu ini (&lt;i&gt;urgent&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kuadran yang ketiga adalah ini : &lt;i&gt;urgent but not important&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt; Tugas-tugas yang sebenarnya tidak begitu penting, namun entah kenapa, selalu bersifat urgen. Contohnya banyak : misal tiba-tiba atasan kita minta arsip laporan lama SEKARANG juga. Atau besok lusa akan ada tamu penting; dan kita harus SEGERA menyusun presentasi penyambutan. Atau direksi mendadak mengundang rapat SORE ini karena suatu hal yang sebenarnya tidak banyak berkaitan dengan bidang kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sialnya banyak dari kita yang tergelincir pada jebakan kuadran ketiga ini. Dalam keseharian kita di kantor ada begitu banyak &lt;i&gt;“not important tasks”&lt;/i&gt; yang menginterupsi kita; lantaran semuanya dianggap urgen. Kita lalu terjebak dalam ketergesa-gesaan yang tak pernah usai; terkesan sangat sibuk; bahkan kalau perlu lembur (kan semuanya urgen); namun jangan-jangan semua pekerjaan itu tak banyak memberikan &lt;i&gt;value&lt;/i&gt; bagi kemajuan organisasi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat banyak organisasi yang terjebak &lt;i&gt;“sindrom urgensi”&lt;/i&gt; ini. Sibuk jungkir balik untuk mengerjakan sesuai yang mungkin tidak bersifat fundamental. Waktu kita akan menjadi jauh lebih produktif, kalau saja kita bisa memangkas &lt;i&gt;“tugas-tugas tidak penting yang maunya dianggap urgen ini”&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kuadran prioritas keempat adalah :&lt;i&gt; not important and not urgent&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt; Nah kalau yang ini contohnya lebih banyak. Misalkan saja : ditengah waktu kantor kita justru sibuk chatting via YM dan BBM; atau sibuk nge-tweet; atau sibuk memberi &lt;i&gt;comment&lt;/i&gt; pada status teman kita di wall FB; atau sekedar ngobrol di koridor kantor sambil ngegosip. Semuanya asyik, namun semuanya tidak penting dan tidak urgen. Namun karena asyik, kita kadang keenakan melakukan semua sehingga diam-diam banyak waktu produktif kita yang terampas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari paparan empat kuadran prioritas diatas; kita bisa belajar tentang satu hal penting. Renungkan dan pikirkan tugas-tugas apa yang bersifat fundamental dan memberikan &lt;i&gt;value&lt;/i&gt; paling banyak bagi kesuksesan kita. Berfokus-lah pada tugas-tugas yang merupakan &lt;i&gt;key factors&lt;/i&gt; dalam menentukan pencapaian sasaran kinerja kita; dan kemudian pangkas tugas-tugas yang bersifat sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.facebook.com/home.php#%21/notes/jaringan-pengusaha-muslim-indonesia/manajemen-manajemen-waktu-how-to-become-a-more-productive-person/223278567692128"&gt;&lt;b&gt;Strategi Manajemen&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-3944061745897145000?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/3944061745897145000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/06/manajemen-waktu-how-to-become-more.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3944061745897145000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3944061745897145000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/06/manajemen-waktu-how-to-become-more.html' title='Manajemen Waktu: How to Become a More Productive Person'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-5966670992060072546</id><published>2011-06-13T19:34:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T19:34:20.965-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gaya Belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Mengenal dan Menarik Optimal dari Gaya Belajar Anak</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/06/13078721061546399671.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/06/13078721061546399671.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Setiap anak adalah unik. Mengapa unik..? Hal ini dikarenakan setiap anak memiliki cara tersendiri yang memudahkan dirinya dalam melakukan kegiatan berpikir, memproses dan mengerti suatu informasi yang biasa disebut dengan belajar.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang belajar dengan menggunakan gaya belajar yang sesuai dengan dirinya akan mencapai nilai jauh lebih baik dibandingkan dengan anak yang belajar dengan gaya atau cara belajar yang tidak sesuai dengan dirinya. Oleh karena itu, sebaiknya setiap anak diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi gaya belajarnya masing masing agar dapat mempelajari sesuatu dengan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga macam gaya belajar yang perlu dikenal orang tua dan jgua anak adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gaya belajar Visual :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam gaya belajar ini biasanya seorang anak menyerap informasi dengan cara membaca, melihat gambar gambar, diagram grafik maupun video.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gaya belajar Auditori :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini anak anak bisa menyerap pelajaran dengan cara mendengarkan informasi infoemasi yang diberikan, seperti mendengarkan ceramah/penjelasan ataupun tanya jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gaya belajar Kinestetik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam daya belaja ini anak anak diharapkan menyerap informasi dengan melakukan gerakan gerakan (melibatkan aktifitas fisik) seperti mencoret coret pada saat belajar, berjalan mondar mandir, menggerakkan tangan atau melakukan percobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui dan mengenal gaya belajar yang manakah yang disukai si anak, para orang tua dapat melakukan quisioner seperti yang dikatakan oleh Bapak Gunawan. A .W (2004) dalam bukunya yang berjudul Genius Learning Strategy. Adalah petunjuk praktis untuk menerapkan accelerated learning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian langkah langkah dan strategi seperti apa yang harus dilakukan orang tua dalam membantu belajar anak sesuai dengan gaya belajarnya..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Strategi belajar untuk anak yang memiliki gaya belajar Visual adalah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaatkan pengkodean warna untuk membantu daya ingat mereka dengan menggunakan spidol atau bolpoint warna warni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulis kalimat dan istilah yang merupakan informasi kunci dari buku pelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila mempelajari informasi yang bersifat angka angka dan rumus, tulislah pemahaman anda (para orang tua) tentang materi tersebut dalam bentuk tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tandai pada pinggir buku pelajaran dengan kata kata kunci, symbol atau diagram yang dapat membantu untuk mengingat teks yang telah dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebisa mungkin untuk menterjemahkan kata kata dan ide ide dalam bentuk symbol, gambar atau diagram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Strategi belajar untuk anak yang memiliki gaya belajar Auditori adalah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Bergabunglah dengan kelompok belajar untuk membantu mempelahari bahan bahan pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Ketika belajar sendiri, ucapkan informasi informasinya dengan suara yang cukup di dengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Gunakan alat perekam informasi yang penting , setelah itu lalu dengarkan kembali untuk  mengulang pemahamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Strategi belajar untuk anak yang memiliki gaya belajar Kinestetik adalah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Duduklah bersama si anak di ruang belajar dan buat catatan selama pelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Ketika waktu belajar berlangsung dan si anak berjalan mondar mandir sambil mengingat   informasi yang penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Dalam mengingat informasi baru, salinlah poin poin kunci pada kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Pikirkan cara cara untuk membuat pengetahuan anda (para org tua) nyata, seperti memegang sesuatu yang berkaitan dengan apa yang dipelajari. Misalnya mempelajari tentang tumbuhan, maka carilah tumbuhan sesuai dengan pelajaran tersebut dan lakukanlah eksperimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang tak kalah penting yang harus dilakukan oleh oeang tua agar dapat menemukan gaya belajar yang sesuai adalah orang tua harus mau memperhatikan gaya belajar apa yang pakai oleh anaknya. Memang sih selain orang tua, anaknya sendiri juga harus mau mengeksplorasi diri dengan memperhatikan setiap hal yang membaut kegiatan belajar menjadi lebih mudah dan menyenangkan . Apakah dengan membaca buku, menonton video, mendengarkan ceramah atau berjalan mondar mandir sekalipun sebenarnya tidak menjadi masalah. Hanya kadang para orang tua tidak sabar melihat cara atau gaya belajar tersebut, sehingga bukan malah membantu tetapi malah memarahinya dengan tuduhan tidak serius belajar pada si anak itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, biarkan atau bebaskan si anak dapat dan mampu menyerap informasi dengan maksimal dengan gaya belajar yang sesuai dengan diri mereka. Usahakan jangan terpaku dengan cara belajar yang konvensional, seperti harus duduk manis dan membaca buku dengan tenang. Namun biarkanlah anak belajar dengan gaya belajar paling nyaman dan sesuai dengan diri mereka sendiri. Dengan strategi yang tepat, insya Allah setiap anak dapat semakin mampu memahami semua materi yang di pelajarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar sharing informasi kepada para sahabat, para orang tua, ibu ibu khususnya.. Yuk bantu anak anak untuk belajar dengan cara atau gaya belajar yang disukai oleh si anak. Janganlah terlalu memaksakan cara belajar yang tidak disukai si anak, karena hal tersebut tak menyelesaikan masalah justru akan menambah masalah bagi si anak itu sendiri. Pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama antara guru di sekolah dan orang tua saat dirumah. Selamat bereksplorasi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/06/12/mengenal-dan-menarik-optimal-dari-gaya-belajar-anak/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-5966670992060072546?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/5966670992060072546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/06/mengenal-dan-menarik-optimal-dari-gaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/5966670992060072546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/5966670992060072546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/06/mengenal-dan-menarik-optimal-dari-gaya.html' title='Mengenal dan Menarik Optimal dari Gaya Belajar Anak'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-4031360763757229284</id><published>2011-06-13T19:30:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T19:30:50.097-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Ny Siami, Si Jujur yang Malah Ajur</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.surya.co.id/images/2011/06/nyontek_massal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://www.surya.co.id/images/2011/06/nyontek_massal.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ny Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat, Kecamatan Tandes, Surabaya itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada teman-temannya saat Unas pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah ajur!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Teriakan &lt;i&gt;“Usir, usir…tak punya hati nurani”&lt;/i&gt; terus menggema di Balai RW 02 Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya, Kamis (9/6) siang. Ratusan orang menuntut Ny Siami meninggalkan kampung. Sementara wanita berkerudung biru di depan kerumunan warga itu hanya bisa menangis pilu. Suara permintaan maaf Siami yang diucapkan dengan bantuan pengeras suara nyaris tak terdengar di tengah gemuruh suara massa yang melontarkan hujatan dan caci maki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Siami dituding telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampung. Setidaknya empat kali, warga menggelar aksi unjuk rasa, menghujat tindakan Siami. Puncaknya terjadi pada Kamis siang kemarin. Lebih dari 100 warga Kampung Gadel Sari dan wali murid SDN Gadel 2 meminta keluarga penjahit itu enyah dari kampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, agenda pertemuan tersebut sebenarnya mediasi antara warga dan wali murid dengan Siami. Namun, rembukan yang difasilitasi Muspika (Musyarah Pimpinan Kecamatan Tandes) itu malah berbuah pengusiran. Mediasi itu sendiri digelar untuk menuruti tuntutan warga agar keluarga Siami minta maaf di hadapan warga dan wali murid.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siami dituding sok pahlawan setelah melaporkan wali kelas anaknya, yang diduga merancang kerjasama contek-mencontek dengan menggunakan anaknya sebagai sumber contekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Siami mengatakan, dirinya baru mengetahui kasus itu pada 16 Mei lalu atau empat hari setelah Unas selesai. Itu pun karena diberi tahu wali murid lainnya, yang mendapat informasi dari anak-anak mereka bahwa Al, anaknya, diplot memberikan contekan. Al sendiri sebelumnya tidak pernah menceritakan ‘taktik kotor’ itu. Namun, akhirnya sambil menangis, Al, mengaku. Ia bercerita sejak tiga bulan sebelum Unas sudah dipaksa gurunya agar mau memberi contekan kepada seluruh siswa kelas 6. Setelah Al akhirnya mau, oknum guru itu diduga menggelar simulasi tentang bagaimana caranya memberikan contekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siami kemudian menemui kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, kepala sekolah hanya menyampaikan permohonan maaf. Ini tidak memuaskan Siami. Dia penasaran, apakah skenario contek-mencontek itu memang didesain pihak sekolah, atau hanya dilakukan secara pribadi oleh guru kelas VI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, dia mengadu pada Komite Sekolah, namun tidak mendapat respons memuaskan, sehingga akhirnya dia melaporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan serta berbicara kepada media, sehingga kasus itu menjadi perhatian publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perkembangan selanjutnya, warga dan wali murid malah menyalahkan Siami dan puncaknya adalah aksi pengusiran terhadap Siami pada Kamis kemarin. Situasi panas sebenarnya sudah terasa sehari menjelang pertemuan. Hari Rabu (8/6), warga sudah lebih dulu menggeruduk rumah Siami di Jl Gadel Sari Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demo itu mendesak Ny Siami meminta maaf secara terbuka. Namun, Siami berjanji menyampaikannya, Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan juga dihadiri Ketua Tim Independen, Prof Daniel M Rosyid, Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Tandes, Dakah Wahyudi, Komite Sekolah, dan sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Satu jam menjelang mediasi, sudah banyak massa terkonsentrasi di beberapa gang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 09.00 WIB, tampak Ny Siami ditemani kakak dan suaminya, Widodo dan Saki Edi Purnomo mendatangi Balai RW. Mereka berjalan kaki karena jarak rumah dengan balai pertemuan ini sekitar 100 meter. Massa yang sudah menyemut di sekitar balai RW langsung menghujat keluarga Siami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka langsung mengepung keluarga ini. Beberapa polisi yang sebelumnya memang bersiaga langsung bertindak. Mereka melindungi keluarga ini untuk menuju ruang Balai RW. Warga kian menyemut dan terus memadati balai pertemuan. Ratusan warga terus merangsek. Salah satu ibu nekat menerobos. Namun, karena yang diizinkan masuk adalah perwakilan warga, perempuan ini harus digelandang keluar oleh petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mediasi diawali dengan mendengarkan pernyataan Kepala UPT Tandes, Dakah Wahyudi. Ia menyatakan bahwa seluruh kelas VI SDN Gadel 2 tidak akan kena sanksi mengulang Unas. Ucapan Dakah sedikit membuat warga tenang. Namun, situasi kembali memanas. Apalagi Ny Siami tidak segera diberi kesempatan menyampaikan permintaan maaf secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian warga diminta kembali mendengarkan paparan yang disampaikan Prof Daniel Rosyid. Ketua tim independen pencari fakta bentukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ini berusaha menyejukkan warga dengan menyebut dirinya asli Solo. Dikatakan bahwa Solo, Surabaya adalah juga Indonesia, sehingga setiap warga tidak berhak mengusir warga Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia berusaha berdialog santai dengan warga. Ada salah satu warga menyeletuk. “Kalau kita dikatakan menyontek massal. Lantas, kenapa saat menyontek pengawas membiarkannya,” ucap salah satu ibu yang mendapat tepukan meriah warga lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga juga menyatakan bahwa menyontek sudah terjadi di mana-mana dan wajar dilakukan siswa agar bisa lulus. Mendengar hal ini, Daniel kemudian memperingatkan bahwa perbuatan menyontek adalah budaya buruk. Di masyarakat manapun, perbuatan curang dan tidak jujur ini tidak bisa ditoleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Menyontek adalah awal dari korupsi. Jika perbuatan curang ini sudah dianggap biasa, maka ini akan membuka perilaku yang lebih menghancurkan masyarakat. Tentu tidak ada yang mau demikian,”&lt;/i&gt; sindir Daniel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mediasi dilanjutkan dengan menghadirkan Kepala SDN Gadel 2, Sukatman. Akibat kasus contekan massal di sekolahnya, Sukatman dan dua guru kelas VI dicopot. Sukatman menyampaikan permintaan maaf kepada wali murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun wali murid menyambut dengan teriakan bahwa Sukatman tidak salah. Yang dianggap salah adalah keluarga Siami karena membesar-besarkan masalah. Warga pun kembali berteriak “usir… usir”. Namun warga mulai tenang karena Sukatman tempak menghampiri Ny Siami dan suaminya. Mantan Kasek ini langsung meraih tangan ibunda Al dan saling meminta maaf. Namun, setelah itu warga kembali riuh rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Siami diberi kesempatan berbicara, keributan langsung pecah. Suara massa di luar balai RW terus membahana, menghujat keluarga Siami. Padahal saat itu, Siami sedang menyiapkan mental dengan berdiri di hadapan warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah berusaha tegar, namun ibu dua anak ini mulai lemah. Dia tampak berdiri merunduk sementara kedua matanya sudah mengeluarkan air mata.&lt;i&gt; “Saya minta maaf kepada semua warga…”&lt;/i&gt; ucap Siami yang tak sanggup lagi meneruskan kalimatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sang suami terus membimbing, membuat perempuan ini kembali melanjutkan pernyataan maaf. Namun, suasana kian ricuh karena massa terus berteriak &lt;i&gt;“usir”&lt;/i&gt;. Baik petugas polisi dan tokoh masyarakat berusaha menenangkan situasi. Baru kemudian kembali terdengar suara Siami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tangan gemetar dan ketegaran yang dipaksakan, Siami kembali berucap, &lt;i&gt;“Saya tidak menyangka permasalahan akan seperti ini. Saya hanya ingin kejujuran ada pada anak saya. Saya sebelumnya sudah berusaha menyelesaikan persoalan dengan baik-baik.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan tulus Siami tidak juga membuat massa tenang, sampai akhirnya polisi memutuskan untuk mengevakuasi Siami dan keluarganya. Siami diarahkan ke mobil polisi dengan pengamanan pagar betis. Namun massa tetap berusaha merangsek, ingin meraih tubuh Siami. Sejumlah warga bahkan sempat menarik-narik kerudung Siami hingga hampir terlepas. Siami akhirnya berhasil diamankan ke Mapolsek Tandes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Ny Siami dan suaminya enggan memberi komentar usai kericuhan. Namun, kakak kandung Siami, Saki, mengakui bahwa adiknya saat ini dalam tekanan yang luar biasa. &lt;i&gt;“Dia tak tahan lagi dengan tekanan warga. Sampai tidak mau makan hari-hari ini. Nanti kami akan merasa tenang jika di Gresik,”&lt;/i&gt; kata Saki. Benjeng, Gresik adalah daerah asal Siami. Saat ini Al, anak Siami yang dipaksa memberi contekan, juga diungsikan ke Benjeng setelah rumahnya beberapa kali didemo warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ny Leni, perwakilan warga menyatakan bahwa pihaknya masih akan terus menuntut agar tiga guru yang dicopot tetap mengajar di SDN Gadel 2 dan menuntut Siami bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Budaya sakit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Daniel M Rosyid yang juga Penasihat Dewan Pendidikan Jatim, menyesalkan tindakan warga Gadel yang berencana mengusir keluarga Siami, ibunda Al. &lt;i&gt;“Tuntutan warga untuk mengusir keluarga Al tidak masuk akal. Itu tidak bisa dituruti,”&lt;/i&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel menilai tuntutan warga tersebut sudah tidak rasional. Perbuatan benar yang dilakukan ibu Al, Siami, dinilai warga justru malah salah. Tindakan menyontek rupanya sudah mengakar dan menjadi kebiasaan bahkan budaya di masyarakat. &lt;i&gt;“Warga ternyata sakit,”&lt;/i&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula Kepala Sekolah Sukatman dan dua guru kelas VI, Fatkhur Rohman dan Prayitno, sudah legowo dan menerima keputusan sanksi yang diberikan. &lt;i&gt;“Saya kira ini kalau dibiarkan masyarakat akan sakit terus. Orang jujur malah ajur, ini harus kita cegah,”&lt;/i&gt; papar Daniel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, hasil tim independen pimpinan Daniel Rosyid menyampaikan temuannya bahwa Al, anak Siami, memang diintimidasi guru sehingga mau memberikan contekan. Namun, tim tidak menemukan cukup bukti sehingga Unas di SDN Gadel 2 perlu diulang. Alasannya tim independen tidak menemukan hasil jawaban Unas yang sistemik sama, dan nilai Unas pun hasilnya tidak sama. Al ternyata membuat contekan yang diplesetkan. Al tidak seluruhnya memberikan jawaban yang benar. Dan kawannya pun tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban Al. Sehingga hasil ujian tidak sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu tim juga mempertimbangkan Unas ulang akan memberatkan siswa dan wali murid. Sanksi yang direkomendasikan yakni sanksi administratif dari Pemkot Surabaya kepada guru yang melakukan intimidasi kepada Al.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan temuan tim independen ditambah pemeriksaan Inspektorat Pemkot Surabaya itulah, Wali Kota Tri Rismaharini akhirnya mencopot Kepala Sekolah SDN Gadel 2 Sukatman dan dua guru kelas VI Fatkhur Rohman dan Prayitno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.surya.co.id/2011/06/10/ny-siami-si-jujur-yang-malah-ajur"&gt;Surya Online&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-4031360763757229284?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/4031360763757229284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/06/ny-siami-si-jujur-yang-malah-ajur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4031360763757229284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4031360763757229284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/06/ny-siami-si-jujur-yang-malah-ajur.html' title='Ny Siami, Si Jujur yang Malah Ajur'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-1235992329720249635</id><published>2011-06-13T19:21:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T19:21:55.729-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Miskin Dilarang Sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekolah Bukan Bimbel'/><title type='text'>Sekolah Jangan Pungut Uang Les!</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://omagus.com/wp-content/uploads/2009/07/timbangan.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="168" src="http://omagus.com/wp-content/uploads/2009/07/timbangan.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sekolah diminta tidak memungut uang les kepada siswa, karena sekolah bukanlah lembaga kursus. Jika sekolah memberikan pelajaran tambahan, dana bisa diambil dari Biaya Operasional Sekolah (BOS).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Demikian ditegaskan Ketua Dewan Pendidikan Kota Surakarta (DPKS), Ichwan Dardiri saat dihubungi Joglosemar, Rabu (8/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jadi tidak dengan cara meminta uang les, karena sekolah bukan lembaga kursus,” &lt;/i&gt;tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu menanggapi keluhan murid dan walimurid di SMPN 7 Solo yang menyatakan, siswa kelas VII dan kelas VIII dipungut biaya les Rp 40.000 per bulan. Bahkan ketika tidak ada pelajaran tambahan pun, biaya les tetap dipungut. Jika siswa tak membayar, maka dilarang ikut Ujian Kenaikan Kelas (UKK) (Joglosemar, Rabu (8/6).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ichwan pun menegaskan, pemungutan uang gedung jangan sampai mengganggu hak siswa dalam belajar, apalagi sampai melarang siswa dalam mengikuti UKK yang menjadi hak mereka.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Hal ini karena uang gedung adalah ranah sekolah, komite dan orangtua. Jangan karena belum lunas uang gedung, lalu anak sampai tidak mendapatkan kartu ujian dan stres,”&lt;/i&gt; ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun mencontohkan, pihaknya menerima keluhan dari masyarakat bahwa  anaknya tidak dapat mengikuti ujian karena belum lunas SPS di salah satu SMK swasta di Solo. &lt;i&gt;“Masih kurang sekitar Rp 1,2 juta dan DPKS berusaha berbicara hal tersebut dengan sekolah agar anak diizinkan mengikuti ujian,”&lt;/i&gt; akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bisa Digratiskan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menentukan besarnya Sumbangan Pembangunan Sekolah (SPS), pihak sekolah harus melibatkan komite sesuai dengan fungsinya sebagai wakil dari masyarakat. &lt;i&gt;“Dan ini merupakan kesepakatan bersama yang nantinya juga melibatkan orangtua sesuai kesanggupannya. Kalau orangtua sudah sanggup berarti harus konsekuen,”&lt;/i&gt; kata Ichwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam perjalanannya, lanjut ichwan, jika ternyata orangtua tidak mampu membayar, dapat dilakukan wawancara antara komite dan orangtua. &lt;i&gt;“Kita lihat kalau tidak mampu diberi keringanan dengan mengangsur, dikurangi jumlahnya atau gratis sama sekali jika benar tidak mampu,”&lt;/i&gt; jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemui terpisah di ruang kerjanya, Pengawas SMP dan SMA Disdikpora Solo, Soedjinto mengatakan, dasar pembuatan SPS dengan melihat faktor kebutuhan seperti standar sarana dan prasarana. &lt;i&gt;“Jadi sekolah mengidentifikasi kebutuhan selama satu tahun. Tapi yang sudah ada jangan diada-adakan lagi dan harus dibicarakan dengan komite. Jadi sebelum Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), hal ini dapat diinformasikan kepada orangtua,”&lt;/i&gt; paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://harianjoglosemar.com/berita/sekolah-jangan-pungut-uang-les-45793.html"&gt;Joglosemar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-1235992329720249635?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/1235992329720249635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/06/sekolah-jangan-pungut-uang-les.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/1235992329720249635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/1235992329720249635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/06/sekolah-jangan-pungut-uang-les.html' title='Sekolah Jangan Pungut Uang Les!'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-6945283201513917599</id><published>2011-05-22T19:54:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T19:54:07.919-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Efektif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Terpadu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menjadi Guru Ideal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Guru Berwibawa vs Guru Idola</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/05/13061141531340073933_300x187.91946308725.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="124" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/05/13061141531340073933_300x187.91946308725.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Keberadaan dan kehadiran Guru masih begitu sentral dalam proses pembelajaran di sekolah walalupun hakikatnya proses pembelajaran sekarang ini tidak lagi terfokus pada hanya seorang guru dimana guru hanya berperan sebagai seorang fasilitator saja dan para peserta didik dituntut untuk lebih kreatif dan lebih cerdas dalam menguasai kompetensi-kompetensi yang dipelajarinya.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sosok sentral inilah menjadikan sosok seorang guru dituntut benar-benar menguasai materi-materi yang diampunya dan peserta didikpun sering kali bisa memberikan penilaian atas kinerja dan kemampuan guru yang bersangkutan, jangan salah banyak peserta didik walalupun selama mereka berada dalam kelas duduk rapi, tidak ribut, selalu mengerjakan tugas namun kenyataannya mereka selalu membicarakan guru yang bersangkutan karena ketidakmampuannya dalam menyampaikan materinya, interaksi dengan peserta didik kurang, komunikasi yang berjalan searah, monoton dan tidak variatif, membosankan dan banyak lagi hal-hal yang harus diperbaiki guru yang terkadang tidak disadarinya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diluar dari konteks tersebut teringat ketika dulu bersekolah sering kali para guru-guru ini merupakan figur yang berwibawa dan penuh kharisma, contohnya baru melihat gurunya saja dari kejauhan siswapun sudah ”Takut” atau tidak lagi berbuat yang macam-macam dengan kata lain guru yang bersangkutan memberikan pelajaran dengan sikap dan gerak geriknya, tidak perlu kata-kata dengan suara keras apalagi cenderung kasar hanya dengan melihatnya saja siswapun sudah menurut dan nunut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda di kondisi yang sekarang kehadiran guru seolah-olah layaknya sebagai seorang teman saja yang bisa diajak berbicara kapan saja tanpa ada rasa “segan” dan lainnya biasanya guru-guru yang seperti inilah yang sering dikatagorikan sebagai guru idola, idola karena kedekatannya dengan siswa mungkin saja karena kebaikannya bukan karena kepiawaiannya dalam mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari Guru yang berwibawa atau Guru yang diidolakan yang penting adalah bagaimana peran guru dalam proses mengajarnya sehingga menghasilkan siswa yang berprestasi dan mempunyai kemampuan terhadap semua kompetensi yang diajarkan yang dibuktikan dengan Hasil belajar siswa dengan nilai yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/23/guru-berwibawa-vs-guru-idola/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-6945283201513917599?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/6945283201513917599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/guru-berwibawa-vs-guru-idola.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6945283201513917599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6945283201513917599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/guru-berwibawa-vs-guru-idola.html' title='Guru Berwibawa vs Guru Idola'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-7156004794341169897</id><published>2011-05-22T19:47:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T19:47:04.697-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Training Motivasi Belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Matematika'/><title type='text'>Matematika Masih Jadi Momok</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-3tioT9Jo5tA/TZAGxrUR5JI/AAAAAAAAAEI/363DuUl16pI/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-3tioT9Jo5tA/TZAGxrUR5JI/AAAAAAAAAEI/363DuUl16pI/s200/images.jpg" width="195" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Evaluasi hasil ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) Maret lalu menunjukkan, mata pelajaran matematika dan bahasa Indonesia masih menjadi momok siswa.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menjelaskan, hal tersebut terlihat dari persentase siswa yang meraih nilai di bawah 5,5 pada kedua mata pelajaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Pada mata pelajaran matematika, 51,44 persen atau 2.391 siswa tidak lulus. Sementara 38,44 persen atau 1.786 siswa tidak lulus pada mata pelajaran bahasa Indonesia,” &lt;/i&gt;kata Mendiknas, Jumat (20/5).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mendiknas melanjutkan, untuk mata pelajaran bahasa Inggris, siswa yang meraih nilai di bawah 5,5 hanya 3,27 persen atau 152 orang. &lt;i&gt;“Saya juga heran, mengapa siswa Indonesia justru lebih pintar bahasa Inggris,” &lt;/i&gt;imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mata pelajaran jurusan seperti Sosiologi, Fisika, Kimia, dan Biologi, siswa yang tidak lulus 319 orang atau 6,86 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan ada hal lain yang perlu dicapai dalam sistem pendidikan nasional. Melalui sistem pendidikan yang mencerdaskan dan bermoral, tidak menutup kemungkinan pada abad ke-21, Indonesia bisa lahir sebagai negara maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sasaran pendidikan bukan hanya kecerdasan tetapi juga moral, budi pekerti, serta kepribadian yang tangguh, unggul dan mulia,”&lt;/i&gt; kata Presiden pada acara yang digelar di Hall D PRJ, Kemayoran, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY yakin dalam periode 10, 20, 30, atau 100 tahun lagi akan tercipta generasi muda yang unggul. Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi muda unggul sebagai pilar negara maju di abad ke-21.  &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dengan ridha Tuhan Yang Maha Kuasa, dan dengan kerja keras, Indonesia bisa jadi negara maju,”&lt;/i&gt; kata Presiden menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://harianjoglosemar.com/berita/matematika-masih-jadi-momok-44202.html"&gt;Joglosemar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-7156004794341169897?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/7156004794341169897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/matematika-masih-jadi-momok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/7156004794341169897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/7156004794341169897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/matematika-masih-jadi-momok.html' title='Matematika Masih Jadi Momok'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-3tioT9Jo5tA/TZAGxrUR5JI/AAAAAAAAAEI/363DuUl16pI/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-2646850169773724059</id><published>2011-05-22T19:40:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T19:40:44.977-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PPDB Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinas Pendidikan Sukoharjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIK'/><title type='text'>Disdik Sukoharjo tak tertarik terapkan PPDB online</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/dokumen/2011/05/ilustrasi-akhdian.net_.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="102" src="http://www.solopos.com/dokumen/2011/05/ilustrasi-akhdian.net_.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo tidak tertarik untuk menerapkan sistem online dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada tahun ajaran 2011/2012 untuk SMA/SMK dan SMP di Sukoharjo.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kabid SMP, SMA, dan SMA Disdik Sukoharjo, Dwi Atmojo Heri mengatakan sistem PPDB online belum cocok untuk Sukoharjo. Pasalnya, masih terdapat banyak kekurangan dalam penggunaan sistem itu. &lt;i&gt;“Untuk perangkat, seperti komputer sebenarnya sudah ada semua. Tapi, kami belum akan menerapkan PPDB onlinepada tahun ini. Belum cocok untuk masyarakat Sukoharjo,”&lt;/i&gt; jelas Heri, akhir pekan kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melanjutkan, melihat dari pengalaman yang ada, dengan menilik beberapa daerah yang sudah menerapkan PPDB online, banyak calon siswa baru yang justru kebingungan dengan penggunaan sistem online. Begitu pula dengan wali murid yang mendampinginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/sukoharjo/disdik-sukoharjo-tak-tertarik-terapkan-ppdb-online-99121"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-2646850169773724059?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/2646850169773724059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/disdik-sukoharjo-tak-tertarik-terapkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2646850169773724059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2646850169773724059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/disdik-sukoharjo-tak-tertarik-terapkan.html' title='Disdik Sukoharjo tak tertarik terapkan PPDB online'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-6382518798695154320</id><published>2011-05-22T19:34:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T19:34:23.905-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Optimalisasi Intelligencia Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Pendidikan'/><title type='text'>Waspada.. Orang Kurang Berpendidikan itu Cepat Tua Lho!</title><content type='html'>Orang yang kurang berpendidikan itu cenderung menua lebih cepat. Demikian menurut sebuah penelitian di Inggris yang mencakup 400 wanita dan pria.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/guFueZaYoAqwBDbI_zoLng--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Y2g9MjYwO2NyPTA7Y3c9MzYwO2R4PTA7ZHk9MDtmaT11bGNyb3A7dz0xOTA-/http://media.zenfs.com/id-ID/News/republika/sel-dna-manusia-_110520112231-340.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/guFueZaYoAqwBDbI_zoLng--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Y2g9MjYwO2NyPTA7Y3c9MzYwO2R4PTA7ZHk9MDtmaT11bGNyb3A7dz0xOTA-/http://media.zenfs.com/id-ID/News/republika/sel-dna-manusia-_110520112231-340.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bukti DNA memperlihatkan sel penuaan lebih sempurna di orang dewasa yang tidak punya kualifikasi pendidikan dibandingkan dengan mereka yang punya gelar sarjana. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal kesehatan Brain, Behaviour and Immunity.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti berpikir pendidikan akan membuat orang hidup lebih sehat. Yayasan Jantung Inggris mengatakan penelitian yang dilakukan di London ini memperkuat perlunya usaha untuk mengatasi masalah kesenjangan sosial. Hubungan antara kesehatan dan status ekonomi sosial itu muncul dengan jelas lewat hasil penelitian ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang miskin itu cenderung merokok, kurang berolahraga dan kurang punya akses untuk mendapatkan jaminan kesehatan dibanding mereka yang kaya. Selain itu, latar belakang pendidikan cenderung menjadi faktor penentu yang bisa mempengaruhi kondisi kesehatan mereka dalam jangka panjang. Hal ini disebabkan karena latar belakang pendidikan membantu orang mengambil keputusan yang lebih bagus terkait kondisi kesehatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrew Steptoe, profesor dari University College London yang menggusung penelitian ini, mengatakan bahwa pendidikan adalah pertanda status sosial yang orang dapatkan dalam awal hidupnya. &lt;i&gt;''Penelitian kami menunjukan kondisi status sosial yang rendah itu mempercepat tumbuhnya sel penuaan,'&lt;/i&gt;' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim peneliti Professor Stetoe mengambil sampel darah dari lebih 400 orang dewasa berumur antara 53 dan 75 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://id.berita.yahoo.com/waspada-orang-kurang-berpendidikan-itu-cepat-tua-lho-042237964.html"&gt;Yahoo&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-6382518798695154320?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/6382518798695154320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/waspada-orang-kurang-berpendidikan-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6382518798695154320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6382518798695154320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/waspada-orang-kurang-berpendidikan-itu.html' title='Waspada.. Orang Kurang Berpendidikan itu Cepat Tua Lho!'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-368579987974284639</id><published>2011-05-22T19:31:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T19:31:11.351-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Pendidikan Alternatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreatif dan Inovatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Memanfaatkan Keping Cakram (CD/DVD) Bekas</title><content type='html'>Percaya nggak kalau CD/DVD bisa menjadi barang yang bermanfaat bahkan menguntungkan? Bahkan CD/DVD bisa menjadi kerajinan yang berpeluang ekspor.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-E-3_2p1E-08/TdXjrt-g4bI/AAAAAAAAB8Y/27xL6ycszpU/s400/835747_cardholder1-300x224.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://2.bp.blogspot.com/-E-3_2p1E-08/TdXjrt-g4bI/AAAAAAAAB8Y/27xL6ycszpU/s200/835747_cardholder1-300x224.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Coba bayangkan jika masing-masing orang di dunia ini memiliki 5 CD/DVD yang sudah tidak terpakai lagi. Tentu dunia ini akan dipenuhi CD/DVD bekas. Dari pada dibuang sayang, lebih baik kita mengkreasikannya menjadi barang yang menguntungkan. Peluang bisnis dari CD/DVD bekas ini sangat besar.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kerajinan dari CD/DVD bekas ini patut Anda coba karena pasanya masih luas. Kerajinan ini memiliki keunikan tersendiri. Banyak kreasi yang bisa dihasilkan dari CD/DVD bekas ini. Seperti tempat tisu, bingkai foto, lampu, hiasan dinding, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis ini dapat dilakukan oleh para pelajar atau orang tua. Artinya bisnis ini bisa dilakukan oleh semua kalangan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pasar untuk produk ini cukup luas. Produk yang dihasilkan memiliki variasi harga yang beragam. Harga produk yang dihasilkan tergantung dari tingkat kesulitan dalam membuatnya. Cara pembuatan yang mudah memiliki harga yang lebih rendah dari pada barang yang dibuat dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah cara pembuatan tempat tisu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan dan peralatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 2 buah CD/DVD bekas&lt;br /&gt;2. Lem Kayu&lt;br /&gt;3. Cat kayu&lt;br /&gt;4. Penggaris&lt;br /&gt;5. Gergaji Kecil&lt;br /&gt;6. Pernis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pembuatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Potong CD/DVD menjadi setengah bagian&lt;br /&gt;* Lukislah CD/DVD sesuai dengan kreasi Anda&lt;br /&gt;* Siapkan potongan kayu ukuran 6 cm x 15 cm x 1 cm (1 buah) disebut papan A, 15 cm x 3 cm x 1 cm (2 buah) disebut sebagai papan B, 15 cm x 2 cm x 1 cm (2 buah) disebut sebagai papan C.&lt;br /&gt;* Beri lapisan pernis pada permukaan papan&lt;br /&gt;* Rekatkan papan A dan B sehingga membentuk huruf U. kemudian tempelkan CD/DVD yang telah di lukis pada kedua papan B tersebut.&lt;br /&gt;* Apit CD/DVD yang telah ditempelkan pada papan B. Rekatkan dengan lem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ide-ide kreatif lainnya yang bisa menginspirasi kita untuk memanfaatkan keping cakram bekas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;1) Wallpaper&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-kTI1MfGrjyk/TdXhedAUy1I/AAAAAAAAB7Y/dFHjTP6umgM/s400/cd_wallpaper.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-kTI1MfGrjyk/TdXhedAUy1I/AAAAAAAAB7Y/dFHjTP6umgM/s400/cd_wallpaper.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;2) Handeliers&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-RLP0r1zdwdc/TdXhntUiLJI/AAAAAAAAB7g/7k8VB2Nzx2A/s400/cd-chandelier.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-RLP0r1zdwdc/TdXhntUiLJI/AAAAAAAAB7g/7k8VB2Nzx2A/s400/cd-chandelier.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;3) Kursi Unik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-BpFsaoIz_6A/TdXhxf5tOrI/AAAAAAAAB7o/eV78SqitcTw/s400/cd-chair.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-BpFsaoIz_6A/TdXhxf5tOrI/AAAAAAAAB7o/eV78SqitcTw/s400/cd-chair.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;4) Lampu Hias&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-RRMlewCmIo8/TdXh9XXXG1I/AAAAAAAAB7w/4har_atKdKo/s400/cd-lamp2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-RRMlewCmIo8/TdXh9XXXG1I/AAAAAAAAB7w/4har_atKdKo/s400/cd-lamp2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;5) Penahan Botol&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_PnkZzGGkbI/TdXiWhmnasI/AAAAAAAAB74/GN4jkeSoazo/s400/cd-penahan-botol.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="323" src="http://1.bp.blogspot.com/-_PnkZzGGkbI/TdXiWhmnasI/AAAAAAAAB74/GN4jkeSoazo/s400/cd-penahan-botol.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;6) Barbel&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Uuel1PARuDw/TdXi2QBUCSI/AAAAAAAAB8A/CIAyGtT_Zpw/s400/cd-barbel.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="298" src="http://1.bp.blogspot.com/-Uuel1PARuDw/TdXi2QBUCSI/AAAAAAAAB8A/CIAyGtT_Zpw/s400/cd-barbel.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;7) Hiasan Dinding&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-u_lPd1hgj1w/TdXi_19yfdI/AAAAAAAAB8I/2QKLp282aIQ/s400/cd-hiasan-dinding.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://1.bp.blogspot.com/-u_lPd1hgj1w/TdXi_19yfdI/AAAAAAAAB8I/2QKLp282aIQ/s400/cd-hiasan-dinding.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;8) Jam Meja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-B-2dwX825do/TdXjIgF-A3I/AAAAAAAAB8Q/agi0hKPIsNI/s400/cd-watch.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-B-2dwX825do/TdXjIgF-A3I/AAAAAAAAB8Q/agi0hKPIsNI/s400/cd-watch.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Punya ide-ide menarik lainnya? Ayo berbagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diolah dari berbagai sumber (putrihk.wordpress.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-368579987974284639?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/368579987974284639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/memanfaatkan-keping-cakram-cddvd-bekas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/368579987974284639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/368579987974284639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/memanfaatkan-keping-cakram-cddvd-bekas.html' title='Memanfaatkan Keping Cakram (CD/DVD) Bekas'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-E-3_2p1E-08/TdXjrt-g4bI/AAAAAAAAB8Y/27xL6ycszpU/s72-c/835747_cardholder1-300x224.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-7765052406875524027</id><published>2011-05-22T19:24:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T19:24:17.009-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN/UASBN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Standar Kelulusan UN'/><title type='text'>Tragis, Sekolah DKI Tak Masuk 10 Besar Terbaik!</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/sejumlah-siswa-menunjukkan-piagam-penghargaan-karena-berhasil-lulus-ujian-_110523080157-217.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/sejumlah-siswa-menunjukkan-piagam-penghargaan-karena-berhasil-lulus-ujian-_110523080157-217.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;DKI Jakarta tak lagi menjadi favorit dalam ujian nasional tahun ini. Dari sekian daerah yang bersaing menjadi yang terbaik, nilai UN murni di DKI justru tidak termasuk kategori 10 terbaik.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sekolah di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) menjadi sekolah yang nilai UN murninya paling tinggi. Sekolah tersebut adalah SMA Negeri 10 Fajar Harapan yang berlokasi di Kota Banda Aceh. Dengan pesertanya yang berjumlah 61 siswa, SMA ini berhasil meraih nilai rata-rata tertinggi, yaitu 9,53.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di posisi kedua sekolah terbaik adalah SMA Negeri 4 Denpasar dengan jumlah siswa 259. Nilai rata-ratanya berbeda 0,04 saja dari SMA Negeri 10 Fajar Harapan, 9,49. Dan urutan ketiga diraih SMA Negeri 1 Tasikmalaya dengan nilai rata-rata 9,40. Jumlah siswanya lebih banyak, yaitu 302 peserta. Sisanya berasal dari kabupaten Lamongan, kabupaten Aceh Besar, kota Bekasi, dan kabupaten Kudus.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari SMA Negeri 4 Denpasar pula, 4 orang siswa menjadi siswa terbaik yang nilai UN murninya tertinggi se-Indonesia. Sisanya diraih anak-anak dari SMA Negeri 2 Tasikmalaya, SMA Negeri 2 Lamongan, dan SMA Negeri 2 Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tingkat sekolah menengah kejuruan, nilai rata-rata tertinggi diperoleh dua provinsi, yaitu Sumatra Utara dan Jawa Barat. Di tingkat nasional, SMK Negeri 1 Sipispis lah yang memperoleh nilai rata-rata tertinggi. Dengan jumlah peserta UN 27 orang, SMK yang terletak di kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara ini memperoleh nilai rata-rata 9,44.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua sekolah swasta di kabupaten ini juga meraih nilai UN tertinggi, yaitu SMK Yapim Sei Bamban dan SMK Darul Amaliyah. &lt;i&gt;"Kalau di SMA sekolah negeri yang berjaya, di tingkat SMK sekolah swasta yang tertinggi nilai rata-ratanya,"&lt;/i&gt; kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, akhir pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun DKI cukup berbangga karena dua siswa yang berasal dari DKI berhasil masuk 10 besar yang perolehan nilai UN murninya tertinggi. Mereka berasal dari Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Sisanya berasal dari kota Bandung, kota Cimahi, kota Malang, kabupaten Bantul, kabupaten Sragen, dan kabupaten Wonogiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;Republika Newsroom&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-7765052406875524027?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/7765052406875524027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/tragis-sekolah-dki-tak-masuk-10-besar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/7765052406875524027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/7765052406875524027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/tragis-sekolah-dki-tak-masuk-10-besar.html' title='Tragis, Sekolah DKI Tak Masuk 10 Besar Terbaik!'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-3757037737426026721</id><published>2011-05-22T19:14:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T19:14:24.308-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Pendidikan Alternatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Game Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Game Edukatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Optimalisasi Intelligencia Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIK'/><title type='text'>National Geographic Challenge!</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Eu85t3bwKR4/TdjZCEEUEpI/AAAAAAAAB8g/HCqMZI2v4mM/s320/nationalgeographicgames.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-Eu85t3bwKR4/TdjZCEEUEpI/AAAAAAAAB8g/HCqMZI2v4mM/s200/nationalgeographicgames.jpg" width="140" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;National Geographic Challenge adalah permainan yang sangat menghibur cocok bagi seluruh keluarga, dan juga ideal untuk teman-teman yang ingin bermain sambil belajar yang akan membawa pemain untuk sebuah petualangan fantastis penemuan dunia. Tujuan dari setiap permainan adalah menaklukkan sebanyak mungkin wilayah mungkin, mengalahkan lawan Anda dengan memberikan jawaban yang benar untuk menuju dominasi dunia!.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Permainan menggabungkan format kuis dengan arsip National Geographic yang sarat dengan gambar dan materi pengetahuan yang menghasilkan sebuah videogame yang unik dan menyenangkan! Tidak perlu menjadi ahli dalam rangka menghadapi setiap tantangan, yang diperlukan adalah kecepatan, keterampilan visual dan banyak ..... intuisi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;National Geographic Challenge memungkinkan para pemain untuk mengeksplorasi planet kita melalui sejarah dan geografi, memulai sebuah perjalanan melalui dunia yang berbeda dan semua benua yang luas dan menyaksikan umat manusia. Karya-karya Michelangelo, rahasia kaisar Nero, petualangan Kaisar besar, misteri tentang sejarah Charlemagne, keanehan kehidupan hewan dan keingintahuan geografis paling aneh yang terkandung dalam &lt;i&gt;"National Geographic Challenge!"&lt;/i&gt; akan memuaskan dahaga Anda untuk pengetahuan!&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Permainan berisi 60 menit video definisi tinggi, game mini menghibur, 4.000 pertanyaan yang berbeda dan gambar resolusi tinggi yang memungkinkan Anda untuk menemukan dunia dalam segala keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;National Geographic Challenge memiliki berbagai mode permainan yang membuatnya cocok untuk semua orang muda dan tua, Single Player, Multiplayer Quiz, Teka-teki yang kompetitif antara dua pemain, Classic Puzzle dan permainan teka-teki tradisional. Dalam modus Explorer, hingga empat pemain bisa berkompetisi untuk memenangkan Negara Bumi dengan menjawab pertanyaan, menantang diri mereka sendiri untuk memecahkan teka-teki berdasarkan game mini-dan menggunakan taktik permainan yang berbeda untuk menakut-nakuti lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-7gSyaiIuTAw/TdjZd2eE03I/AAAAAAAAB8o/OJ4qwIG9IKU/s400/nationalgeographicgames1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://2.bp.blogspot.com/-7gSyaiIuTAw/TdjZd2eE03I/AAAAAAAAB8o/OJ4qwIG9IKU/s320/nationalgeographicgames1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://mediadidik.blogspot.com/2011/05/national-geographic-challenge-2011.html"&gt;Media Didik&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-3757037737426026721?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/3757037737426026721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/national-geographic-challenge.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3757037737426026721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3757037737426026721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/national-geographic-challenge.html' title='National Geographic Challenge!'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Eu85t3bwKR4/TdjZCEEUEpI/AAAAAAAAB8g/HCqMZI2v4mM/s72-c/nationalgeographicgames.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-2958245603223415127</id><published>2011-05-18T19:23:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T19:23:45.662-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Miskin Dilarang Sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahalnya Biaya Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><title type='text'>Nak, Urungkan Niatmu Jadi Sarjana…</title><content type='html'>&lt;i&gt;“Maafin aku nak ya,urungkan niatmu untuk menjadi sarjana. Ayah tidak sanggup menyediakan uang sebesar itu dalam waktu sekejap,”&lt;/i&gt; kata itu mungkin yang sering muncul dari seeorang ayah yang anaknya diterima menjadi mahasiswa jalur undangan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dulu jalur ini dikenal dengan PMDK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/05/13057699591230582800.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="182" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/05/13057699591230582800.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bagaimana tidak, seorang teman di facebook,  &lt;a href="http://www.facebook.com/home.php#%21/coenhusainpontoh/posts/10150185073318500"&gt;Coen Husain Pontoh&lt;/a&gt;, menuliskan keluh kesahnya di statusnya. &lt;i&gt;“Keponakan saya keterima di salah satu universitas terkemuka di pulau Jawa melalui jalur “undangan.” Tapi untuk bisa masuk kuliah ia pertama kali harus bayar Rp. 40 juta kontan,”&lt;/i&gt; tulisnya, &lt;i&gt;“Kampusnya terkenal sebagai kampus rakyat, namanya: Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta,”&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saja, orang tua yang gajinya di atas upah minimum, katakanlah Rp. 2,5  juta/bulan, belum tentu bisa menyediakan uang sebesar itu dalam waktu yang singkat. Kecuali kalau orang tua itu nyambi korupsi tentunya. Padahal upah minimum seorang buruh atau karyawan/karyawati di Jakarta berkisar Rp. 1,2 jutaan.Pada situs Pemprov DKI Jakarta pada tanggal 29 Nov 2010 diberitakan bahwa Upah Minimum DKI Jakarta (UMP/UMR DKI Jakarta) tahun 2011 telah ditetapkan, yaitu sebesar Rp 1.290.000 per bulan per orang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa ini artinya? Artinya, jika kita anak seorang buruh yang gajinya sesuai upah minimum atau 2 kalinya upah minimum yang ditetapkan pemerintah, maka kita dilarang untuk menjadi mahasiswa. Kampus hanya untuk orang kaya. Orang miskin, dilarang masuk kampus untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang boleh belajar di kampus adalah orang-orang kaya. Sementara jika pendidikan tinggi adalah salah satu pintu masuk untuk merubah kehidupan agar lebih baik, maka pintu itu sekarang sudah berlahan-lahan ditutup. Yang kaya makin kaya dan yang miskin tetaplah miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak peduli di negeri yang mengklaim berdasarkan Pacasila, yang berdasarkan Ketuhanan, Kamanusiaan dan Keadilan Sosial. Yang jelas di negeri ini, anak orang miskin silahakan minggir dari pendidikan tinggi. &lt;i&gt;“Salah sendiri loe miskin, orang miskin, mampus aja loe,”&lt;/i&gt; mungkin itu kata-kata yang muncul di pikiran, hati dan lisan para petinggi negeri ini yang membiarkan komersialisasi pendidikan semakin menggila..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, urungkan niatmu jadi sarjana ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah jangan menangis terus, Nak…Mungkin kita hidup di negeri yang salah…Di negeri yang menganggap orang-orang miskin hanya sekedar angka bukan warga negara…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/19/nak-urungkan-niatmu-jadi-sarjana/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-2958245603223415127?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/2958245603223415127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/nak-urungkan-niatmu-jadi-sarjana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2958245603223415127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2958245603223415127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/nak-urungkan-niatmu-jadi-sarjana.html' title='Nak, Urungkan Niatmu Jadi Sarjana…'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-6280642883669302804</id><published>2011-05-18T19:20:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T19:20:09.728-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebangkitan Nasional Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Bangkitkan Indonesia dengan Pendidikan</title><content type='html'>Berdirinya budi utomo pada 20 mei 1908 adalah langkah awal bangkitnya rasa nasionalisme bagi bangsa Indonesia, maka dari itu hari lahirnya budi utomo ini diperingati sebagai hari kebangkitan nasional Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQwZDTL3AK_xKEPdiY3S30jdb9UZNiavrtNGyXDCfABVkAc91l0Gg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="139" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQwZDTL3AK_xKEPdiY3S30jdb9UZNiavrtNGyXDCfABVkAc91l0Gg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Namun, semangat kebangsaan itu tidak statis, tetapi harus terus dipelihara dan diperkuat dari waktu ke waktu mengingat suatu saat nanti generasi penerus indonesia akan menghadapi zaman, iklim dan perjuangan yang sama sekali berbeda dengan hal hal yang yang telah kita dan pendahulu kita lakukan untuk memajukan negeri ini.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Walaupun untuk mengubah negeri untuk lebih maju itu tidak semuadah membalikan telapak tangan Salah satu alternatif bagi kita untuk memajukan bangsa ini adalah dengan memajukan dunia pendidikan di Indonesia dan hal ini juga menjadi pr penting bagi pemerintah. Oleh karena itu sistem pendidikan yang baik dan sarana penunjangnya harus dijadikan batu loncatan bagi kebangkitan nasional kedua.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan yang mengajarkan nilai dan sikap yang baik akan membuat para pelajar untuk berlaku cinta kepada tanah airnya dan sesamanya serta mengajak bangsanya pada kehidupan yang lebih baik. Mewujudkan kehidupan yang lebih baik adalah bentuk kebangkitan nasional, yang tentunya harus selalu ditingkatkan sampai kepada tingkat dimana kehidupan bangsa Indonesia layak dijadikan contoh bagi bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/19/bangkitkan-indonesia-dengan-pendidikan/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-6280642883669302804?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/6280642883669302804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/bangkitkan-indonesia-dengan-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6280642883669302804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6280642883669302804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/bangkitkan-indonesia-dengan-pendidikan.html' title='Bangkitkan Indonesia dengan Pendidikan'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-7355392793639275015</id><published>2011-05-18T19:13:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T19:13:28.940-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN Sukoharjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='un'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Standar Kelulusan UN'/><title type='text'>Siswa SMK Sukoharjo lulus 100%</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/dokumen/2011/05/16100persen.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.solopos.com/dokumen/2011/05/16100persen.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;"Alhamdulillah... seluruh peserta didik di BBK-SIP kelas VI dan IX lulus 100% dengan hasil yang memuaskan."&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 4.512 siswa SMK di Kabupaten Sukoharjo lulus 100% pada Ujian Nasional (UN) 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk siswa SMA dari 3.366 siswa yang tidak lulus 7 anak. Adapun bagi siswa Madrasah Aliyah (MA) dari 412 siswa yang tidak lulus 1 siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo, Joko Raino Sigit menuturkan persentase siswa SMA yang lulus sebanyak 99,79% dan siswa MA yang lulus persentasenya 99,76%&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Dari data tingkat kelulusan siswa SMA/MA ada kenaikan karena tahun sebelumnya sekitar 98 persen. Kenaikan itu dipacu adanya sosialisasi kriteria kelulusan lebih awal dan adanya kriteria penilaian kelulusan yang berbeda dari tahun lalu,”&lt;/i&gt; papar Joko saat ditemui wartawan, Senin (16/5/2011).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/sukoharjo/siswa-smk-sukoharjo-lulus-100-98138"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 class="post-title single-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/sukoharjo/8-siswa-sukoharjo-kandas-di-un-98059" rel="bookmark" tiptitle="8 Siswa Sukoharjo kandas di UN"&gt;8 Siswa Sukoharjo kandas di UN&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Tsf8hh-fm94/TCGaa9fk7PI/AAAAAAAAAL0/HD5gAoPFc2M/s1600/lulus-un.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="76" src="http://3.bp.blogspot.com/_Tsf8hh-fm94/TCGaa9fk7PI/AAAAAAAAAL0/HD5gAoPFc2M/s200/lulus-un.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tujuh siswa SMA dan satu siswa MA di Kabupaten Sukoharjo tidak lulus  ujian nasional tahun ini. Seperti halnya di daerah lain, pengumuman  kelulusan SMA/MA/SMK itu dilakukan serentak, Senin (15/5). Kabid SMP, SMA, dan SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo, Dwi  Atmojo Heri mengatakan tingkat kelulusan untuk SMA mengalami kenaikan  dibanding tahun lalu. Untuk tahun ini, 99,79 % dari 3.366 siswa SMA  lulus sekolah. Sedangkan tingkat kelulusan untuk siswa MA mencapai  99,76%.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Untuk tahun ajaran lalu, kelulusan SMA sebanyak 98%. Jadi, ada  kenaikan menjadi 99,79%,“&lt;/i&gt; papar Heri saat dijumpai wartawan, Minggu  (15/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk tingkat kelulusan siswa SMK bisa dicapai 100%. Perbaikan  tingkat kelulusan tersebut, didukung indikator kelulusan yang tidak  hanya mempertimbangkan nilai ujian nasional (UN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Kelulusan tahun ini tidak hanya ditentukan hasil nilai UN, tapi juga  nilai rapor dan ujian sekolah. Hal itulah yang mungkin menyebabkan  adanya kenaikan kelulusan pada tahun ini,”&lt;/i&gt; beber Heri. Dia menambahkan,  pengumuman kelulusan SMA di seluruh Jawa Tengah sudah disepakati dan  akan dilakukan serentak, Senin ini. Kendati, sebagian besar pegawai  kantor di beberapa daerah sedang mengambil cuti bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Tidak ada penundaan. Pengumuman tetap dilakukan sebagaimana jadwal  yang sebelumnya ditetapkan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan  (BSNP),”&lt;/i&gt; tutur Heri. Dalam pengumuman kelulusan ini, sambung Heri,  Disdik juga sudah mengantisipasi agar siswa tidak melakukan perayaan  dengan cara konvoi. Sementara bagi siswa yang tidak lulus, dihimbau  untuk mengambil kejar paket C. &lt;i&gt;“Pelaksanaan kejar paket C, kemungkinan  akan dimulai Juli-Agustus,”&lt;/i&gt; pungkas Heri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/sukoharjo/8-siswa-sukoharjo-kandas-di-un-98059"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-7355392793639275015?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/7355392793639275015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/siswa-smk-sukoharjo-lulus-100.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/7355392793639275015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/7355392793639275015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/siswa-smk-sukoharjo-lulus-100.html' title='Siswa SMK Sukoharjo lulus 100%'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Tsf8hh-fm94/TCGaa9fk7PI/AAAAAAAAAL0/HD5gAoPFc2M/s72-c/lulus-un.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-6606264891538168723</id><published>2011-05-18T18:56:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T18:56:00.977-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Menjawab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Siswa main PS saat jam sekolah, guru harus tanggung jawab</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/dokumen/2011/05/1705seminar-360x270.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://www.solopos.com/dokumen/2011/05/1705seminar-360x270.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Orangtua sebaiknya meletakkan komputer di ruang tamu, ruang kerja orangtua atau ruang tamu. Tempat-tempat tersebut merupakan tempat ideal meletakkan komputer sebagai salah satu upaya mengatasi dampak buruk penggunaan komputer dan Internet.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pendapat itu disampaikan staf pengajar di Jurusan Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Didiek S Wiyono, saat menjadi pembicara Seminar Nasional bertema Wujudkan Generasi Teknologi, Generasi Islami dan Generasi Berbudi di aula kampus PGSD UNS, Solo, Selasa (17/5). Seminar tersebut diselenggarakan oleh Sentra Kegiatan Islam PGSD UNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat tidak ideal untuk meletakkan komputer, katanya, adalah kamar tidur, ruang bermain anak atau ruang yang jarang mendapat perhatian lainnya. Selain meletakkan komputer pada tempat ideal, ungkapnya, pengaruh buruk teknologi juga bisa diatasi dengan menemani dan membimbing anak saat mengakses Internet, membuat jadwal penggunaan komputer, membuat kesepakatan apa yang boleh dilakukan anak dan apa yang tidak boleh dilakukan anak, memilihkan program aplikasi yang tepat bagi anak, mengembangkan kemampuan anak dalam menggunakan komputer dan Internet.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pakar pendidikan anak, Farida Nur’Aini, menguraikan karakter anak yang mudah ingin tahu, mudah meniru dan penuh energi merupakan sasaran empuk dampak negatif media. Televisi merupakan media yang sangat mudah dinikmati karena anak tidak memerlukan banyak usaha. Ponsel juga rentan bagi anak. Sedangkan Internet merupakan media paling berbahaya bagi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Pasalnya melalui Internet, semua info termasuk info yang tidak baik dan terlarang, bisa diakses. Oleh karena itu sebaiknya orangtua kembali menjalankan peran utamanya sebagai orangtua. Kita harus menyadari bahwa anak-anak adalah anak kita, bukan anak media. Jadi kita yang harus mendidiknya,”&lt;/i&gt; jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penceramah lain, Subki Al-Bughury, mengungkapkan bekal yang harus dimiliki seorang generasi adalah pendidikan, ilmu dan hikmah serta melatih untuk siap memimpin dan dipimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/?p=98288"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-6606264891538168723?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/6606264891538168723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/siswa-main-ps-saat-jam-sekolah-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6606264891538168723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6606264891538168723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/siswa-main-ps-saat-jam-sekolah-guru.html' title='Siswa main PS saat jam sekolah, guru harus tanggung jawab'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-3730927990796392135</id><published>2011-05-10T19:41:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T19:41:54.201-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info SMA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Pendidikan'/><title type='text'>Masa SMA, Masa Sulit bagi AnakSM</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Jb3_hYEn314/Tcn2oshjtlI/AAAAAAAABG0/lT0VByUqH-o/s1600/Sekolah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-Jb3_hYEn314/Tcn2oshjtlI/AAAAAAAABG0/lT0VByUqH-o/s200/Sekolah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Masa duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), merupakan masa sulit dalam perkembangan anak. Sebab, pada usia tersebut anak sedang kuat-kuatnya mencari jatidiri.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan Paula Santi Rudati salah seorang pembicara dari Politeknik Negeri Bandung dalam seminar tentang perkembangan anak. Seminar itu digelar dalam rangkaian acara Reuni Intan (60 Tahun) SMA Pangudi Luhur St Yosef Solo, di aula setempat Selasa (10/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Karena itu perlu adanya kemandirian agar mereka mendapatkan apa yang mereka cita-citakan,”&lt;/i&gt; ujar Paula dalam seminar yang diikuti siswa dan orangtua siswa itu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Paula menuturkan, sekarang sungguh berbeda dengan zaman dulu di mana anak dituntut mandiri. Tetapi sekarang anak cenderung suka dilayani. &lt;i&gt;“Karena itu kita sebagai orangtua cukup menyiapkan kebutuhannya saja dan membiarkan anak menyadari apa yang sesungguhnya mereka butuhkan,”&lt;/i&gt; papar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak juga sepantasnya tidak diberikan beban untuk selalu harus memiliki peringkat bagus di sekolah. &lt;i&gt;“Cukup ditumbuhkan kesadarannya dan bukan beban. Dengan demikian diharapkan anak dapat menganalisa sendiri,”&lt;/i&gt; imbaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang pembicara yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Aria Bima mengatakan, saat ini anak berada dalam atmosfer yang materialistis, pragmatis dan individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan tantangan bagi orangtua dan guru mengingat akibat dari itu semua adalah anak akan mencari kesenangan singkat dan dengan cara yang singkat pula. Penanganannya antara lain dengan komunikasi keluarga. Selain itu perlu adanya sinergi antara pendidikan dan kultur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://harianjoglosemar.com/berita/masa-sma-masa-sulit-bagi-anak-43475.html"&gt;Joglosemar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 class="post-title single-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/pendidikan/sistem-pendidikan-alami-disorientasi-97326" rel="bookmark" tiptitle="Sistem pendidikan alami disorientasi"&gt;Sistem pendidikan alami disorientasi&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="byline"&gt;&lt;span class="byline-prep byline-prep-author"&gt;&lt;/span&gt;&lt;abbr class="published" title="Selasa, 10 Mei 2011 | 20:13"&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="interactive_right" style="float: right; padding: 0pt 0pt 10px 10px;"&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" scrolling="no" src="http://platform.twitter.com/widgets/tweet_button.html?url=http%3A%2F%2Fwww.solopos.com%2F2011%2Fpendidikan%2Fsistem-pendidikan-alami-disorientasi-97326&amp;amp;text=Sistem%20pendidikan%20alami%20disorientasi&amp;amp;count=horizontal&amp;amp;lang=id_ID" style="height: 21px; width: 65px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" scrolling="no" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.solopos.com%2F2011%2Fpendidikan%2Fsistem-pendidikan-alami-disorientasi-97326&amp;amp;layout=button_count&amp;amp;show_faces=true&amp;amp;width=80&amp;amp;action=like&amp;amp;font=arial&amp;amp;colorscheme=light&amp;amp;height=21" style="border: medium none; height: 21px; overflow: hidden; width: 80px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Sistem pendidikan di Indonesia saat ini dinilai telah mengalami  disorientasi. Banyak lembaga pendidikan yang hanya berusaha mencukupi  kebutuhan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian itu disampaikan anggota DPR, Aria Bima, di sela-sela seminar bertema &lt;i&gt;Pendampingan Anak Usia SMA Menuju Insan Dewasa Berkarakter&lt;/i&gt;  yang diselenggarakan oleh SMA Pangudi Luhur Santo Yosef, Solo, di aula  sekolah setempat, Selasa (10/5). Kegiatan itu diikuti siswa dan orangtua  siswa.&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="color: purple; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.bloggembel.com/wp-content/uploads/2010/07/SISWA-SMA.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://www.bloggembel.com/wp-content/uploads/2010/07/SISWA-SMA.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;“Anak seharusnya dibiasakan berpikir analitis. Apa yang mereka kerjakan seharusnya didasarkan pada hasil riset mereka sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Bima mengungkapkan proses pendidikan seharusnya diarahkan pada model  yang mengedepankan sisi intelektualitas dan berorientasi pada kematangan  atau kecerdasan emosi anak. Terlebih saat ini banyak anak yang berpikir  pragmatis, individual dan materialistis. Hal itu menjadi tantangan  tersendiri bagi dunia pendidikan. &lt;i&gt;“Seharusnya, pendidikan dikembalikan  kepada komunitas keluarga dengan mengedepankan aspek budi pekerti dan  agama,”&lt;/i&gt; ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara lainnya, Paula Santi Rudati, mengungkapkan untuk  mengoptimalkan kecerdasan anak, sejak kecil seorang anak harus dilatih  untuk mengerti kebutuhannya sendiri. Dalam hal kebutuhan makan misalnya,  orangtua seharusnya menyediakan semua makanan yang dibutuhkan anak.  Lalu anak dibiasakan makan ketika merasa lapar. &lt;i&gt;“Anak seharusnya  dibiasakan berpikir analitis. Apa yang mereka kerjakan seharusnya  didasarkan pada hasil riset mereka sendiri.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara lainnya, Erlangga Tri Putranto, menekankan pentingnya  kemandirian untuk meraih sukses. Menurutnya, ada kesalahan dalam dunia  pendidikan di Indonesia saat ini. Yaitu kebiasaan orangtua dan guru  untuk memanjakan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/pendidikan/sistem-pendidikan-alami-disorientasi-97326"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-3730927990796392135?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/3730927990796392135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/masa-sma-masa-sulit-bagi-anaksm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3730927990796392135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3730927990796392135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/masa-sma-masa-sulit-bagi-anaksm.html' title='Masa SMA, Masa Sulit bagi AnakSM'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Jb3_hYEn314/Tcn2oshjtlI/AAAAAAAABG0/lT0VByUqH-o/s72-c/Sekolah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-1427350359806042729</id><published>2011-05-10T19:32:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T19:32:28.833-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prestasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Global'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><title type='text'>Lagi, Tim Olimpiade Fisika Indonesia Meraih Medali Emas</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.floresnews.com/fn1/files/medali%20emas.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="151" src="http://www.floresnews.com/fn1/files/medali%20emas.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Terdengar dari Tel Aviv (Israel), Evan Laksono, siswa perwakilan SMAK Ipeka Tomang Jakarta untuk Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TIFO), akhirnya berhasil mendapatkan 1 medali emas (1).  Rekannya yang lain, Erwin Handoko Tanin (SMA Sutomo 1 Medan) dan Limiardi Eka Sancerio (SMAK Penabur Gading Serpong Tengerang), masing-masing memperoleh 2 Honorable Mention (HM). HM adalah satu penghargaan saja yang diberikan di bawah peringkat perunggu. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ajang kompetisi Asian Physic Olympiad (APhO) ke-12 ini terselenggara dari tanggal 1 sampai 9 Mei 2011, dan diikuti 16 negara peserta. Beberapa negara yang menjadi pesaing terberat adalah China, Taiwan, Rusia, dan Israel. China sendiri memperoleh 8 medali emas dan menjadi negara terbanyak yang mendapatkan medali itu (2).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan, kita hanya mengirim 5 siswa. Tetapi tradisi emas tetap dapat dipertahankan. Total pencapaian prestasi di APhO dari sejak tahun 2005 adalah 23 medali emas, 15 perak, 27 perunggu dan 35 HM. Sedangkan di ajang International Physics Olympiad (IPhO), sejak 2002, siswa kita telah meraih 20 medali emas, 18 perak, 25 perunggu dan 15 HM. Setuju, ini memang benar-benar tradisi prestasi emas yang terukir dengan konsisten.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kabar lainnya di balik berita, TIFO tidak menemui kesulitan di bandara karena adanya surat keterangan yang dikeluarkan oleh kementerian pendidikan Israel. Kita tahu bersama, Israel adalah negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Indonesia. Tentang hal ini tidak akan dibahas sebagai keutamaan tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis ingin mengutip apa yang dikatakan Prof.Yohanes Surya, Ph.D dulu, ketika siswa kita mendapatkan 2 medali emas dan 2 perunggu di International Biology Olympiad tahun 2010 lalu (3), “Bahkan, di kalangan internasional, pelajar Indonesia termasuk yang disegani”. Lanjutnya lagi, “Yang penting kini adalah melakukan pembinaan yang baik terhadap siswa-siswa berbakat dan berprestasi”.  Mengapa catatan lama ini diangkat? adalah karena pembinaan yang baik itu, sebenarnya, seharusnya, berlaku untuk semua siswa kita. Khususnya jika ini terkait dengan fenomena akhir-akhir ini, hal-hal yang sebaliknya justru terdengar miris dari hasil survei Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) terhadap 1.000 siswa SMP dan SMA di Jakarta. Hasil survei itu membuktikan, ada indikasi kuat sikap yang mendukung dan bersedia ikut melakukan aksi kekerasan menyangkut isu-isu moral dan keagamaan (bisa dilihat dari postingan sebelumnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari direnungkan sejenak. Tampaknya semua ornamen prestasi berlabel emas dunia itu menunjukkan kesenjangan pembinaan belaka. Siswa yang membanggakan itu seperti berada di menara gading. Sementara sebagian yang lain tenggelam dalam sangkar motivasi yang bukan lagi kepada prestasi pendidikan. Dari tahun ke tahun, bahkan berturut-turut, nama siswa kita semakin disegani di mata dunia. Ini jelas-jelas selaras bertautan, jika saja kinerja pembinaan terselenggara baik dan menyeluruh, dengan potensi yang ada, siswa-siswa kita sebenarnya bisa terpacu mendulang kebanggaan, jauh ke hati para orang tua mereka, kebanggaan bagi lingkungannya, termasuk wujud konsistensi prestasi yang mengharumkan nama negara dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu digaris-bawah, yang dinamakan negara itu tentu tidak hanya pemerintah dan Kepala Negara, tetapi semua elemen anak bangsa. Jika siswa larut dalam kegelisahan, terisolasi, dan terhibur dengan jawaban yang menyimpang atas pertanyaan, mengapa bangsa ini tidak maju-maju, kemandirian intelektualitas bukan lagi sebagai suatu yang mendominasi dunia pendidikan, maka prestasi bagi dirinya akan dianggap percuma. Lantas akan dibawa kemana bangsa ini di kemudian hari? Siapa yang harus bertanggung jawab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita selalu begitu sulit mencari penyebab kebobrokan moral dan etika bangsa, tetapi begitu mudah mencari kambing hitam sebagai jawaban pintas yang nihilkan solusi nyata. Jawaban-jawaban ini berlapis-lapis dan perlahan melumpuhkan daya kreativitas, berikut daya saing untuk berlomba-lomba prestasikan diri di dunia pendidikan. Padahal semua ini berarti juga berbicara tentang kemampuan SDM, khususnya tentang sebuah negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan penulis, semoga dalam tahun mendatang, kita bisa kirim lagi lebih banyak siswa, sebanyak siswa dari negara pesaing utama, yang unggul dalam persiapan dan kematangan berkompetisi. Kita tunjukkan kita siap bersaing sampai di negara manapun. Dengan jumlah penduduk yang besar, kilauan prestasi yang juga berasal dari mutiara-mutiara anak-anak daerah, kita sesungguhnya memiliki potensi yang besar. Hallah, kayak ceramah lagi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut… Yang jelas, ini merupakan satu lagi persembahan emas untuk negara kita. Ini satu lagi pembuktian keteladanan yang telah mereka persembahkan kepada semua anak bangsa. Ini satu lagi pembuktian kepercayaan diri, kalau kita mau belajar, kita bisa. Semoga&lt;i&gt; “metabolisme”&lt;/i&gt; kesadaran di pikiran dan hati nurani bangsa ikut terbangun, dan bangkit lagi mengusung harapan bersama, karena tepukan bahu dari mereka-mereka yang telah membuktikan prestasi membanggakan. Amin. Selamat untuk PELAJAR INDONESIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/11/lagi-tim-olimpiade-fisika-indonesia-meraih-medali-emas/"&gt;Bang Kemal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber Informasi:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1)&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.tofi.or.id/?mod=news&amp;amp;read=178"&gt;Tofi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2)&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/08/224391/293/14/Evan-Raih-Emas-di-Olimpiade-Fisika"&gt;Media Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3)&amp;nbsp; &lt;a href="http://edukasi.kompas.com/read/2010/07/26/09392069/Selamat%E2%80%A6.Empat.Emas.untuk.Indonesia.-14"&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4)&amp;nbsp; &lt;a href="http://politik.kompasiana.com/2011/04/27/nii-pancasila-fenomena-siswa-dan-mahasiswa-catatan-pinggir/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5)&amp;nbsp; &lt;a href="http://politik.kompasiana.com/2010/05/14/political-will-dan-konsistensi-arah-kebijakan/"&gt;Politik Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-1427350359806042729?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/1427350359806042729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/lagi-tim-olimpiade-fisika-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/1427350359806042729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/1427350359806042729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/lagi-tim-olimpiade-fisika-indonesia.html' title='Lagi, Tim Olimpiade Fisika Indonesia Meraih Medali Emas'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-4711969956835655631</id><published>2011-05-10T19:26:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T19:44:53.966-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Optimalisasi Intelligencia Anak'/><title type='text'>Nak, Kamu Sekolah untuk jadi Apa?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_A4HR1y-nXBw/TUa3pfsH_-I/AAAAAAAAAHs/7_ZMwY1LxHo/s1600/bingung.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="165" src="http://4.bp.blogspot.com/_A4HR1y-nXBw/TUa3pfsH_-I/AAAAAAAAAHs/7_ZMwY1LxHo/s200/bingung.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Kisah 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah  : &lt;i&gt;"Nak, kamu sekolah untuk jadi apa?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Anak  : &lt;i&gt;"Mau jadi seperti Ayah"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kisah 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah  : &lt;i&gt;"Nak, kamu sekolah untuk jadi apa?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Anak  : &lt;i&gt;"Terserah, mau jadi apa emang saya pikirin"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kisah 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah  : &lt;i&gt;"Nak, kamu sekolah untuk jadi apa?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Anak  : &lt;i&gt;"Justru saya mau nanya, untuk apa Ayah sekolahkan saya!"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah 3 buah kisah dengan tema yang sama tetapi ending yang berbeda, kisah seorang ayah yang mendidik anaknya dan membekalinya dengan ilmu. Dari ketiga kisah tersebut kita bisa mengambil beberapa hal penting sebagai pelajaran dalam memahat masa depan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kisah pertama, seorang anak  dididik untuk terus mengagumi ayahnya sehingga keinginan dan cita - citanya adalah ingin menjadi seperti ayahnya. Ini sangat bagus karena si anak akan sangat respect kepada setiap titah si ayah. Dia akan sangat senang mengerjakan segala keinginan ayah walaupun terkadang bertentangan dengan keinginannya. Pada sisi ini si anak menjadi penurut dan terkadang lebih pasif. Kekurangannya adalah jika si Ayah gagal dalam kehidupannya, misalnya bangkrut dalam usahanya, dipecat perusahaan, broken home maka mental si anak juga akan jatuh seiring jatuhnya kehidupan panutannya, Ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kedua, si anak lebih diberi kebebesan dalam berpikir dan menentukan masa depan. Si anak tidak dibebankan menggapai sesuatu hal yang masih ghaib atau tak jelas. Tetapi dia hanya diharapkan belajar dan terus belajar dan menyakini bahwa kesuksesan itu akan datang pada orang yang gigih dan tekun. Berhasil itu tak harus seperti ayahnya karena Anak ataupun Ayah adalah individu yang terpisah. Disini anak tidak dituntut untuk menjadi yang nomor satu selalu tetapi si anak hanya dituntut menjadi yang terpandai. Tetapi terkadang si Ayah merasa kalau anaknya telah melenceng karena keinginannya tidak bisa diakomodir pada anaknya sehingga akan sering terjadi cekcok antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kisah ketiga, hubungan antara ayah dan anak betul - betul menjadi hubungan sosial yang utuh, penuh diskusi dan tanpa memaksakan kehendak masing - masing. Disini yang dicari adalah keinginan bersama setelah mengetahui keinginan masing - masing. Memang sih kelihatannya anaknya seperti bandel karena membantah orang tua tetapi ayah juga harus bisa menerima pendapat anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/11/nak-kamu-sekolah-untuk-jadi-apa/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-4711969956835655631?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/4711969956835655631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/nak-kamu-sekolah-untuk-jadi-apa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4711969956835655631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4711969956835655631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/nak-kamu-sekolah-untuk-jadi-apa.html' title='Nak, Kamu Sekolah untuk jadi Apa?'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_A4HR1y-nXBw/TUa3pfsH_-I/AAAAAAAAAHs/7_ZMwY1LxHo/s72-c/bingung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-554811635329365747</id><published>2011-05-10T19:17:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T19:17:45.880-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak Gifted'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Optimalisasi Intelligencia Anak'/><title type='text'>Mencermati Potensi Gifted pada Anak</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/05/1305053017181231.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/05/1305053017181231.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Apakah anak anda sering ngeyel, sulit diatur, keras kepala, humoris bahkan senang meledek, kritis, eksploratif alias senang mencoba berbagai hal dan kreatif atau banyak ide? Kalau ya, jangan buru-buru mencap sang anak dengan label buruk seperti &lt;i&gt;‘nakal’&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;‘kurang ajar’&lt;/i&gt; lalu kita menghukumnya dengan pukulan, caci maki dan sanksi lainnya. Percayalah….sesungguhnya anda tengah mendapat amanah dari Tuhan YME untuk mengasuh seorang Anak &lt;i&gt;Gifted&lt;/i&gt; atau Anak Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa (CI+BI) yaitu anak penyandang &lt;i&gt;‘gen jenius’&lt;/i&gt; yang memiliki potensi unggul.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya ilmu tentang Anak &lt;i&gt;Gifted&lt;/i&gt; di Indonesia begitu lambat berkembang karena kurangnya sosialisasi pada masyarakat hingga banyak orang tua bahkan para pendidik sekalipun tidak mengetahui hal ini. Kesalah pahaman seringkali terjadi hingga Anak &lt;i&gt;Gifted&lt;/i&gt; kerap diabaikan, diperlakukan dengan semena-mena dan bahkan sering mendapatkan salah diagnosa yaitu ADD-ADHD, Autis, Asperger, pengidap gangguan jiwa dan lainnya. Tak heran bila mereka lebih banyak berada di jalanan, rumah sakit jiwa atau di penjara ketimbang meraih prestasi akademis yang tinggi serta berbagai medali penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SEJARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di abad ke-4 SM Plato sesungguhnya telah mempelajari tentang keberbakatan pada individu unggul yang lalu diklasifikasikan menjadi 3 kategori terdiri dari tipe Emas, Perak dan Perunggu. Diantara ketiganya, tipe Emas dianggap sebagai individu paling unggul karena banyak memiliki kelebihan dibandingkan lainnya sehingga memerlukan pendidikan khusus karena sangat diperlukan Negara untuk menduduki posisi penting dalam pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Sir Francis Galton (saudara sepupu pencetus teori evolusi Charles Darwin) pada tahun 1869 memberikan pengertian tentang Giftedness yang diperkenalkan pada masa itu, merujuk pada suatu bakat istimewa yang tidak lazim dimiliki oleh manusia biasa yang ditunjukkan oleh seorang individu dewasa. Titik tekan konsepsi keberbakatan istimewa menurut Galton ada pada berbagai bidang. Ia memberi contoh seperti ahli kimia Madame Curie sebagai &lt;i&gt;Gifted chemist&lt;/i&gt; (ahli kimia dengan bakat luar biasa atau istimewa). Menurut Galton keberbakatan istimewa ini adalah sesuatu yang sifatnya diwariskan, artinya keberbakatan istimewa adalah suatu potensi yang menurun (&lt;i&gt;Genetically Herediter&lt;/i&gt;). Anak-anak yang menunjukkan suatu bakat yang istimewa ini kemudian lazim disebut sebagai &lt;i&gt;Gifted Children&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1978 Renzulli menemukan &lt;i&gt;‘Konsepsi The Three Rings’&lt;/i&gt; yang menyebutkan bahwa Anak &lt;i&gt;Gifted&lt;/i&gt; adalah anak-anak yang memiliki tiga komponen utama yaitu IQ di atas rata-rata (&lt;i&gt;Very Superior&lt;/i&gt;: skala Wechsler 130 dan Binet 140), memiliki kreativitas yang tinggi serta motivasi dan komitmen tugas yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat Indonesia memiliki sekitar 1,3 juta anak usia sekolah yang berpotensi &lt;i&gt;Gifted&lt;/i&gt;, sudah sepatutnya masyarakat dan pemerintah peduli pada pendidikan mereka yang kelak menjadi sumber SDM unggul hingga dapat diberdayakan untuk memajukan negara serta mengangkat martabat Indonesia di dunia Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IDENTIFIKASI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara mudah untuk mengenali potensi &lt;i&gt;Gifted&lt;/i&gt; pada anak kita? Mengingat tak ada satu bayi pun yang saat dilahirkan langsung diberi label &lt;i&gt;Gifted&lt;/i&gt; di dahinya oleh Tuhan Sang Maha Pencipta. Untuk itu para orangtua diharapkan agar jeli mengamati perkembangan perilaku anaknya mulai dari saat dilahirkan, saat kanak-kanak dalam kesehariannya di rumah serta performanya saat di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saat Bayi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para ahli keberbakatan di negara maju, seorang anak yang berpotensi &lt;i&gt;Gifted&lt;/i&gt; dapat dilihat dari perkembangannya sejak usia 0 – 2,5 tahun melalui gejala umum yang ditunjukannya seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bobot tubuhnya lebih besar dibanding rata-rata anak lainnya saat dilahirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak sabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cepat dalam perkembangan membalas senyuman dan melihat ke sekeliling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Waktu tidur yang sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sangat waspada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sangat sensitif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Perkembangannya cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mempunyai pola yang tetap dan teratur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Seringkali sangat tergantung, seringkali menuntut perhatian lebih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mempunyai daya ingat yang kuat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saat Berada Di Rumah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Smutny ( 2003), cara lain yang dapat digunakan para orang tua dalam mengidentifikasi Anak &lt;i&gt;Gifted&lt;/i&gt; yakni saat berusia antara 4 sampai 8 tahun dengan mengamati perilaku mereka saat berada di rumah antara lain cenderung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap banyak hal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memiliki banyak perbendaharaan kata dan menggunakan kalimat lengkap saat berbicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memiliki sense of humor yang tinggi dan berpikir dengan cerdas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menyelesaikan masalah dengan cara yang unik atau tidak biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memiliki ingatan yang bagus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menunjukkan bakat yang menonjol dalam seni, musik atau drama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menunjukkan imajinasi yang orisinil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mandiri dan berinisiatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Memiliki minat baca yang tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Memiliki perhatian dan keinginan yang menetap   dalam tugas yang dikerjakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Merupakan anak yang dapat belajar dengan cepat&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saat Berada di Sekolah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik intelegensi tinggi bukan hanya para Anak &lt;b&gt;Gifted &lt;/b&gt;saja, tapi juga dimiliki Anak &lt;i&gt;Bright/High Achiever&lt;/i&gt;. Meski keduanya sama-sama memiliki IQ di atas rata-rata, namun memiliki karakteristik berbeda yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 3.5pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid black; height: 3.5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Bright/HighAchiever&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: black black black -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; height: 3.5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Gifted&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 3.5pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 3.5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Menjawab pertanyaan   dengan benar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 3.5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Mempersoalkan pertanyaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 3.5pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 3.5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Berminat dengan sesuatu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 3.5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Penasaran dengan sesuatu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Menunjukkan perhatian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Terlibat emosional,   mental, dan fisik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Gagasan bagus, populer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Gagasan aneh, konyol,   tidak umum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Bekerja keras agar   sukses ujian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Jarang belajar, hasil   ujian bagus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Menjawab soal sesuai   pertanyaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Memperluas konteks   pertanyaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Suka linearitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Gemar kompleksitas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Pemerhati yang baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Pengamat yang kritis,   bawel&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Mendengarkan penuh minat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Menyimak untuk siap   berdebat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;-&lt;/b&gt;8 kali pengulangan materi&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;8 kali pengulangan   materi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Memahami gagasan orang   lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Membentuk gagasan   sendiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Senang berteman dengan   sebaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Bergaul dengan orang   dewasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Menarik kesimpulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Mempertanyakan keputusan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Menyelesaikan tugas yang   diberikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Memulai proyek sendiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Berminat dengan sesuatu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 239.4pt;" width="319"&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Penasaran dengan sesuatu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/11/mencermati-potensi-gifted-pada-anak/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-554811635329365747?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/554811635329365747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/mencermati-potensi-gifted-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/554811635329365747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/554811635329365747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/mencermati-potensi-gifted-pada-anak.html' title='Mencermati Potensi Gifted pada Anak'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-8086427481768152361</id><published>2011-05-10T19:02:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T19:02:24.924-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggaran Pendidikan 20%'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Pendidikan'/><title type='text'>Matinya Pendidikan di Indonesia</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZGXqfj0KIiI/TcnuEPu81EI/AAAAAAAABGw/XyukxdHLjaQ/s1600/sekolah2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZGXqfj0KIiI/TcnuEPu81EI/AAAAAAAABGw/XyukxdHLjaQ/s200/sekolah2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pendidikan adalah salah satu instrumen utama dalam pembentukan kepribadian masyarakat. Masyarakat yang berkepribadian baik adalah mereka yang dihasilkan dari sistem pendidikan yang baik. Sebaliknya, sistem pendidikan yang buruk turut serta berperan dalam pembentukan karakter buruk masyarakat. Pola pendidikan di Indonesia saat ini tak ubahnya dengan pola pendidikan kolonial yang hanya menghendaki kaum ningrat saja yang bersekolah.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dikarenakan pendidikan Indonesia telah dirasuki oleh kapitalisme dan neo-liberalisme, dimana kualitas pendidikan rakyat ditentukan oleh kekuatan modal. Mereka yang kaya dapat memasuki sekolah unggulan dan mendapat kualitas pendidikan yang optimal, sementara untuk mereka yang tidak memiliki biaya jangan harap mereka mendapat kualitas pendidikan yang sama dengan mereka yang punya uang. Ini berarti pemerintah telah melanggar UU. No. 20 Tahun 2003 pasal 5 yang berbunyi: &lt;i&gt;“Negara menjamin setiap warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu“.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah. Namun, bukan berarti segala beban itu diberikan kepada rakyat. Masih menjadi kewajiban bagi pemerintah dalam menjamin pendidikan bagi rakyatnya, baik yang kaya ataupun yang miskin. Negara juga tidak boleh hanya menjadi sebatas regulator saja seperti yang dilakukan oleh pemerintah saat ini. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apabila negara hanya sebatas regulator saja dalam sistem pendidikan di Indonesia, ini tak ubahnya merupakan transisi institusi-institusi pendidikan di Indonesia menjadi layaknya sebuah perusahaan perseroan terbatas. Dimana akan terjadi persaingan antara institusi pendidikan yang satu dengan yang lain, serta membuat para lulusan dari sistem pendidikan di Indonesia tak ubahnya kuli. Pendidikan di mata kapitalis memang tak ubahnya sebagai pabrikan yang mencetak buruh-buruh dengan SDM yang murah dan mudah dieksploitasi. Sekolah tidak lebih dari produsen tenaga kerja pesanan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa pada tahun 2005 terdapat 385.000 pengangguran dimana mereka adalah para sarjana dari berbagai universitas di Indonesia. Masih segar dalam ingatan kita akan kasus terbunuhnya praja IPDN, dimana praja yang dididik menjadi pengayom rakyat justru menjadi seorang pembunuh. Bentrok antar mahasiswa juga menjadi hal yang biasa di kampus-kampus di Indonesia. Bahkan anak sekolah pun sudah mengenal tawuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kasus lain juga meningkat di kalangan pelajar Indonesia seperti seks bebas, narkoba, aborsi, hingga kasus-kasus kriminalitas yang lain. Kualitas pendidikan di Indonesia juga menyedihkan, dimana menurut survey UNDP pada tahun 2002 menyebutkan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia berada pada peringkat 110 dari 179 negara. Potret buram tadi menggambarkan hal yang menyedihkan bagi kualitas pendidikan di Indonesia. Pendidikan Indonesia tidak mampu menghasilkan seseorang yang berkepribadian unggul serta memiliki penguasaan atas sains dan teknologi. Padahal, dua perkara tadi merupakan komponen penting untuk membangun bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/10/matinya-pendidikan-di-indonesia/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-8086427481768152361?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/8086427481768152361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/matinya-pendidikan-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8086427481768152361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8086427481768152361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/matinya-pendidikan-di-indonesia.html' title='Matinya Pendidikan di Indonesia'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ZGXqfj0KIiI/TcnuEPu81EI/AAAAAAAABGw/XyukxdHLjaQ/s72-c/sekolah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-2811428943090358551</id><published>2011-05-09T19:12:00.000-07:00</published><updated>2011-05-09T19:12:15.304-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keteladanan Orang Tua'/><title type='text'>Ajari Anak dengan Pendidikan Keteladanan</title><content type='html'>Semoga di saat anda membaca tulisan saya ini, anda semua dalam keadaan sehat wal’afiat. Semoga pula kesuksesan hidup dalam aktivitas sehari-hari senantiasa mengiringi hidup anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun berharap wajah-wajah keceriaan mengiringi hari-hari indah anda bersama keluarga. Keluarga sakinah mawaddah warahmah. Keluarga yang di dalamnya ada figur keteladanan dari ayah dan ibu.  Mampu memimpin keluarga kecil bahagia sejahtera dengan penuh kasih sayang, karena didalamnya telah ditanamkan pendidikan keteladanan.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PJDQXdI3UkY/S_5ihmsNlBI/AAAAAAAAAP4/gdoKvGJunA4/s320/keteladanan.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="143" src="http://4.bp.blogspot.com/_PJDQXdI3UkY/S_5ihmsNlBI/AAAAAAAAAP4/gdoKvGJunA4/s200/keteladanan.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pendidikan keteladanan di mulai dari keluarga dan diajarkan pula di sekolah. Anak sudah harus diarahkan untuk mengikuti hal-hal baik yang dilakukan oleh para orang dewasa agar mereka mendapatkan contoh konkrit dari apa yang dilihatnya.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak adalah mesin foto copy yang canggih, apapun yang diperbuat oleh bapak dan ibunya maupun lingkungan keluarga akan dicontoh oleh si anak,. Tinggal sekarang kemana si anak akan diarahkan? Oleh karena itu bijaklah dalam berbicara maupun bertindak. Ingatlah dalam keluarga ada yang sedang menjiplak anda.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan anak diawali dari rumah. Oleh karenanya semakin besar anak, sebagai orang tua harus semakin berhati-hati bertingkah laku dan berkata-kata, takut anak meniru yang buruk. Anak-anak adalah peniru yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan keteladanan sebenarnya ada dalam rumah-rumah kita. Dia bersemayam dalam hati kita masing-masing, karena pada hakekatnya keteladanan muncul dari dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu terlihat dari bagaimana seorang ayah yang melindungi anak-anaknya dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa. Bagaimana seorang ibu yang menyayangi anak-anaknya dengan penuh kasih sayang dan belaian lembut seorang ibu. Semua itu mereka lakukan demi keberlangsungan hidup anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ayah dan ibu tak lagi menjadi teladan bagi anak-anaknya. Ketika seorang kakak tak memberikan teladan kepada adiknya, dan ketika yang tua tak memberikan teladan kepada yang muda. Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu akan melihat bahwa budi pekerti telah hilang dari dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang muda tentu akan mengikuti gaya orang tuanya. Bila orang tuanya baik, maka anak pun akan cenderung baik. Ketika orang tuanya jahat, maka anak pun akan berkecenderungan jahat pula. Lingkungan sangat membentuk kepribadian anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan keteladanan harus dimulai dari keluarga. Para orang tua harus dapat memberikan keteladanan kepada anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang tua mengajak anaknya untuk beribadah, maka orang tuanya itu harus memberikan keteladanan lebih dulu. Jangan sekali-kali mengajak anak untuk beribadah, ketika  orang tua tak melakukannya. Sebab bila itu terjadi anak akan protes dan cenderuang memaki dan mengumpat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja keluar kalimat, &lt;i&gt;“ayah saja tidak sholat, dan ibu saja tidak mengaji”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya anak melihat kelakuan buruk orang tuanya. Anak akan cepat meniru apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Keteladanan positif pun tak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi orang tua ideal perlu ilmu. Menjadi guru ideal juga perlu ilmu. Jika orang tua dan guru mengamalkan ilmunya dengan benar, saya yakin keteladanan bisa diberikan pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, banyak suami istri tidak mencari ilmu mendidik anak karena sibuk dengan urusan pemenuhan kebutuhan keluarga. Mereka mengandalkan guru di sekolah untuk mendidik anaknya. Namun, ternyata guru telanjur dipusingkan dengan urusan administrasi sekolah dan urusan keluarga. Mereka hanya sempat mentransfer materi pelajaran tapi lupa menanamkan keteladanan.  Kalau sudah begitu, semoga kita tidak termasuk golongan orang yang merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan keteladanan harus dipupuk dari anak masih usia dini. Tentu memori otaknya akan menyimpan semua hal baik yang dilihatnya. Tetapi bila kita sebagai orang tua tak memberikan keteladanan, maka jangan salahkan bila anak kita berkelakukan kurang ajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia persekolahan kita, pendidikan keteladanan harus diberikan guru kepada anak didiknya. Menyatu dalam kurikulum yang bernama pendidikan karakter atau watak. Di sinilah fungsi mendidik itu diperlukan. Para peserta didik diajarkan bagaimana mencontoh hal-hal baik yang ada dalam kehidupannya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tua lupa bahwa mereka itu guru pertama bagi anaknya. Keluarga itu adalah sekolah pertama anak. Merah, putih, dan hitamnya anak tergantung pada orang tuanya. Sayangnya, urusan mendidik anak dianggap sebagian orang tua  hanyalah urusan guru di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira, pendidikan keteladanan akan berjalan dengan baik dalam dunia pendidikan bila kita sebagai orang tua, guru, dan dosen mampu memberikan keteladanan kepada anak-anaknya. Tak perlu ini dan itu dalam memberikan keteladanan, karena keteladanan itu sederhana. Sangat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kenapa di antara kita sering tak melakukannya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Blogger Persahabatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;b&gt;Omjay&lt;/b&gt;, &lt;a href="http://wijayalabs.com/"&gt;Wijaya Labs&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-2811428943090358551?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/2811428943090358551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/ajari-anak-dengan-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2811428943090358551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2811428943090358551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/ajari-anak-dengan-pendidikan.html' title='Ajari Anak dengan Pendidikan Keteladanan'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PJDQXdI3UkY/S_5ihmsNlBI/AAAAAAAAAP4/gdoKvGJunA4/s72-c/keteladanan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-8880708474625042905</id><published>2011-05-09T19:07:00.000-07:00</published><updated>2011-05-09T19:07:59.762-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menjadi Guru Ideal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Google Books'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIK'/><title type='text'>Memanfaatkan Google Books untuk Belajar</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://books.google.co.id/intl/id/googlebooks/images/books_logo_lg.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://books.google.co.id/intl/id/googlebooks/images/books_logo_lg.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Beberapa guru, terutama yang sedang sekolah lagi, sering menanyakan pada saya mengenai bahan-bahan untuk penelitian. Menurut saya untuk bahan terkait penelitian, saya lebih suka membaca jurnal dan buku, ketimbang membaca artikel di website.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Artikel di website saya gunakan untuk menemukan &lt;i&gt;“kata-kata kunci”&lt;/i&gt; yang kemudian saya cari lagi di buku. Untuk keperluan ini saya senang menggunakan &lt;b&gt;&lt;a href="http://books.google.co.id/bkshp?hl=id&amp;amp;tab=wp"&gt;Google Books&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tinggal mengetikkan kata kunci ke dalam kotak ‘search‘ dan saya bisa menemukan buku terkait kata kunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saat saya mengetikkan frase &lt;i&gt;“reflexive teaching“&lt;/i&gt; saya bisa menemukan 33.400 buku terkait reflexive teaching. Banyak banget kan?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, salah satu kelemahan dari google books adalah bahwa kita jarang bisa menemukan buku yang bisa kita baca dari depan ke belakang secara utuh. Biasanya kita hanya diperkenankan membaca beberapa bab saja (atau ada buku-buku yang tidak bisa kita baca sama sekali). Kita juga tidak bisa men-download buku. Buku pun  harus dibaca selagi &lt;i&gt;online&lt;/i&gt;. Ini berbeda dengan e-book yang seluruh bukunya bisa didownload dan bisa kita baca dalam keadaan &lt;i&gt;off-line&lt;/i&gt;. (&lt;i&gt;Saat ini kita sudah bisa mendownload buku di Google Books dengan &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.softpedia.com/progDownload/Google-Book-Downloader-Download-112996.html"&gt;Google Books Downloader&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;/i&gt;-Red)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu saya tetap merasakan manfaat yang besar dengan adanya google books. Kemudahan melakukan searching topik sangat membantu saya mencari bahan apapun yang saya inginkan. Membaca beberapa bab dari berbagai buku terkait tema yang sama bisa membantu saya memperdalam pemahaman saya mengenai topik tertentu. Beneran deh, lumayan banget loh! Mau mencoba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/09/memanfaatkan-google-books-untuk-belajar/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-8880708474625042905?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/8880708474625042905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/memanfaatkan-google-books-untuk-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8880708474625042905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8880708474625042905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/memanfaatkan-google-books-untuk-belajar.html' title='Memanfaatkan Google Books untuk Belajar'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-5155820760022193516</id><published>2011-05-08T20:09:00.000-07:00</published><updated>2011-05-08T20:09:46.821-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Efektif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Terpadu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menjadi Guru Ideal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Idealisme Guru Dinilai Menurun</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://gugus3cikupa.files.wordpress.com/2011/04/teacher.jpg?w=187&amp;amp;h=172" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="183" src="http://gugus3cikupa.files.wordpress.com/2011/04/teacher.jpg?w=187&amp;amp;h=172" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Idealisme guru dinilai mulai menurun. Ini karena sistem kapitalisme pendidikan yang membuat guru menjadi sibuk sendiri mengejar kesejahteraan hidup, dan melupakan tugas pokok kepada siswa yaitu mengasuh, mendidik dan memelihara.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Demikian ditegaskan praktisi pendidikan Al Firdaus, Siti Rohimah saat berbicara dalam seminar pendidikan Kapitalisasi Pendidikan Mengikis Idealisme Guru, yang digelar Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) cabang Solo di SMKN 7, Minggu (8/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Siti, tugas dari seorang guru tidak hanya sekadar menyampaikan materi kepada anak. Lebih dari itu, guru harus melihat satu persatu apakah anak sudah memahami materi yang diberikan atau belum. Pemahaman itu tak hanya sekadar klasikal, namun harus dilihat secara individual sejauh mana pemahaman anak.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Seorang guru memiliki fungsi seperti orangtua di sekolah. Tidak sekadar melihat dari sudut nilai saja, melainkan harus mengetahui apakah anak sudah senang, nyaman dan menikmati pembelajaran tersebut atau belum,”&lt;/i&gt; terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti mengatakan bahwa yang dimaksud idealisme guru, berarti guru harus menjadi guru sejati. Di mana seorang guru sejati adalah guru yang mengasuh, mendidik, memelihara dan ikhlas dalam mendidik generasi penerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Tidak cukup hanya itu saja untuk dapat menjadi guru sejati. Seorang guru juga harus profesional, sehingga paling tidak guru harus memeliki beberapa kompetensi. Kompetensi tersebut di antaranya seperti  pedagogi, profesionalisme dan sosial,”&lt;/i&gt; ujar Siti dalam seminar yang diikuti puluhan guru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, guru sejati juga harus berdedikasi tinggi yaitu bekerja keras serta dapat menjadi teladan bagi para siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang panitia seminar, Indri Setiowati berharap, melalui seminar ini para guru dapat kembali kepada idealisme dan fungsi yang benar sebagai seorang pengajar. Tidak sekadar transfer ilmu, tetapi juga moral. &lt;i&gt;“Karena itu seharusnya guru tidak mengorbankan jiwa pendidiknya tetapi tetap sejahtera. Kami juga berharap pendidikan dapat dinikmati oleh semua kalangan,”&lt;/i&gt; ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://harianjoglosemar.com/berita/idealisme-guru-dinilai-menurun-43303.html"&gt;Joglosemar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-5155820760022193516?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/5155820760022193516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/idealisme-guru-dinilai-menurun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/5155820760022193516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/5155820760022193516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/idealisme-guru-dinilai-menurun.html' title='Idealisme Guru Dinilai Menurun'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-4286163548213543561</id><published>2011-05-08T19:59:00.000-07:00</published><updated>2011-05-08T19:59:25.226-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Efektif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Terpadu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Karakter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Pendidikan'/><title type='text'>Pendidikan Anak Bangsa</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://brigade1809.files.wordpress.com/2010/12/education.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://brigade1809.files.wordpress.com/2010/12/education.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;2 mei 1889, di Yogyakarta lahirlah seorang anak yang dimasa depannya tampil sebagai salah satu pejuang garda depan dalam perjuangan kemerdekaan bangsanya. Dia adalah Raden Mas Soewardi Soeryaningrat atau lebih dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara. Seorang tokoh yang berusaha membangun peradaban bangsa melalui pendidikan dengan Tamansiswa-nya. Berkat jasa-jasanya memajukan pendidikan bangsa, oleh pemerintah orde lama, ia diangkat sebagai bapak pendidikan nasional dan tanggal lahirnya diperingati sebagai hari pendidikan nasional.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kini, 2 mei 2011, seratus dua puluh dua tahun setelah kelahiraannya, bangsa ini telah mencapai kemerdekaan. pendidikan pun berkembang seiring dengan perkembangan iptek. Internet, buku-buku, perpustakaan, juga sekolah bertebaran dimana-mana. Akses terhadap pendidikan pun semakin mudah didapatkan. Mungkin itulah memang yang diharapkan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun akses yang mudah itu hanya mampu didapatkan oleh orang berpunya. Sekolah yang berkualitas hanyalah sekolah-sekolah swasta yang bertarif luar biasa mahalnya. Sedang sekolah-sekolah milik pemerintah hanya mampu terengah-engah ketika harus mengejar ketertinggalannya. Hal tersebut dirasa tragis dimana, justru anak bangsa kitalah yang tertinggal di rumah kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jangankan fasilitas, bobot kurikulum sekolah pemerintah hanya mampu mengandalkan “Ujian Nasilonal” sebagai patokan standar bobot kurikulum Indonesia. Sekali lagi, tragis, karena patokan standar pendidikan kita hanyalah sebuah borok yang ditutupi jas-jas luar negeri agar terlihat indah. Bagaimana tidak, standar pendidikan kita yang terlalu dibangga-banggakan karena selalu naiknya angka kelulusan tidak lain hanyalah sebuah kepalsuan. UN yang digembar-gemborkan itu telah kehilangan tajinya dengan selalu terjadinya kebocoran soal dari tahun ke tahun. Sungguh ironi dibalik ironi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jika kita menelisik dalam-dalam, apa arti sesungguhnya pendidikan bagi Indonesia?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat sejarah perjuangan bangsa ini. Pendidikan adalah salah satu perjuangan di garda terdepan dalam membangun bangsa ini. Sejarah yang digoreskan oleh kaum terpelajar bumiputera telah mampu memerdekakan negeri ini. Masa revolusi kemerdekaan, para kaum inteligensia juga turut ambil bagian dalam mempertahankan kemerdekaan. Kaum inteligensia pun mampu menumbangkan rezim-rezim diktatorial Indonesia. Dan mereka melakukan semuanya semata-mata hanya untuk membangun Negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan kaum inteligensia masa kini. Mereka memang mendapatkan pengajaran dan pengetahuan yang jauh lebih baik. Tetapi mereka dididik hanya untuk menjadi alat dari industri yang mengedepankan laba bagi perusahaan yang dibelanya. Kini kaum inteligensia dididik untuk melahap saudaranya sendiri guna mempertahankan pragmatisme mereka. Kini kaum inteligensia dididik guna menghancurkan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya jutaan anak bangsa yang harus mencari nafkah guna mempertahankan eksistensi kehidupannya mampu dilindungi oleh pemerintah, mereka pasti dapat bersekolah. Seandainya biaya pendidikan tidak terus-terusan melambung tinggi, pasti dapat bersekolah. Seandainya pendidikan terhadap anak bangsa mampu terlaksana, niscaya negeri ini pun dapat mempertahankan eksistensinya bukan hanya dari hutang yang terus dipupuki pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, mari kita jadikan hari pendidikan nasional ini sebagai momentum guna memperbaiki kualitas pendidikan kita. Kita jadikan momentum guna melawan kesewenang-wenangan pemerintah yang terus menambah angka biaya pendidikan anak bangsa. Kita jadikan momentum guna membenahi bangsa yang tengah terpuruk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/09/pendidikan-anak-bangsa/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-4286163548213543561?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/4286163548213543561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/pendidikan-anak-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4286163548213543561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4286163548213543561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/pendidikan-anak-bangsa.html' title='Pendidikan Anak Bangsa'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-4796465712679427964</id><published>2011-05-05T23:04:00.000-07:00</published><updated>2011-05-05T23:04:04.648-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Efektif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Terpadu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Optimalisasi Intelligencia Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Kegembiraan bikin anak cerdas</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qyu13QsolJ8/TcOPApFGpXI/AAAAAAAABGs/8G3FatjjVi8/s1600/Anak-SD.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="196" src="http://2.bp.blogspot.com/-qyu13QsolJ8/TcOPApFGpXI/AAAAAAAABGs/8G3FatjjVi8/s200/Anak-SD.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Orangtua, guru maupun insan pendidik lainnya diminta menjaga suasana gembira anak jika menginginkan anak tersebut tumbuh menjadi pribadi yang cerdas. Pasalnya, ketika seorang anak suasana hatinya gembira atau senang, dia akan lebih mudah menerima suatu ilmu dan otak akan berkembang sangat pesat.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pendapat itu disampaikan owner Genius Mind Consultancy (GMC) Solo, Sugeng, di sela-sela acara seminar sehari bertema Mengenal Potensi dan Bakat Anak, Menggali Potensi Jenius pada Anak, yang diselenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/Kelompok Bermain (KB) Bina Bangsa bekerja sama dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Solo dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo, di Ria Rasa Resto, Manahan, Solo, Kamis (5/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: purple; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;“Hal yang bisa menurunkan kemampuan anak pada hakikatnya adalah tekanan atau anak tersebut mengalami stres. Padahal pendidikan di Indonesia banyak yang justru memberikan tekanan besar pada anak”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Sugeng mengungkapkan setiap anak sebenarnya jenius dan memiliki konstruksi otak yang sangat hebat. Namun, kendalanya banyak orangtua belum mengetahui bagaimana menstimulasi anak agar kecerdasannya semakin berkembang. Selain dengan senam otak, katanya, upaya menstimulasi anak agar cerdas harus dilakukan dengan menjaga unsur gembira anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Hal yang bisa menurunkan kemampuan anak pada hakikatnya adalah tekanan atau anak tersebut mengalami stres. Padahal pendidikan di Indonesia banyak yang justru memberikan tekanan besar pada anak,” &lt;/i&gt;ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsultan pendidikan, Dedy Andrianto, menerangkan untuk mengenal bakat dan potensi anak bisa dilakukan dengan mengamati perilaku, kesenangan, minat dan kecepatan perkembangan anak. Selain itu, juga dengan mengidentifikasi dan memetakan perilaku positif menonjol, kesenangan, minat terhadap sesuatu dan kecepatan dari berbagai aspek perkembangan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara berikutnya, imbuh Dedy, yaitu dengan mendukung, memfasilitasi dan memotivasi anak dengan memberikan pembelajaran yang sesuai dengan cara kerja otak anak. Anak juga perlu mendapat pembelajaran yang sesuai bakat, minat dan potensinya. Selain itu, lanjutnya, berikan pula pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan serta pembelajaran yang tuntas, bermakna dan berjenjang bobotnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/pendidikan/kegembiraan-bikin-anak-cerdas-96438"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 class="title"&gt;Kenali Bakat Anak Sejak Dini&lt;/h2&gt;&lt;div class="meta meta-header"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;span class="tgl"&gt;&lt;/span&gt;  Mengenal bakat dan potensi anak sejak dini sangatlah penting.  Untuk mengetahuinya, orangtua dan pendidik harus memahami keunikan,  bakat, dan kemampuan setiap anak yang berbeda-beda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://belajar-mengajar.info/wp-content/uploads/2011/02/hehe.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="183" src="http://belajar-mengajar.info/wp-content/uploads/2011/02/hehe.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Keunikan anak yang berbeda-beda itulah yang nantinya menjadi modal  kecerdasan atau kejeniusannya. Sehingga para orangtua dan pendidik  kemudian meyakini bahwa setiap anak adalah jenius dan cerdas,”&lt;/i&gt; ujar  praktisi dan konsultan pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dedy Andriyanto  dalam seminar di Ria Rasa Resto Solo, Kamis (5/5).&lt;/blockquote&gt;Menurut Dedy, ada beberapa cara dalam mengenal bakat dan potensi anak.  Caranya adalah mengamati perilaku, kesenangan, minat dan kecepatan  perkembangan anak.&lt;i&gt; “Selain itu perlu adanya identifikasi dan pemetakan  perilaku positif yang menonjol serta kesenangannya, dan kemudian dukung,  fasilitasi, dan beri motivasi kepada anak,”&lt;/i&gt; jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedy mengatakan, untuk mendukung, memfasilitasi dan memotivasi anak  dapat dilakukan dengan cara memberikan pembelajaran yang sesuai dengan  cara kerja otak anak. Selain itu, anak harus diberikan pembelajaran yang  sesuai dengan bakat, minat serta potensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dapat juga dengan memberikan kepada anak pembelajaran yang  kreatif dan menyenangkan. &lt;i&gt;“Juga memberikan pembelajaran yang tuntas dan  menghargai proses dan motivasi yang baik,”&lt;/i&gt; kata Dedy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara motivator dari Genius Mind Cosultancy (GMC) Solo, Sugeng  Santoso mengatakan bahwa anak-anak pada umumnya sudah hebat. Tetapi,  kendalanya para orangtua belum tahu bagaimana menstimulasinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, lanjutnya, unsur kegembiraan anak harus selalu dijaga mulai  sejak dini. &lt;i&gt;“Jangan sampai anak berada dalam kondisi stres dan tertekan.  Kondisikan selalu santai,”&lt;/i&gt; harap motivator yang akrab disapa Kak Sugeng  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua panitia yang juga penyelenggara PAUD/KB Bina Bangsa, Dani Pranoto  mengatakan kegiatan ini didukung oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan  Olahraga (Disdikpora) Solo, agar orangtua dan tutor mengenal potensi dan  bakat anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://harianjoglosemar.com/berita/kenali-bakat-anak-sejak-dini-43078.html"&gt;Joglosemar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-4796465712679427964?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/4796465712679427964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/kegembiraan-bikin-anak-cerdas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4796465712679427964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4796465712679427964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/kegembiraan-bikin-anak-cerdas.html' title='Kegembiraan bikin anak cerdas'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qyu13QsolJ8/TcOPApFGpXI/AAAAAAAABGs/8G3FatjjVi8/s72-c/Anak-SD.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-3048270829684297222</id><published>2011-05-02T20:27:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T20:27:23.199-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menjadi Guru Ideal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mendiknas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIK'/><title type='text'>Buku Cetak Diganti Komputer Tablet</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Mendiknas-M-Nuh.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="163" src="http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Mendiknas-M-Nuh.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan mengembangkan komputer tablet yang berisi materi pelajaran. Komputer tablet ini nantinya akan menggantikan buku cetak pelajaran yang selama ini digunakan siswa sekolah.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt; ”Komputer tablet ini akan digunakan sebagai bagian utama dalam sistem pelajaran,”&lt;/i&gt; ujar Mendiknas M Nuh di kantor Kemendiknas, Jakarta, Senin (2/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuh mengatakan, buku yang berbentuk cetak hanya akan menjadi penunjang komputer tablet. Sehingga para siswa tidak perlu lagi membawa buku yang banyak dan berat ke sekolah. &lt;i&gt;”Itu yang membuat mereka kecapekan,”&lt;/i&gt; ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemendiknas dalam hal ini bekerja sama dengan Balai Pustaka dalam menyediakan buku-buku materi pelajaran, Microsoft Indonesia dan Intel Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Nuh tidak menjelaskan kapan komputer tablet ini mulai diluncurkan. Nuh juga tidak sempat menjelaskan mengenai komputer tablet ini, apakah akan dibagikan kepada setiap siswa atau mereka harus membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Direktur Utama Microsoft Indonesia Sutanto Hartono mengatakan, kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan metode pengajaran para guru. Dengan program ini diharapkan guru dan tenaga pengajar akan siap menggunakan metode belajar mengajar abad ke-21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Selain itu juga dapat meningkatkan performa dalam hal e-learning,”&lt;/i&gt; jelas Sutanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutanto menjelaskan Microsoft berkomitmen memberikan dukungan peranti lunak yang dapat diunduh secara gratis dalam rangka proses akademik yang akhirnya akan mendukung karier para siswa di masa mendatang. Microsoft mendukung terus dunia pendidikan Indonesia dalam menyongsong era pendidikan abad 21.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Soal harga akan dibicarakan lebih lanjut,”&lt;/i&gt; ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manager Humas Intel Indonesia Corporation Dhyoti R Basuki mengungkapkan hal serupa. Kerja sama ini merupakan pemanfaatan program dengan tujuan mendukung pilar-pilar kebijakan pendidikan di Kemendiknas.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Dalam pelaksanaan kerja sama ini, Intel akan memperkuat inisiatif pendidikan di Indonesia. Bertujuan untuk memperluas konektivitas pendidikan berbasis TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) dan pengembangan content. Kerja sama ini diharapkan membantu para guru dalam proses pengajaran sehingga menghasilkan metode belajar yang efektif sehingga akan mendorong kreativitas dan inovasi para siswa,”&lt;/i&gt; jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://harianjoglosemar.com/berita/buku-cetak-diganti-komputer-tablet-42828.html"&gt;Joglosemar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-3048270829684297222?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/3048270829684297222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/buku-cetak-diganti-komputer-tablet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3048270829684297222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3048270829684297222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/buku-cetak-diganti-komputer-tablet.html' title='Buku Cetak Diganti Komputer Tablet'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-4653862672581798098</id><published>2011-05-02T20:24:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T20:24:24.832-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Global'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIK'/><title type='text'>Guru Wajib Perdalam Teknologi Informasi</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ql4UUVbcv3k/Tb91UACS9II/AAAAAAAABGo/iuTT_iXQ5_Y/s1600/Internet+Connection.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="154" src="http://3.bp.blogspot.com/-ql4UUVbcv3k/Tb91UACS9II/AAAAAAAABGo/iuTT_iXQ5_Y/s200/Internet+Connection.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setiap guru wajib memperdalam pengetahuan dan keahlian tentang teknologi informasi (TI), guna menunjang pembuatan materi ajar. Hal ini supaya guru mendapatkan bahan ajar yang selalu baru, mengikuti perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (STIE YKPN) Yogyakarta, Dody Hapsoro kepada wartawan saat ditemui di sela-sela workshop bagi guru di SMA Pangudi Luhur St Yosef, Solo, Senin (2/5). &lt;i&gt;“Perkembangan teknologi tidak mungkin dicegah dan dihambat. Justru perkembangan teknologi harus dimanfaatkan, khususnya dalam dunia pendidikan sekarang ini,”&lt;/i&gt; ujar Dody.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, menurut Dody, baik guru maupun anak didik perlu dibekali ilmu pengetahuan tentang bagaimana cara mengolah TI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, TI luwes pemanfaatannya dan tidak terbatas usia seseorang di berbagai jenjang pendidikan. Sedangkan kebutuhan guru akan pemanfaatan internet di kelas, disesuaikan dengan kebutuhan tiap anak dan mata pelajaran yang diajarkan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ia menegaskan bahwa guru tidak cukup hanya mengandalkan buku. Hal ini karena pengetahuan di dalam sebuah buku adalah terbatas. &lt;i&gt;“Banyak buku misal dibuat atau dikarang dari tahun-tahun lalu, tapi baru digunakan tahun ini. Tetapi dengan TI, hari ini ilmu berkembang, hari itu juga dapat diketahui,”&lt;/i&gt; terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu penting bagi guru untuk lebih memperdalam IT dan tidak hanya sekadar mengenal IT saja. &lt;i&gt;“Rata-rata guru sudah mengenal IT karena kebanyakan sudah memiliki laptop. Karena itu diharapkan, agar memanfaatkan dan tidak hanya sekadar mengenal dan saya rasa untuk SMA tidaklah sulit untuk mengaplikasikannya karena tuntutan lingkungan,”&lt;/i&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ketua panitia Sari Dasanta mengatakan, tujuan kegiatan ini selain untuk peningkatan kualitas dan pengetahuan guru, juga untuk meningkatkan mutu pembelajaran khususnya di SMA Pangudi Luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan dengan adanya kegiatan ini maka guru nantinya dalam mengoptimalkan sistem dalam pembelajaran dengan membuat content menarik bagi siswa, agar ada perubahan yang baik dan menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://harianjoglosemar.com/berita/guru-wajib-perdalam-teknologi-informasi-42830.html"&gt;Joglosemar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 class="post-title single-title entry-title"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/pendidikan/bentengi-siswa-guru-wajib-lakukan-pendampingan-95834" rel="bookmark" tiptitle="Bentengi siswa, guru wajib lakukan pendampingan"&gt;Bentengi siswa, guru wajib lakukan pendampingan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="byline"&gt;&lt;span class="byline-prep byline-prep-author"&gt;&lt;/span&gt;&lt;abbr class="published" title="Selasa, 3 Mei 2011 | 01:16"&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="interactive_right" style="float: right; padding: 0pt 0pt 10px 10px;"&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" scrolling="no" src="http://platform.twitter.com/widgets/tweet_button.html?url=http%3A%2F%2Fwww.solopos.com%2F2011%2Fpendidikan%2Fbentengi-siswa-guru-wajib-lakukan-pendampingan-95834&amp;amp;text=Bentengi%20siswa,%20guru%20wajib%20lakukan%20pendampingan&amp;amp;count=horizontal&amp;amp;lang=id_ID" style="height: 21px; width: 65px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" scrolling="no" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.solopos.com%2F2011%2Fpendidikan%2Fbentengi-siswa-guru-wajib-lakukan-pendampingan-95834&amp;amp;layout=button_count&amp;amp;show_faces=true&amp;amp;width=80&amp;amp;action=like&amp;amp;font=arial&amp;amp;colorscheme=light&amp;amp;height=21" style="border: medium none; height: 21px; overflow: hidden; width: 80px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_95835" style="width: 269px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/pendidikan/bentengi-siswa-guru-wajib-lakukan-pendampingan-95834/attachment/2guru" onclick="return TrackClick('http%3A%2F%2Fwww.solopos.com%2F2011%2Fpendidikan%2Fbentengi-siswa-guru-wajib-lakukan-pendampingan-95834%2Fattachment%2F2guru','2guru')" rel="attachment wp-att-95835" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-95835" height="149" src="http://www.solopos.com/dokumen/2011/05/2guru.jpg" title="2guru" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Guru wajib melakukan pendampingan kepada siswa  dalam memanfaatkan teknologi. Tujuannya untuk membentengi siswa dari  perilaku negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disampaikan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YKPN  Jogjakarta, Dr Dody Hapsoro MSPA MBA Ak, saat ditemui Espos di sela-sela  workshop pemanfaatan Internet untuk pembuatan materi ajar berbasis  Internet, di SMA Pangudi Luhur Santo Yosef, Solo, Senin (2/5/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang diikuti semua guru SMA Pangudi Luhur Santo Yosef itu  diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan ulang tahun SMA tersebut  yang ke-60.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dody menguraikan di era globalisasi, mau tidak mau semua orang harus  menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Terlebih seorang guru yang  menjadi garda terdepan dalam proses pendidikan. Jika seorang guru  menguasai teknologi, guru tersebut bisa memberikan pembelajaran yang  menyenangkan bagi siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Guru harus menjadi motivator, mengajak dan mendampingi siswa agar  tidak salah dalam memanfaatkan teknologi. Guru juga harus pandai  memanfaatkan teknologi untuk menunjang proses belajar mengajar,” &lt;/i&gt; jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/pendidikan/bentengi-siswa-guru-wajib-lakukan-pendampingan-95834"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-4653862672581798098?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/4653862672581798098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/guru-wajib-perdalam-teknologi-informasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4653862672581798098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4653862672581798098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/guru-wajib-perdalam-teknologi-informasi.html' title='Guru Wajib Perdalam Teknologi Informasi'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ql4UUVbcv3k/Tb91UACS9II/AAAAAAAABGo/iuTT_iXQ5_Y/s72-c/Internet+Connection.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-2718690813196273376</id><published>2011-05-02T20:15:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T20:15:52.545-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Karakter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Pendidikan karakter jadi gerakan nasional</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/dokumen/2011/05/2pendidikan-360x180.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="http://www.solopos.com/dokumen/2011/05/2pendidikan-360x180.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pendidikan berbasis karakter akan menjadi gerakan nasional mulai tahun ajaran 2011/2012. Hal ini dimulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai perguruan tinggi, termasuk di dalamnya pendidikan nonformal dan informal.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hal itu ditegaskan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh, saat memberikan sambutan dalam upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), sebagaimana dibacakan Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, saat upacara Hardiknas di Balaikota Solo, Senin (2/5/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Walikota Solo, Joko Widodo, menilai pendidikan karakter yang selama ini dilaksanakan di Kota Solo, masih biasa saja. Ia berharap pelaksanaan pendidikan karakter lebih dikuatkan dan lebih aplikatif.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jokowi mengimbau agar semua guru memberikan pendidikan karakter ketika mengajar, minimal 10 menit setiap mengajar. Tak hanya guru Bimbingan Konseling, tapi semua guru mata pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Misalnya guru matematika bisa menginternalisasikan pendidikan karakter dalam mata pelajaran matematika. Ketika mengajar, 5 x 2 jangan hanya diartikan bernilai 10. Tapi terangkan pada siswa, apa makna nilai 10, bahkan apa makna nilai 10 plus,”&lt;/i&gt; ungkapnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/pendidikan/pendidikan-karakter-jadi-gerakan-nasional-95823"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 class="title"&gt;Walikota: Pendidikan  Karakter Harus Diperkuat&lt;/h2&gt;&lt;div class="meta meta-header"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;span class="tgl"&gt;&lt;/span&gt;  Sekolah harus menyelipkan materi pendidikan karakter, minimal 10  menit per mata pelajaran. Hal itu supaya pendidikan karakter mampu  diserap maksimal, tak sebatas teori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://informasismpn9cimahi.files.wordpress.com/2010/09/pendidikan-berkarakter.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://informasismpn9cimahi.files.wordpress.com/2010/09/pendidikan-berkarakter.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;i&gt;“Setiap dalam pembelajaran mata pelajaran seharusnya barang 10 menit  diberikan pendidikan karakter,”&lt;/i&gt; tegas Walikota Solo Joko Widodo  (Jokowi), saat ditemui wartawan seusai upacara peringatan Hari  Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Balaikota Solo, Senin (2/5).&lt;/blockquote&gt;Jokowi mencontohkan, seperti halnya dalam mata pelajaran matematika.&lt;i&gt;  “Jika anak diberi uang Rp 10.000 untuk membeli sesuatu, harganya  ternyata hanya Rp 5.000, maka harus mengatakan yang sebenarnya. Seperti  dalam ilmu lingkungan, juga dapat ditanamkan karakter untuk mencintai  lingkungan,”&lt;/i&gt; tambah Jokowi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, Walikota menilai pendidikan karakter di sekolah-sekolah  khususnya Solo dirasa masih biasa. Ia berharap agar pendidikan ini  diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak hanya sekadar teoretis.&lt;br /&gt;Dalam peringatan Hardiknas yang diikuti sejumlah guru dan siswa dari  sejumlah sekolah itu, Jokowi pun memberikan penghargaan kepada sejumlah  sekolah, guru dan siswa berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan tersebut selain untuk guru dan siswa berprestasi, juga bagi  sekolah yang telah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008. Juga  penyerahan beasiswa dari Jamsostek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan guru berprestasi diberikan kepada guru SMPN 25, Mulyani.  Sedangkan sekolah penerima penghargaan ISO 9001:2008 ada sekitar 12  sekolah di antaranya SMK Muhammadiyah 3, SMK Pancasila, SMK Murni 1, dan  SMK Batik 2 Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jokowi berharap, penghargaan tersebut mampu menjadi pemicu semangat sekolah maupun guru dalam meningkatkan kualitasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dimulai Tahun Ini&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mengungkapkan  bahwa tahun ajaran baru ini mulai memasukkan pendidikan karakter dalam  kurikulum siswa, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai  siswa sekolah menengah atas (SMA). Pendidikan karakter ini tak ada  kaitannya dengan peristiwa Negara Islam Indonesia (NII) yang sekarang  sedang heboh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mulai tahun ajaran depan pendidikan berbasis karakter mulai diterapkan  di masing-masing level pendidikan mulai PAUD sampai SMA,” ujar Mendiknas  M Nuh, seusai upacara Hardiknas bertema Pendidikan Karakter sebagai  Pilar Kebangkitan Bangsa di lingkungan Kemendiknas, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan berbasis karakter, jelas Nuh, dilakukan agar para siswa  mempunyai rasa memiliki terhadap bangsa. Harapannya setelah mempunyai  rasa memiliki, akan timbul rasa bangga dan cinta terhadap Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://harianjoglosemar.com/berita/walikota-pendidikan-karakter-harus-diperkuat-42829.html"&gt;Joglosemar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-2718690813196273376?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/2718690813196273376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/pendidikan-karakter-jadi-gerakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2718690813196273376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2718690813196273376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/pendidikan-karakter-jadi-gerakan.html' title='Pendidikan karakter jadi gerakan nasional'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-6660987878254663125</id><published>2011-05-02T20:06:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T20:06:32.834-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Menjawab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Perjuangan Tiada Akhir Pak Zul, Guruku</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://farm4.static.flickr.com/3337/3203108584_0bdd89d610.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://farm4.static.flickr.com/3337/3203108584_0bdd89d610.jpg" width="198" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya punya seorang sahabat, namanya Zulhiswan, biasa dipanggil Pak Zul. Beliau guru matematika. Saya sering menganggap beliau sebagai guru, karena petuah-petuahnya dan karena perbedaan umur kita yang cukup jauh.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Saat ini beliau sudah berkepala lima, jadi sudah lama menjadi guru. Akan tetapi, beliau tidak berpangkat alias bekerja sebagai guru tidak tetap. Dulu, di saat guru lain diangkat menjadi PNS, beliau menjadi guru honorer. Sekarang di saat guru lain mampu mengendarai mobil dan membeli rumah real estate, beliau masih menunggang motor Honda tuanya dan tinggal di perumnas. Beliau guru yang sangat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bekerja dengan penuh dedikasi untuk murid. Beliau tidak sibuk mengejar kompetensi pribadi, tetapi sibuk mengejar kompetensi murid. Beliau tidak sibuk mengejar prestasi pribadi, tetapi sibuk mengejar prestasi murid. Beliau tidak memanfaatkan karya muridnya untuk kepentingan pribadi, tetapi memanfaatkan karya pribadinya untuk kepentingan muridnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Banyak muridnya selama bertahun-tahun mendapatkan nilai 100 atau sempurna dalam ujian nasional pelajaran matematika yang dijamin 1000% murni tanpa pemberian contekan dan tanpa joki, hanya dedikasi ikhlas beramal yang beliau miliki. Alhamdulillah juga banyak muridnya diterima di perguruan tinggi negeri favorit di negeri ini. Alhamdulillah, walaupun sampai saat ini beliau tidak dikaruniai anak, tetapi beliau punya anak murid dan alumni yang selalu mendoakan dan siap  membantu, baik moril maupun materil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, saat ini beliau sedang sakit. Beliau pernah dioperasi tumor otak dan sekarang masih menjalani pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Zul, maafkan saya jarang sekali menjenguk, tetapi dari hati yang paling dalam saya rindu Pak Zul. Saya rindu canda dan humor segar Pak Zul. Saya rindu kata-kata perjuangan Pak Zul. Saya rindu petuah-petuah tiada akhir Pak Zul. Saya rindu semangat Pak Zul memperjuangkan yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi maafkan kami. Walaupun kami jarang menjenguk, kami di sini selalu mendoakan Pak Zul, sehat dan dapat berkumpul bersama lagi. Dapat berjuang bersama, berdiskusi, dan menentukan arah perjuangan kita. Perjuangan dalam mendidik putra bangsa dan nasib kita. Semoga perjuangan tiada akhirmu selalu menginspirasi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Laut yang tenang tidak akan melahirkan pelaut yang tangguh (Zulhiswan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga cepat sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami yang merindukanmu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/03/perjuangan-tiada-akhir-pak-zul-guruku/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-6660987878254663125?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/6660987878254663125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/perjuangan-tiada-akhir-pak-zul-guruku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6660987878254663125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6660987878254663125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/perjuangan-tiada-akhir-pak-zul-guruku.html' title='Perjuangan Tiada Akhir Pak Zul, Guruku'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm4.static.flickr.com/3337/3203108584_0bdd89d610_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-22604398536859353</id><published>2011-05-02T20:02:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T20:02:11.396-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kapan kualitas pendidikan akan meningkat?</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/05/1304374837506240777.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/05/1304374837506240777.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Semua orang sudah paham bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Karena bersifat jangka panjang, banyak orang malas untuk berpikir panjang. Keuntungan atas investasi itu terlalu lama. Maka, untuk apa berinvestasi lama-lama? Lagian, keuntungan itu tidak diberikan kepadanya. Sebuah pikiran picik dan teramat dangkal. Namun, itulah kenyataan!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan kita mustahil maju. Dengan kebijakan yang terlalu dinamis dan kekurangpedulian pemerintah, kualitas pendidikan justru cenderung turun. Penurunan kualitas itu dapat dilihat dari pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Setelah pemberlakukan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada 2004, aku berkesimpulan bahwa kualitas pendidikan kita menurun, baik proses maupun hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi itu diperparah oleh pemberlakuan otonomi daerah. Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Guru cenderung berbau korupsi. Guru-guru baru banyak berasal dari latar pendidikan non-guru. Meskipun mereka mendapatkan pengakuan Akta IV, itu tidak serta menjamin bahwa mereka layak menjadi guru. Ijazah Akta IV begitu mudah didapat. Mahasiswa hanya diwajibkan memenuhi beberapa Satuan Kredit Semester (SKS) yang teramat sedikit. Maka, jadilah guru serba instan. Sebenarnya, sesuatu yang diperoleh secara instan tentu tidak mungkin berkualitas baik!&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan itu, aku berkesimpulan bahwa kualitas pendidikan akan berjalan stagnan alias jalan di tempat. Mustahil kualitas pendidikan kita maju jika kondisi ini tidak segera diperbaiki. Maka, pendidikan kita akan berkembang dan maju jika:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Satu: Pemerintah Peduli&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus membuktikan bahwa dunia pendidikan telah menjadi ajang bisnis alias korupsi. Penggelontoran dana 20% dari APBN jelas-jelas menghentak penerimanya. Maka, Kemendiknas pun segera membuat beragam program untuk menghabiskan dana-dana itu. Namun, program-program itu jauh dari kesan ideal dan dibutuhkan. Ini adalah simpulanku atas fakta berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Uang BOS ternyata tak mampu menggantikan biaya-biaya operasional sekolah. Sedianya BOS digunakan untuk meringankan beban orang tua. Namun, kenyataan berbicara bahwa banyak sekolah masih menarik uang dari orang tua siswa. Artinya, BOS gagal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI/SBI). Program prestisius yang sering diunggul-unggulkan banyak pihak. Mana buktinya bahwa RSBI/SBI lebih berkulitas daripada Sekolah Standar Nasional (SSN)? RSBI/ SBI menyedot anggaran yang luar biasa banyaknya. Namun, kualitasnya justru jelek. Bahkan, aku pernah membaca dan atau mendengar adanya siswa RSBI/SBI tidak lulus UN. Bahkan, mereka kalah terampil berbicara dengan bahasa Inggris jika dibandingkan siswa SSN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Program Dana Alokasi Khusus (DAK). Sedianya DAK digunakan untuk memperbaiki sarana-prasarana sekolah. Namun, DAK sering digunakan sebagai ajang bancakan proyek. Dana DAK perawatan gedung, DAK buku, DAK gedung dan lain-lain tidak bermakna signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan. DAK semata meningkatkan jumlah gedung dan atau buku dan tidak berpengaruh terhadap peningkatan mutu pendidikan. Simpulannya sederhana: pemerintah harus peduli dengan kebijakan yang diambil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dua: Kualitas Guru Ditingkatkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sertifikasi, guru-guru begitu bersemangat mengikuti kegiatan ilmiah: seminar, diskusi, lokakarya, dan pelatihan-pelatihan demi mendapatkan piagam penghargaan. Di mana-mana, kegiatan ilmiah selalu dipenuhi guru-guru. Bahkan, penyelenggara sering kewalahan melayani permintaan itu. Sebuah kesadaran yang begitu baik dari guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sertifikasi, guru malas dan ogah-ogahan. Banyak guru enggan untuk meningkatkan kualitas diri. Alasan klasik digunakan mereka: tidak punya uang. Heran, mereka sudah mendapatkan tunjangan satu kali gaji pokok. Namun, mereka mengatakan tidak punya uang. Sementara, sebelum itu mereka begitu bersemangat mengikuti kegiatan ilmiah. Simpulannya satu: guru semata berpamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tiga: Masyarakat Berpartisipasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua harus dilibatkan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Banyak orang tua beranggapan bahwa tugas mereka sudah selesai ketika menitipkan anaknya ke sekolah. Mereka menyerahkan sepenuhnya nasib anaknya ke sekolah. dan itu adalah anggapan dan tindakan yang salah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat perlu disadarkan bahwa mutu pendidikan akan diperoleh jika masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan pendidikan: membimbing anaknya, membantu sekolah anaknya, memberikan masukan atas program sekolah dan lain-lain. Partisipasi masyarakat terhadap dunia pendidikan memang masih teramat sedikit. Namun, itu tidak boleh menjadi alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan analisis sederhana di atas, pendidikan akan maju jika ketiganya bahu-membahu membangun dunia pendidikan. Pemerintah harus bersikap jujur, transparan, dan peka. Guru harus tersadar bahwa kualitas pendidikan itu menjadi tugas utamanya. Masyarakat pun harus menyikapi bahwa pendidikan juga menjadi tanggung jawabnya. Jika ketiganya sudah disepakati, barulah kualitas pendidikan kita akan meningkat. Tanpa itu, mustahil kaulitas pendidikan akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tulisanku pagi ini. Semoga bermanfaat. Amin. Terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/03/mustahil-pendidikan-bisa-maju-jika%E2%80%A6/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-22604398536859353?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/22604398536859353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/kapan-kualitas-pendidikan-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/22604398536859353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/22604398536859353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/kapan-kualitas-pendidikan-akan.html' title='Kapan kualitas pendidikan akan meningkat?'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-3460764134829872138</id><published>2011-05-02T19:59:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T19:59:29.617-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Sekolah Buruh</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.ungkapnews.com/images/berita/6f6151b874ebd4072f86778f18eb3f6d.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://www.ungkapnews.com/images/berita/6f6151b874ebd4072f86778f18eb3f6d.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hari ini tanggal 2 mei 2011, bangsa kita merayakan hari Pendidikan Nasional. Hari ini merupakan hari yang istimewa karena merupakan hari yang menentukan nasib sebuah bangsa. Pendidikanlah yang memberikan andil demikian besar bagi kemajuan sebuah bangsa. Bangsa yang ingin maju dan besar maka harus memajukan dan membesarkan dunia pendidikannya.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan bertumpu pada sekolah. Sekolah yang baik akan menghasilkan siswa yang baik. Demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, sekolah harus mendapatkan perhatian yang besar dari semua unsur Negara, baik itu pemerintahan maupun rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, sekolah kita menyelenggarakan ujian nasional. Baik tingkat SLTP maupun SLTA. Ujian tersebut akan menentukan nasib para siswa kita apakah bias melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Ujian nasional yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional akan menentukan nasib bangsa ini beberapa puluh tahun yang akan datang. Mereka yang lulus tahun ini akan memberikan kontribusinya beberapa tahun yang akan datang. Kontribusi tersebut akan menentukan arah dan masa depan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mereka yang lulus tahun ini akan menjadi pencari kerja, pekerja atau buruh, atau menjadi orang yang menyediakan lapangan kerja. Kedua hal ini merupakan hasil atau produk sebuah sekolah. Sekolah yang berorientasi kualitas akan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Begitu pula sebaliknya. Artinya, lulusan sebuah sekolah merupakan cerminan dari sekolah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila lulusannya banyak yang membutuhkan pekerjaan, maka sekolahnya hanya memproduk lulusan pencari pekerja. Begitu juga bila lulusannya banyak yang menciptakan lapangan kerja, maka sekolahnya tentu berorientasi sebagai pencipta lapangan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau banyak rakyat Indonesia yang bekerja sebagai buruh, itu tandanya sekolah kita hanya berorientasi buruh. Artinya, sekolah kita puas apabila lulusannya diterima sebagai pekerja, apapun pekerjaannya. Idealnya, pendidikan atau sekolah memproduksi lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai hal tersebut memang tidak mudah. Tapi kita tidak boleh menyerah. Semua pelaku pendidikan harus bekerja sama untuk memajukan pendidikan kita. Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Namun demikian, tidak bisa juga terlalu berharap kepada masyarakat atau pemerintah. Sekolah harus kreatif memanfaatkan semua faslitas yanga ada demi tercapainya kualitas lulusan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreatifitas dan inovasi harus menjadi penggerak utama dalam rangka memajukan dunia pendidikan. Sekolah yang tak kreatif dan tak inovatif bukanlah sekolah yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu tidak berharap bahwa sekolah kita hanya memproduksi buruh. Sebab, tidak sekolahpun orang bisa bekerja dan menjaid buruh. Yang terpenting adalah membentuk jiwa, kepribadian, dan sikap mental yang mampu menciptakan lapangan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita perhatikan lembaga pendidikan kita, terutama perguruan tinggi atau universitasnya. Berapa banyak dari alumninya yang mampu menciptakan lapangan kerja. Kalau yang sudah bekerja tentu banyak. Tapi yang menciptakan lapangan kerja pasti tak sebanyak yang bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah atau lembaga pendidikan terbaik adalah yang menghasilkan para pencipta pekerjaan. Diantara ratusan atau bahkan ribuan lulusan perguruan tinggi yang diwisuda tiap tahun, berapa yang mampu menciptakan lapangan kerja. Kalau belum sampai 20%nya, maka lembaga pendidikan tersebut masih belum berkualitas. Kalau saja 10% dari lulusan lembaga pendidikan tinggi kita yang ratusan bahkan ribuan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, dan setiap mereka itu mempekerjakan 3 orang saja maka berapa banyak tenaga kerja yang berhasil ditampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang belum pernah mendengar (atau saya saja yang tahu) rencana pemerintah tentang standar pendidikan yang demikian. Standar yang ada sekarang ini sepertinya sangat filosofis sehingga sangat abstark untuk diterapkan. Kita hanya terpaku pada sikap mental, budi pekerti, dan lain-lain. Tujuan yang tidak implementatif ini akan menambah kabur dunia pendidikan kita. Untuk itu, diperlukan komitmen bersama agar semuanya menjadi lebih baik dan jelas. Standar yang ada sekarang ini bukan tidak baik, tapi harus ditambahkan dengan hal-hal yang nyata dan ril. Dengan demikian, pendidikan kita menjadi lebih membumi dan mampu manjawab tantangan jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Selamat hari Pendidikan Nasional. Semoga menjadi lebih baik lagi. Amin.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/02/sekolah-buruh/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-3460764134829872138?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/3460764134829872138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/sekolah-buruh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3460764134829872138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3460764134829872138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/sekolah-buruh.html' title='Sekolah Buruh'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-7737476029480051982</id><published>2011-05-02T19:56:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T20:30:06.209-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Sekolah Pemulung</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://prpmakasar.files.wordpress.com/2010/05/pendidikanmahal1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://prpmakasar.files.wordpress.com/2010/05/pendidikanmahal1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pemebelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian dii, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan terdiri atas beberapa jenjang yang merupakan tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Misalnya saja, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, jalur pendidikan, pendidikan formal, pendidikan non formal, dan pendidikan informal. Nah, di Indonesia pendidikan dibagi atas beberapa jenis, yaitu pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pedidikn akademik, pendidika profesi, pendidikan vokasi, pendidikan kagamaan, dan pendidikan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era sekarang, dunia pendidika di Indonesia menjadi heboh. Kehebohn tersebut bukan disebabkan oleh kehebatan mutu pendidikan nasional tetapi lebih banyak disebabkan karena kesadaran akan bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia. Saat ini, gelombang globalisasi dirasakan kuat dan terbuka. Kemajuan teknologi dan prubahan yang terjadi memberikan kesadaran bau bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. Indonesia berada di tengah-tengah dunia yang baru, dunia terbuka yang membuat orang bebas membandingkan kehidupan dengan negara lain. Atmosfer ketertinggalan di dalam mutu pendidikan begitu hangat terasa. Baik itu pendidikan formal maupun informal. Parahnya, hasil itu diperoleh setelah kita membandingkannya denga negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hal yang tidak terbantahkan bahwa pendidikan adalah penopang dalam peningkatan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karenanya, dibutuhkan kekuatan yang besar dalam peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia agar tidak kalah bersaing dengan kualitas mutu sumber daya manusia di Negara-negara lain.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan di Indonesia begitu akrab dengan berbagai masalah. Masalah besar yang hingga saat ini masih menggerogoti negeri ini adalah mahalnya harga sebuah pendidikan itu sendiri. Hingga memunculkan kalimat &lt;i&gt;“orang miskin dilarang sekolah!!!!!”&lt;/i&gt;. Memprihatinkan, tapi itulah kenyataan. Masuk TK saja, orang tua harus mengeluarkan biaya ratusan ribu hingga jutaan rupiah, belum lagi biaya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebab, ada pula akibat. Semakin larutnya bangsa ini dengan problematika dunia pendidikan (mungkin), tak elak membuat mata bangsa Indonesia tertutup dengan hal-hal yang menjadi akibat dari caruk maruknya kondisi pendidikan di Indonesia itu sendiri. Banyak orang yang dirugikan. Banyak orang yang harus menjadi korban dari segala bentuk problema yang terjadi. Pemulung. Ya, siapa sangka kalau mereka yang mengumpulkan puing-puing rupiah dari tong-tong sampah dan tempat kumuh lainnya adalah korban dari caruk maruknya kondisi pendidikan di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemulung Juga Berhak Sekolah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.arsipberita.com/images/cached/_XsYsVstmbcs/SB6AxG8330I/AAAAAAAAB4c/4xsU4WhhtR4/s400/Pemulung.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://static.arsipberita.com/images/cached/_XsYsVstmbcs/SB6AxG8330I/AAAAAAAAB4c/4xsU4WhhtR4/s400/Pemulung.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Indonesia, negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang lumayan besar membuat negeri ini bagaikan kapal yang kehilangan kendali di laut lepas. Ya, sama halnya dengan permasalahan pendidikan dan pemulung di Indonesia. Para petinggi-petinggi bangsa ini seakan kehilangan kendali untuk memperbaiki kondisi pendidikan di Indonesia dan menekan jumlah pertumbuhan pemulung. Jumlah peulung di Indonesia bak semut mengerumuni gula. Hampir di setiap sudut jalan, pandangan kita lumayan sering tersangkut pada orang-orang yang melakoni profesi ini. Mulai dari usia yang renta, yang pada dasarnya sudah tidak produktif lagi untuk bekerja hingga anak-anak dibawah usia lima tahunpun sudah ada yang memulung. Sebuah hal yang memilukan tentunya. Tapi sekali lagi, inilah kenyataan! Kenyataan memilukan akan sebuah “PROFESI”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak usia enam tahun ke atas pada kalangan ekonomi kelas menengah ke atas, pada pukul 07.00 telah beranjak dari rumahnya masing-masing dengan diantar oleh orang tua mereka, dengan seragam sekolah yang gagah, dengan tas sekolah yang cantik dan unik serta buatan pabrik, dengan sepatu bermerek, dengan topi yang melambangkan sekolah mereka. Nah, bandingkan dengan anak-anak pemulung, yang berasal dari ekonomi kelas bawah. Mereka beranjak dari rumah ketika semburat cerah matahari pecah di ufuk timur. Tanpa didampingi orang tua, mereka dengan pakaian seadanya yang sudah Nampak kumal berjalan dengan “tas” di pundak mereka. “Tas” buatan pabrik, tapi tidaklah secantik dan tidak sebagus apa yang anak-anak lain kenakan. Karena, tas yang mereka gunakan adalah buatan pabrik yang dibagian dpannya bertuliskan &lt;i&gt;“BERAT BERSIH 50 Kg”!!!!&lt;/i&gt; ya, “tas” itu adalah karung bekas, yang mereka dapat dari hasil pulungan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan alas kaki yang mereka gunakan. Mereka tidaklah menggunakan sepatu yang cantik, yang bagus, yang bemerek sebagai alas kaki yang kebanyakan digunakan oleh kebanyakan anak seusia mereka. Melainkan, sepatu mereka adalah sepatu tidak layak pakai, yang mungkin untuk anak-anak lain telah mereka buang lalu kemudian kembali merengek tidak jelas kepada orang tuanya untuk diberikan yang baru lagi. Tapi, mereka untuk merengekpun enggan. Karena, mereka tau itu percuma. Terkadang pula dari mereka, hanya menggunakan sandal jepit yang aus, sekedar untuk melindungi kaki mereka dari sengatan panas matahari. Pentup kepala yang mereka gunakan hanyalah satu dari sebgain besar hasil pulungan mereka yang kembali dimanfaatkan, sekalipun telah sobek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, pemulung harus menghadapi konstruksi sosial dan kultur masyarakat yang telah dihinggapi doktrin-doktrin materialisme. Para pemulung sering dicitrakan sebagai “Orang jahat” alias maling yang pantas dicurigai. Di sudut jejalangan kota, tak jarang ditemukan tulisan dengan huruf yang sangat mencolok: &lt;i&gt;“PEMULUNG DILARANG MASUK!”&lt;/i&gt;. Jika diperhatikan, tulisan semacam ini tidak lebih dari sebuah “pembiadaban” berdasarkan cara pandang pemikiran yang sempit dan nihil dari sentuhan nilai kemanusiaan. Mungkin ada pemulung yang “tersesat” sehingga memiliki keinginan untuk memiliki sesuatu yang tiba-tiba saja menggoda nafsu dan selera rendahnya. Namun, hal-hal semacam itu tidak boleh dijadikan tolak ukur bahwa pemulung identik dengan maling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang punya mimpi dan cita-cita. Pemulung bukanlah harapan dan cita-cita. Tak seorangpun yang menginginkan predikat semacam itu melekat pada dirinya. Namun, situasi kemiskinan structural yang sudah demikian menggurita di negeri ini. Disadari atau tidak, telah melahirkan terciptanya pemulung sebagai mata pencaharian baru. Jangan salahkan mereka jika kehadirannya terpaksa mengganggu kenyamanan pandangan mata para pemuja gaya hidup materialistis dan hedonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia dibagi menjadi menjadi dua golongan. Golongan pertama, pengambil kebijakan, dan golongan kedua adalah penerima kebijakan. Nah, goongan kedua inilah yang tidak jarang menjadi korban dari kebijakan itu sendiri. Para pengambil kebijakan seharusnya memiliki kepekaan dalam menangani masalah-masalah sosial yang menghinggapi masyarakat, terlebih terhadap masyarakat ekonomi kelas bawah. Jangan gampang melakukan pembiadaban dan menempuh cara-cara fasis untuk menyingkirkan wong cilik yang sedang mencari peruntungan dan perbaikan nasib keluarganya jika tidak sanggup memberikan jaminan penghidupan yang layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Selamat hari pendidikan nasional. Semoga mereka yang di atas bisa sadar bahwa mimpi indah tempatnya di bangku sekolah, bukan di tempat penampungan sampah!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/02/pemulung-sisi-gelap-dunia-pendidikan-indonesia/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-7737476029480051982?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/7737476029480051982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/pendidikan-adalah-usaha-sadar-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/7737476029480051982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/7737476029480051982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/pendidikan-adalah-usaha-sadar-dan.html' title='Sekolah Pemulung'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-3380426118717694367</id><published>2011-05-02T19:28:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T19:29:29.298-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Mengintip Sistem Pendidikan Abad Pertama</title><content type='html'>Saya sedikit penasaran dengan cara orang-orang dari abad pertama berinteraksi dalam proses belajar mengajar. Sebuah buku yang saya baca menceritakan bahwa minimnya manuskrip (lembar kulit hewan atau perkamen), saat ini yang kita kenal kertas, menuntut dilakukannya tradisi lisan dan budaya mengingat secara komunitas.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WKOLqOyfwJs/SS3rp2WRCeI/AAAAAAAAAFY/A_MuJ0MB4BQ/S660/axl_act2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://4.bp.blogspot.com/_WKOLqOyfwJs/SS3rp2WRCeI/AAAAAAAAAFY/A_MuJ0MB4BQ/S660/axl_act2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang guru biasanya mengulangi bagian ajarannya sampi beratus kali. Seorang peneliti tradisi belajar abad mula-mula dalam b.Hag. 9b (&lt;i&gt;bar., Ibid Hal 134-135&lt;/i&gt;) mengatakan &lt;i&gt;“Seorang guru biasanya mengulangi setiap bagian dari ajarannya ‘empat ratus kali’ untuk murid yang lamban, bahkan sampai ‘enam ratus kali’ jika murid itu masih belum juga menghafalkannya”&lt;/i&gt;. Deskripsi hiperbolis ini memberikan kesan akan metode mengajar yang sederhana namun dipandang efektif, hanya menuntut kesabaran sang guru dan muridnya.&lt;/blockquote&gt;Di Sinagoge (semacam tempat diskusi) atau di daerah-daerah perbukitan, pada abad itu akan mudah ditemui seorang guru sedang menyampaikan ajarannya kepada beberapa orang muridnya (terkadang mencapai ratusan). Tidak satupun murid itu harus mendaftar terlebih dulu, mereka datang karena keinginan sendiri. Meskipun dalam berkali-kali pertemuan, ajaran yang disampaikan hampir sama, tetapi tidak banyak yang mundur. Esok hari, ketika terdengar sang guru akan mengajar di suatu tempat, mereka akan kembali berkumpul dengan senang hati.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sang guru mengajar? Guru-guru dari abad pertama biasanya menyampaikan ajarannya secara ritmis atau dengan cara yang mudah diingat. Tidak sedikit gagasan disampaikan dalam bentuk puisi, menggunakan aliterasi (pengulangan bunyi atau huruf yang sama), paronomasia (permainan kata), asonasi, kemiripan bunyi, paralelisme dan persajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa tulisan, para murid akan mengingat apa yang diajarkan secara kolektif (ingatan dalam komunitas). Di rumah, seorang bapak akan menyampaikan secara berulang-ulang kepada anaknya. Ketika bertemu dengan sahabat di jalan atau di pasar, mereka akan mendiskusikan kembali apa yang dipelajari dari sang guru untuk memperkuat ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era berlimpahnya kertas seperti saat ini, sistem hafalan semakin dikurangi. Bahkan setelah penemuan mesin cetak sampai kehadiran komputer pribadi, kita semakin merasakan kemerosotan ingatan manusia. Sebuah paradigma menjadi sesuatu yang mahal untuk diingat. Lihatlah pelajar sekarang, tidak sedikit yang baru mulai menghafal ketika ujian akan dilakukan esok hari. Akibatnya, ingatan hanya bertahan satu hari, ketika ditanyakan seminggu kemudian, tidak satupun ingatan yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaca dari sistem pendidikan abad pertama di atas, Pertama, saya merenungkan pentingnya pendidikan. Belajar memahami suatu paradigma atau ide dirasakan sesuatu yang berharga bagi kehidupan. Belajar dirasakan dapat membuat hidup lebih arif. Fakta bahwa pada zaman sekarang justru golongan terpelajar yang hidupnya menjadi sampah adalah bukti bahwa pendidikan saat ini tidak banyak menuntun hidup seseorang menjadi arif. Kita membutuhkan reformasi pendidikan (PR bagi setiap kalangan pendidikan untuk dipikirkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, keterbatasn fasilitas bukanlah suatu halangan asalkan ada tekat yang kuat. Adalah hal yang patut disyukuri jika saat ini kita hidup di zaman fasilitas yang serba canggih. Ada banyak guru yang memanfaatkan kemudahan ini untuk meningkatkan interaksi belajar mengajar, tapi tidak sedikit pula yang ogah-ogahan. Ironis sekali jika dua ribu tahun yang lalu, guru-guru memikirkan berbagai metode menyampaikan ajarannya, namun faktanya banyak guru sekarang kekeh dengan metode ceramah yang monoton. Wajar saja kalau banyak siswanya yang tertidur di kelas. Bahkan kebanyakan itu dilakukan oleh guru-guru bersertifikasi yang katanya disebut guru professional. Alamak, apa yang salah dengan sertifikasi itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Selamat Hari Pendidikan Nasional! Selamat merenungkan Pendidikan Indonesia!&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;b&gt;Jose Hasibuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/02/mengintip-sistem-pendidikan-abad-pertama/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-3380426118717694367?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/3380426118717694367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/mengintip-sistem-pendidikan-abad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3380426118717694367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3380426118717694367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/mengintip-sistem-pendidikan-abad.html' title='Mengintip Sistem Pendidikan Abad Pertama'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WKOLqOyfwJs/SS3rp2WRCeI/AAAAAAAAAFY/A_MuJ0MB4BQ/s72-c/axl_act2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-7824973588941332200</id><published>2011-05-02T00:24:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T00:24:43.603-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://fc00.deviantart.net/fs47/f/2009/222/2/1/KR_versi_KI_HAJAR_DEWANTORO_by_bimalizer.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://fc00.deviantart.net/fs47/f/2009/222/2/1/KR_versi_KI_HAJAR_DEWANTORO_by_bimalizer.jpg" width="317" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Hari ini kita memperingati Hari Pendidikan Nasiaonal. Saya menyimak isi sambutan Bapak Menteri Pendidikan Nasional. Isi dari sambuatan itu sungguh merupakan angin suraga yang sumilir ditengah hiruk pikuk dan terpuruknya dunia pendidikan kita. Bapak Menteri dalam pidatonya di peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini adalah:&lt;/blockquote&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pemerintah berterima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi tingginya pada insan pendidikan yang berperan aktif dalam dunia pendidikan dari baik yang ada di pusat pemerintahan, di pelosok tanah air, atau pun pada lembaga lembaga swasta yang sudah berkiprah dengan penuh dedikasi dan perhatian untuk memajukan pendidikan di Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pak Menteri juga mengucapkan selamat hari Pendidikan Nasional. Thema Hari Pendidikan tahun ini adalah Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa, raih prestasi dengan menjunjung tinggi budi pekerti. Thema ini dicanangkan dengan alasan bahwa tantangan global dan internal yang sedang dihadapi, mengharuskan kita untuk lebih memperkuat jati diri, identitas dan karakter sebagai bangsa Indonesia. Bangsa yang dikaruniai potensi dan sumber alam, sumber daya manusia yang luar biasa besarnya. Mari kita bangun semangat kebersamaan, kerja keras, optimis yang kuat dan belajar untuk cerdas dan sejahtera. Insya Allah cita cita itu bisa terwujud.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ki Hajar Dewantoro sebagai Bapak Pendidikakan mengatakan bahwa hakekat pendidikan adalah suatu daya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan jasmani anak didik. Hal ini perlu dihidupkan kembali untuk menyikapiperkembangan aktual terhadap munculnya perilaku destruktif, anarkis dan radikalis, pendidikan memiliki peran dan tanggung jawab yang besar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pak Menteri mengajak para pendidik terutama Kepala sekolah, guru, dosen bisa memberikan perhatian dan pendampingan yang lebih besar terhadap peserta didik, sehingga terbentuk dan tumbuh pola pikir dan prilaku yang berbasis kasih sayang, toleran terhadap realitas keanekaragaman yang dibenarkan oleh peraturan dan perundangan. Sehingga bisa mencegah tumbuhnya pemikiran dan prilaku destruktif, anarkis, kekerasan dan radikalisme.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pak Menteri mulai tahun ajaran 2011-2012 akan mewujudkan pendidikan berbasis karakter sebagai gerakan nasional dari mulai pendidikan usia dini (PAUD) sampai Perguruan tinggi termasuk didalamnya pendidikan Nonformal dan Informal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagai penutup Pak Menteri memberi ucapan selamat sekali lagi untuk semua pendidik, tenaga pendidik,peserta didik, penggiat, dan pencinta dunia pendidikan di seluruh tanah air. Semoga apa yang sudah jadi darma bakti kita dalam dunia pendidikan termasuk bagian dari amal kebajikan. Maju lah dunia pendidikan, majulah Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Yang ini tambahan dari teman yang  tadi pagi sms mengucapakan Selamat Hari Pendidikan;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Seperti kuas yang bercerita pada kanvas….yang memberinya bentuk dalam sapuan warna…..ketika pada titik terakhirnya ia pun menegaskan makna………Ia ingin goresan itu menjadi padu ketika ia terpajang dan jauh dari pelukisnya…. SELAMAT HARI PENDIDIKAN.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih teman untuk ucapanmu yang tulus  walau hanya via sms dalam memperingati hari pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;b&gt;Sri Sugiastuti&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;&lt;span class="sub_text_dashboard"&gt;Ibu dari empat anak, seorang istri dan pengajar di salah satu SMK swasta di solo, Jawa Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/02/pendidikan-karakter-sebagai-pilar-kebangkitan-bangsa/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-7824973588941332200?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/7824973588941332200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/pendidikan-karakter-sebagai-pilar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/7824973588941332200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/7824973588941332200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/pendidikan-karakter-sebagai-pilar.html' title='Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-2224398431193206999</id><published>2011-05-02T00:18:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T00:18:25.597-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Pendidikan Seharusnya E.D.U.C.A.T.I.O.N</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-yZncfubdJsU/Tb5apQPcTaI/AAAAAAAABGk/LrsvOLvhIrE/s1600/sekolah2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-yZncfubdJsU/Tb5apQPcTaI/AAAAAAAABGk/LrsvOLvhIrE/s400/sekolah2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat memahami hakikat pendidikan sebenarnya sederhana saja &lt;b&gt;&lt;i&gt;Art-Ong Jumsai Na-Ayudha&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (2008) dalam bukunya &lt;i&gt;Human Values Integrated Instructional Model&lt;/i&gt;, menyebutkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;E&lt;/b&gt; = &lt;i&gt;Enlightenment&lt;/i&gt; (Pencerahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;D&lt;/b&gt; = &lt;i&gt;Duty and Devotion&lt;/i&gt; (Tugas dan pengabdian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;U&lt;/b&gt; = &lt;i&gt;Understanding&lt;/i&gt; (Pemahaman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C&lt;/b&gt; = &lt;i&gt;Character&lt;/i&gt; (Karakter)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; = &lt;i&gt;Action&lt;/i&gt; (Tindakan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;T&lt;/b&gt; = &lt;i&gt;Thanking&lt;/i&gt; ( Berterimakasih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;I&lt;/b&gt; = &lt;i&gt;Integrity&lt;/i&gt; (Integritas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;O&lt;/b&gt; = &lt;i&gt;Oneness&lt;/i&gt; (Kesatuan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;N&lt;/b&gt; = &lt;i&gt;Nobility&lt;/i&gt; (Kemuliaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/02/pendidikan-seharusnya-education/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-2224398431193206999?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/2224398431193206999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/pendidikan-seharusnya-education.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2224398431193206999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2224398431193206999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/pendidikan-seharusnya-education.html' title='Pendidikan Seharusnya E.D.U.C.A.T.I.O.N'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-yZncfubdJsU/Tb5apQPcTaI/AAAAAAAABGk/LrsvOLvhIrE/s72-c/sekolah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-3079872386510722073</id><published>2011-05-02T00:14:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T00:14:20.142-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Menggugat Pendidikan di Indonesia</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://isparmo.web.id/wp-content/uploads/2008/05/windowslivewriterironiharipendidikannasionalindonesia-7317sekolah-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="146" src="http://isparmo.web.id/wp-content/uploads/2008/05/windowslivewriterironiharipendidikannasionalindonesia-7317sekolah-2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pendidikan yang seharusnya mampu menjadi sumber pencerahan dan pemecah masalah kini justru menjelma menjadi masalah dalam kehidupan. Bagaimana tidak?, pendidikan yang awalnya mulia dengan bertumpu pada filosofi bahwa pendidikan adalah untuk “me-manusiakan manusia” telah direduksi total maknanya hingga hanya menjadi sekedar pengajaran atau pelatihan semata. Hal ini kemudian memunculkan masalah yang sangat kompleks sebab output dari pendidikan yang seyogyanya menciptakan manusia ”beradab”, faktanya justru menghasilkan manusia-manusia ”biadab” dengan fungsi rasionalitas yang dianggap wajar pada struktur sosial masyarakat.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini kita harus jeli dalam membedakan antara pendidikan dan pengajaran sebab jelas kedua hal tersebut sangat berbeda. Hal ini kemudian tercermin pada sekolah dan universitas-universitas di negeri ini yang menurut saya hanya mampu menciptakan sistem pengajaran yang baik. Namun belum mencapai ranah pendidikan dalam arti yang sebenarnya. Terlalu banyak guru dan dosen yang bukan pendidik, hanya sebatas pengajar yang terkadang arogan dalam berkreasi hingga terkadang seolah berkuasa terhadap ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh berbicara tentang pendidikan, pada aras penyelenggara negara. Pendidikan telah dijadikan komoditi paling komersil yang diperjual-belikan untuk kepentingan segelintir manusia. Apa jadinya pendidikan jika ”kebijakan” tentang pendidikan diserahkan kepada ”manusia serigala” yang suka menumpuk uang seperti paman Gober. Hingga tidak jarang para penguasa berselingkuh dengan pemodal-pemodal yang tamak kemudian menciptakan sistem pendidikan instan dan praktis dengan menjanjikan cetak biru masa depan yang indah padahal palsu. Hal ini tanpa disadari telah menjadi suatu ”kewajaran” dengan membiarkan kreativitas-kreativitas anak bangsa ”dikebiri”, memperkosa pemikiran-pemikiran kritis dari kaum pembelajar dengan memberikan sistem pengajaran yang satu arah dan monoton dari pangajar-pengajar bersertifikat abal-abal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai dapat bertemu dengan ”Bapak Pendidikan” saya ingin bertanya tentang cita-cita mulianya terhadap pendidikan di Indonesia. Benarkan seperti ini yang beliau harapkan, ataukah saya terpaksa memberikan saputangan saya agar beliau dapat menyeka air matanya yang mengalir deras setelah melihat realita ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari Pendidikan. Semoga pendidikan tidak hanya diperingati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;b&gt;Rezza Lazuardi Pratama&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;aktivis mahasiswa, pengusaha muda, dan ketua himpunan mahasiswa peminat ilmu komunikasi dan pengembangan masyarakat IPB&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/02/menggugat-pendidikan-di-indonesia/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-3079872386510722073?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/3079872386510722073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/menggugat-pendidikan-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3079872386510722073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3079872386510722073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/menggugat-pendidikan-di-indonesia.html' title='Menggugat Pendidikan di Indonesia'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-4502800689173637851</id><published>2011-05-02T00:08:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T00:10:29.155-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Pintar Akademik, Catatan untuk Hardiknas 2011</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://prpmakasar.files.wordpress.com/2010/05/pendidikanmahal1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://prpmakasar.files.wordpress.com/2010/05/pendidikanmahal1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Minggu, 1 Mei 2011, sekitar pukul 21.00 an, di stasiun tv pemerintah, saya tidak sengaja melihat Bapak M Nuh, Mendiknas, menyampaikan pidato. Tidak semua saya dengar, namun ada satu statmen yang menarik berkenaan dengan pendidikan. Istilah itu adalah ‘kepenasaranan intelektual’. Dimana disebutkan bahwa kepenasaranan intelektual tersebut akan melahirkan kreativitas. Saya menebak, bahwa istilah Pak Mendiknas itu bersinonim dengan apa yang sya pahami selama ini dengan istilah inkuiri. Dan jika benar itu yang dimaksudkan, maka pertanyaan saya berikutnya adalah; Apakah kompetensi ini diujikan di Ujian Nasional kita?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu penting agar semua yang memegang otoritas pendidikan di negeri ini jangan menuntut sesuatu yang memang tidak diukur dalam Ujian Nasional. Karena jika itu yang disampaikan, saya yakin bahwa tuntutan itu akan tetap menjadi pepesan kosong. Karena pendidikan sekolah kita hanya berujung kepada satu asessmen yang bernama Ujian Nasional. Dan khusus untuk siswa di sekolah menengah atas atau SMA, ia akan menjalani dua (2) kali ujian. Yaitu Ujian Nasional yang diselenggarakan sebagai akhir dari jenjang pendidikan SMA. Dan Ujian untuk masuk perguruan tinggi (negeri), yaitu SMNPTN atau seleksi masuk nasional perguruan tinggi negeri. Dua ujian yang berbeda kepentingannya. Hasil pendidikan kita dengan ending seperti itu, masih terfokus kepada hasil akademik. Oleh karena itulah maka out put dari sekolah kita adalah pintar akademik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pintar Akademik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Mari kita tinggalkan apa yang sedang terjadi pada kancah pendidikan kita itu untuk sementara. Karena saya akan mengajak Anda mengenang apa yang dulu kita lalui di sekolah berkenaan dengan pintar akademik yang dituntut sekolah. Dimana tolok ukur utamanya adalah hasil evaluasi guru atau sekolah dengan tes obyektif, atau sering kita menyebutnya dengan ulangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingatkah kita ketika ulangan akan berlangsung? Ada beberapa guru yang memberitahukan akan ulangan dengan materi apa. Guru tersebut pasti mengharapkan agar kita semua sebagai siap sebelum ulangan berlangsung. Dan tentunya supaya nilai kita bagus. Namun ada juga guru yang selalu atau sering melakukan ulangan mendadak, karena mungkin guru tersebut bermaksud agar kita selalu belajar atau mengulang pelajaran sebelumnya atau membaca catatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tahukah apa yang dulu saya lakukan? Karena bosan tidak ulangan-ulangan, akhirnya saya hanya membuka catatan pelajaran manakala ada guru yang memberitahukan kapan akan ulangan. Alhamdulillah, nilai saya tidak jelek-jelek sekali. Mungkin Anda lebih parah dari saya? Lebih parah baiknya atau lebih parah jeleknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan Ujian Nasional. Kita sudah banting tulang mempelajari apa sja yang penah dipelajari bersama guru di sekolah. Bahkan beberapa catatan atau buku tambahan juga kita pelajari. Namun ada kalanya apa yang kita pelajari itu ternyata tidak keluar dalam soal-soal ujian. Mengapa? Karena guru, saat itu, tidak memberikan kepada SKL atau kisi-kisi ujian. Sehingga sulit bagi kita, juga bagi guru atau sekolah, dalam mempersiapkan apa yang akan diujikan di Ujian Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sekarang? Dalam setiap ulangan yang diselenggarakan sekolah, kadang sekolah memplot adanya pekan yang setiap ata pelajarannya akan ulangan. Dan selain jadwal ulangan, guru atau sekolah juga memberikan batasan materi yang akan diulangkan. Itu jika berkenaan dengan sekolah dan guru. Bagaimana dengan Ujian Nasional? Pemerintah membeikan juklak dan juknis UN tersebut dalam bentuk Permendiknas. Disana diuaraikan antaralain tentang SKL atau kisi-kisi, yang akan diterima sekolah sekitar awal Januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bukankah sekarang semakin mudah dan jelas bagaimana siswa kita menjadi pintar akademik? Bukankah syarat untuk dapat nilai baik kita telah diberikan juklaknya? Di sana ada SKL atau kisi-kisi tentang soal apa saja yang akan keluar atau akan dijikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang menyebabkan kita semua menjadi seperti tidak yakin jika UN akan berlangsung? Atau mungkinkan SKL atau kisi-kisi Ujian asional itu tidak kita jadikan sebagai ‘peta’ untuk menjadi pintar akademik?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kepenasaranan Intelektual&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang kembali kepada apa yang disampaikan oleh Mendiknas bertepatan dengan menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2011. Saya hanya mengingatkan kepda Pak Mendiknas bahwa kita hanya menguji kompetensi siswa kita melalui Ujian Nasional. Oleh karenanya, bagaimana kita akan menuntut siswa untuk lebih apabila yang kita ujikan (uji nasionalkan) hanya kompetensi akademik pada aspek mengingat, memahami, dan aplikasi saja? Dimanakah saya akan tahu bahwa kompetensi inkuiri siswa bila itu tidak ada atau belum ada alat pengukurnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tanpa mengurangi hasil kerja keras kita semua selama ini di sekolah kita masing-masing dalam rangka menunaikan amanah luhur bangsa, saya mengucapkan Selamat Hardiknas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 2 Mei 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: black;"&gt;&lt;a href="http://www.kompasiana.com/aguslis" style="text-decoration: none;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;Oleh: &lt;b&gt;Agus Listiyono&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;&lt;span class="sub_text_dashboard"&gt;guru di Sekolah Islam Tugasku, Jakarta Timur.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/02/pintar-akademik-catatan-untuk-hardiknas-2011/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-4502800689173637851?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/4502800689173637851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/pintar-akademik-catatan-untuk-hardiknas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4502800689173637851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4502800689173637851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/pintar-akademik-catatan-untuk-hardiknas.html' title='Pintar Akademik, Catatan untuk Hardiknas 2011'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-4555687123136055442</id><published>2011-05-02T00:04:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T00:04:31.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Memaknai Kembali Hardiknas</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/04/hardiknas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/04/hardiknas.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;SETIAP 2 Mei bangsa ini memperingati hari lahirnya Pendidikan Nasional. Ki Hajar Dewantara sebagai peletak dasar roh pendidikan, mengawali perjuangannya melalui Perguruan Taman Siswa yang didirikan pada 1922. Kemudian  sejak 1959 diabadikan oleh pemerintah menjadi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Peringatan setiap tahun ini harus menjadi bahan evaluasi dan koreksi bagi pemerintah dan khususnya insan pendidikan, agar mampu mencerdaskan kehidupan bangsa.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Jika berbicara kualitas pendidikan, perlu kita evaluasi dan dikaji ulang bersama-sama, terutama bagi semua komponen pendidikan yang secara langsung memberikan kontribusi terhadap jalannya pendidikan. Hal itu dapat dirunut secara vertikal, dari pemerintah sampai tingkat sekolah. Sudahkah pemerintah selama ini memberikan pengayoman bagi kelancaran proses pendidikan? Dan, sudahkah pendidik bekerja secara profesional?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tingkat sekolah, guru sebagai komponen utama pendidikan juga perlu mengevaluasi kinerjanya dalam mewujudkan keberhasilan proses pendidikan secara menyeluruh. Tugas dan tanggung jawabnya harus didasarkan atas semangat pengabdian untuk mendedikasikan hidupnya guna mencerdaskan kehidupan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang Baik Melihat apa yang telah digagas Ki Hajar Dewantara, &lt;i&gt;”ing ngarso sung tuladha, ing madya mangunkarsa, tut wuri handayani”&lt;/i&gt; memberikan makna bahwa apabila seorang guru ditempatkan di depan, harus dapat menjadi contoh yang baik bagi anak didiknya. Dan, bila berada di tengah-tengah siswa didik, harus dapat memberikan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berada di belakang, harus mampu menjadi seorang motivator yang baik bagi anak didiknya. Dengan demikian, siswa didik nantinya menjadi seorang manusia yang cerdas, berbudi pekerti luhur, dan mempunyai wawasan kebangsaan yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Hardiknas tidak sebatas memorial dan perhelatan formal, tetapi lebih bermakna dan menyentuh pada tri matra pendidikan, yaitu pemerintah, sekolah, dan masyarakat yang harus terus peduli dan bahu-membahu membangun pendidikan nasional.(&lt;i&gt;&lt;b&gt;75&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;b&gt;Tri Wahyuni Kurniasih&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;guru KB-TK Islam Al-Azhar 31 Yogyakarta &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/05/02/145188/Memaknai-Kembali-Hardiknas"&gt;Suara Merdeka&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-4555687123136055442?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/4555687123136055442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/memaknai-kembali-hardiknas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4555687123136055442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4555687123136055442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/memaknai-kembali-hardiknas.html' title='Memaknai Kembali Hardiknas'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-7696095196852229808</id><published>2011-05-02T00:00:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T00:00:59.810-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><title type='text'>Hardiknas, seorang guru suarakan keprihatinan akan dunia pendidikan</title><content type='html'>Seorang guru, Isna Agustiyana menyuarakan keprihatinannnya tentang dunia kependidikan di Bundaran Gladak Solo, Senin (2/5/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada hari ini, Isna, 49, yang mengajar di SMA N 1 Musuk, Boyolali dan satu orang temannya yakni Purwanto  menumpahkan uneg-unegnya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/dokumen/2011/05/ilustrasi-H-wordpress.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://www.solopos.com/dokumen/2011/05/ilustrasi-H-wordpress.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam orasinya Isna menyoroti program Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) yang dinilai tidak jelas dan cenderung menjadi proyek  menguntungkan sejumlah pihak. Isna juga menilai Ujian Nasional (UN) tidak menghargai kemampuan siswa karena menurut pak guru tersebut mestinya penilaian UN menyesuaiakan kemampuan siswa. &lt;i&gt;“Seharusnya penilainnya dengan tiga tingkatan yakni rendah, sedang dan tinggi, selama ini yang diambil yang tinggi saja,”&lt;/i&gt; ucapnya.&lt;/blockquote&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu ia juga mengkritik  sertifikasi guru yang semestinya dilakukan guna meningkatkan kualitas pendidikan namun justru disalahgunakan demi memperoleh tunjangan. Misalnya memanipulasi data dan sertifikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/solo/hardiknas-seorang-guru-suarakan-keprihatinan-akan-dunia-pendidikan-95753"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-7696095196852229808?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/7696095196852229808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/hardiknas-seorang-guru-suarakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/7696095196852229808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/7696095196852229808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/hardiknas-seorang-guru-suarakan.html' title='Hardiknas, seorang guru suarakan keprihatinan akan dunia pendidikan'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-2926712094265314618</id><published>2011-05-01T23:56:00.000-07:00</published><updated>2011-05-01T23:56:29.930-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Karakter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Pendidikan'/><title type='text'>Indonesia Tak Hanya Butuh Manusia Pintar</title><content type='html'>Sistem pendidikan kita yang sekarang menganut paradigma pendidikan berbasis kompetensi, dinilai cukup baik dan menghasilkan anak-anak Indonesia yang pintar dan cerdas. Namun ternyata pintar dan cerdas saja tidak cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-m9uo_7Gk_D8/Tb5VZt2ZJEI/AAAAAAAABGg/uyDrkij3BQY/s1600/Sekolah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://4.bp.blogspot.com/-m9uo_7Gk_D8/Tb5VZt2ZJEI/AAAAAAAABGg/uyDrkij3BQY/s200/Sekolah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;“Kita juga jangan lupa ternyata kecerdasan dan kepintaran tidaklah cukup untuk membangun bangsa yang besar. Selain pintar kita juga membutuhkan manusia Indonesia yang berkarakter,”&lt;/i&gt; ungkap Wakil Presiden Pemuda Dunia, Ahmad Doli Kurnia, di Jakarta, Minggu (1/5), menyikapi peringatan Hardiknas yang jatuh Senin hari ini. Pemuda Dunia merupakan organisasi pemuda internasional yang beranggotakan 120 organisasi nasional kepemudaan dari seluruh dunia.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Doli pun mengatakan, fenomena unik mewarnai dunia pendidikan Indonesia. Di satu sisi banyak sekali prestasi yang ditunjukkan oleh anak-anak Indonesia dalam dunia ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka acapkali menjuarai berbagai kompetisi dan olimpiade ilmu eksak yang diadakan di seluruh dunia. Begitu juga dengan para ilmuwan asal Indonesia yang studi dan bekerja di luar negeri, juga mendapat tempat terhormat di perguruan tinggi dan pemerintahan negara-negara maju.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Namun berbagai prestasi itu, sangatlah kontradiktif dengan prilaku yang ditunjukkan sebagian anak bangsa lain yang bercitra negatif. Korupsi, terorisme, radikalisme, brutalisme, seakan menjadi hiasan keseharian kehidupan masyarakat kita juga saat ini,”&lt;/i&gt; ungkap Doli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi ini, sambungnya, menegaskan perlunya rekonstruksi sistem pendidikan nasional, terutama pada pendidikan dasar dengan mengedepankan paradigma pendidikan berbasis pembangunan karakter selain berbasis kompetensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya untuk mengantisipasi berkembangnya kerusakan moral dan ekspansi penyakit sosial masyarakat, serta memberi kekuatan menyaring derasnya arus globalisasi. &lt;i&gt;“Masyarakat kita perlu karakter yang kuat, yaitu karakter bangsa Indonesia sejati,”&lt;/i&gt; tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Evaluasi dan Koreksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi soal dana pendidikan 20 persen, Doli mengatakan perlu ada evaluasi dan koreksi terhadap proses penggunaannya. Dengan ketetapan besarnya dana pendidikan itu membuat pejabat dan penyelenggara pendidikan nasional selama ini dapat terjebak pada praktik korupsi.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Seharusnya proses penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan dimulai dari penetapan visi, paradigma, strategi, dan program baru penganggaran, namun sekarang terbalik. Bahkan terkesan bagaimana menghabiskan dana yang berlimpah ruah, dengan program apa adanya. Sangat sayang,”&lt;/i&gt; urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doli menegaskan dalam keadaan bangsa seperti ini, hanya ada dua hal besar yang bisa menyelesaikannya. Yaitu kepemimpinan yang kuat dan berjalannya sistem pendidikan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;Okezone&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-2926712094265314618?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/2926712094265314618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/indonesia-tak-hanya-butuh-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2926712094265314618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2926712094265314618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/indonesia-tak-hanya-butuh-manusia.html' title='Indonesia Tak Hanya Butuh Manusia Pintar'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-m9uo_7Gk_D8/Tb5VZt2ZJEI/AAAAAAAABGg/uyDrkij3BQY/s72-c/Sekolah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-2947713967449613683</id><published>2011-05-01T23:52:00.000-07:00</published><updated>2011-05-01T23:52:40.553-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Karakter'/><title type='text'>Penerapan Pendidikan Karakter Belum Maksimal</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-FWf1Bn0GLVw/Tb5Uoe1hmbI/AAAAAAAABGc/rmwLlVR1CkA/s1600/sekolah1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-FWf1Bn0GLVw/Tb5Uoe1hmbI/AAAAAAAABGc/rmwLlVR1CkA/s200/sekolah1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo tengah melakukan pemantapan terhadap program pendidikan berkarakter yang mulai dirintis sejak 2010 lalu. Pemantapan tersebut khususnya ditekankan pada tiga sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project, yaitu SDN Manahan, SMPN 17 dan SMAN 8.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ini dilakukan karena saat ini pendidikan karakter dinilai belum diterapkan secara maksimal dalam perbuatan. Sebaliknya, pendidikan karakter hanya dipahami sebatas kekayaan intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Kepala Bidang Pemuda Disdikpora Solo, Kelik Isnawan saat ditemui wartawan dalam program pemantapan pendidikan karakter Disdikpora di SMKN 7, Jumat (29/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelik mengatakan, dalam penerapan pendidikan berkarakter di sekolah perlu adanya pemahaman kepada seluruh komponen di sekolah, seperti kepala sekolah, guru dan karyawan untuk membangun komitmen bersama.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ini tidak akan berhasil tanpa ada dukungan dari semua komponen sekolah termasuk siswa,”&lt;/i&gt; kata Kelik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga memaparkan dalam pidatonya, ada empat indikator yang menyatakan bahwa pendidikan berkarakter tersebut telah berhasil. Di antaranya adalah memiliki komitmen dan suka melakukan kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan kebajikan maka seseorang merasa puas dan kemudian menumbuhkan rasa ketagihan, yaitu ingin melakukan kebajikan kembali serta menolak perilaku yang tidak berkebajikan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Nyata&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Kelik, tentang hasil yang diharapkan dari program ini adalah siswa menjadi cerdas emosinya, menekan kegagalan anak di sekolah, meningkatkan motivasi anak untuk meraih prestasi akademik, menurunkan perilaku negatif anak dan cinta bangsa serta negara dan Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sangat diperlukan tindakan nyata guna mewujudkan nilai-nilai utama pendidikan nasionalisme dan karakter yang di antaranya adalah jujur, toleransi, disiplin, kerja keras dan mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Disdikpora Solo, Rakhmat Sutomo berharap, agar pendidikan berkarakter berjalan dengan baik dan harus dilaksanakan secara intensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://harianjoglosemar.com/berita/penerapan-pendidikan-karakter-belum-maksimal-42652.html"&gt;Joglosemar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 class="post-title single-title entry-title"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/pendidikan/pendidikan-karakter-tak-sekadar-pemahaman-95423" rel="bookmark" tiptitle="Pendidikan karakter tak sekadar pemahaman"&gt;Pendidikan karakter tak sekadar pemahaman&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="byline"&gt;&lt;span class="byline-prep byline-prep-author"&gt;&lt;/span&gt;&lt;abbr class="published" title="Jumat, 29 April 2011 | 21:36"&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="interactive_right" style="float: right; padding: 0pt 0pt 10px 10px;"&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" scrolling="no" src="http://platform.twitter.com/widgets/tweet_button.html?url=http%3A%2F%2Fwww.solopos.com%2F2011%2Fpendidikan%2Fpendidikan-karakter-tak-sekadar-pemahaman-95423&amp;amp;text=Pendidikan%20karakter%20tak%20sekadar%20pemahaman&amp;amp;count=horizontal&amp;amp;lang=id_ID" style="height: 21px; width: 65px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" scrolling="no" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.solopos.com%2F2011%2Fpendidikan%2Fpendidikan-karakter-tak-sekadar-pemahaman-95423&amp;amp;layout=button_count&amp;amp;show_faces=true&amp;amp;width=80&amp;amp;action=like&amp;amp;font=arial&amp;amp;colorscheme=light&amp;amp;height=21" style="border: medium none; height: 21px; overflow: hidden; width: 80px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru dan karyawan di suatu sekolah dituntut lebih berkomitmen dalam pendidikan karakter di sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sekadar memberikan pemahaman, tapi juga mengajak siswa mencintai perilaku kebajikan dan menjadikannya sebagai kebiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pemuda, Dinas Pendidikan Pemuda dan  Olahraga (Disdikpora) Solo, Kelik Isnawan, saat ditemui wartawan di  sela-sela kegiatan sosialisasi kebijakan pendidikan karakter di aula  SMKN 7 Solo, Jumat (29/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelik mengatakan pendidikan karakter tak sekadar pemahaman atau  sebatas wacana intelektualitas. Tapi harus dilanjutkan dengan upaya  menumbuhkan rasa mencintai perilaku yang berkebajikan dan setiap hari  ada upaya untuk menjadikan nilai-nilai kehidupan sebagai pembiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Hal itu bisa terwujud ketika guru dan karyawan bisa menjadi teladan dan motivator,”&lt;/i&gt; jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/pendidikan/pendidikan-karakter-tak-sekadar-pemahaman-95423"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-2947713967449613683?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/2947713967449613683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/penerapan-pendidikan-karakter-belum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2947713967449613683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2947713967449613683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/05/penerapan-pendidikan-karakter-belum.html' title='Penerapan Pendidikan Karakter Belum Maksimal'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-FWf1Bn0GLVw/Tb5Uoe1hmbI/AAAAAAAABGc/rmwLlVR1CkA/s72-c/sekolah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-1612694956535521928</id><published>2011-04-27T21:40:00.000-07:00</published><updated>2011-04-27T21:40:45.322-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Facebook'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Global'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><title type='text'>Guru Tak Boleh Berteman dengan Murid di Facebook</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i.okezone.com/content/2011/04/26/373/450173/csk8bJWP0k.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="220" src="http://i.okezone.com/content/2011/04/26/373/450173/csk8bJWP0k.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://i.okezone.com/content/2011/04/26/373/450173/csk8bJWP0k.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;INGGRIS&lt;/b&gt; - Para guru diperingatkan agar tidak berteman dengan para “murid” di situs jejaring sosial Facebook. Pasalnya, saat ini terjadi pengaburan batas antara kehidupan profesional dan pribadi para guru.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Konsultan keamanan internet Karl Hopwood dalam sebuah Konferensi Nasional Tahunan Guru (NUT) di Inggris menyebutkan, siswa yang mendapatkan akses informasi akan gurunya berpotensi mempermalukan para guru di laman Facebook mereka. Selain itu, banyak kepala sekolah yang menggunakan informasi yang diposting di situs jejaring sosial untuk merekrut calon pekerjanya. Demikian seperti dikutip dari situs Guardian, Rabu (27/4/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hopwood yang juga mantan kepala sekolah ini menyatakan, komentar lengah yang di-posting dapat berdampak buruk. Dia memberikan contoh seorang wakil kepala sekolah, yang menemukan foto dirinya mengenakan baju Superman dan dipajang di papan buletin sekolah. Gambar ini diambil oleh rekannya di suatu pesta ulang tahun, dan menyebar karena pertemanannya dengan para murid.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, NUT sudah memperingatkan para guru agar tidak berteman dengan muridnya di situs jejaring sosial. Mereka juga harus memberi tahu pihak sekolah akan tetap berteman dengan orangtua murid atau mantan murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, guru sekolah di Kent disarankan oleh dewan untuk menutup profil jaringan sosial. Ini dilakukan setelah seorang kepala sekolah di Dartford mem-posting foto diri dengan keterangan ukuran payudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu kasus, seorang guru perempuan disarankan seorang kepala sekolah agar mengecek dirinya di sebuah situs jejaring sosial, karena ada foto dirinya dengan gelas bir di kepala. Saran diberikan saat sang guru mencari pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dia menghapus fotonya, dia segera mendapat pekerjaan. Selain itu, pakar keamanan internet mengaku telah diminta menyerahkan hasil pencarian setiap calon orang yang diwawancara di Google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, semakin banyak anak memiliki akun di situs jejaring sosial. Menurut survei yang dihelat Ofcom, tahun lalu, lebih dari sepertiga anak usia delapan hingga 12 tahun di Inggris memiliki profil di Facebook, Bebo, atau MySpace. Angka tersebut meningkat 25 persen dibandingkan pada 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Hopwood tetap memuji situs jejaring sosial sebagai ruang untuk berbagi informasi positif, memberikan contoh halaman peringatan untuk seorang guru di Facebook. &lt;i&gt;“Beberapa hal di sana sangat baik,”&lt;/i&gt; kata Hopwood.(&lt;i&gt;&lt;b&gt;rfa&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://kampus.okezone.com/read/2011/04/26/373/450173/guru-tak-boleh-berteman-dengan-murid-di-facebook"&gt;Okezone&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-1612694956535521928?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/1612694956535521928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/guru-tak-boleh-berteman-dengan-murid-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/1612694956535521928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/1612694956535521928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/guru-tak-boleh-berteman-dengan-murid-di.html' title='Guru Tak Boleh Berteman dengan Murid di Facebook'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-8879756143160598415</id><published>2011-04-27T19:18:00.000-07:00</published><updated>2011-04-27T19:18:09.862-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Efektif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Terpadu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN/UASBN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>UN - Ladang Penyimpangan Ketidakjujuran dan Ketidakdisiplinan</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NP3yezJ1eGk/TbjOKHE6UJI/AAAAAAAABGY/ueflJxlaev8/s1600/UN.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://2.bp.blogspot.com/-NP3yezJ1eGk/TbjOKHE6UJI/AAAAAAAABGY/ueflJxlaev8/s200/UN.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ujian Nasional atau disingkat UN diadakan dengan tujuan sebagai alat tolok ukur standar pendidikan di Indonesia. Namun, kehadiran alat tersebut justru menjadikan beban tersendiri bagi siswa, pendidik, dan orang tua siswa. Mengapa beban? Hal ini karena hasil UN digunakan sebagai penentu kelulusan siswa. Alhasil yang memperoleh nilai kurang, tidak lulus. Seharusnya tidak demikian, hasil UN sebaiknya dijadikan sebagai landasan sebuah lembaga pendidikan agar mereview kembali proses kegiatan pendidikan dan pengajaran di sekolah masing-masing.  Jika hasil siswa mereka rendah, artinya ada sesuatu yang harus diperbaiki. Nilai UNSD/UNSMP sebelumnya bisa dijadikan pedoman awal. Jika, UN ditingkat selanjutnya rendah, artinya proses pembelajaran di sekolah tersebut ada masalah.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dijadikannya UN sebagai penentu kelulusan menjadikan oknum siswa dan oknum pendidik mencari jalan pintas. Kekhawatiran ‘tidak lulus’ dalam UN menjadikan mereka berbuat tidak terpuji. Ada oknum yang berusaha membocorkan soal dan menyebarkan kunci jawaban ke siswa-siswa yang mau bayar mahal. Ada juga oknum yang membuat kunci ‘bodong’ alias kunci palsu untuk mendapatkan uang dengan memanfaatkan momen-momen seperti ini. Siswa yang kurang PD atau mungkin lemah dalam hal akademis pun rela membeli kunci yang diedarkan, entah tahu kunci itu palsu atau benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ruang ujian pun, ada oknum siswa yang membawa HP untuk membantu mereka dalam mengerjakan UN. Padahal aturan UN sudah jelas tidak boleh membawa HP. Dan yang sangat disayangkan, pengawas UN di tempat tersebut hanya mendiamkan hal tidak terpuji ini berlangsung. Tidak hanya membawa HP, ada juga oknum siswa yang berdiskusi bahkan mencontek pekerjaan teman mereka. Kegiatan negatif ini mereka anggap wajar demi sebuah kata ‘LULUS’ tanpa memperhatikan keberkahan yang menyertai.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa fungsi pengawas UN? Pengawas UN yang dipasang untuk melayani dan mengawasi jalannya UN pun menjadi tidak berfungsi. Pengawas UN selain melayani peserta dalam hal pembagian LJUN, soal UN, dan presensi peserta UN, juga bertanggung jawab terhadap kedisiplinan dan kejujuran peserta UN. Jika melihat di media elektronik maupun media cetak banyak lembaga pendidikan yang melakukan kecurangan artinya pengawas UN tidak melaksanakan tugas secara baik. Padahal pengawas UN telah menandatangi sumpah sebelumnya, di mana mereka harus siap menjaga kedisiplinan dan kejujuran selama UN berlangsung. Jika mereka tidak amanah, maka hukum negara akan menindak mereka. Dan pasti, hukum akhirat pun akan menyertai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga pendidikan adalah lembaga yang turut andil dalam pembentukan karakter anak. Jika dalam lembaga pendidikan anak diajari untuk berbuat tidak terpuji, maka karakter yang munculpun tidak terpuji. Ke depan anak yang mendapatkan contoh tidak terpuji seperti ini akan menjadi manusia-manusia atau pemimpin-pemimpin yang tidak terpuji. Sangat disayangkan, kesempatan membentuk karakter positif anak bangsa disalahgunakan hanya untuk sesuatu yang sifatnya sesaat-UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal-hal di atas, sebagai orang tua, kita harus pandai-pandai memilih sekolah untuk anak-anak kita. Semua orang tua tentu menginginkan anak mereka selamat dunia dan akhirat, kecuali oknum orang tua yang tidak ‘dong’. Untuk itu, pilihlah sekolah yang benar-benar memperhatikan pendidikan akhlak anak didiknya. Bukan hanya melihat sebuah sekolah dari nama ‘favorit’ yang jika masuk sekolah tersebut akan tampak lebih bergengsi di mata masyarakat. Namun, tidak ada unsur pendidikan moral yang mendalam di sekolah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;b&gt;Mia Saputra, S.Pd.&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;Pendidik sebuah sekolah swasta di Jogjakarta&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/28/un-ladang-penyimpangan-ketidakjujuran-dan-ketidakdisiplinan/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-8879756143160598415?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/8879756143160598415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/un-ladang-penyimpangan-ketidakjujuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8879756143160598415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8879756143160598415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/un-ladang-penyimpangan-ketidakjujuran.html' title='UN - Ladang Penyimpangan Ketidakjujuran dan Ketidakdisiplinan'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-NP3yezJ1eGk/TbjOKHE6UJI/AAAAAAAABGY/ueflJxlaev8/s72-c/UN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-6594745454949388185</id><published>2011-04-27T19:13:00.000-07:00</published><updated>2011-04-27T19:13:48.569-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TV harus Edukatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Optimalisasi Intelligencia Anak'/><title type='text'>TV Harus Edukatif</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.clker.com/cliparts/b/2/f/2/11949853282019859913television_alexander_d.__01.svg.hi.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://www.clker.com/cliparts/b/2/f/2/11949853282019859913television_alexander_d.__01.svg.hi.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kendati televisi bukan media massa yang pertama kali ada, namun perkembangannya dari masa kemasa sangat cepat. Usia televisi di Indonesia baru berumur 45 tahun. Akan tetapi, dengan kurun yang relative singkat itu televisi terus mengalami perkembangan. Dari fitur layer hitam putih sampai televisi corak warna. Tadinya hanya ada satu chanel, kini terdapat banyak chanel. Mungkin di Indoensia sendiri terdapat puluhan chanel. Dari perusahan penyiaran televisi raksasa sampai yang lokal.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya keberadaan televisi di Indonesia dikarenakan pemerintah pada tahun 1961 mendapat proyek Asean Games. Acara ini ingin disiarkan kedaerah yang terjangkau oleh satelit televisi yang waktu itu masih sangat bersifat lokal. Maka Pemerintah memutuskan untuk menghadirkan media massa yang sarat dengan manfaat dan kemewahan ini. Kemudian di bangun Panitia Persiapan Pengembangan Televisi Indonesia pada tahun 1961. barulah pada tanggal 20 Oktober 1963 didirikan yayasan TVRI-Televisi Republik Indonesia-berdasarkan keputusan Menteri No. 215/ 1963. sejak itu, televisi sudah bisa dimanfaatkan (ditonton), kendati masih sangat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal keberadaanya sampai sekarang, televisi adalah media massa yang sangat digemari masyarakat. Maka tidak heran jika televisi menjadi icon utama media massa dibanding dengan surat kabar, majalah, bahkan internet sekalipun. Dengan kemewahan ini, maka tujuan pemerintah menghadirkannya tiada lain untuk edutaitment-mendidik sekaligus menghibur. Bahkan, keberadaan yayasan TVRI (1963) pertama kali ada karena untuk mempersatukan bangsa dengan pesan-pesan pendidikan yang ditayangkannya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Drs. Darwanto, S.S, &lt;i&gt;“salah satu alasan kenapa televisi bisa dijadikan sebagai media pendidikan, karena televisi mempunyai karakteristik tersendiri. Audio visual yang lebih dirasakan perannya dalam mempengaruhi masyarakat. sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dalam menyukseskan pembangunan Negara dalam bidang pendidikan, melalui televisi sebagai sarana pendukungnya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Televisi era modern&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan jaman yang kian hari menyeret masyarakat akan hausnya informasi dan hiburan, maka televise bergeser posisi dari kebutuhan mewah ke menjadi kebutuhan primer. Tayangan-tayangannya pun berkembang. Jika dulu televise di dominasi oleh tayangan-tayangan berita, pendidikan dan hiburan lainnya yang masih memegang kuat nilai-nilai edukasi. Namun sekarang televise tayanganny sangat beragam. Memang ini sangat wajar, karena televisi selalu menayangkan perkembangan manusia dari masa kemasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika pertama kali kemunculannya syarat akan nilai pendidikan, sekarang dengan perkembangannya televisi cenderung menyajikan tayangan hiburan tanpa memperhatikan nilai pendidikan. Tayangan berita, dialog, potret kehidupan budaya, olahraga, drama pendidikan misalnya, cenderung lebih longgar jam tayangnya dibanding dengan sajian yang hanya mengutamakan sisi hiburan yang kurang mendidik. Memang masih ada chanel yang kental dengan tayangan pendidikanya, tapi, chanel yang menayangkan sisi hiburan lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realita tayangan televisi era modern, menyudutkannya pada media pendidikan yang tidak lebih baik dari Koran, majalah pendidikan dan buletin pendidikan. Dalam kata lain nilai pendidikanya menurun. Karakteristik audio-visual televisi memang salah satu kemewahanya dan sangat kuat mempengari khalayak. Akan tetapi, jika dibidik sebagai media pendidikan zaman sekarang yang paling baik, sepertinya perlu ditinjau kembali? Antara tayangan yang mendidik dan hanya hiburan semata-yang terkadang tidak memuat nilai pendidikan sama sekali-dengan tidak mengatakan semua tayangannya amoral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tayangan menghibur juga mendidik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tayangan televisi tidak terlepas dari tayangan-tayangan yang menarik dan cenderung menghibur, itu memang seharusnya untuk sebuah media massa. Tetapi, disamping menarik juga harus edukatif sebagai tontonan masyarakat umum. Jika ada satu sajian televisi yang syarat dengan nilai negatife, misalnya sinetron yang menayangkan tentang pacaran anak sekolah yang terlalu bebas. Hal ini akan mudah dicerna oleh anak-anak sekolah karena pengaruh televisi sangat kuat. Untuk itu, sejatinya orang yang berperan dibelakang layer atau perusahaan penyiaran televisi untuk tidak menayangkan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimasyarakat yang kaya akan nilai kearifan budaya dan agama, tayangan tersebut sangat tidak baik. Bisa-bisa mengikis etis-moral masyarakat yang arif. Televisi (produksi tayangan) harus bisa memberi kontribusi pada masarakat dengan mengetengahkan nilai-nilai pendidikan. Memberi hiburan pada masyarakat, benar itu sebuah kontribusi. Namun, kalau mempengaruhi masyarakat jadi tidak beretika-sesuai dengan kearifan budaya dan agama-itu kontribusi atau racun sosial?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas masyarakat sebagai konsumen televisi, harus bisa memilah dan memilih tayangan yang selayaknya ia konsumsi. Jangan sampai menyalahkan media televisi-asumsi sebagian masyarakat sekarang-sedangkan dia sendiri terpengaruhi. Ariflah dalam memilih tayangan, jadikan tontonan sebuah tuntunan, bukan hiburan semata. Belajarlah dari televisi dengan mencari tayangan yang mendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/27/tv-harus-edukatif/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-6594745454949388185?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/6594745454949388185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/tv-harus-edukatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6594745454949388185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6594745454949388185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/tv-harus-edukatif.html' title='TV Harus Edukatif'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-8697618363426093241</id><published>2011-04-27T19:08:00.000-07:00</published><updated>2011-04-27T19:08:59.256-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN/UASBN'/><title type='text'>Siapa Mengawasi Pengawas UN?</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1oiwwq2nPiM/TbjL17yNGcI/AAAAAAAABGU/vdwMh6RRMaY/s1600/Pendidikan_icon.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-1oiwwq2nPiM/TbjL17yNGcI/AAAAAAAABGU/vdwMh6RRMaY/s1600/Pendidikan_icon.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tulisan ini bukanlah pembelaan bagi guru yang melakukan &lt;i&gt;“pekerjaan sambilan” &lt;/i&gt;saat mengawasi ujian nasional (UN). Melainkan lebih kepada refleksi secara keseluruhan bahwa keberhasilan UN tidak semata-mata diukur dari banyaknya contekan ataupun lengahnya pengawasan. Keberhasilan UN lebih ditekankan kepada kerja sama seluruh kalangan pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sejauh manakah kewenangan pengawas UN? Hal ini mengingat begitu bernafsunya para pejabat publik melakukan peninjauan berkaitan pelaksanaan UN setiap tahun. Peninjauan UN ini dilaksanakan secara sporadis baik pejabat pusat sampai pejabat daerah. Temuan-temuan mencengangkan pun muncul seiring sidak tahunan pelaksanaan UN dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta adanya pengawas UN yang justru membaca koran saat pengawasan UN hari pertama di SMAN 3 Sukoharjo (&lt;i&gt;Joglosemar, 19 April 2011&lt;/i&gt;) merupakan salah satu fenomena gunung es. Tentu masih banyak ditemui beragam bentuk &lt;i&gt;“pekerjaan sampingan”&lt;/i&gt; yang dilakukan pengawas ujian namun luput dari pantauan pejabat peninjau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, sejauh manakah kemanfaatan kunjungan pejabat terkait dalam pelaksanaan UN? Mampukan kunjungan pejabat UN meminimalisasi indikasi kecurangan setiap pelaksanaan UN? Sangatlah ironis memang, ketika peninjauan pejabat terkait marak, indikasi penyimpangan UN sendiri juga semakin marak dengan beragam media penyampainya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menelaah peraturan UN seperti dilansir Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) menyatakan, ruang ujian adalah tempat yang hanya bisa dimasuki peserta dan pengawas ruang ujian tersebut. Manakala menelaah peraturan tersebut layaknya sudah menjawab pertanyaan bahwasanya peran pejabat peninjau pelaksanaan UN hanyalah menimbulkan permasalahan tersendiri. Dari sisi psikologis siswa, beragamnya kunjungan pejabat justru merusak konsentrasi siswa. Fakta-fakta di lapangan, pada umumnya kunjungan pejabat tidak sekadar melihat pelaksanaan UN, namun juga melakukan tanya jawab kepada siswa yang pada akhirnya kontraproduktif dengan peningkatan kualitas pendidikan melalui UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangatlah miris, di saat siswa harus memutar otak menjawab pertanyaan, justru dikacaukan tindakan pejabat yang lebih bernuansa pencitraan semata dibandingkan pengatasan masalah riil pendidikan. Kondisi ini tentulah berkebalikan dalam standar pelaksanaan UN di mana untuk pengawas sendiri sudah di-wanti-wanti untuk tidak “mengganggu” siswa dalam mengerjakan soal. Jangankan menanyai siswa, pengawas UN dalam prosedur operasional standar (POS) UN dilarang berbicara antarpengawas, mondar-mandir dan diharapkan duduk tenang di kursi pengawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terjadi penyimpangan UN pun, sanksi bagi siswa yang melakukan pelanggaran UN sampai saat ini masih dalam taraf menjaga keheningan. Yakni dicatat dalam berita acara pelaksanaan ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawas UN pada umumnya juga mengalami perang batin. Berdasarkan ketentuan, pengawas UN tidak diperkenankan saling berkomunikasi baik antarpengawas maupun menggunakan handphone. Dengan kondisi tersebut pengawas UN tidak ubahnya harus luar biasa menahan diri karena tuntutan ketertiban pelaksanaan UN. Di satu sisi pengawas diharapkan tetap konsisten melakukan tugas kepengawasannya. Berdasarkan pengalaman penulis selama menjadi pengawas UN, ketentuan itu justru menjadikan serba salah. Di satu sisi harus tetap menjaga ketenangan, di sisi lain permasalahan siswa selama melaksanakan UN terkadang memerlukan penjelasan verbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hentikan Politisasi UN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peninjauan politis secara tidak langsung akan menyeret pendidikan dalam politisasi pendidikan yang pada akhirnya memberangus pola pelaksanaan UN itu sendiri. Diibaratkan, semut di seberang laut tampak namun gajah di pelupuk mata tidak tampak. Indikasinya penyimpangan pelaksanaan UN terus terjadi namun tindakan konkret tak kunjung dilakukan. Di balik peninjauan bernuansa pencitraan tersebut terdapat beberapa catatan penting yang akhirnya luput dari pantauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peninjauan pejabat justru tidak kondusif bagi pelaksanaan UN. Peninjauan pejabat tidak memecahkan akar permasalahan yang lebih kompleks dibanding dugaan penyimpangan yang kerap ditudingkan terjadi pada saat UN. Dugaan adanya jual beli kunci jawaban yang kerap terjadi pun pada akhirnya hanya berhenti pada dugaan semata, karena aspek pencitraan UN hanya sebatas basa–basi politis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya–upaya yang selayaknya dilakukan untuk perbaikan UN tidak semata-mata mengintensifkan peninjauan, namun terdapat beberapa tindakan krusial penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pertama, &lt;/b&gt;hentikan politisasi UN.&lt;/i&gt; Selama ini tampaknya UN teramat seksi untuk dipandang semua kalangan dan kondisi ini sangatlah rawan dengan politisasinya. Setiap pelaksanaan UN banyak pihak menilai UN sebagai hasil akhir semata tanpa melihat bagaimanakah proses  UN tersebut dilakukan. Basa–basi politis mutlak harus diakhiri mengingat basa-basi tersebut hanyalah menimbulkan kebijakan basi semata. Penekanan guru yang membaca koran saat pelaksanaan UN tidak bisa menjadi parameter pencederaan UN.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt; jika pemerintah peduli peningkatan kualitas siswa, selayaknya dukungan politis lebih dikedepankan dibandingkan basa–asi semata&lt;/i&gt;. Adanya beberapa siswa yang menunggak SPP saat UN (&lt;i&gt;Joglosemar , 19 April 2011&lt;/i&gt;) selayaknya lebih membutuhkan penanganan berarti. Hal itu agar keberlangsungan pendidikan warga negara tidak terhambat dan cenderung mencari dalih pembenaran dengan pemberitaan sang pengawas membaca koran saat mengawasi UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ketiga,&lt;/b&gt; kembalikan UN sebagai kewajaran pendidikan.&lt;/i&gt; Evaluasi merupakan tuntutan khas sebuah proses belajar. Persepsi yang dikembangkan saat ini menekankan UN menjadi sebuah komoditas dibandingkan bagaimanakah pelaksanaannya. Sangatlah naif manakala UN diposisikan sebagai sebuah gengsi sesaat suatu kabupaten dibandingkan bagaimanakah peningkatan kualitas pendidikan tersebut dikembangkan. Target Kabupaten Sragen bahwa UN harus 100 persen lulus (Solopos, 19 April 2011) teramat naif manakala tidak memperhatikan bagaimanakah pembelajaran tersebut dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala UN dianggap menunjukkan kualitas pendidikan selayaknya dukungan peningkatannya riil diberlakukan.  Ketersediaan biaya pendukung peningkatan kualitas pendidikan selama ini dirasa masih sangat kurang gaungnya dibandingkan alokasi pembiayaan bagi pengamanan UN. Padahal selayaknya itu tidak perlu terjadi dan peningkatan kualitas pendidikan berbasis UN benar-benar menjadi kenyataan. UN sebagai kewajaran pendidikan secara tidak langsung akan memosisikan bahwa UN sebuah proses kewajaran bahwa untuk menilai siswa diperlukan sarana pengukuran yang reliabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mengawasi dan diawasi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://harianjoglosemar.com/berita/siapa-mengawasi-pengawas-un-41797.html"&gt;Joglosemar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-8697618363426093241?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/8697618363426093241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/siapa-mengawasi-pengawas-un.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8697618363426093241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8697618363426093241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/siapa-mengawasi-pengawas-un.html' title='Siapa Mengawasi Pengawas UN?'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1oiwwq2nPiM/TbjL17yNGcI/AAAAAAAABGU/vdwMh6RRMaY/s72-c/Pendidikan_icon.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-8035465746181968479</id><published>2011-04-26T23:04:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T23:04:21.530-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Global'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Kegagalan Sistem Pendidikan Asia</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GQcD_H7MsM8/TYa99h_7gRI/AAAAAAAAB00/V1fryzCVzyA/s320/test.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://2.bp.blogspot.com/-GQcD_H7MsM8/TYa99h_7gRI/AAAAAAAAB00/V1fryzCVzyA/s200/test.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada edisi 26 Maret 2010, salah satu jurnal sains paling bergengsi di dunia, Science, memuat sebuah artikel singkat berjudul “Asian Test-Score Culture Thwarts Creativity”, yang ditulis oleh William K. Lim dari Universiti Malaysia Sarawak. Dituturkannya bahwa meskipun sejak bertahun-tahun lalu Asia didaulat akan menjadi penghela dunia sains berkat sangat besarnya investasi di bidang sains dan teknologi, kenyataannya Asia masih tetap saja tertinggal di banding negeri-negeri barat (Eropa Barat dan Amerika Utara). Menurutnya, akar permasalahannya adalah budaya pendidikan Asia yang berorientasi pada skor-tes, yang alhasil tidak mampu mengasah keterampilan berpikir dan kreativitas pelajar. Padahal kedua kemampuan itulah yang menjadi dasar untuk bisa menjadi ilmuwan yang berhasil.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Di Asia, para pelajar dan sekolah berorientasi mengejar skor-tes setinggi-tingginya. Para pelajar yang memiliki skor-tes lebih tinggi akan lebih baik karir masa depannya karena persyaratan masuk ke berbagai institusi pendidikan yang lebih tinggi dan lebih baik ditentukan oleh skor-tes. Semakin tinggi skornya tentu semakin baik pula peluangnya. Beragam pekerjaan bergengsi juga hanya bisa dimasuki oleh mereka-mereka yang memiliki skor tinggi. Sekolah yang para siswanya meraih skor-tes tinggi akan naik reputasinya, dan dengan demikian menjamin pendanaan lebih banyak. Guru pun ditekan untuk mengajar dengan orientasi agar siswa bisa memperoleh skor-tes yang tinggi. Tidak heran jika kemudian latihan-latihan tes mengambil porsi besar dalam pendidikan di sekolah-sekolah di Asia karena keberhasilan sebuah sekolah semata-mata dinilai dari catatan skor-tes yang diperoleh sekolah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat iklim pendidikan berorientasi skor-tes, para orangtua di Asia lazim memasukkan anak-anaknya ke suatu les pelajaran tambahan di luar sekolah sejak usia dini. Di Singapura, pada tahun 2008, sejumlah 97 dari 100 pelajar mengikuti les tambahan pelajaran di berbagai institusi persiapan tes (baca: Lembaga Bimbingan Belajar). Pada tahun 2009, industri persiapan tes di Korea Selatan bernilai 16,3 Miliar US$ atau setara dengan 146,7 triliun rupiah. Jumlah itu kira-kira senilai 36% dari anggaran pemerintah untuk dunia pendidikan di negeri ginseng.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akibat waktu sekolah yang panjang dan beban PR yang berat, para pelajar Asia hanya terasah kemampuan intelektualnya dalam hal mengingat fakta-fakta untuk kemudian ditumpahkan kembali saat ujian. Hasil dari budaya pendidikan semacam itu adalah kurangnya keterampilan menelaah, menginvestigasi dan bernalar, yang sangat dibutuhkan dalam penemuan-penemuan ilmiah. Dalam artikelnya, William K. Lim menyatakan bahwa para mahasiswa yang ditemuinya lemah dalam melihat hubungan-hubungan dalam berbagai literatur, membuat kemungkinan-kemungkinan ide-ide, dan menyusun berbagai hipotesis. Padahal, mereka adalah para peraih skor-tes tertinggi. Hal itu membuktikan kalau sistem pendidikan Asia tidak melahirkan talenta saintifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar bahwa dalam berbagai ujian, para pelajar Asia “selalu” memiliki skor-tes lebih baik dari para pelajar Eropa Barat dan Amerika Utara berkat pendidikannya yang berorientasi skor-tes. Akan tetapi ketika bicara soal kreativitas dan kualitas hasil penelitian, para pelajar Asia jauh tertinggal. Sebagai akibatnya, sangat sedikit ilmuwan berkelas yang dihasilkan Asia. Mayoritas ilmuwan kelas dunia dari negara-negara Asia pun biasanya dididik dalam pendidikan Eropa/Amerika, bukan dalam iklim pendidikan Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa para pemenang olimpiade sains dunia (fisika, sains, biologi, dan lainnya) mayoritas berasal dari Asia. Indonesia sendiri telah berkali-kali memiliki para juara. Akan tetapi mereka merupakan hasil penggodokan khusus oleh tim khusus olimpiade sains. Mereka bukan hasil alami iklim pendidikan seperti biasa. Jadi, fenomena itu sama sekali tak mengindikasikan keberhasilan sistem pendidikan di Asia. Faktanya, meskipun mendominasi kejuaraan, Asia tak kunjung melahirkan ilmuwan-ilmuwan kelas dunia. Jumlah ilmuwan yang terlahir dari Eropa/Amerika sangat timpang jauhnya dibandingkan dari Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti kegagalan sistem pendidikan Asia dalam menelurkan talenta saintifik berlimpah ruah. Benar bahwa Asia, terutama Asia Timur, digambarkan kuat dalam menyerap pengetahuan yang ada dan dalam mengadaptasi teknologi yang sudah ada (maklum, mereka canggih dalam mengingat). Akan tetapi Asia gagal membuat kontribusi orisinil terhadap ilmu-ilmu dasar. Hingga kini tidak ada temuan-temuan ilmiah berarti dari Asia. Kemajuan besar dalam sains dan teknologi yang digapai negeri-negeri Asia tidak ada yang merupakan karya orisinil Asia: nyaris semuanya merupakan adaptasi teknologi dari negeri-negeri barat. Padahal, negeri-negeri barat sempat cemas dengan besarnya investasi negara-negara Asia terhadap dunia pendidikan yang jumlahnya jauh melebihi investasi mereka. Dikuatirkan mereka bakal terkejar dan lantas tertinggal dari Asia dalam satu atau dua dekade saja. Akan tetapi, ternyata mereka tak perlu risau lagi. Investasi pendidikan besar-besaran negara-negara Asia telah gagal karena kesalahan Negara-negara itu dalam membangun budaya pendidikannya. Kini, Asia tetap tertinggal di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia agaknya tidak belajar dari kegagalan investasi pendidikan di negara-negara Asia lain. Pendidikan Indonesia saat ini ikut-ikutan berorientasi pada skor-tes. Konkretnya, skor-tes saat ujian nasional menjadi syarat mutlak kelulusan. Lantas, di mana-mana di berbagai sekolah di seluruh penjuru negeri, orientasi pengajarannya hanya agar para peserta didiknya berhasil melewati ujian nasional. Bulan-bulan menjelang ujian, berbagai mata pelajaran yang tidak diujiankan akan dihapus dari jadwal. Latihan tes ditekankan. Berbagai les diselenggarakan. Maklum, sekolah akan dianggap gagal jika tidak berhasil meluluskan siswa-siswanya dalam ujian nasional. Para politisi pun beramai-ramai memanasi suasana dengan ‘memaksa’ para sekolah di daerahnya untuk bisa meluluskan siswa-siswanya, apapun caranya. Sebab, skor-tes ujian nasional di suatu daerah juga menjadi citra daerah itu. Lantas tak mengherankan jika muncul berbagai macam kecurangan untuk mengatrol nilai para siswa agar bisa lulus ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan yang berorientasi skor-tes menjadi berkah tersendiri bagi industri persiapan tes. Industri itu akan menjadi industri pendidikan yang paling menjanjikan. Potensinya luar biasa besar. Dengan jumlah pelajar yang hanya kurang dari 20% dari jumlah pelajar di Indonesia, industri persiapan tes di Korea Selatan telah menuai kapitalisasi senilai 146,7 triliun rupiah. Bayangkan besarnya potensi pasar industri persiapan tes di Indonesia, potensinya bisa diduga ratusan triliun rupiah. Anda tertarik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah yang akan dituai dari budaya pendidikan berorientasi skor-tes sangat jelas, seperti ditunjukkan negara-negara Asia lain yang telah gagal: ketidakmampuan menghasilkan ilmuwan. Maka, selamanya, selama budaya pendidikan itu tak diubah, Indonesia tak akan pernah mampu menjadi pelopor di bidang sains dan teknologi. Indonesia hanya akan menjadi pengekor karya ilmiah negeri-negeri lain, seperti selama ini. Masih mending negara-negara Asia lain, seperti Korea, Taiwan, China, Singapura dan Jepang yang mampu membuat adaptasi teknologi sehingga memakmurkan negerinya. Sedangkan kita, mengadaptasi saja tak mampu, apalagi mencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya pemerintah Indonesia tetap ‘kekeuh’ mempertahankan kebijakan pendidikan skor-tes itu dengan berbagai alasannya. Tapi, pertimbangkanlah ini: jika negeri-negeri semaju seperti Korea, Jepang, Taiwan, Singapura saja telah dianggap gagal menelurkan para ilmuwan (dan dengan demikian gagal menjadi tuan di bidang sains dan teknologi) gara-gara budaya pendidikannya yang berorientasi skor-tes, masa sih kita harus meniru mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip William K. Lim: &lt;i&gt;“A radical trasformation of the educational culture must happen before homegrown Asian science can challenge Western technological dominance.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar kata Tuan Lim, kita memerlukan transformasi radikal dalam pendidikan kita, atau kita akan terus menjadi negeri tak dianggap siapa-siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;b&gt;Achmanto Mendatu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://psikologi-online.com/"&gt;psikologi-online.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-8035465746181968479?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/8035465746181968479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/kegagalan-sistem-pendidikan-asia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8035465746181968479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8035465746181968479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/kegagalan-sistem-pendidikan-asia.html' title='Kegagalan Sistem Pendidikan Asia'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-GQcD_H7MsM8/TYa99h_7gRI/AAAAAAAAB00/V1fryzCVzyA/s72-c/test.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-1904328586709106112</id><published>2011-04-26T23:00:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T23:00:34.932-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Efektif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Terpadu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Dasar-Dasar Pendidikan Bagi Anak</title><content type='html'>Oleh: &lt;b&gt;Abu Khaulah Zainal Abidin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-tbcAkyIeQVE/TbZAkL9GZqI/AAAAAAAAB4c/Z_XTBHVl7qg/s320/Word+Cloud+-+Classical+Education.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="91" src="http://3.bp.blogspot.com/-tbcAkyIeQVE/TbZAkL9GZqI/AAAAAAAAB4c/Z_XTBHVl7qg/s200/Word+Cloud+-+Classical+Education.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pendidikan itu bukan sekolah, bukan pondok pesantren, bukan pula perguruan tinggi, apa lagi lembaga-lembaga kursus! Melembaganya pendidikan ke dalam bentuk-bentuk di atas di satu sisi memang tampak memudahkan, karena menimbulkan kepercayaan masyarakat bahwa ada pihak-pihak atau tempat-tempat tertentu yang diharapkan bisa mendidik (baca: mengajar) masyarakat di usia-usia belajar mereka, termasuk bisa juga disalahkan manakala timbul permasalahan di usia-usia belajar mereka. Dari sisi ini tampak sekali, bahwa &lt;i&gt;“pendidikan sebagai produk masyarakat” lebih dominan ketimbang “masyarakat sebagai produk pendidikan”&lt;/i&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat telah lebih dahulu mendifinisikan, bahwa: Pendidikan itu adalah lembaga pendidikan yang mendidik (-nyatanya hanya mengajar-) di usia-usia belajar mereka, 6-3-3-6 th dst. Masyarakat telah lebih dahulu mendisain masa depannya dan meciptakan sistim pendidikannya untuk itu. Tepatnya, bisa dikatakan, bahwa pendidikan adalah cermin sistem sosial, di mana ia diselenggarakan di dalam sekaligus demi cita-cita sistem tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal pendidikan adalah sebuah proses mengambil, menyerap, dan mengamalkan ilmu. Cakupannya meliputi ketrampilan, penghayatan, dan penalaran. Dan karena kebutuhan manusia akan ilmu itu tidak terbatas, bahkan sebanyak tarikan nafasnya -kata Imam Ahmad-, maka tentu saja waktu dan tempat pendidikan pun tak terbatas. Dan karenanya proses tersebut tidak bisa semata menjadi tanggung jawab sekolah. Rumah tangga, tempat rekreasi, kantor, pabrik, bahkan pasar semua adalah lembaga pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja keluarga atau rumah tangga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama. Dari sanalah segalanya bermula. Oleh karenanya para orang tua harus bisa meletakkan landasan dari mana kelak anak-anaknya menatap dunia dan memasuki masa-masa pendidikan yang tiada ujungnya. Apa itu pendidikan bagi mereka, apa artinya bagi kehidupan, serta bagaimana mereka menyikapi dan menjalaninya, semua bermula di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pertama:&lt;/b&gt; Orang tua harus berupaya agar anak menyadari keutamaan ilmu, pendidikan, dan perlunya belajar, serta dapat menghargai segala aspek yang bekaitan dengan ketiganya tadi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa hormat dan penghargaan kepada ilmu akan memberikan dampak yang sangat luas di dalam kehidupan anak tersebut kelak. Dia akan bersungguh-sungguh belajar, dia akan terlatih mengakui dan menghormati orang-orang yang lebih pandai dari padanya. Dia tidak akan rela mengorbankan ilmunya demi kepentingan yang akan merusak kecintaan dan penghargaannya terhadap ilmu, dalam keadaan apapun. Mudahnya seseorang menyelewengkan pengetahuannya, antara lain disebabkan sikap moral yang tidak menghargai ilmu. Berbohong atau menghalalkan kebohongan demi mencapai maksud, antara lain juga bermula dari perkara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kedua:&lt;/b&gt; Orang tua harus berupaya agar anak mampu menyadari dan mengembangkan kemampuan Keterampilan, Penghayatan dan Penalaran-nya sesuai dengan tingkat perkembangan umurnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan berkaitan dengan kemampuan motorik dan teratasinya hambatan-hambatan motorik di mana seorang anak mampu mengontrol secara sempurna gerakan anggota tubuhnya. Hambatan-hambatan motorik dapat menjadi sebab timbulnya rasa kurang percaya diri pada anak Penghayatan berkaitan dengan perasaan senang, cinta, benci, takut, marah, dan kasihan. Penghayatan juga berkaitan dengan citarasa, selera, dan rasa keindahan. Melalui inilah tumbuh sikap, jujur, berani, bertanggungjawab, santun, sabar, simpati, serta ingin menolong dan ingin berbagi. Tumbuhnya sikap berpihak dan anti terhadap sesuatu atau seseorang juga datang dari sisi ini. Dan anak memerlukan bimbingan dan pengarahan agar dapat dengan tepat mengekspresikan perasaannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Penalaran berkaitan dengan kemampuan berpikir secara logis dan konsisten serta memahami sebab akibat Ketiga kemampuan ini (Keterampilan, Penghayatan, dan Penalaran) harus berkembang secara proposional sesuai dengan bertambahnya umur. Jika tidak, maka akan tumbuh pribadi yang tidak seimbang. Sebagai contoh; anak yang kelewat berani tanpa pertimbangan, anak yang kelewat penakut, atau anak yang kurang percaya diri, misalnya. Tahukah anda, bahwa sifat licik itu merupakan kombinasi cerdas dengan malas.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ketiga : &lt;/b&gt;Orang Tua harus berupaya agar anak mampu melaksanakan perintah ALLAH dan menjadikan hal itu sebagai jalan untuk memahami Kehendak dan Ketentuan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemampuan melaksanakan perintah ALLAH ini dicapai melalui latihan dan pembiasaan. Kebiasaanlah yang kemudian akan membentuk pola berpikir, sehingga anak tahu untuk apa ALLAH menciptakannya, apa manfa’at dari perintah-larangan ALLAH bagi dirinya, serta apa yang harus didahulukan dan dibelakangkan di dalam menjalani kehidupan ini. Pendidikan ini berlangsung mengikuti ritme dan aktifitas kehidupannya sehari-hari. Wudlu, sholat, berdo’a, belajar membaca dan menghafal Al Qur’an, mendengarkan Hadits-Hadits, serta terbiasa mengenal perintah dan larangan atau perkara halal-haram yang disampaikan secara tepat dan proporsionil sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/"&gt;Rumah Belajar Ibnu Abbas&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-1904328586709106112?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/1904328586709106112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/dasar-dasar-pendidikan-bagi-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/1904328586709106112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/1904328586709106112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/dasar-dasar-pendidikan-bagi-anak.html' title='Dasar-Dasar Pendidikan Bagi Anak'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-tbcAkyIeQVE/TbZAkL9GZqI/AAAAAAAAB4c/Z_XTBHVl7qg/s72-c/Word+Cloud+-+Classical+Education.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-3823179879657597743</id><published>2011-04-26T21:12:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T21:12:32.771-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN/UASBN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Fenomena Ujian Nasional: Ini Benar-benar Terjadi</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-x3uFiKX4GSY/TbeXgAX0n0I/AAAAAAAABGQ/RLs_XQwQ0vI/s1600/UN.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://4.bp.blogspot.com/-x3uFiKX4GSY/TbeXgAX0n0I/AAAAAAAABGQ/RLs_XQwQ0vI/s200/UN.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suasana sepi mencekam, dengan penuh keseriusan anak-anak mengerjakan soal-soal Ujian Nasional.  Dua pengawas duduk di kursinya.  Dua puluh menit kemudian mulai terdengar gemerisik kertas di ruang itu. Anak-anak mulai mencari-cari kesempatan buat mencontek karena dilihatnya sang pengawas asyik mengobrol.  Ketika gemerisik kertas menjadi semakin ribut, sang pengawas hanya berkata &lt;i&gt;“Boleh tanya tetapi jangan berisik.”&lt;/i&gt;  Jadilah mereka bertukar-tukar jawaban.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ujian Nasional akan dimulai tepat pukul  delapan.  Namun para siswa telah diminta hadir di sekolah pukul enam.  Pukul enam sang guru mata pelajaran yang diujikan datang memberikan  rambu-rambu yang disertai  jawaban-jawaban soal.  Anak-anak merasa senang ketika apa yang diberikan gurunya pagi tadi benar-benar keluar dalam ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawas Ujian Nasional harus bukan guru mata pelajaran yang diujikan.  Entah untuk mengejar uang transport yang akan diberikan kepada pengawas atau ada maksud lain, tiba-tiba saja guru matematika menjadi guru PLKJ, guru IPA menjadi guru Tata Boga dan seterusnya agar mereka bisa mengawas penuh selama empat hari.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu soal Ujian Nasional terdiri dari soal A dan B, lalu tahun ini dibuat menjadi A,B,C,D, dan E dengan maksud menghapus peluang bagi anak-anak untuk mencontek.  Karena yang membuat kebijakan tidak mendiskusikan terlebih dulu dengan ahli matematika tentang teori peluang, maka dengan lima jenis soal ini ternyata siswa yang tidak bisa mencontek hanya dua orang di tiap ruangnya.  Siswa selebihnya bisa mencontek secara diagonal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tahun ini kriteria kelulusan melibatkan nilai raport dan nilai ujian sekolah, maka  karena untuk mendongkrak nilai raport tidak memungkinkan, lantas guru berbondong-bondong memberikan nilai konversi untuk hasil ujian sekolah dengan harapan para siswa dapat lulus meski nilai Ujian Nasionalnya rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Believe it or not, mau dibawa kemana anak-anak kita.  Memang masih ada sekolah-sekolah yang idealis, namun itu dapat dihitung dengan jari kita.  Selebihnya, Jangan harap pendidikan di negara kita bisa maju meski gaji gurunya membumbung tinggi di angkasa tetap saja jika mental kepribadian dan kinerja tidak diperbaiki.  Pendidikan kita hanya akan sebatas tulisan di atas kertas yang suatu saat akan menjadi pembungkus gorengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/27/fenomena-ujian-nasional-ini-benar-benar-terjadi/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-3823179879657597743?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/3823179879657597743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/fenomena-ujian-nasional-ini-benar-benar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3823179879657597743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3823179879657597743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/fenomena-ujian-nasional-ini-benar-benar.html' title='Fenomena Ujian Nasional: Ini Benar-benar Terjadi'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-x3uFiKX4GSY/TbeXgAX0n0I/AAAAAAAABGQ/RLs_XQwQ0vI/s72-c/UN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-1896450162052302173</id><published>2011-04-26T21:08:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T21:08:54.661-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Dying Inside</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/13038538161238931674.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/13038538161238931674.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang sahabat yang baik mengirimkan sebuah cerita hikmah kepada saya melalui akun facebooknya. Seperti ini ceritanya, Puluhan tahun yang lalu, di sebuah desa di Kaliwungu Kudus ada seorang tua, pekerjaan beliau adalah tukang asah pisau keliling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari orang tua tersebut berkeliling dari rumah ke rumah untuk menawarkan jasanya. Beliau berkeliling sambil membunyikan lonceng kecil, untuk&lt;br /&gt;menarik perhatian orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, banyak sekali orang yang memanfaatkan jasa beliau. Setiap hari selalu ada saja orang yang mengasahkan pisau ataupun gunting mereka ke orang tua tersebut. Dengan pekerjaan mengasah pisau, orang tua tersebut bisa menghidupi keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun berlalu, jaman semakin modern dan membuat segalanya menjadi praktis. Demikian juga, pisau-pisau maupun gunting-gunting yang ada di pasaran semakin berkualitas dan murah. Sehingga perlahan- lahan tidak ada lagi orang yang mengasahkan pisau atau guntingnya. Mereka lebih memilih untuk membeli yang baru daripada mengasahkannya. Akibatnya, tidak ada lagi orang yang membutuhkan jasa orang tua si pengasah pisau tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tetapi setiap hari orang tua tersebut tetap berkeliling seperti biasa, dengan harapan masih ada orang yang mau memanfaatkan jasanya. Awalnya, orang tua tersebut masih bersemangat. Tapi lamakelamaan, semangatnya semakin kendur karena dia merasa tidak ada lagi orang  yang membutuhkan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu, akhirnya tidak lama, orang tua tersebut meninggal. Ada yang mengatakan bahwa orang tua tersebut meninggal karena kanker. Tapi sebenarnya apa yang menyebabkan orang tua tersebut meninggal ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan Anda rasakan bila tidak ada lagi orang yang membutuhkan Anda? Anda akan merasa dying inside. Menurut teori kebutuhan Abraham Maslow, kebutuhan manusia yang paling tinggi adalah aktualisasi diri. Anda akan merasa sangat berarti bila Anda dibutuhkan oleh banyak orang. Oleh karena itu, buatlah sesuatu yang dapat membuat diri Anda dibutuhkan, kembangkan potensi diri Anda !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita hikmah di atas mengajarkan kita agar senantiasa menjadi orang yang selalu mengembangkan diri dengan bekerja atau amal yang bermanfaat. Bermanfaat untuk diri sendiri dan bermanfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum Abraham Maslow berteori tentang kebutuhan manusia yang paling tinggi. Islam telah mengajarkan melalui sabda Nabi Muhammad saw , bahwa &lt;i&gt; “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain” (&lt;b&gt;HR  Attirmidzi&lt;/b&gt;).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini mengajarkan kita agar senantiasa menjadi manusia yang selalu mengaktualisasikan diri dengan amal. Amal yang membawa manfaat kebaikan yang di rasakan oleh orang lain bukan hanya diri sendiri, amal besar atau pun kecil. Sehingga keberadaan kita akan senantiasa di harapkan oleh setiap orang lain. Manfaat kebaikan hanya akan datang dari amal-amal kebaikan. Dengan amal kebaikan akan melahirkan buah kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal-hal kecil yang dapat kita lakukan dan dapat membawa manfaat besar untuk orang lain. seperti menampakkan senyum kepada setiap orang yang kita jumpai, mendoakaan orang lain yang dalam kesusahan dan sakit atau di landa musibah atau sekedar menyingkirkan duri di jalan sehingga banyak orang akan terhindar dari bahaya duri itu. Terlebih lagi jika kita dapat melakukan sebuah amalan yang dapat membawa manfaat besar bagi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat orang lain membutuhkan kita saat itu pula diri kita senantiasa menjadi orang yang bermanfaat dan berdaya guna bagi orang lain. Menjadi orang yang bermanfaat dan berdaya guna akan senantiasa menjadikan kita orang yang selalu berkarya dan beramal dengan mengembangkan seluruh potensi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam sebuah ayat-Nya  &lt;i&gt;“Dan Katakanlah ,”Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (&lt;b&gt;QS Attaubah : 105&lt;/b&gt;)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim waktu merupakan anugrah terbesar yang di berikan kepada kita. sehingga setiap detik waktu yang kita lewatkan merupakan peluang beramal yang harus kita kerjakan. tidak boleh ada sedetik waktupun yang terlewatkan dengan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT memberikan potensi dan waktu yang sama kepada setiap manusia. Sehingga setiap kita akan memiliki peluang kesuksesan dan kebahagiaan yang sama. Tinggal bagaimana kita banyak mengembangkan potensi diri itu dan memanfaatkan peluang waktu yang diberikan kepada kita. Sehingga kita tidak menjadi manusia yang sia-sia di dunia ataupun di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. (&lt;b&gt;QS AL Ashr : 1-3&lt;/b&gt;)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu ‘alamu bishowab.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/27/dying-inside/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-1896450162052302173?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/1896450162052302173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/dying-inside.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/1896450162052302173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/1896450162052302173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/dying-inside.html' title='Dying Inside'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-6454688960831455763</id><published>2011-04-26T21:05:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T21:05:27.498-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Efektif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Terpadu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN/UASBN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Ujian Nasional, Buah Simalakama?</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-JWI5v_Nta88/TbeV_qPPJcI/AAAAAAAABGM/CdKp79CjELI/s1600/sekolah2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-JWI5v_Nta88/TbeV_qPPJcI/AAAAAAAABGM/CdKp79CjELI/s200/sekolah2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ujian Nasional (UN) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) telah berakhir namun pro dan kontra tentang diadakannya ujian nasional ini masih saja berlangsung. Ujian Nasional secara serentak mulai diadakan sejak tahun 2005 dimana UN dijadikan parameter kelulusan siswa secara mutlak. Pro dan kontra pun langsung menyeruak mengingat kelulusan seorang siswa tidak mungkin hanya dinilai hanya 3 hari saja walau telah belajar selama 3 tahun di sekolah ditambah masih belum meratanya fasilitas pendidikan di Indonesia maka penetapan target nilai minimum pada UN dianggap tidak masuk akal.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Selain itu tidak mungkin kelulusan hanya dinilai hanya pada mata pelajaran tertentu saja karena bisa jadi ada siswa yang memang secara akademik kurang memuaskan nilainya namun secara bidang lain seperti olah raga atau seni memiliki kemampuan yang luar biasa jadi penetapan UN sebagai syarat mutlak kelulusan dianggap hanya membebani siswa dan tentu saja guru. Usulan untuk memberikan kebebasan pada sekolah dalam penentuan kelulusan siswa juga ditolak oleh pemerintah karena dianggap tidak memenuhi standar kualifikasi kelulusan siswa yang seragam. Inilah yang akhirnya menyebabkan pro dan kontra UN menjadi semakin panjang dan lebar hingga tiap tahun selalu menjadi bahan perdebatan walaupun sistem kelulusan tahun ini berubah yaitu sekolah diberikan kesempatan untuk menilai siswa jadi tidak hanya 100% dari hasil UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya ujian atau evaluasi bagi seorang siswa adalah perlu bahkan mutlak dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan hasil didikan pada siswa tersebut. Namun membebankan UN sebagai syarat mutlak kelulusan juga bukan solusi yang tepat mengingat kapasitas individu berbeda-beda belum lagi faktor lain seperti kondisi sekolah dan tenaga pengajar. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sehingga yang terjadi saat ini adalah sekolah berusaha sedapat mungkin mengusahakan para siswanya agar lulus 100% walau dengan cara-cara curang sekalipun supaya mendongkrak reputasi sekolah dan menjaga nama baik daerah. Ironis memang pendidikan yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam proses pembangunan bangsa serta pembentukan pola pikir harus berubah menjadi semata-mata mengejar prestasi dalam bentuk angka supaya kehormatan suatu lembaga tetap terjaga. Hal ini pula mungkin yang menjadikan alasan bahwa tidak seharusnya sekolah menentukan parameter kelulusan bagi siswa-siswanya karena bisa jadi ada sekolah yang akan berusaha mendongkrak nilai para siswa sehingga semua siswanya lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis kepercayaan antara pemerintah dengan lembaga pendidikan itulah yang menjadi topik permasalahan dalam manajemen pendidikan di Indonesia saat ini. Selain adanya perubahan sistem dalam pendidikan, isu korupsi dalam pengadaan UN serta kecurangan-kecurangan lain yang terjadi makin menambah peliknya kondisi pendidikan di Indonesia. Jika UN tetap diadakan maka akan terulang lagi kecurangan-kecurangan dalam meluluskan siswa namun jika UN ditiadakan dan diserahkan kepada sekolah sepenuhnya apakah sekolah mampu memberikan lulusan yang sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan? Solusi sederhana sebenarnya bisa dimulai dari pihak siswa dan guru serta pemangku kebijakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru dan siswa tentu tidak menginginkan untuk gagal dalam ujian namun pemerintah juga berkewajiban menjaga mutu serta kualitas pendidikan nasional, bisa jadi UN tetap diadakan namun dengan penyerataan kondisi sekolah dan fasilitasnya serta memberikan tenaga pengajar cukup untuk seluruh wilayah Indonesia jadi tidak boleh ada kesenjangan fasilitas maupun tenaga pengajar. Kalaupun dihilangkan dan diserahkan kepada sekolah untuk menilai kelulusan siswa maka pemerintah wajib mengawasi dan menetapkan standar kelayakan bagi proses belajar serta ujian untuk siswa tersebut apakah sekolah tersebut benar-benar memberikan parameter yang sesuai atau sengaja memberikan poin penuh kepada siswa supaya lulus demi menjaga reputasi sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentu saja pola pendidikan bukan hanya sebatas pengajaran berbentuk nilai akademis semata masih banyak aspek yang bisa dinilai dari kemampuan seorang siswa. Aspek kognitif berupa kejujuran, kemampuan menganalisa, berorganisasi, mengelola waktu, kreativitas dalam artian positif, dan lain-lain juga bisa dimasukkan dalam parameter penilaian karena pada dasarnya pendidikan bukan hanya mencerdaskan bangsa tetapi mencerahkan bangsa  dengan pendidikan manusia bisa mengerti dan memahami hakekat ilmu pengetahuan serta mengamalkannya untuk kebaikan dan kemajuan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/27/ujian-nasional-buah-simalakama/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-6454688960831455763?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/6454688960831455763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/ujian-nasional-buah-simalakama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6454688960831455763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6454688960831455763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/ujian-nasional-buah-simalakama.html' title='Ujian Nasional, Buah Simalakama?'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-JWI5v_Nta88/TbeV_qPPJcI/AAAAAAAABGM/CdKp79CjELI/s72-c/sekolah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-3386110210383176933</id><published>2011-04-26T21:01:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T21:01:01.096-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KulWit (Kuliah Twitter)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Mensos dan Tini Si Anak Stress, Diejek Miskin dan Tak Bisa Beli LKS</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1303838949100836754_300x351.83246073298.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1303838949100836754_300x351.83246073298.jpg" width="170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tulisan di bawah  ini saya ambil dari tweeternya pak Mensos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Pak Mensos saya mohon maaf. Saya tampilkan tanpa izin dari Bapak. Karena ini benar-benar menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ini kisah Agustini (putri 10 th) alami tekanan hdp, diejek kawan2nya sbg anak tak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jum’at, 15/4, Tim Reaksi Cepat Kemensos mendgr kabar radio Elshinta ttg anak yg stress bawa cutter di bengkel Jl Prapanca, jaksel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jam 19.00 #TRC nuju lokasi, tp sang anak tlh dibawa Satpol PP ke Kel Cipete. Saat dicek ke Cipete, sdh dibw ke Walikota Jaksel.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. Anak meronta. Tak mau dibw ke Panti Kedoya. Ia menggigit, melempar batu+ mencakar Satpol. #TRC berkoordinasi lakukn pendekatan Peksos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengapa kabur? Tini ngaku: tak bisa beli buku LKS+ malu diejek sbg anak miskin. Jam 22.00, #TRC izin Walikota bw Tini ke RPSA Bambu Apus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Di BambuApus, Tini istirahat+ main dg kakak Peksos. Luka di mulut jg perlu diobati. #TRC lacak dimana alamat ortu? Disbut SDN 2 DepokLama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Trnyata, SDN 2 DepokLama tak punya siswa brnama Agustini. Akhirny disbut SDN 2 Krukut, Limo Depok. Ortunya di Jagakarsa. #TRC lacak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Di SDN 2 Krukut, #TRC brtemu guru Umi yg kenal Tini. Setlah cek buku daftar murid, Senin, 18/4. Rmhny di kpg alang, dkt lap golf Matoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. #TRC bersua FARCHAN (48) dan UMIYATI (45), ortu Tini yg cemas. “Sdh 5 hari anak saya hilang. Saya cari, blm ketemu.” #TRC minta foto+ KK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Verifikasi membuktikn pak Farchan+ bu Umiyati benar ortu Tini. Dibritahu, Tini dirawat di Bambu Apus + ditemani Peksos profesional. #TRC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Tini perlu terapi + pendampingan psikososial utk stabilkan emosi+ pulihkan motivasi utk bersekolah &amp;amp; kembali ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Tadi pagi, 26/4, Tini diantar #TRC ke rmh, mampir SDN 2 Krukut. Sesama teman tak blh slg ejek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Kami beri bantu peralatan sekolah (seragam+ sepatu) serta buku LKS. Titip pesan kpd ortu + guru: “Anak kita aset masa depan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Saya tanya: “kalau sdh besar, Tini mau jadi apa?”. Dokter, jawabny yakin. Tugas kita semua, menyelamatkn seorg dokter masa dpn! #TRC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. “Kalau jd dokter, banyak uang. Lalu pasien miskin bayar brp?”. Gratis, jawab Tini. Alhamdulillah, #TRC tlh slamatkn dokter budiman!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Semoga kisah Agustini, putri hitam manis berwajah oval, tak ganggu waktu tidur kita. Tp tumbuhkn optimisme: slamatkan anak Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Kita semua bisa slamatkn anak dlm keluarga + lingkungan terdekat, termasuk anak2 jalanan di kota masing2. Anak kita= masa depan bangsa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Pak Menteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/27/mensos-dan-tini-si-anak-stress-diejek-miskin-dan-tak-bisa-beli-lks/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-3386110210383176933?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/3386110210383176933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/mensos-dan-tini-si-anak-stress-diejek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3386110210383176933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3386110210383176933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/mensos-dan-tini-si-anak-stress-diejek.html' title='Mensos dan Tini Si Anak Stress, Diejek Miskin dan Tak Bisa Beli LKS'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-3399873755443160030</id><published>2011-04-20T00:03:00.000-07:00</published><updated>2011-04-20T00:03:57.250-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prestasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Training Motivasi Belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Karakter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Optimalisasi Intelligencia Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Dewi, Bocah SD yang Cacat Fisik itu Ingin Menjadi Guru</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://images.detik.com/content/2011/03/29/475/dewi_dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://images.detik.com/content/2011/03/29/475/dewi_dalam.jpg" width="179" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Meski kedua kakinya buntung dan kedua telapak tangannya tak sempurna, namun Dewi Sudarmi (6), siswi klas 1 SDN Kertagenah Laok 3 itu bercita-cita menjadi guru madrasah.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt; "Semula Dewi kepingin jadi perawat. Tapi setelah tahu jika perawat harus mondar-mandir memeriksa pasien, Dewi akhrinya berkeinginan jadi guru madrasah. Yang penting tugasnya membantu orang lain,"&lt;/i&gt; kata Masihah, ibunya Dewi saat ditemui detiksurabaya.com, Selasa (29/3/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri ketiga pasangan Ali Maki dan Masihah itu, memang cacat sejak lahir. Kaki kanannya buntung dari pangkal paha dan kaki kirinya buntung dari pangkal lutut. Cacat juga menimpa kedua telapak tanganya yang jemarinya tumbuh tak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski cacat, semangat belajar Dewi tetap besar. Pagi sekali Dewi sudah bangun tidur, lalu minta disiapkan air mandi dan seragam sekolah. Dewi mandi sendiri dan mengenakan seragam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah sarapan, Dewi lalu digendong Masihah, ibunya, menuju sekolah yang berjarak 2 Km. Karena ibunya harus berjalan kaki dari rumahnya di Dusun Gunung Malang Desa Gagah, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Dewi memilih bangun usai subuh agar tak menyusahkan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi yang digendong ibunya, lalu berjalan menerobos pematang sawah bersama Lilik Sufaidah (11), kakaknya yang juga satu sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Setelah menggendong hingga ke bangku klasnya, saya langsung pulang meneruskan pekerjaan dapur. Jika waktu istirahat sekolah, Dewi digendong keluar oleh Lilik, kakaknya, untuk bermain di halaman sekolah"&lt;/i&gt; terang Masihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Amsatun, wali klas 1, Dewi termasuk anak yang cerdas. Meski usianya masih 6 tahun, Dewi tergolong bisa cepat menerima materi pelajaran. Bahkan, Dewi sudah bisa membaca dan menulis meski kidal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 10.00, Masihah akan menjemput Dewi. Sesampainya di rumah, Dewi bermain seperti anak-anak sebayanya. Selain bermain bola bekel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut orangtuanya, Dewi berkeinginan memiliki kaki palsu agar bisa bermain seperti teman-teman sebayanya. &lt;i&gt;"Saya terharu bila dia menyampaikan cita-citanya. Sekali saya bangga dengan semangat anak saya ini,"&lt;/i&gt; kata ibunya dengan mata meneteskan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://surabaya.detik.com/read/2011/03/29/095020/1603393/475/dewi-bocah-sd-yang-cacat-fisik-itu-ingin-menjadi-guru"&gt;Detik.Com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-3399873755443160030?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/3399873755443160030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/dewi-bocah-sd-yang-cacat-fisik-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3399873755443160030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3399873755443160030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/dewi-bocah-sd-yang-cacat-fisik-itu.html' title='Dewi, Bocah SD yang Cacat Fisik itu Ingin Menjadi Guru'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-8016834737304601028</id><published>2011-04-18T19:21:00.000-07:00</published><updated>2011-04-18T19:21:37.218-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN Sukoharjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN/UASBN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Pendidikan'/><title type='text'>Pengawas UN baca tabloid gosip</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_s5avd71SdII/SSybWzXhdFI/AAAAAAAAABM/NPCu75JMgR8/s400/ujian+nasional.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="190" src="http://3.bp.blogspot.com/_s5avd71SdII/SSybWzXhdFI/AAAAAAAAABM/NPCu75JMgR8/s200/ujian+nasional.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hari pertama pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA di Kabupaten Sukoharjo, Senin (16/4), diwarnai pelanggaran. Sejumlah pengawas UN yang bertugas di SMAN 3 Sukoharjo membaca koran di ruangan saat ujian tengah berlangsung.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pelanggaran itu ditemukan Komisi IV DPRD Sukoharjo ketika melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sekolah setempat. Sejumlah pengawas UN yang terpergok membaca koran berdalih jika koran tersebut sudah ada di meja pengawas sebelum ujian dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pantuan Espos, dari 18 ruang yang disediakan untuk pelaksanaan UN di SMAN 3 Sukoharjo, semuanya ditemukan koran. Setiap ruangan, rata-rata disediakan dua hingga tiga jenis koran harian edisi terbaru, Senin (16/4) yang diletakkan di meja pengawas. Selain itu, Komisi IV juga menemukan tabloid gosip nasional yang dibaca pengawas di SMAN 3 Sukoharjo.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Saya sendiri tidak tahu, dari mana koran ini, soalnya ketika masuk ruangan, korannya sudah ada di meja. Di setiap ruang juga ada,”&lt;/i&gt; papar MS, salah satu pengawas UN di SMAN 3 Sukoharjo yang terpergok membaca koran di sela-sela di ruang ujian kepada Komisi IV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/sukoharjo/pengawas-un-baca-tabloid-gosip-93842"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-8016834737304601028?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/8016834737304601028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/pengawas-un-baca-tabloid-gosip.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8016834737304601028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8016834737304601028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/pengawas-un-baca-tabloid-gosip.html' title='Pengawas UN baca tabloid gosip'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_s5avd71SdII/SSybWzXhdFI/AAAAAAAAABM/NPCu75JMgR8/s72-c/ujian+nasional.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-4845118996405043003</id><published>2011-04-18T19:19:00.000-07:00</published><updated>2011-04-18T19:19:20.702-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN Sukoharjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN/UASBN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Pendidikan'/><title type='text'>UN Gunakan Sistem Lima Paket</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-9kGCJ9SBlfo/TazxGIXSaAI/AAAAAAAABGI/NEuIXC6c2vY/s1600/Sekolah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-9kGCJ9SBlfo/TazxGIXSaAI/AAAAAAAABGI/NEuIXC6c2vY/s200/Sekolah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dinas Pendidikan (Disdik) menerapkan sistem lima paket dalam satu ruangan pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2011. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kecurangan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bidang SMP, SMA dan SMK Dinas Pendidikan, Dwi Atmojo Heri mengatakan ada kebijakan dari pusat dalam UN nanti dilakukan sistem lima paket dalam satu ruangan. &lt;i&gt;“Dalam setiap ruangan ujian akan diisi sebanyak 20 siswa,”&lt;/i&gt; kata Heri saat di hubungi melalui ponselnya, Jumat (15/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, dari 20 siswa, nantinya setiap ruangan hanya empat siswa yang soalnya sama dan siswa lainnya berbeda. Namun, meskipun soal UN nantinya berbeda bobot kualitas soalnya sama. &lt;i&gt;”Siswa perlu belajar teliti dengan mempelajari banyak jenis soal saja,”&lt;/i&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Heri, UN SMA/MA digelar, Senin (18/4) hingga Kamis (21/4). Sedangkan, UN di SMALB dilaksanakan Senin (18/4) hingga Rabu (20/4), kemudian UN SMK bakal dilangsungkan Senin-Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada dua SMA yang digabung yakni SMA Muhammadiyah 5 Gatak karena muridnya kurang dari 20 dan SMA Islam Kartasura karena belum terakreditasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://harianjoglosemar.com/berita/un-gunakan-sistem-lima-paket-41549.html"&gt;Joglosemar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-4845118996405043003?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/4845118996405043003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/un-gunakan-sistem-lima-paket.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4845118996405043003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4845118996405043003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/un-gunakan-sistem-lima-paket.html' title='UN Gunakan Sistem Lima Paket'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-9kGCJ9SBlfo/TazxGIXSaAI/AAAAAAAABGI/NEuIXC6c2vY/s72-c/Sekolah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-4254154953035967600</id><published>2011-04-17T19:49:00.000-07:00</published><updated>2011-04-17T19:49:22.281-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN/UASBN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Ujian Nasional untuk Apa? Kualitas Anak Didik di Tanah Air Tetap Rendah</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1303086069927633917_300x225.55555555556.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1303086069927633917_300x225.55555555556.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hari ini serentak diseluruh Indonesia akan dilakukan hajatan besar dari Kementerian Pendidikan Nasional (dulu P&amp;amp;K) yaitu test kemampuan anak-anak negeri ini dengan istilah UN, dan perlu dipertanyakan disini adalah apakah pengetahuan yang mereka miliki sudah sesuai dengan standard yang ditentukan oleh pemerintah?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kini aturan dari Diknas adalah  sebelum siswa tersebut dinyatakan lulus, sekolah harus mengirimkan hasil nilai sekolah ke Kemdiknas untuk digabungkan dengan hasil nilai Ujian Nasional, dengan menggunakan formula penggabungan 60 % Nilai Ujian Nasional dan 40 % Nilai Sekolah. Selanjutnya nilai tersebut dikembalikan lagi ke sekolah untuk direkapitulasi dengan mata pelajaran lain, seningga yang menentukan kelulusan tetap satuan pendidikan yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena Ujian Nasional kini banyak menghantui anak-anak sekolah, banyak hal-hal yang dilakukan mulai dari kegiatan yang mengandung positif hingga negatif sekalipun dilakukan oleh  remaja tersebut, dengan maksud  agar mereka dapat lulus dengan ujian nasional ini. Proyek ujian Nasional ini bergulir sejak tahun 2001 dan mulai dilaksanakan pada tahun 2003 dan kini sudah memasuki tahun kedelapan, adakah kemajuan besar dibidang pendidikan  yang dicapai bangsa ini setelah bergulirnya 8 tahun proyek  UN ini? wallahualam lulusan SMU di negeri ini hampir-hampir tidak berguna sama sekali, pengetahuan umum dan keterampilan hasil didikan bangku sekolah dan hasil ujian UN sama sekali tidak ada yang dapat diandalkan dari mereka, inilah sekilas hasil didikan umum di Negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai protes yang dilakukan oleh elemen masyarakat ditanah air, banyak orang tua maupun pakar pendidik untuk segera menghentikan kegiatan UN ini, bahkan Mahkamah Agung sudah memerintahkan Kementerian Pendidikan Nasional untuk menghentikannya, namun seperti yang disampaikan oleh Achmad Efendy dari Aliansi peduli pendidikan, Ujian Nasional banyak berdampak buruk pada anak didik, seperti yang terjadi di Bekasi jawa barat, ada yang stres lalu bunuh diri (setelah pengumuman kelulusan). Ngamuk-ngamuk dan membakar sekolah,  katanya dalam sebuah jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (12/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Slamet, anak-anak didik di Indonesia beserta guru-gurunya hanya dijadikan kelinci percobaan dalam UN. “Apa manfaatnya? Selain itu, UN itu jadi gengsi sendiri pemerintah di daerah. Pelajar jadi objek dan kami di KOBAR menuntut keadilan, khususnya bagi pelajar,” imbuhnya, kini UN tahun 2011 bergulir lagi, dan berbagai persoalan baru akan muncul kembali dan sepertinya Pemerintah tetap memaksakan Ujian Nasional ini tetap menjadi proyek besar tahunan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengamatan saya istilah Ujian Nasional ini mengcopy 100% pola Ujian yang dilakukan di AS, disini istilah yang saya ketahui adalah State test, artinya ujian persamaan yang dilakukan oleh Negara bagian, bukan oleh Federal (Negara kesatuan) bedanya anak-anak disini melakukan states test ini dua kali dalam satu tahun, sehingga bila ujian pertama nilai mereka belum mencapai tingkat yang ditentukan, maka mereka dianjurkan untuk mengikuti test susulan pada bulan berikutnya, sehingga menjelang akhir tahun pendidikan anak-anak tersebut sudah menyelesaikan state test yang dilakukan oleh negara bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;State test (Ujian Negara bagian) bukan hal mutlak bagi mereka, sekolah tetap berperan untuk menentukan kelulusan bagi siswa-siswi, dan itu terbukti setelah mereka tammat high school mereka dapat bekerja diberbagai bidang karena keterampilan dan sarana pendidikan disekolah merupakan prioritas bagi anak-anak didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya di Indonesia pemerintah ngotot untuk membuat persamaan nilai mulai dari Aceh hingga Irian jaya, padahal sarana pendidikan dan kualitas guru yang mengajar jauh dari apa yang dikatakan standard nasional, jadi jangan heran anak-anak didik ini sangat sulit untuk mengerjakan soal-soal UN ini, dan bagaimana hasil dari siswa-siswa yang lulus UN sejak 8 tahun lalu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/18/ujian-nasional-untuk-apa-kualitas-anak-didik-di-tanah-air-tetap-rendah/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-4254154953035967600?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/4254154953035967600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/ujian-nasional-untuk-apa-kualitas-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4254154953035967600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4254154953035967600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/ujian-nasional-untuk-apa-kualitas-anak.html' title='Ujian Nasional untuk Apa? Kualitas Anak Didik di Tanah Air Tetap Rendah'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-3705623304057082761</id><published>2011-04-17T19:43:00.000-07:00</published><updated>2011-04-17T19:43:49.952-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN/UASBN'/><title type='text'>Peserta UN Jateng, 1.396.017 Siswa</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vcRyLMUqLpI/TaulXfZbivI/AAAAAAAABGE/DgPfn_GKG4U/s1600/UN.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://1.bp.blogspot.com/-vcRyLMUqLpI/TaulXfZbivI/AAAAAAAABGE/DgPfn_GKG4U/s200/UN.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jumlah peserta Ujian Nasional (UN) 2011 untuk jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) mencapai 1.396.017 siswa. Jumlah tersebut telah ditetapkan dalam daftar nominasi tetap (DNT) peserta UN 2011 dari data kabupaten/kota di Jateng.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Kunto Nugroho di Semarang, Senin (4/4). Jumlah tersebut, kata dia, terdiri atas siswa SD/sederajat sebanyak 571.167 siswa, 513.437 siswa SMP/sederajat, 153.912 siswa SMA/madrasah aliyah/SMA luar biasa, dan 157.501 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kunto, persiapan penyelenggaraan UN di Jateng sampai saat ini sudah dilakukan, termasuk pembentukan tim panitia, sosialisasi, hingga penandatanganan pakta integritas dengan seluruh kepala dinas pendidikan kabupaten/kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil evaluasi kelulusan siswa dua tahun terakhir, kata dia, tingkat kelulusan dalam UN mengalami kenaikan. Dari semula sebesar 94,56 persen pada 2009, meningkat menjadi 98,97 persen tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Kami tidak menargetkan persentase tertentu dalam kelulusan UN, namun yang terpenting kejujuran dalam pelaksanaan UN. Itu salah satu komitmen yang diwujudkan dalam penandatanganan pakta integritas pada 2 Maret lalu,”&lt;/i&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, sistematika pelaksanaan UN tahun 2011 ini memang berbeda dibanding tahun lalu, seperti diakomodirnya nilai rapor siswa dalam bobot penentu kelulusan, di samping UN dan ujian sekolah.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Pelaksanaan UN SMP/sederajat dan SMA/sederajat tahun ini juga tidak lagi menggunakan dua paket soal, namun lima paket soal. Harapannya, potensi terjadinya kecurangan bisa ditekan seminimal mungkin,”&lt;/i&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunto mengatakan, dalam satu ruang UN ada 20 peserta. Dengan adanya lima paket soal maka kemungkinan siswa melakukan kecurangan sulit dilakukan, karena setiap empat anak mengerjakan paket soal berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kata dia, perbedaan mekanisme pelaksanaan UN juga mencakup pemindaian lembar jawab (LJ) UN. Tahun 2010 lalu pemindaian LJ UN untuk SMP dan SMK masih diserahkan dinas pendidikan provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Tahun ini, pemindaian LJ UN SMA, MA, dan SMK dilakukan perguruan tinggi, dalam kaitan Jateng adalah Universitas Negeri Semarang (Unnes), sementara kami hanya memindai LJ UN SMP dan sekolah luar biasa,” &lt;/i&gt;kata Kunto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan UN 2011 untuk jenjang SMA/sederajat pada 18-21 April 2011, SMP/sederajat pada 25-28 April 2011, sedangkan UN SD/sederajat pada 10-12 Mei 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.harianjoglosemar.com/berita/peserta-un-jateng-1396017-siswa-40551.html"&gt;Joglosemar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-3705623304057082761?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/3705623304057082761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/peserta-un-jateng-1396017-siswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3705623304057082761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/3705623304057082761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/peserta-un-jateng-1396017-siswa.html' title='Peserta UN Jateng, 1.396.017 Siswa'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-vcRyLMUqLpI/TaulXfZbivI/AAAAAAAABGE/DgPfn_GKG4U/s72-c/UN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-6863879307173730335</id><published>2011-04-17T19:37:00.000-07:00</published><updated>2011-04-17T19:37:57.730-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Training Motivasi Belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN/UASBN'/><title type='text'>Siap Menghadapi Ujian Nasional 2011</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jH57FiXZOrw/Tauj0kBLycI/AAAAAAAABGA/ma4W8t29Rjc/s1600/Anak-SD.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="196" src="http://2.bp.blogspot.com/-jH57FiXZOrw/Tauj0kBLycI/AAAAAAAABGA/ma4W8t29Rjc/s200/Anak-SD.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pelaksanaan Ujian Nasional 2011 untuk SMA/MA akan dilaksanakan serentak mulai 18 April sampai dengan 21 April 2011. Segenap persiapan telah dilakukan baik dari tingkat pusat hingga pada tingkat satuan pendidikan sebagai obyek pelaksanaan Ujian Nasional. Beberapa perbedaan signifikan pada pelaksanaan ujian tahun ini jauh-jauh hari sudah disosialisasikan kepada siswa sekaligus orang tua, dengan harapan, pada pelaksanaan ujian tahun ini  siswa sudah siap baik secara materi dan mental, serta dukungan keluarga yang tentu saja memberikan kontribusi yang positif buat siswa.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan saya terdahulu, sudah memunculkan wacana paket soal yang terdiri dari lima paket, Ini juga sebagai langkah strategis untuk lebih mempersiapkan siswa secara dini untuk mengantisipasi dalam pengerjaan soal terutama dalam penulisan kode soal. Kode soal untuk kelima paket utama tersebut adalah: 12 , 25, 39, 46, dan 54. Dalam setiap ruang ujian nasional yang maksimal 20 siswa disediakan 1 paket soal cadangan (jika terjadi kerusakan pada soal utama), yang berbeda dengan soal paket utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan oleh siswa adalah dalam penulisan kode soal, ini harus benar-benar diperhatikan. Saat menerima soal terlebih dahulu dicek, baik kelengkapan maupun cetakan hurufnya jelas atau tidak. Jangan sampai sudah mengerjakan soal sampai separuh atau lebih baru diketahui bahwa soal tidak lengkap. Karena jika ini terjadi siswa akan menerima soal cadangan yang berbeda dengan soal utama dan dalam  mengerjakan soal harus dimulai dari awal  tanpa ada keringanan waktu untuk mengerjakan. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tips agar sukses di Ujian nasional :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Belajar dan belajar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Klise memang, tapi itulah adanya. Tanpa belajar berarti kita tidak siap dan tidak mempunyai  bekal yang cukup untuk mengerjakan soal-soal ujian. Kita tidak siap berarti kegagalan ada didepan mata. Apalagi jika dikepala kita yang ada hanya ingin mengandalkan teman satu ruang maka pintu kegagalan semakin terbuka.Walaupun hasil ujian tulis tidak bisa memveto kelulusan, namun ini merupakan faktor terbesar penunjang kelulusan.So, belajar adalah kata kunci kesuksesan dalam ujian tulis 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Jaga kondisi dan biasakan hidup sehat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sesiap apapun kita dalam hal materi menghadapi ujian tulis, tanpa didukung oleh kondisi fisik yang prima maka tentu saja ini menjadi kendala tersendiri. Untuk itu membiasakan hidup teratur,  makan yang bergizi, olahraga yang cukup, adalah langkah yang realistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Tertib waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Atur waktu sebaik mungkin, kapan belajar, kapan bermain, kapan melakukan aktivitas yang lain. Kurangi kegiatan yang tidak mendukung kesiapan dalam ujian tulis.Jangan sampai terlambat, datang lebih awal dari waktu pelaksanaan, sebagai salah satu bentuk kesiapan dalam mengerjakan soal ujian tertulis. Terlambat berbarti petaka, belum nanti kalau ada sesuatu yang tertinggal, bisa dibayangkan siswa akan kalah sebelum bertanding. So, datang lebih awal, kalau perlu lakukan ibadah sebelum pelaksanaan ujian tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Taati tata tertib&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan ujian tulis, tentu saja ada beberapa peraturan yang harus ditaati oleh peserta ujian. Untuk tidak menambah masalah hindari tindakan-tindakan yang melanggar tata tertib dan yang dapat merugikan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Pendampingan Orang tua harus meningkat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang tua harus meningkatkan perhatian kepada anaknya. Dengan begitu, sang anak bisa terpacu dari segi psikologis dan emosional. Sehingga yang bersangkutan bisa lebih siap dan tenang, serta terpacu menghadapi UN. Dampaknya berpengaruh terhadap rasa kepercayaan dirinya dalam mengerjakan soal UN. Orang tua harus terus mendampingi anaknya agar dapat bimbingan eduktif. Semakin dekat hari pelaksanaan UN, bimbingan orang tua harus semakin meningkat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Doa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kita lakukan sebelum, saat dan setelah pelaksanaan ujian tertulis. Sebaik apapun perencanaan, kesiapan, dan optimisme yang tinggi dalam ujian tulis dititik akhir harus kita kembalikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT. Jangan bosan-bosan untuk berdoa dan meminta demi kesuksesan dalam pelaksanaan Ujian Nasional 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi ujian nasional 2011, Amiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-6863879307173730335?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/6863879307173730335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/siap-menghadapi-ujian-nasional-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6863879307173730335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6863879307173730335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/siap-menghadapi-ujian-nasional-2011.html' title='Siap Menghadapi Ujian Nasional 2011'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jH57FiXZOrw/Tauj0kBLycI/AAAAAAAABGA/ma4W8t29Rjc/s72-c/Anak-SD.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-5627541940822901033</id><published>2011-04-14T19:56:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T19:56:28.821-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN/UASBN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Pendidikan'/><title type='text'>Komnas PA: UN itu teror psikis pada anak</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/dokumen/2011/04/14UN.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://www.solopos.com/dokumen/2011/04/14UN.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menilai Ujian Nasional (UN) yang diselenggarakan pemerintah, Senin pekan depan, sama dengan teror psikis terhadap anak didik, orangtua, dan guru.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikarenakan ketakutan berbagai pihak akan pemenuhan angka kelulusan yang diterapkan pemerintah pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Komnas (Perlindungan Anak) menilai tanggal 18 sampai 20 sebagai hari stres nasional. Anak stres tidak lulus, gurunya stres, orangtua stres, pengelola sekolah juga stres karena takut 40 persen anak didiknya tidak lulus dan berdampak kepada penutupan sekolah,”&lt;/i&gt; kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu disampaikan Arist dalam jumpa pers ‘Ujian Nasional Teror Psikis Negara Terhadap Anak’, di Kantor Komnas PA Jl TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (14/4/2011).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Arist menilai dengan pemberlakuan UN berarti negara melakukan kekerasan psikis terhadap anak. Dengan demikian, negara bisa dipidanakan karena melakukan teror psikis terhadap anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Undang-undang No.23 Tahun 2002 mendefinisikan kekerasan adalah segala bentuk atau tindakan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, mental dan emosi, dengan sistem pelaksanaan pendidikan melalui UN berarti negara melakukan kekerasan terhadap anak,”&lt;/i&gt; jelas Arist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberlakuan UN, imbuh Arist, memungkinkan terjadi kecurangan, seperti kebocoran kunci jawaban yang beredar luas di kalangan murid-murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tekanan menjelang pelaksanaan UN terlihat dari pelaksanaan Shalat Istigasah yang dilakukan setiap sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ini ekses dari tekanan ujian nasional, faktanya segala cara dilakukan untuk melalui 120 menit penentu kelulusan. Faktanya istigasah meningkat dimana-mana,”&lt;/i&gt; tegas Arist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komnas PA juga menilai, penentuan kelulusan sekolah melalui UN adalah suatu bentuk tindakan diskriminatif. Pemerintah menyamaratakan angka kelulusan tanpa membedakan posisi geografis masing-masing sekolah.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sekolah-sekolah reguler yang ada di Jakarta tidak bisa disetarakan dengan sekolah yang ada di tempat terpencil dimana akses informasi dan infrastrukturnya terbatas,”&lt;/i&gt; terang Arist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arist berharap pemerintah mampu melaksanakan sistem pendidikan nasional yang menjamin anak ke sekolah senang dan gembira, tanpa harus ada ketakutan akan teror yang menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Fungsi sekolah harus dikembalikan ke habitanya bahwa sekolah itu menyenangkan dan bukan menakutkan,” &lt;/i&gt;tambah Arist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna menampung laporan dari pelaksanaan UN, Komnas PA dan PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) membuka hotline pengaduan di nomor 021 37791818.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Hotline dibuka mulai hari ini untuk menampung keluhan anak murid, guru, dan orangtua akibat tekanan ujian nasional,”&lt;/i&gt; lanjut Arist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/pendidikan/komnas-pa-un-itu-teror-psikis-pada-anak-93191"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-5627541940822901033?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/5627541940822901033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/komnas-pa-un-itu-teror-psikis-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/5627541940822901033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/5627541940822901033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/komnas-pa-un-itu-teror-psikis-pada-anak.html' title='Komnas PA: UN itu teror psikis pada anak'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-312436890546509831</id><published>2011-04-14T19:54:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T19:54:11.092-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN/UASBN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Pendidikan'/><title type='text'>UN telan biaya Rp 587 M</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/dokumen/2011/04/ilustrasi-UN-google.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="156" src="http://www.solopos.com/dokumen/2011/04/ilustrasi-UN-google.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Anggaran penyelenggaraan ujian nasional dan ujian kesetaraan tahun ini mencapai Rp 587 miliar. Soal-soal ujian nasional telah dicetak dan siap didistribusikan.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt; “Tetapi jangan kaget, ini bukan untuk SMA saja tetapi untuk semua,”&lt;/i&gt; kata Kepala Balitbang Kemendiknas, Mansyur Ramli, di ruangan Media Informasi, Gedung Kemendiknas, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (13/4/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mansyur merinci angka tersebut digunakan untuk biaya penyelenggaraan UN SMP, MTs, SMPLB, SMA, Madrasah Tsanawiyah, SMALB dan SMK, yang mencapai Rp 353 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengawasan Rp 67 miliar, penyelenggaraan UN SD totalnya Rp 62 miliar. &lt;i&gt;“Itu mendapat bantuan dari provinsi,”&lt;/i&gt; ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya untuk Ujian Kesetaraan gelombang paket A, B dan C Rp 68 miliar. Selebihnya, Rp 37 miliar untuk koordinasi dari pusat ke provinsi dan daerah-daerah. &lt;i&gt;“Masalah percetakan sudah dalam tahap percetakan dan beberapa sudah didistribusikan,”&lt;/i&gt; kata Mansyur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaku ada kendala dalam hal percetakan, seperti daerah yang cukup jauh. &lt;i&gt;“Misalnya untuk Aceh, soal dicetak di Ciawi. Jawa Timur, dicetak di Jakarta. Begitu pula Sumatera Barat yang soalnya dicetak di Jakarta. Kita berharap kawan-kawan dari perguruan tinggi dan pihak kepolisian bisa mengawal pendistribusian sampai ke daerah tujuan,”&lt;/i&gt; papar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Per 12 April 2011, jumlah sekolah yang menyelenggarakan UN untuk SD, MI (Madrasah Ibtidaiyah), dan SDLB ada 163.490 sekolah dengan 4.249.367 siswa. SMP, MTs, SMPLB ada 4.7369 sekolah dengan 3.716.596 siswa. SMA, Madrasah Tsanawiyah, SMA LB, SMK ada 25.656 sekolah dengan 2.442.599 siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/pendidikan/un-telan-biaya-rp-587-m-93035"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-312436890546509831?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/312436890546509831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/un-telan-biaya-rp-587-m.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/312436890546509831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/312436890546509831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/un-telan-biaya-rp-587-m.html' title='UN telan biaya Rp 587 M'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-8274680922735692400</id><published>2011-04-14T18:53:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T18:53:42.342-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN/UASBN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Standar Kelulusan UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Rapor &amp; Kekerasan Pada Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/13028283991899169494_300x221.4.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="235" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/13028283991899169494_300x221.4.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Ribuan Kekerasan Pada anak terjadi saat anak menerima rapor. Apakah anda pernah melakukannya?" (&lt;b&gt;google.com&lt;/b&gt;)&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi anak-anak akan menerima rapor.  Setiap tahun  ribuan bahkan ratusan ribu kekerasan pada anak terjadi saat anak  menerima rapor. Anak dicela, dimarah, dibentak orangtua  hingga dipukuli karena orangtua menganggap nilai rapor anaknya  memalukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena kekerasan pada anak ini bisa membuat anak stres, bahkan sebagian menjadi pengalaman traumatik. Salah satu klien saya mengalaminya,  trauma terhadap rapor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria tengah baya mengunjungi kami di Pelikan. Awalnya dia mengantar istrinya konseling karena kasus depresi. Usai istrinya bicara dengan kami, dia mengeluhkan trauma dengan rapor  yang ia alami selama 40 tahun ini. Ia merasa  setiap mendengarkan kata rapor, dia merasa tidak nyaman dan kadang perutnya masih  sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Begini kisahnya: Trauma Dengan Rapor&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Waktu kelas 2 SD pulang menerima rapor, dia mampir ke rumah temannya. Dia melihat temannya disambut hangat dan ramah oleh pujian oleh ortunya. Rapor temannya yang biasa-biasa saja dipuji seakan-akan luar biasa. Bahkan temannya ini mendapat rangkulan hangat sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang, dia membayangkan akan mendapatkan pujian orangtuanya. Sebab nilainya jauh lebih baik dari temannya. Hanya sayang, ada satu nilai merah. Matematika. Lainnya bagus semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di rumah, si anak masuk dan langsung serahkan rapor pada ibunya. Melihat rapor itu mata sang ibu langsung tertuju pada angka merah. Langsung si ibu marah-marah. Si anak didamprat sebagai anak malas, tidak taat pada orangtua, sehingga matematikanya merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorenya saat si ayah pulang, ibu melaporkan bahwa rapor anak mereka ada merahnya. Dalam keluarga mereka anak dianggap tidak pandai jika matematika merah. Sang ayah ikut marah, bahkan menghukum, waktu  bermain dengan teman dikurangi sampai angka matematikanya dapat minimal angka 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, menurut pengakuan klien, dia sering sakit perut luar biasa setiap penerimaan rapor. Anehnya  sampai 40 tahun kemudian, sisa trauma rapor itu masih dia rasakan. Perutnya kadang masih mules, meski tidak melihat wujud rapor. Inilah dampak kejahatan ortu yang mendewakan rapor. Anak jadi korban. Janganlah sampai kita melakukannya pada anak anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Juni nanti anak-anak kita akan menerima rapor. Bagi beberapa anak menerima rapor menyenangkan. Tapi untuk sebagian anak lain tidak, malah jadi momok yang menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sistem Penilaian yang Mematikan Kecerdasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem nilai sekolah kita di negeri ini, masih menekankan pada skor akademis yang hanya mengukur kepandaian anak dari sisi prestasi belajar, lebih difokuskan pada kecerdasan pikir. Sementara kecerdasan sosial, emosi dan lainnya kurang mendapat perhatian. Akibatnya anak-anak yang pandai matematika, kimia, fisika, dan sebagainya lebih mudah mendapatkan nilai dan ranking yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem yang mengganggu anak dan orangtua adalah ranking dan penghargaan. Sering ranking itu hanya dilihat dari nilai akademis semata, dan tidak melihat kemampuan anak dari sisi kecerdasan lainnya: musik, fisik, sosial, musik, spasial, dll. Sistem penilaian di atas membuat sebagian orangtua mempunyai respon yang salah terhadap rapor anak-anak mereka.  Mereka akan bangga jika rapor anak baik, jika tidak ada nilai merah atau angka di bawah 60, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menjadi Orangtua yang Bijak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mulai bersikap bijak dan adil jika nantinya melihat rapor anak. Jangan kita menilai anak hanya pada kemampuan akademis semata. Belajarlah menghargai dan mendorong anak jika ia memiliki kecerdasan di bidang lain. Kita juga memotivasi dengan cara baik agar anak memperbaiki nilai-nilai yang kurang. Janganlah mencela atau membandingkan dia dengan kakaknya, temannya, tetangga, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel Goleman mengingatkan kita dalam bukunya berjudul “Kecerdasan Emosional”, bahwa banyak pemimpin di lembaga besar di US memiliki rapor dengan nilai biasa atau rata-rata, tetapi umumnya mereka memiliki kecerdasan emosi atau sosial yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;b&gt;Julianto Simanjuntak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/15/rapor-kekerasan-pada-anak/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-8274680922735692400?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/8274680922735692400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/rapor-kekerasan-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8274680922735692400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8274680922735692400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/rapor-kekerasan-pada-anak.html' title='Rapor &amp; Kekerasan Pada Anak'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-8409870704411700684</id><published>2011-04-14T18:47:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T18:47:06.653-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Efektif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Terpadu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Homeschooling'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Karakter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Pengembangan Kurikulum Home Schooling</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/13028158521569010186_150x150.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/13028158521569010186_150x150.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hadirnya &lt;i&gt;homescooling&lt;/i&gt; beberapa tahun belakangan ini turut meramaikan dunia pendidikan Indonesia. Sebagai salah satu alternatif pendidikan yang relatif baru, tentu saja masih banyak kalangan yang meragukan homeschooling. Pernyataan seputar homeschooling pun muncul seperti tentang siapa gurunya, di mana tempat belajarnya, apa yang dipelajari, bagaimana proses belajar homeschooler (pelaku homeschooling), bagaimana evaluasinya dan lain sebagainya. Perntanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya adalah pertanyaan mengenai bagaimana kurikulum homeschooling itu sendiri. Berbeda dengan jalur Pendidikan Non formal seperti Paket A, Paket B, dan Paket C, sampai saat ini belum ada kurikulum baku yang ditetapkan oleh pemerintah untuk homeschooling. Dalam pelaksanaannya, setiap homeschooling memiliki kurikulum yang berbeda-beda.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum &lt;i&gt;homeschooling&lt;/i&gt; memang bersifat &lt;i&gt;customized&lt;/i&gt;. Artinya, &lt;i&gt;homeschooling&lt;/i&gt; memiliki pilihan untuk menentukan kurikulum yang diacu sesuai dengan kebutuhan dan minat &lt;i&gt;homeschooler&lt;/i&gt;, ingin memperoleh ijazah resmi dari pemerintah dengan mengikuti ujian kesetaraan. Kurikulum yang digunakan harus diintegrasikan dengan kurikulum Departemen Pendidikan Nasional dan bahan-bahan pelajaran yang diujikan dalam ujian kesetaraan ke dalam program homeschooling yang dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. Homeschooling&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara harfiah, &lt;i&gt;homeschooling&lt;/i&gt; adalah sekolah yang diadakan di rumah, namun secara hakiki ia adalah sebuah sekolah alternarif yang menempatkan anak sebagai subjek dengan pendekatan pendidikan secara at home. Dengan pendekatan ini, anak merasa nyaman. Mereka bisa belajar sesuai dengan keinginan dan gaya belajar masing-masing, kapan saja dan di mana saja, sebagaimana ia tengah berada di rumahnya sendiri. (&lt;i&gt;&lt;b&gt;Versiansyah, 2007: 18&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Secara prinsipil, homeschooling atau sekolah rumah menurut Kembara (2007: 16) adalah konsep pendidikan pilihan yang diselenggarakan oleh orang tua. Proses belajar mengajar diupayakan berlangsung dalam suasana kondusif dengan tujuan agar potensi setiap anak yang unik dapat berkembang secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yulaelawati (2006), &lt;i&gt;homeschooling&lt;/i&gt; atau dalam bahasa Indonesianya sekolah rumah adalah proses layanan pendidikan secara sadar, teratur, dan terarah yang dilakukan oleh orang tua atau keluarga. Dalam konteks itu, proses belajar mengajar berlangsung dalam suasana yang kondusif. Tujuannya adalah agar setiap potensi yang dimiliki peserta didik berkembang secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Sistem Pendidikan Nasional, penyelenggaraan homeschooling didasarkan pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 1, ayat 1, dalam undang-undang tersebut berisi &lt;i&gt;“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya.”&lt;/i&gt; Hal ini berarti bahwa tidak ada pembatasan bahwa proses pendidikan hanya boleh dilaksanakan melalui pendidikan formal di dalam kelas, berkelompok, dan harus dengan satu atau dua guru yang berdiri di depan kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan dapat juga diperoleh dengan cara informal dan hasilnya dapat diakui setelah peserta didik mengikuti ujian kesetaraan melalui Paket A, Paket B, dan Paket C. Hal ini ditegaskan dalam Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27 ayat 1 bahwa &lt;i&gt;“Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkunan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri”.&lt;/i&gt; Pada ayat (2), dinyatakan bahwa “Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, dalam hal ini Direktorat Pendidikan Luar Sekolah, Departemen Pendidikan Nasional telah mengatur pelaksanaan homeschooling dengan mengeluarkan buku panduan yang berjudul &lt;i&gt;“Komunitas Rumah sebagai Satuan Pendidikan Kesetaraan”.&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sumardiono, 2007: 61&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas homeschooling sendiri merupakan satuan pendidikan jalur pendidikan nonformal. Acuan mengenai eksistensi komunitas homeschooling terdapat dalam Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 26 ayat 4. Ayat tersebut berisi &lt;i&gt;“Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis”.&lt;/i&gt; Dalam homeschooling itu sendiri, orang tua bertanggung jawab penuh terhadap pendidikan homeschooler. Karena itu, orang tua juga berperan sebagai pengemban kurikulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Homeschooling&lt;/i&gt; adalah salah satu model sekolah alternatif, juga sekolah alam yang memungkinkan anak belajar dengan cara masing-masing yang membebaskan mereka untuk berkreasi, mengekspresikan perasaan, dan sebagainya. Intinya tidak membebani anak dan tidak menjadikan sekolah itu seperti penjara. Seharusnya, sekolah itu membebaskan ide-ide kreatif mereka. Seto Mulyadi (2007: 5) mengemukakan bahwa &lt;i&gt;“Pendidikan itu untuk anak, belajar itu hak dan bukan kewajiban”.&lt;/i&gt; Sekarang anak-anak lebih banyak diperlakukan seperti robot; harus patuh, anak untuk kurikulum, sarat kekerasan, dan kadang sekadar mengejar nilai bukan proses. Ini sangat merugikan bagi pengembangan kreativitas dan kemandirian anak. Kalau ada delapan standar pendidikan nasional yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), maka yang harus diikuti hanya tiga; yaitu standar isi kurikulum, standar kompetensi lulusan dan standar evaluasi. Sebaliknya, standar proses, standar guru, standar biaya, standar sarana prasarana, bebas. Adapun cara mengevaluasinya yaitu dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan standar kompetensi yang diharuskan. Seto Mulyadi menambahkan bahwa penelitian di AS menunjukkan, mereka yang di home schooling, secara akademik maupun psiko-sosial banyak yang lebih tinggi daripada anak-anak yang di sekolah biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di homeschooling sendiri, guru hanya berperan sebagai fasilitator proses belajar. Guru juga bisa belajar bersama-sama dengan peserta didik. Tempat belajrnya bisa di mana saja, di tenda, rumah, atau pasar. Sesekali mereka bisa diajak keluar, misalnya ke kantor polisi, pemadam kebakaran atau apa saja. Intinya homeschooling tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak. Bukan anak untuk kurikulum, tetapi kurikulum untuk anak. Jadi, kurikulum didesain untuk anak dalam kondisi yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. Pengembangan Kurikulum&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologi, kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu curir yang berarti berlari dan curere yang berarti tempat berpacu. Dengan demikian, istilah kurikulum berasal dari dunia olahraga pada zaman Romawi kuno di Yunani, yang mengandung pengertian jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish. Selanjutnya, kurikulum ini digunakan dalam dunia pendidikan dan mengalami perubahan arti sesuai dengan perkembangan dan dinamika yang ada pada dunia pendidikan. (&lt;i&gt;&lt;b&gt;Abdullah, 2007: 184&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar kurikulum dapat diartikan sebagai suatu program yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Akan tetapi, ada juga yang berpendapat bahwa kurikulum tidak hanya mencakup hal-hal yang direncanakan, tetapi juga mencakup hal-hal yang tidak direncanakan, yaitu apa yang disebut dengan &lt;i&gt;The Hidden Curriculum&lt;/i&gt; atau kurikulum tersembunyi. (&lt;i&gt;&lt;b&gt;Nasution, 1993: 11&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan kurikulum pada hakikatnya merupakan pengembangan komponen-komponen kurikulum yang membentuk sistem kurikulum itu sendiri, yaitu komponen tujuan, bahan, metode, peserta didik, pendidik, media, sumber belajar, dan lain sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta didik terkadang tidak mendapat pelajaran yang tidak direncanakan sebelumnya, seperti metode belajar yang ia kembangkan sendiri agar dapat memahami pengetahuan yang ia peroleh, atau memperoleh pelajaran baru selain dari yang telah “direncanakan” dalam kurikulum sebelumnya. Dalam homeschooling, kemungkinan the hidden curriculum lebih sering terjadi dibandingkan dalam sekolah formal. Ini dikarenakan hommschooler lebih bebas berekspresi dibandingkan dengan peserta didik pada sekolah formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum yang ditawarkan oleh Nana Syaodih (2005: 150-151), &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Pertama&lt;/u&gt;;&lt;/i&gt; Prinsip Relevansi.&lt;/b&gt; Ada dua macam relevansi yaitu relevansi ke luar dan ke dalam kurikulum sendiri. Relevansi ke luar maksudnya tujuan, isi, dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan, kebutuhan, dan pengembanan masyarakat. Kurikulum menyiapkan peserta didik untuk bisa hidup dan bekerja dalam masyarakat. Kurikulum hendaknya mempersiapkan peserta didik untuk tugas tersebut. Sebaliknya, relevansi di dalam kurikulum itu sendiri, yaitu ada kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum, yaitu antara tujuan, isi, proses belajar, dan penilaian. &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Kedua&lt;/u&gt;,&lt;/i&gt; Prinsip Fleksibilitas.&lt;/b&gt; Kurikulum hendaknya memiliki sifat lentur atau fleksibel. Kurikulum mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid, tetapi dalam pelaksanaannya memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daerah, waktu, maupun kemampuan, dan latar belakang anak. &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Ketiga&lt;/u&gt;;&lt;/i&gt; Prinsip Kontinuitas, yaitu kesinambungan.&lt;/b&gt; Perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan, tidak terputus-putus. Oleh karena itu, pengalaman belajar yang disediakan kurikulum hendaknya berkesinambungan, yaitu dari kelas satu sampai kelas tiga. &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Keempat&lt;/u&gt;,&lt;/i&gt; Prinsip Praktis, mudah dilaksanakan, menggunakan alat-alat sederhana dan biayanya juga murah.&lt;/b&gt; Prinsip ini disebut juga prinsip efisiensi. Kelima; Prinsip Efektivitas. Keberhasilan kurikulum baik secara kuantitas maupun kualitas harus diperhatikan. Karena keberhasilan kurikulum akan memengaruhi keberhasilan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C. Jenis Kurikulum&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. &lt;i&gt;Separated Subject Curriculum&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum ini dipahami sebagai kurikulum mata pelajaran yang terpisah satu dengan lainnya. Kurikulum mata pelajaran terpisah (&lt;i&gt;separated subject curriculum&lt;/i&gt;) berarti kurikulumnya dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah-pisah, yang kurang mempunyai keterkaitan dengan mata pelajaran lainnya. Konsekuensinya, peserta didik harus semakin banyak mengambil mata pelajaran. (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Abdullah, 2007: 142&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum ini terdiri dari mata pelajaran, yang tujuannya adalah peserta didik harus menguasai bahan dan tiap-tiap mata pelajaran yang telah ditentukan secara logis, sistematis, dan mendalam. kurikulum ini menghendaki anak mengambil mata pelajaran yang lebih banyak. Misalnya, ada mata pelajaran Matematika, Fisika, Biologi, Agama, PKn, Sejarah, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. &lt;i&gt;Corelated Curriculum&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum jenis ini mengandung arti bahwa sejumlah mata pelajaran dihubungkan antara satu dengan yang lainnya, sehingga ruang lingkup bahan yang tercakup semakin luas. Sebagai contoh, pada saat anak belajar Agama yang berkaitan dengan kewajiban seorang muslim terhadap tetangga, dapat dikaitkan dengan mata pelajaran PKn yang mengajarkan tentang keberagaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. &lt;i&gt;Broad Fields Curriculum&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilda Taba menyatakan bahwa&lt;i&gt; the broad fields curriculum&lt;/i&gt; adalah usaha meningkatkan kurikulum dengan mengkombinasikan beberapa mata pelajaran. Misalnya, Fisika, Kimia dan Biologi disatukan menjadi Ilmu pengetahuan Alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. &lt;i&gt;Integrated Curriculum&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum terpadu merupakan suatu produk dari usaha pengintegrasian bahan pelajaran dari berbagai macam mata pelajaran. Integrasi diciptakan dengan memusatkan pelajaran pada masalah tertentu yang memerlukan solusinya dengan materi atau bahan dari berbagai disiplin atau mata pelajaran (Abdullah, 2007: 146). Sebagai contoh kunjungan anak TK ke Benteng Otanaha, Pantai Indah, Pelabuhan Soekarno yang ada di Kelurahan Dembe Kecamatan Kota Barat, (sejarah), akan memberikan kontribusi pada anak. Kontribusi tersebut antara lain dapat berupa pengenalan tempat bersejarah peninggalan Portugis (penjajah). Selain itu, anak juga dapat melihat dan memperoleh pengetahuan tentang telapak kaki Lahilote (dongeng/mitos), dapat menambah wawasan pengetahuan tentang kunjungan Bapak Proklamator yang pernah berkunjung ke Gorontalo menggunakan pesawat Amphibi serta nilai-nilai sejarah yang ada di museum tersebut (sejarah). Manfaat lainya adalah pengembangan bahasa anak, dalam hal ini adalah bahassa Indonesia. Anak dapat menceritakan kembali pengalaman mereka selama perjalanan berwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum terpadu mempunyai ciri yang fleksibel dan tidak menghendaki hasil belajar yang sama dari semua peserta didik. Guru, orang tua, dan peserta didik merupakan komponen-komponen yang bertanggung jawab dalam proses pengembangan kurikulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;D. Konsep Kurikulum &lt;i&gt;Homeschooling&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep kurikulum &lt;i&gt;homeschooling&lt;/i&gt; mengacu pada konsep kurikulum humanistik. Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik. Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada peserta didik. Mereka bertolak dari asumsi bahwa anak adalah yang pertama dan utama dalam pendidikan. Peserta didik (peserta didik/warga belajar) adalah subjek yang menjadi pusat kegiatan pendidikan. Mereka percaya bahwa anak mempunyai potensi, yaitu suatu kemampuan, bakat, kekuatan dan segala apa yang dimiliki oleh peserta didik untuk berkembang dan dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan ini berkembang sebagai reaksi terhadap pendidikan yang lebih menekankan segi intelektual dengan peran utama dipegang oleh guru. Pendidikan humanistik menekankan peranan peserta didik. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk menciptakan situasi yang permisif, rileks, dan akrab. Berkat situasi tersebut anak mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Tugas guru adalah menciptakan situasi yang permisif dan mendorong peserta didik untuk mencari dan mengembangkan pemecahan sendiri. (&lt;i&gt;&lt;b&gt;Syaodih, 2005: 87&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;E. Pendekatan Pengembangan Kurikulum &lt;i&gt;Homeschooling&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengembangan kurikulum terdapat beberapa pendekatan. Secara teoretis, dalam kerangka pendekatan sistemik dan pendekatan kontekstual, terdapat lima model pengembangan pendekatan kurikulum yang berlaku sejak tahun 1950-an sampai 2000-an. Model pendekatan kurikulum ini meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Model Tyler&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tyler, pengembangan kurikulum mencakup tujuan, pengalaman belajar, pengelolaan belajar, dan penilaian tujuan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Model Taba&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Taba, pengembangan kurikulum mencakup diagnosis, kebutuhan, rumusan tujuan, seleksi dan organisasi konten, manifestasi pengalaman belajar, serta penilaian.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c. Model Teknik-Saintifik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembanan kurikulum ini mencakup penyusunan perencanaan, penyusunan struktur lingkungan belajar, pengkoordinasian sumber daya manusia, bahan dan peralatan, mempunyai derajat objektivitas, universalitas, percaya pada efisien dan efektivitas dari sistem, serta dunia dilihat sebagai mesin yang dapat digambar, dibut, dan diminati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;d. Model Nonteknik-Nonsaintifik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan kurikulum ini berorientasi pada hal-hal yang subjektif, pribadi, keindahan, penalaran dan transaksi, berorientasi pada peserta didik melalui cara-cara aktif dalam proses pembelajaran, kurikulum berkembang dari yang direncanakan, dan dunia merupakan suatu benda hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;e. Model Pendidikan Berbasis Hasil Belajar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan kurikulum ini mencakup penentuan hasil belajar, penentuan pengetahuan, kompetensi, kinerja, dan penentuan cara mendesain, menyampaikan dan mendokumentasikan pembelajaran, (&lt;i&gt;&lt;b&gt;Yulaelawati, 2004: 29-30&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari beberapa model pengembangan kurikulum di atas, maka model pengembangan kurikulum homeschooling lebih cenderung mengarah kepada model nonteknik-nonsaintifik. Kurikulum homeschooling merupakan sesuatu yang dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan nonteknik-nonsaintifik dilatarbelakangi oleh pendekatan kontekstual. Dalam pendekatan ini pengambilan keputusan dalam pengembangan kurikulum sangat berorientasi pada peserta didik melalui cara-cara aktif dalam pembelajaran, (Yulaelawati, 2004: 31). Di homeschooling, seorang anak bisa saja mempelajari sesuatu selama berminggu-minggu tanpa beralih ke yang lainnya, atau malah sebaliknya, untuk mempelajari sesuatu homeschooler bisa saja menempuhnya dalam waktu yang tidak begitu lama. Selain itu, anak dapat memilih apa yang diinginkannya. Dengan demikian, model pengembangan kurikulum yang tepat untuk homeschooling adalah model nonteknik-nonsaintifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Simpulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas, diperoleh simpulan bahwa kurikulum &lt;i&gt;homeschooling&lt;/i&gt; bersifat &lt;i&gt;customzed&lt;/i&gt;, sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Dengan demikian, konsep kurikulumnya mengacu pada konsep humanistik. Model pengembangannya pun bersifat nonteknik-nonsaintifik, sehingga tanggung jawab pengembangan berada pada orang tua, pendamping belajar dan homeschooler itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Daftar Pustaka :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah, Idi. 2007. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. Yogyakarta: Ar-Ruzz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chris Versiansyah. 2007. Homeschooling: Rumahku Kelasku, Dunia Sekolahku. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ella Yulaelawati. 2004. Kurikulum dan Pembelajaran: Filosofi Teori dan Aplikasi. Bandung: Pakar Raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nana Syaodih, Sukmadinata. 2005. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasution. 1993. Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulyadi. Seto. 2007. Pendidikan Alternatif yang Membebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;———- 2007. Homeschooling Keluarga Kak Seto. Bandung: Kaifa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soetopo &amp;amp; Soemanto. 1993. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum: Sebagai Substansi Problem Administrasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/15/pengembangan-kurikulum-home-schooling/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-8409870704411700684?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/8409870704411700684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/pengembangan-kurikulum-home-schooling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8409870704411700684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8409870704411700684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/pengembangan-kurikulum-home-schooling.html' title='Pengembangan Kurikulum Home Schooling'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-8610882407199347058</id><published>2011-04-12T19:28:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T19:28:44.756-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Efektif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Terpadu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Kami Butuh Pendidik bukan Pengajar</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-w3lSpc31BDk/TaUKVCIo50I/AAAAAAAABF8/GxCS-s_g9VM/s1600/Sekolah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-w3lSpc31BDk/TaUKVCIo50I/AAAAAAAABF8/GxCS-s_g9VM/s200/Sekolah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sungguh indah jika hidup ini penuh dengan ilmu. Kita bisa mengetahui mana saja yang baik dan mana saja yang tidak baik. Belajar dan terus belajar, merupakan cara untuk kita bisa pintar. duduk di bangku, dan menerima segala bentuk macam pelajaran. Di antara sekian banyak pelajaran yang diberikan pasti ada saja pelajaran yang tidak kita sukai.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang pelajaran yang tidak disukai, bearti kita telah berbicara tentang bakat. Bakat orang berbeda-beda, dan tidak bisa dipaksakan untuk menjadi sama. Biasanya muncul pelajaran yang tidak disukai  ini pada masa-masa SMA. karna pada masa ini seorang sudah ketika seorang harus bergulat dengan pelajaran yang tidak disukanya, pastilah ia akan melakukan suatu tindakan berontak. Dan yang terlihat oleh guru bukan tindakan berontak, melainkan kenakalan dari murid itu. Ketika sudah begini pasti yang menjadi kambing hitam adalah murid ini sendiri. Seolah-olah ia hanya akan menjadi sutu masalah untuk sekolah tersebut. Dan ujung-ujung nya ia akan dikeluarkan dari sekolah. Hanya karena seseorang yidak bisa pintar pada semua bidang. Ia harus dicap sebagai murid bandel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepintaran orang berbeda-beda. Mengapa kepintaran itu tidak dimanfaatkan, mengapa seorang yang pintar di suatu bidang harus menerima pelajaran yang sangat jauh berbeda dari bakatnya. Jika sudah begini, apakah masih murid yang salah.? Seolah seorang murid ini malas dan tidak patut naik kelas. Jika hanya patokan kepintaran seseorang hanya melalui Ilmu eksak, dan juga kepintaran seseorang hanya diukur dengan seluruh mata pelajaran disekolah.?? Maka pasti ia akan akan terlihat benar-benar bodoh. Karena diluar sana untuk kita hidup, tidaklah hanya ilmu eksak dan ilmu pengetahuan disekolah saja yang perlu. Berbagai kepintaran juga sangat perlu. Seperti bakat olahraga contohnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya Pendidikan adalah mendidik mereka para anak muda generasi bangsa, dan membimbing mereka yang sudah mampu atau sudah pintar. Dan mengajar mereka yang belum tau sama sekali untuk apa dia sekolah. Dan bagaimana cara menyadarkannya untuk menjadi dirinya sendiri. Namun sekarang, hal yang berbeda yang terjadi, para murid yang kurang bimbingan atau bandel, malah dikeluarkan dari sekolah. Jika disekolah aja ia bandel, apalagi jika ia telah dikeluarkan dan berkeliaran bebas diluar. Dengan begitu ia pasti akan menjadi seorang generasi perusak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin jika sudah begini. Patut kita pertanyakan. Apa hakikat pendidikan dan apa sesungguhnya fungsi sekolah sebenarnya. Apakah sekolah hanya menjadi ajang untuk menggaji para guru-guru. Tanpa mereka berusaha mendidik, tapi hanya dengan memaksakan masuk pelajaran dan berbagai pengtahuan ke otak kami. Kami butuh pendidik, bukan pengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai generasi bangsa, perubahanlah yang tetentunya kita inginkan. Asah bakat mereka tidak dengan hanya mata pelajaran yang dikurikulumkan, dan jika hanya sekolah menjadi tempat bagi mereka yang pintar dan baik perbuatanya. Maka harus juga sekolah tersebut mendidik para generasi bangsa yang bandel-bandel, bukan malah mengeluarkan mereka dari sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/13/kami-butuh-pendidik-bukan-pengajar/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-8610882407199347058?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/8610882407199347058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/kami-butuh-pendidik-bukan-pengajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8610882407199347058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8610882407199347058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/kami-butuh-pendidik-bukan-pengajar.html' title='Kami Butuh Pendidik bukan Pengajar'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-w3lSpc31BDk/TaUKVCIo50I/AAAAAAAABF8/GxCS-s_g9VM/s72-c/Sekolah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-1792392384155699376</id><published>2011-04-12T19:25:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T19:25:26.230-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SBI/RSBI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='standar nasional pendidikan (SNP)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Terpadu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Pendidikan'/><title type='text'>RSBI Pembodohan Sistemik</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sma46jkt.net/Portals/sch/sma46jkt/rsbi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://sma46jkt.net/Portals/sch/sma46jkt/rsbi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) sampai saat ini terus mendapat kritikan. Mengapa? RSBI yang memiliki high level di banding sekolah lain ini kembali menjadi perhatian khusus karena banyak temuan yang mengindikasikan kualitas dan standart dari RSBI masih sangat jauh dari idealnya sekolah dengan citra internasional. Yang terbaru RSBI ternyata salah konsep.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sangat beragam temuan -temuan kekurangan RSBI ini, diantaranya materi ajarnya, seperti yang diutarakan Kistono, anggota Badan Akreditasi Provinsi Jatim di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidik (LPMP) Provinsi Jawa Timur, bahwa materi yang diberikan di sekolah-sekolah berlabel RSBI hingga kini kurang memadai. Sebab, penyusunan dan penyampaian materi tidak sepenuhnya berbasis internasional.(&lt;i&gt;&lt;b&gt;Duta Masyarakat, 19/11&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;). Juga dalam penggunaan buku ajar, tidak semuanya -jarang- menggunakan bahasa inggris, hal ini diperparah dengan kualitas guru yang masih gagap dengan bahasa inggris. Padahal ciri utama dari RSBI adalah bahasa internasionalnya yakni bahasa inggris tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan program RSBI ini jelas akan menimbulkan persoalan baru di dunia pendidikan Indonesia. Salah satunya mengorbankan nilai-nilai keindonesiaan yang berujung pada memudarnya rasa nasionalisme dikalangan siswa. Semisal dengan kewajiban berbahasa inggris, bahasa inggris dijadikan sebagai bahasa pengantar pada proses pembelajaran sedang di sisi lain belum tentu juga siswa paham betul bahasa negerinya sendiri (indonesia). Selain itu penyampaian materi dengan bahasa inggris akan menjadi masalah bagi kedua belah pihak baik guru maupun siswa, guru bingung menyampaiakan materi yang ia pahami dengan bahasa inggris, sedang murid kesulitan menangkap substansi materi karena harus memahami dua hal sekaligus yakni memahami bahasa inggris sekaligus dituntut memahami isi materinya. Patutkah mengorbankan bahasa sendiri demi obsesi RSBI?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak seharusnya memajukan pendidikan nasional dengan mengorbankan nilai-nilai nasional yang kita junjung. Padahal sekolah bertaraf internasional (SBI) lebih menekankan pengembangan daya kreasi, inovasi, dan eksperimentasi untuk memacu ide-ide baru yang belum pernah ada. Memang dalam SBI proses belajar mengajar disampaikan dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Tapi hal ini menjadi dilema tatkalah hanya menonjolkan salah satunya atau hanya menguasai salah satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RSBI Lawan Atau Kawan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RSBI yang dipahami oleh masyarakat umum selama ini adalah sekolah yang memiliki daya saing dikancah internasional. Pandangan inilah yang membuat para orang tua siswa keranjingan memasukkan anaknya ke sekolah RSBI atau SBI walau sampai mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Tapi apakah RSBI ini dapat menjamin atau akan membuat kualitas pendidikan anak menjadi lebih baik? Ini menjadi PR bersama, Kompleksitas persoalan inilah yang membuat Mendiknas, M. Nuh melakukan uji publik pada RSBI terlebih untuk mengkaji formulasi yang lebih baik dan layak mengenai keberadaan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). (&lt;i&gt;&lt;b&gt;Media Indonesia, 31/10&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sudah seharusnya pemerintah mengkaji kembali prosedur dan konsep RSBI. Kaji ulang secara berkala akan membuat pelaksanaan RSBI lebih terarah dan mencapai hasil yang diinginkan. Dan yang terpenting kaji ulang ini dilakukan terlebih dulu sebelum dimplementasikan pada sekolah. Karena para orang tua murid jelas tidak ingin anaknya sekolah di sekolah dengan citra internasional sajatanpa diimbangi dengan kualitas yang bertaraf internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia Pengembangan SBI didasari oleh Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 50 Ayat 3. Dalam ketentuan ini, pemerintah didorong untuk mengembangkan satuan pendidikan yang bertaraf internasional. Tentunya taraf internasional secara totalitas bukan parsial. Inilah yang disayangkan sebab amanat undang-undang tersebut kalau dicermati sebernarnya justru mengarahkan masyarakat pada jurang kastanisasi, sebab yang terjadi dilapangan RSBI atau SBI bersifat eksklusif, tidak merakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat baik program RSBI untuk memajukan kualitas pendidikan yang digalakkan memang perluh dukungan. Tapi dengan prosedur dan konsep yang ada dan telah jelas saat ini setelah berlangsung justru mendapat sorotan negatif dari publik, lantas masih perluhkan menjadikan RSBI sebagai alternatif peningkatan kualitas pendidikan internasional? Karenanya RSBI menurut Widiyantoro, Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta, RSBI akan lebih terjamin mutu dan lebih efektif jika dikelola oleh pemerintah pusat karena terjadi kesamaraatan dan kesetaraan pada masing-masing daerah. Dan juga perluh bagi tenaga pendidik di RSBI selain dibekali kemampuan berbahasa asing juga dibekali dan difasilitasi dengan keahlian-keahlian lain yang dapat meningkatkan kemampuan kependidikannya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Antisipasi dengan RUBI (Rintisan Universitas Bertaraf Internasional)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengembangan mutu pendidikan yang penting untuk di perhatikan adalah tidak terlepasnya unsur pokok dalam pembelajaran yakni sunber ilmu. Siapa? Guru. Guru yang dihasilkan dari proses panjang selama bergelut di dunia kampus. Kampuslah pencetak para sarjana-sarjan intelektual, yang sesuai dengan kapabilitas masing-masing. Para pendidik yang ideal dijadikan seorang guru di sebuah lembaga pendidikan (sekolah) mematok strandart bahwa guru pengajarnya minimal harus punya gelar akademik sarjana. Padahal tidak menutup kemungkina bahwa yang bukan sarjana memiliki kualitas akademik yang tidak kalah dengan sarjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tidak dapat di elak bahwa memang masyarakat kita sudah terkena paham atau sindrom dhohirisme, hanya memandang semua dari apa yang tampak. Formalitas dalam dunia pendidikan dalam hal ini di buktikan dengan selembar ijazah sarjana. Ironis memang di jaman yang serba modern formalitas masih di junjung tinggi. Paranyanya implikasi yang ditimbulkan adalah terwujudnya kastanisasi pendidikan yang tidak fair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya semua ini dengan permasalahan yang terjadi pada RSBI. Suksesi program RSBI pun tidak lepas dari unsur penting ini. universitas yang dijadikan tonggak pendidikan tinggi yang menghasilkan para sarjana-sarjana intelektual menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi. Mereka adalah poros uatama yang nantinya terjun langung ke masyarakat. Sudah samakah realitas yang ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya sebelum pemerintah mencanangkan program RSBI terlebih dulu memeprhatikan universitas yang ada. Sudah adakah universitas yang bertaraf internasional yang lulisannya nanti siap untuk diterjunkan ke sekolah-sekolah yang akan merintis untuk menuju taraf internasional?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/13/rsbi-pembodohan-sistemik/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-1792392384155699376?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/1792392384155699376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/rsbi-pembodohan-sistemik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/1792392384155699376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/1792392384155699376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/rsbi-pembodohan-sistemik.html' title='RSBI Pembodohan Sistemik'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-4278259601539237220</id><published>2011-04-12T19:20:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T19:20:53.727-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Efektif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Terpadu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Belajar untuk Belajar</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-CepZEszrw0M/TaUIfJ6wdOI/AAAAAAAABF4/-PV_ARKpDs4/s1600/sekolah2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-CepZEszrw0M/TaUIfJ6wdOI/AAAAAAAABF4/-PV_ARKpDs4/s200/sekolah2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dulu, dulu sekali….ketika saya masih anak-anak, dengan kondisi kehidupan yang serba susah dan terbatas bapak saya dengan getol selalu menyuruh saya sekolah, begitupun ibu saya tercinta, beliau akan segera ‘membelai’ telinga saya sampai merah  jika mulai muncul gejala malas sekolah.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Nah cukup disitu, Ayah dan Ibu saya hanya menyuruh saya untuk sekolah titik, beliau tidak perduli dengan pelajaran apa yang saya pelajari hari ini, dapat berapa nilai ulangan saya, atau bagaimana PR untuk esok hari. Pendek kata mereka berdua menyuruh saya untuk sekolah bukan belajar. Saya hampir tidak pernah dimarahi jika nilai matematika saya di bawah 7 atau bahkan dibawah 3 sekalipin, mereka tidak pernah memaksa nilai pelajaran saya harus bernilai ’super’, yang terpenting adalah saya tidak mencontek dan tidak ‘badung’ di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sikap kedua orang tua saya, saya menjadi semangat untuk ke sekolah, bukan karena mengejar warna biru segar di raport tapi mengejar ilmu apapun yang bisa saya pelajari disekolah.Bukan karena takut dengan kedua orang tua, tapi karena merasa perlu untuk menjadi lebih bermanfaat.  Sungguh sangat menyenangkan, bagi saya sekolah adalah surga, surga untuk membuka dunia baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #ead1dc;"&gt;&lt;i&gt;Meski kondisi ekonomi yang ‘morat-marit’ perlakuan orang tua saya tidak pernah berubah, dan anak-anaknyalah yang  semakin dewasa menyikapinya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sungguh berbeda dengan saat ini, dimana anak dipaksa untuk menjadi super dalam segala bidang mata pelajaran, jika nilai menurun, berbagai macam tindakan dilakukan agar nilai kembali naik dengan berbagai alasan sebagai pembenaran. Apalagi jika mengenai masalah gengsi orang tua, sungguh orang tua akan merasa sangat bangga jika anaknya dikenal sebagai bintang kelas, dan memiliki sederetan prestasi akademik yang mencorong. Kadang kita sebagai orang tua lupa bahwa apa yang kita lakukan telah membangkitkan budaya ketakutan terhadap sekolah dan belajar itu sendiri. Proses pembelaran disekolah tidak lagi diarahkan agar anak dapat belajar secara mandiri dan sesuai dengan kemampuan dasar lagi, tapi telah ‘dibebani’ dengan sederetan misi rahasia bagi bagi kepentingan orang tua, maupun ‘kepentingan anak dimasa depan’ tetapi tanpa sadar telah mengorbankan kepentingan anak di saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat sedih rasanya ketika melihat anak-anak begitu antipati dengan sekolah dan kata belajar, sekolah sudah diistilahlah sebagai kawah candradimuka yang identik dengan perjuangan keras bermandi keringat dan bahkan terkadang air mata, sekolah tidak bisa dibuat menyenangkan dan membangkitkan keinginan untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tidak habis pikir, melihat anak-anak kita begitu tertekan ketika UAS atau UAN ataupun ujian dalam bentuk lain datang. Apakah sebenarnya yang terjadi, apakah hal ini memang harus terjadi? bahkan hampir tidak ada yang memikirkan efek yang lebih mengerikan ketika tingkat stress dan rasa tertekan ini semakin memuncak, sehingga ada  seorang siswa nekat mengahiri hidup hanya karena tidak lulus tes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah blog pernah saya baca dan isinya sangat inspiratif, sayang saya lupa lokasinya, disitu dijelaskan bagaimana seorang anak dari Indonesia yang baru sekolah di Amerika, mendapat tugas dari sekolah untuk mengarang cerita dalam bahasa Inggris. Sang anak mendapatkan nilai A padahal baik ejaan dan susunan katanya kacau balau, tetapi setelah pulang kerumah dan orang tuanya membaca hasil karangannya lalu protes ke sekolah karena menurut orang tua, hasil karangan ini sangat tidak layak untuk mendapatkan nilai A. Tapi pihak sekolah menerangkan bahwa bukan masalah isi dan ejaan itu yang menjadi penilaian akan tetapi semangat dan kemauan untuk belajar ini lah yang layak mendapat pengakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menghadapi kondisi yang semakin berat saat ini, mungkin kita juga harus mulai mengerti anak-anak kita, dan tidak membebani mereka dengan segudang target, tapi cukuplah mengajarkan dan menuntun mereka kemana dan dimana target-target tersebut dapat dicapai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/13/belajar-untuk-belajar/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-4278259601539237220?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/4278259601539237220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/belajar-untuk-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4278259601539237220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/4278259601539237220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/belajar-untuk-belajar.html' title='Belajar untuk Belajar'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-CepZEszrw0M/TaUIfJ6wdOI/AAAAAAAABF4/-PV_ARKpDs4/s72-c/sekolah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-1508373545449569149</id><published>2011-04-10T21:31:00.000-07:00</published><updated>2011-04-10T21:37:18.491-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Efektif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Terpadu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Berhentilah Sekolah Sebelum Terlambat!</title><content type='html'>&lt;blockquote style="color: blue;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KqW0Gtx6XAU/TZ6HAC-4OVI/AAAAAAAAB3U/VFl5ZgmYjao/s320/report-card.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-KqW0Gtx6XAU/TZ6HAC-4OVI/AAAAAAAAB3U/VFl5ZgmYjao/s200/report-card.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #d9d2e9;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Jika orientasi pendidikan adalah untuk mencetak tenaga kerja guna kepentingan industri dan membentuk mentalitas pegawai—katakanlah hingga dua dekade ke depan—yang akan dihasilkan adalah jutaan calon penganggur..."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saja ada sekitar 750.000 lulusan program diploma dan sarjana yang menganggur. Jumlah penganggur itu akan makin membengkak jika ditambah jutaan siswa putus sekolah dari tingkat SD hingga SLTA. Tercatat, sejak 2002, jumlah mereka yang putus sekolah itu rata- rata lebih dari 1,5 juta siswa setiap tahun. Dalam ”kalimat lain”, ada sekitar 50 juta anak Indonesia yang tak mendapatkan layanan pendidikan di jenjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, untuk apa sebenarnya generasi baru bangsa bersekolah hingga ke perguruan tinggi? Jika jawabannya agar mereka bisa jadi pegawai, fakta yang ada sekarang menunjukkan orientasi tersebut keliru. Dari sekitar 105 juta tenaga kerja yang sekarang bekerja, lebih dari 55 juta pegawai adalah lulusan SD! Pemilik diploma hanya sekitar 3 juta orang dan sarjana sekitar 5 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebagian besar lapangan kerja hanya tersedia untuk lulusan SD, lalu untuk apa anak-anak kita harus buang-buang waktu dan uang demi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sir Ken Robinson, profesor pakar pendidikan dan kreativitas dari Inggris, dalam orasi-orasinya, yang menyentakkan ironisme: menggambarkan betapa sekarang ini sudah terjadi inflasi gelar akademis sehingga ketersediaannya melampaui tingkat kebutuhan. Akibatnya, nilainya di dunia kerja semakin merosot. Lebih dari itu, ia menilai sekolah-sekolah hanya membunuh kreativitas para siswa. Maka, harus dilakukan revolusi di bidang pendidikan yang lebih mengutamakan pembangunan kreativitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul Krugman, kolumnis The New York Times yang disegani, dalam tulisannya pada 6 Maret 2011, menegaskan fakta-fakta di Amerika Serikat bahwa posisi golongan kerah putih di level menengah— yang selama beberapa dekade dikuasai para sarjana dan bergaji tinggi—kini digantikan peranti lunak komputer. Lowongan kerja untuk level ini tidak tumbuh, malah terus menciut. Sebaliknya, lapangan kerja untuk yang bergaji rendah, dengan jenis kerja manual yang belum bisa digantikan komputer, seperti para petugas pengantaran dan kebersihan, terus tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kreativitas dan imajinasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta lokal dan kondisi global tersebut harus segera diantisipasi oleh para pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan. Persepsi kultural dan sosial yang mengangankan bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan semakin mudah mendapatkan pekerjaan adalah mimpi di siang bolong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika orientasi masyarakat tetap untuk ”jadi pegawai”, yang harus difasilitasi adalah sekolah-sekolah dan pelatihan-pelatihan murah dan singkat. Misalnya untuk menempati posisi operator, baik yang manual seperti pekerjaan di bidang konstruksi, manufaktur, transportasi, pertanian, ataupun yang berbasis komputer di perkantoran. Untuk itu, tak perlu embel-embel (sekolah) ”bertaraf internasional” yang menggelikan itu karena komputer sudah dibuat dengan standar internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, kualitas peradaban sebuah bangsa tak cukup hanya ditopang oleh para operator di lapangan. Mutlak perlu dilahirkan para kreator yang kaya imajinasi. Oleh karena itu, seluruh potensi kecerdasan anak bangsa harus dibangun secara lebih serius yang hanya bisa dicapai jika rangsangannya diberikan sejak usia dini. Maka, diperlukan metode pengajaran yang tak hanya membangun kecerdasan visual-auditori-kinestetik, juga kreativitas dan kemandirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kuncinya adalah ”kreativitas” dan ”imajinasi”; dua hal yang belum akan tergantikan oleh komputer secerdas apa pun! Zaman terus berubah. Sistem pendidikan dan paradigma usang harus diganti dengan yang baru. Era teknologi analog sudah ketinggalan zaman. Kini kita sudah memasuki era digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu artinya, konsep tentang ruang dan waktu pun berubah. Hal-hal yang tadinya dikerjakan dalam waktu panjang, dengan biaya tinggi, dan banyak pekerja, jadi lebih ringkas. Maka, tujuan paling mendasar dari suatu sistem pendidikan baru harus bisa membangun semangat ”cinta belajar” pada semua peserta didik sejak awal. Dengan spirit dan mentalitas ”cinta belajar”, apa pun yang akan dihadapi pada masa depan, mereka akan bisa bertahan untuk beradaptasi, menguasai, dan mengubahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun semangat ”cinta belajar” tak perlu harus ke perguruan tinggi. Kini seluruh ilmu pengetahuan sudah tersedia secara digital, bisa diakses melalui komputer di warnet ataupun melalui telepon genggam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, cukup berikan kemampuan menggunakan komputer, mencari sumber informasi yang dibutuhkan di internet, dan bahasa Inggris secukupnya karena di dunia maya tersedia mesin penerjemah aneka bahasa yang instan. Anak-anak cukup sekolah 12 tahun saja (mulai dari pendidikan anak usia dini, PAUD)! Mereka tidak usah jadi pegawai. Dunia kreatif yang bernilai tinggi tersedia untuk mereka, sepanjang manusia masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;b&gt;Yudhistira ANM Massardi&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;Sastrawan; Pengelola Sekolah Gratis untuk Dhuafa, TK-SD Batutis Al-Ilmi Bekasi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://m.kompas.com/"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;m.kompas.com&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-1508373545449569149?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/1508373545449569149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/berhentilah-sekolah-sebelum-terlambat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/1508373545449569149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/1508373545449569149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/berhentilah-sekolah-sebelum-terlambat.html' title='Berhentilah Sekolah Sebelum Terlambat!'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-KqW0Gtx6XAU/TZ6HAC-4OVI/AAAAAAAAB3U/VFl5ZgmYjao/s72-c/report-card.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-361007408143328953</id><published>2011-04-05T19:21:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T19:21:33.625-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Efektif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Terpadu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seputar otak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Optimalisasi Intelligencia Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Colomadu jadi percontohan optimalisasi intelligencia anak</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ramlannarie.files.wordpress.com/2010/10/sosial-anak.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://ramlannarie.files.wordpress.com/2010/10/sosial-anak.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Colomadu, Karanganyar, ditetapkan menjadi percontohan optimalisasi kondisi kesehatan intelligencia anak oleh Kementerian Kesehatan. Kegiatan dipusatkan di Pediatric Neurodevelopment Therapy pimpinan Nawangsari Takarina MPsi yang berkedudukan di Colomadu, Karanganyar.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disampaikan Kepala Sub Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Intellegencia Anak, Kementerian Kesehatan, dr Gunawan Bambang, kepada wartawan di sela-sela Pertemuan Orientasi Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Intelligencia Kesehatan di Hotel Lor In Karanganyar, Jumat (11/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menerangkan selama ini belum ada penanganan anak berkebutuhan khusus (ABK) secara komprehensif sehingga mampu menghasilkan anak cerdas sebagai calon pemimpin masa depan. Anak yang cerdas, katanya, tak sekadar cerdas secara akademik, tapi anak yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Anak itu sendiri ada dua tipe, anak sehat dan anak bermasalah. Anak yang bermasalah harus diperbaiki otaknya dengan stimulan yang benar,”&lt;/i&gt; jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menilai selama ini pemberian stimulan kepada anak belum optimal. Padahal pemberian stimulan ini harus dimulai sejak anak berada dalam kandungan usia lima bulan. Jika pada saat dalam kandungan, pada masa golden age dan pertumbuhannya seorang anak mendapatkan stimulun secara benar, ia akan menjadi anak yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Orang yang baik adalah orang yang mempunyai kapasitas otak baik. Yaitu orang yang memiliki pola berpikir baik, cerdas emosional dan spiritualnya. Oleh karena itu pemberian stimulan harus tepat,”&lt;/i&gt; ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/pendidikan/colomadu-jadi-percontohan-optimalisasi-intelligencia-anak-88821"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-361007408143328953?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/361007408143328953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/colomadu-jadi-percontohan-optimalisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/361007408143328953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/361007408143328953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/colomadu-jadi-percontohan-optimalisasi.html' title='Colomadu jadi percontohan optimalisasi intelligencia anak'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-2671899947624747230</id><published>2011-04-05T19:17:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T19:17:51.648-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Global'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UNICEF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Teknologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Pendidikan'/><title type='text'>Media bisa mempercepat proses pendidikan</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_IWNQHHnDZg8/S50DxR2w86I/AAAAAAAAAIM/3GY0oseK_wE/s400/PERAN+MEDIA.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="117" src="http://1.bp.blogspot.com/_IWNQHHnDZg8/S50DxR2w86I/AAAAAAAAAIM/3GY0oseK_wE/s200/PERAN+MEDIA.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Media berperan penting dalam menjembatani dan mendukung proses pendidikan dan penyebarannya. Namun di sisi lain masyarakat juga harus dididik agar lebih melek media untuk bisa memanfaatkannya dengan baik.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Demikian benang merah dari pernyataan para pembicara kunci dalam seminar media internasional yang bertajuk ower of Media to Extend Classrooms atau Peran Media dalam Memperluas Ruang Kelas yang digelar Institut Jurnalistik Internasional, Lembaga Kerjasama Internasional Jerman dan koran Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ) di atrium kantor FAZ, Berlin, Jerman, Kamis (17/3/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Roland Gerschermann, Managing Director FAZ, menyatakan bahwa media selama ini sudah berperan aktif mendukung berbagai perubahan di berbagai negara, dengan contoh paling aktual yaitu pergerakan menuju pergantian pemerintahan di Mesir dan Tunisia, serta perjuangan serupa di Libya. Namun Gerschermann juga mengingatkan agar media makin meningkatkan kualitas pemberitaan untuk menjaga akurasi dan kepercayaan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pembicara lain, mantan Menteri Pendidikan Ekuador, Rosa Maria Torres de Castillo, mengingatkan bahwa pendidikan tidak bisa berjalan sendirian dalam mencapai tujuan mewujudkan pembangunan. “Media bisa membantu meningkatkan jangkauan pendidikan ke lebih banyak tempat. Media juga bisa mengatasi halangan ruang, waktu dan usia,” ujarnya. Media juga bisa membantu advokasi pendidikan, baik dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah, imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Gerrit Beger, Chief of Youth Section, UNICEF Innovation, mencontohkan di banyak negara berkembang, media berperan besar dalam mengentaskan generasi muda dari masalah-masalah sosial yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirinya mencontohkan, di Haiti yang kini masih mengalami kekacauan akibat gempa dahsyat yang terjadi beberapa waktu lalu, UNICEF membuat program yang melatih sejumlah remaja untuk melakukan produksi musik, blog dan siaran radio. Kemampuan itu lantas digunakan untuk mendukung kampanye terkait kesehatan, sanitasi dan sebagainya. Misalnya saja, remaja yang terlibat kegiatan ini telah memproduksi lagu rap yang lantas disiarkan di radio-radio dengan tema kebersihan untuk mencegah wabah kolera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/pendidikan/media-bisa-mempercepat-proses-pendidikan-89641"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-2671899947624747230?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/2671899947624747230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/media-bisa-mempercepat-proses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2671899947624747230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2671899947624747230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/media-bisa-mempercepat-proses.html' title='Media bisa mempercepat proses pendidikan'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IWNQHHnDZg8/S50DxR2w86I/AAAAAAAAAIM/3GY0oseK_wE/s72-c/PERAN+MEDIA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-8315966778512261494</id><published>2011-04-05T18:39:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T18:39:34.441-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Efektif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembelajaran Terpadu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mendiknas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Karakter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Pembelajaran'/><title type='text'>Perlu, penguatan aspek spiritual dalam pendidikan</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sma46jkt.net/Portals/sch/sma46jkt/1_karakter.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://sma46jkt.net/Portals/sch/sma46jkt/1_karakter.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Penguatan aspek spiritual dalam pendidikan, khususnya pendidikan di Fakultas Hukum, perlu dilakukan. Hal ini menyikapi banyaknya penegak hukum di negara ini yang justru melanggar aturan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pendapat itu disampaikan Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum UNS, Prof Dr Supanto SH MHum, saat jumpa pers di Rumah Makan Puspasari Solo, Kamis (24/3/2011). Pengukuhan Supanto sebagai guru besar ke-5 Fakultas Hukum UNS dan guru besar ke-140 UNS, akan dilaksanakan Rabu (30/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supanto berpendapat, penguatan aspek spiritual dalam pendidikan calon penegak hukum diharapkan akan membentuk karakter penegak hukum yang relijius. Sehingga ketika bekerja, mereka akan selalu memohon petunjuk Yang Maha Adil, saat akan memutuskan suatu perkara. &lt;i&gt;“Misalnya dalam sebuah pengadilan, seorang hakim ketika akan memutuskan suatu perkara, memohon petunjuk Yang Maha Adil terlebih dahulu. Sehingga diharapkan keputusan yang diberikan akan lebih adil dan bijaksana,”&lt;/i&gt; jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aspek pendidikan yang diperhatikan, terangnya, seharusnya bukan hanya aspek otak, tapi juga spiritualitas. Pendidikan calon penegak hukum seharusnya diarahkan pada bagaimana hati nurani berbicara ketika seorang penegak hukum menjalankan profesinya. Tidak kuatnya aspek spiritualitas para penegak hukum di Indonesia, menurut Supanto menjadi salah satu penyebab kegagalan penegakan hukum di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.solopos.com/2011/pendidikan/perlu-penguatan-aspek-spiritual-dalam-pendidikan-90557"&gt;Solopos&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-8315966778512261494?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/8315966778512261494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/perlu-penguatan-aspek-spiritual-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8315966778512261494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/8315966778512261494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/04/perlu-penguatan-aspek-spiritual-dalam.html' title='Perlu, penguatan aspek spiritual dalam pendidikan'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-6431367413472323609</id><published>2011-03-23T19:45:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T19:45:12.111-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Training Motivasi Belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><title type='text'>Wow...Indonesia Raih Tiga Medali Emas Olimpiade Sains</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-qh8nD1j54z4/TYqwKuxtHAI/AAAAAAAABFw/9PvIpVAbJRY/s1600/rainbow_star.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://lh6.googleusercontent.com/-qh8nD1j54z4/TYqwKuxtHAI/AAAAAAAABFw/9PvIpVAbJRY/s200/rainbow_star.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG.&lt;/b&gt; Indonesia meraih tiga medali emas, lima perak dan empat perunggu dalam kompetisi Olimpiade Sains Junior Internasinal ke-7 yang digelar di Abuja, Nigeria diwakili 12 pelajar tingkat SMP dari seluruh Indonesia. Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan Nasional, Prof Suyanto di Tangerang, Banten, Senin mengatakan keberhasilan 12 pelajar yang mengikuti Olimpiade Internasional Sains Junior itu merupakan hasil pembinaan secara matang.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt; "Para pelajar yang dikirim ke Nigeria itu merupakan unggulan dari masing-masing sekolah kemudian dilakukan pelatihan selama empat bulan setelah itu mereka masuk karantina,"&lt;/i&gt; kata Prof Suyanto ketika menyambut 12 pelajar peserta olimpiade di Terminal II-D Kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Senin dini hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olimpiade Sains Junior Internasional itu diikuti 34 negara diantaranya Afganistan, Argentina, Brazil, Ghana, India, Iran, Mexico, Rusia, Taiwan, Thailand Zimbabwe serta Estonia. Namun dalam olimpiade tersebut Taiwan menjadi juara umum merupakan peringkat terbaik dalam teori, dan India urutan kedua serta Indonesia pada urutan ketiga.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Olimpiade Sains Junior itu adalah suatu ajang kompetisi tahunan pada bidang ilmu pengetahuan alam yang mencakup mata pelajaran Fisika, Biologi, Kimia dan matematika diikuti pelajar usia 15 tahun pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kompetisi itu untuk mendorong anak-anak muda mencintai ilmu pengatahuan alam dan mengembangkan komunikasi internasional dalam bidang sains.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia merupakan penggagas kegiatan internasional itu dan sebagai tuan rumah pertama yang digelar di Jakarta tahun 2004. Selain itu, rencananya olimpiade serupa tahun 2011 digelar di Kota Duran, Afrika Selatan dan tahun 2012 di India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Suyanto para pelajar yang meraih medali di Nigeria itu akan diberikan kemudahan dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi di kota asal masing-masing serta mendapatkan beasiswa.&lt;br /&gt;Para pelajar yang meraih medali emas yakni Muhamad Iqbal Ibrahim pelajar SMP Pribadi Depok, Jabar, Richard Akira Heru pelajar SMP DL Dominico Savio, Jateng, dan Fransisca Susan dari SMP St Ursula, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraih medali perak masing-masing I Made Gita Narendra Kumara dari SMP Negeri I Negara, Bali, Mikael Harseno Subianto dari SMP Susteran Purwokerto, Jateng, Putu Ivan Budi gunawan pelajar SMP Negeri I Tabanan, Bali, Yoga Rafinika dari SMP Sragen Bilingual Boarding School, Jawa Tengah serta Faisal Puji Nugroho pelajar SMP negeri 68 Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pelajar yang meraih medali perunggu masing-masing Mardika Firlina dari SMP Pribadi School Bandung, Jabar, Titis Setiyobudi dari SMP Negeri I Kauman, Jawa Timur, Anang Rizki Muharom dari SMP Negeri II Semarang, Jateng dan Nurul Falahiyyah Bahri dari SMP Negeri I Sumenep, Madura, Jatim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-6431367413472323609?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/6431367413472323609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/03/wowindonesia-raih-tiga-medali-emas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6431367413472323609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/6431367413472323609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/03/wowindonesia-raih-tiga-medali-emas.html' title='Wow...Indonesia Raih Tiga Medali Emas Olimpiade Sains'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/-qh8nD1j54z4/TYqwKuxtHAI/AAAAAAAABFw/9PvIpVAbJRY/s72-c/rainbow_star.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-2993158626387642199</id><published>2011-02-22T19:05:00.000-08:00</published><updated>2011-02-22T19:05:55.501-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Mendidik Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Training Motivasi Belajar'/><title type='text'>Anak Nakal Adalah Anak yang Cerdas</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-dDpJqI-Ju6c/TWR4_p4mokI/AAAAAAAABFo/ClFSh1GjiNI/s1600/pertumbuhan_anak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-dDpJqI-Ju6c/TWR4_p4mokI/AAAAAAAABFo/ClFSh1GjiNI/s1600/pertumbuhan_anak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span id="goog_1826898980"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1826898981"&gt;&lt;/span&gt;Jakarta.&lt;/b&gt; Orangtua kadang suka kesal atau marah-marah jika melihat anaknya selalu membuat masalah atau nakal. Namun psikolog mengungkapkan bahwa anak yang nakal adalah anak yang cerdas.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Saat ini konsep kecerdasan sedang booming di masyarakat dan anak yang pintar selalu identik dengan anak yang jago matematika. Padahal anak yang cerdas itu adalah anak yang bisa menemukan hal-hal baru,"&lt;/i&gt; ujar Efnie Indrianie, MPsi, seorang psikolog anak dari Psychobiometric dalam acara Inovasi Sidik Jari Cerdas Frisian Flag 2011 Bantu Ibu Berikan Stimulasi Optimal untuk si Kecil di Giggle FX Jakarta, Selasa (22/2/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikolog yang akrab disapa Pipin ini menuturkan anak yang cerdas itu adalah anak yang suka membuat masalah, hal ini berarti anak tersebut memiliki kreativitas tinggi atau termasuk anak yang kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang kreatif umumnya bisa menemukan hal-hal baru atau berhasil menemukan suatu masalah, dan jika dilihat lebih jauh ke dalam otaknya maka sinapsis-sinapsis (pertemuan antara ujung saraf dengan saraf lainnya) akan terlihat ruwet.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika sinapsis di otak ruwet menandakan adanya koneksi yang bagus antara sel-sel saraf di otak, serta hal ini berarti anak mendapatkan stimulasi yang baik dalam perkembangan otaknya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Anak yang nakal atau usil itu karena tidak ada yang bisa dia kerjakan, jadinya ia malah jahil ke teman-temannya atau justru mencari-cari masalah,"&lt;/i&gt; ujar psikolog yang menjadi Kepala Bidang Kajian Psikologi Perkembangan Universitas Kristen Maranatha Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pipin menuturkan dalam hal ini orangtua harus menyalurkan apa yang dimiliki oleh anaknya, misalnya menyediakan alat-alat atau sesuatu yang bisa dikerjakan untuk menyalurkan bakat kreativitas si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi kreativitas ini termasuk ke dalam salah satu soft skill yang dimiliki anak, selain kreativitas ada juga beberapa soft skill lainnya yang dimiliki oleh anak yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;b&gt;Kepercayaan diri&lt;/b&gt;, ada anak yang memiliki kepercayaan diri tinggi, tapi ada juga yang memiliki demam panggung misalnya berani jika di dalam rumah tapi begitu di luar rumah atau bertemu dengan orang lain ia menjadi pendiam atau malu-malu.&lt;br /&gt;2. &lt;b&gt;Kepedulian&lt;/b&gt;, ada anak yang memang sudah memiliki kepedulian sejak kecil. Misalnya ia hanya memiliki satu kue tapi temannya ada dua, maka dengan sendirinya ia akan membagi kue tersebut menjadi 3 lalu membagikan satu per satu ke teman-temannya.&lt;br /&gt;3. &lt;b&gt;Inisiatif&lt;/b&gt;, ada anak yang memang diketahui memiliki inisiatif tinggi sehingga ia cenderung responsif.&lt;br /&gt;4. &lt;b&gt;Kreativitas&lt;/b&gt;, ada anak yang diketahui memiliki kreativitas tinggi tapi ada juga yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://health.detik.com/read/2011/02/22/174311/1576531/764/psikolog-anak-nakal-adalah-anak-yang-cerdas?9933061755"&gt;DetikHealth&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6441988664776540142-2993158626387642199?l=studyintensiveplus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/feeds/2993158626387642199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/02/anak-nakal-adalah-anak-yang-cerdas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2993158626387642199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6441988664776540142/posts/default/2993158626387642199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyintensiveplus.blogspot.com/2011/02/anak-nakal-adalah-anak-yang-cerdas.html' title='Anak Nakal Adalah Anak yang Cerdas'/><author><name>BBK-SIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00479411771505092959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-dDpJqI-Ju6c/TWR4_p4mokI/AAAAAAAABFo/ClFSh1GjiNI/s72-c/pertumbuhan_anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6441988664776540142.post-3439724815483328451</id><published>2011-01-17T20:15:00.000-08:00</published><updated>2011-01-17T20:15:50.495-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN Sukoharjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info UN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UN/UASBN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Standar Kelulusan UN'/><title type='text'>Simak, Jadwal Lengkap UN 2011 di Sini!</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kUN_ZFAVdU0/TTUTpd32D1I/AAAAAAAABFg/KY4pbZ1hWBM/s1600/UN.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_kUN_ZFAVdU0/TTUTpd32D1I/AAAAAAAABFg/KY4pbZ1hWBM/s200/UN.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/b&gt; — Pemerintah telah mengimbau agar dinas-dinas pendidikan di berbagai daerah segera mengumumkan dan melakukan sosialisasi jadwal pelaksanaan ujian nasional ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Berikut adalah jadwal pelaksanaan UN yang akan disosialisasikan:&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jenjang Sekolah Menengah Atas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;UN untuk SMA/MK, SMALB, dan SMK: 18-21 April 2011&lt;/li&gt;&lt;li&gt;UN Susulan SMA/MK, SMALB, dan SMK: 25-28 April 2011&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengumuman kelulusan paling lambat 16 Mei 2011&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ujian Praktik Kejuruan untuk SMK: Paling lambat satu bulan sebelum pelaksanaan UN. Pengumuman kelulusan paling lambat 5 Juni 2011&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jenjang Sekolah Menengah Pertama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;UN untuk SMP/MTs dan SMPLB: 25-28 April 2011&lt;/li&gt;&lt;li&gt;UN Susulan SMP/MTs dan SMPLB: 3-6 Mei 2011&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jenjang Sekolah Dasar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;UN untuk SD/MI dan SDLB: 10-12 Mei 2011&lt;/li&gt;&lt;li&gt;UN Susulan SD/MI dan SDLB: 18-20 Mei 2011&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengumuman kelulusan paling lambat minggu ketiga bulan Juni 2011&lt;/li&gt;&
